
Hello! Im an artic!
“Bau tante adalah bau seorang ibu!” jawab Tianyu sambil menundukkan kepalanya tersipu malu.
“Apakah ibumu juga wangi seperti ibu?” tanya Chengcheng.
Hello! Im an artic!
“Aku tidak memiliki ibu!” jawab Tianyu dengan sedih.
Mu Xue terkejut mendengar jawaban tersebut. Hatinya terasa sakit, bagaimana bisa anak sekecil ini tidak memiliki ibu?
“Ayahku bilang sebentar lagi aku kan mempunyai ibu!” jawab Tianyu sambil memandang Mu Xue.Dia berharap ibunya kelak akan sebaik dan secantik Muxue.
Hati Mu Xue terasa sedikit pedih. “Sudah ayo makan! Chengcheng ambilkan kursi untuk Tianyu!”
Hello! Im an artic!
“Baik,” jawab Chengcheng kemudian mengajak Tianyu untuk mencuci tangan. “Tianyu, kenapa ayahmu ingin memukulmu?” Chengcheng kembali bertanya.
“Aku ….”
“Apakah kamu tidak ingin pulang?”
“Bukan!” jawab Tianyu. Dia hanya merindukan sosok seorang ibu.
“Ayahmu pasti akan sedih jika menemukanmu hilang!” ujar Chengcheng, “Jika aku hilang, ibuku pasti akan sangat sedih. Setelah makan kita harus menelepon ayahmu. Jika kelak ayahmu memukulmu, aku dan ibuku akan menghajarnya!”
__ADS_1
Setelah selesai makan, Mu Xue menyadari bahwa Tianyu sangat pemalu. Anak ini benar-benar kasihan. Tidak memiliki ibu dan memiliki seorang ayah yang suka memukulinya. “Tianyu, beritahu tante nomor telepon rumahmu. Tante akan berbicara baik-baik dengan ayahmu,” uajr Mu Xue.
“Tante, jangan!” Tianyu menggelengkan kepalanya. Ayahnya pasti akan sedih jika tahu bahwa Tianyu berbohong. “Tante, ayahku adalah orang baik, dia tidak memukulku.”
“Apakah kamu takut ayahmu akan memukulmu lagi? Tante tidak akan sembarangan berbicara, tante hanya akan memberitahunya bahwa kamu berada di sini, oke?” ujar Mu Xue.
“Sungguh?”
“Tentu saja!” jawab Mu Xue sambil berpikir bahwa anak ini pasti telah diancam oleh ayahnya. Setelah berpikir beberapa saat, Tianyu setuju untuk memberikan nomor ayahnya.
Mu Xue beranjak ke dalam kamar dan menelepon nomor tersebut.
Qin Yinuo melihat panggilan masuk dari ponselnya. Ternyata Mu Xue yang menelepon, “Untuk apa dia menelepon selarut ini?” pikir Qin Yinuo.
“Hallo?” sapa Qin Yinuo.
Tianyu? Qin Yinuo terdiam, bagaimana dia bisa mengenal Tianyu?
Belum sempat Qin Yinuo menjawab, Mu Xe melanjutkan perkataannya, “Aku ingin bertanya, kenapa tega sekali kamu memukuli anakmu? Apakah kamu tidak tahu bahwa memukuli anak kecil adalah menyalahi aturan? Apakah kamu tidak menggunakan mulutmu untuk mengajarinya baik-baik? Kenapa harus main tangan? Tindakanmu itu bisa membuatnya trauma!”
“Hey! Siapa yang bilang aku memukulnya? Aku tidak pernah memukulnya!” Qin Yinuo mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti apa yang sedang Mu Xue katakan. Di sisi lain Qin Yinuo merasa lega karena Tianyu telah ditemukan, tetapi bagaimana bisa dia berada di tempat Mu Xue?
“Masih saja berbohong! Tidak heran jika Tianyu tidak ingin pulang! Sudah salah bukannya mengaku malah berbohong,” ujar Mu Xue yang semakin marah. “….” Qin Yinuo kehabisan kata-kata.
“Aku benar-benar tidak memukulnya!”
“Kenapa masih keras kepala? Anakmu akan belajar berbohong juga jika sikapmu seperti ini.Cepatlah berubah dan bertobat sebelum kamu merusak anakmu!” ujar Mu Xue.
__ADS_1
Qin Yinuo tersenyum kecil, dia merasa bahwa Mu Xue adalah orang yang sangat perhatian.
“Memukuli anak akan membuatnya trauma dan trauma itu akan terus berada di kepala anak. Seiring waktu dia akan beranjak dewasa, kelak ketika dewasa dia akan memberontak kepadamu dan akan meninggalkanmu. Yang lebih parah lagi mungkin dia akan menyakiti dirinya sendiri untuk menghukummu atas apa yang kamu lakukan kepadanya,” ujar Mu Xue.
“Apakah sudah selesai?” tanya Qin Yinuo.
Mu Xue sangat kesal melihat respon Qin Yinuo, “Kenapa ada orang sepertimu? Sudah salah, tidak mau mengaku dan masih saja arogan seperti ini.Jika kamu tidak berjanji untuk berubah, aku akan melaporkanmu kepada polisi!”
“Hah?” Mendengar ucapannya, Qin Yinuo tersenyum. Dia tidak menyangka Tianyu akan bertemu dengan Mu Xue. Mungkin ini yang dimakan takdir.
“Apakah kamu tidak sadar bahwa yang kamu lakukan itu salah? Memukul anak adalah kesalahan!”
“Aku tidak memukulnya!”
“Bohong!” “Aku tidak pernah berbohong! Mana Tianyu? Aku ingin berbicara kepadanya.”
“Kamu sedang berbohong! Untuk apa memanggil Tianyu? Apakah kamu ingin memarahinya? Aku tidak main-main, aku akan melaporkanmu kepada polisi! Tunggu saja!” ujar Mu Xue dengan marah.
“Mu Xue!” bentak Qin Yinuo. Dia tidak pernah bertemu dengan wanita sebodoh ini, bagaimana bisa dia percaya dengan ucapan seorang anak kecil?
“Ya?” setelah menjawab Mu Xue merasa kaget, “Kamu … Bagaimana kamu bisa mengenalku?”
Qin Yinuo mengerutkan dahinya, dengan kesal dia berkata, “Berani-beraninya kamu tidak menyimpan nomorku! Berani-beraninya kamu!”
“Kenapa aku harus menyimpan nomormu? Memangnya siapa dirimu? Bagaimana kamu bisa tahu namaku?” tanya Mu Xue dengan berani.
Suara ini sangat tidak asing, siapa dia?
__ADS_1
Qin Yinuo menjawab, “Di mana Tianyu?”