
Hello! Im an artic!
Rong Hanchi meliriknya dan mengangguk tapi dia tidak tahu siapa yang mengirimnya, setelah menandatanganinya, dia melihat barang yang ada di atas meja lalu membuka bungkusnya dan menemukan jika itu adalah sebuah kaset rekaman!
Dia merasa kaget dan Rong Hanchi mengerutkan keningnya. Dia memasukkannya ke dalam laptopnya dan di atas layar terlihat sebuah ruangan mewah yang luas, terdengar suara permohonan seorang wanita, “Chi, aku mohon, aku bukan Su Yan…..”
Hello! Im an artic!
Wanita itu adalah Feng Linger, ternyata dia adalah Feng Linger! Gambarnya sangat bagus, tidak begitu jelas tapi bisa melihat siapa orang itu! Tangannya memegang badan pria itu dengan erat dan dia memanggilnya “Chi…..”
(Tidak bisa digambarkan)…..
“Tidak…..” Rong Hanchi segera menutup laptopnya, bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin itu adalah Feng Linger?
Dia merasa kaget karena wanita tadi malam adalah Feng Linger, dia benar-benar kaget!
Hello! Im an artic!
Rong Hanchi memejamkan matanya! Dia menekan kepanikannya dan berusaha tenang lalu membuka laptopnya sekali lagi, dia berusaha menontonnya lagi, dia yang meminta Feng Linger sepanjang malam, dia sedang menangis dan kesakitan, wajahnya terlihat putus asa dan sedih, dia telah menyakiti Feng Linger!
Dia pikir dia bisa pergi bertanya kepadanya, mengapa dia bisa ada di sana? Tapi, dia melihatnya mendorongnya tapi dia mengabaikannya!
Tidak! Ini pasti sebuah jebakan! Bagaimana mungkin dia melakukan itu?
Jelas terlihat jika dia semalam memaksanya berkali-kali tapi semua ini pasti sebuah jebakan. Dia ingin tahu apa yang terjadi? Mengapa Feng Linger ada di sana?
Tangannya gemetaran mengeluarkan kasetnya setelah dia selesai melihat videonya lalu memasukkannya di dalam brankas, telepon berbunyi dan itu adalah panggilan dari Song Baikuan, “Chi, apa yang terjadi antara dirimu dan Feng Linger? Mengapa Feng Dongnian menelepon dan mengatakan kamu telah melakukan sesuatu? Ada apa sebenarnya?”
“Tidak apa-apa! Aku akan mengurusnya!” Rong Hanchi segera pergi ke hotel untuk memeriksa kamera pemantaunya, dia melihat dirinya dipapah masuk ke sebuah kamar oleh seorang pelayan dan terlihat tidak ada yang aneh karena dia masuk ke hotel sewaktu klubnya tutup maka tidak ada hal yang mencurigakan ketika dia dibawa masuk.
Tapi setengah jam kemudian, dia melihat Feng Linger datang buru-buru dan masuk ke dalam kamarnya!
Rong Hanchi mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Feng Linger.
Dia tiba-tiba menemukan catatan panggilan semalam. Itu adalah nomor telepon Feng Linger, dia tertegun, dia menemukan jika lama panggilannya hanya semenit.
Rong Hanchi buru-buru pergi ke kediaman Feng, dia bertemu dengan wajah marah Feng Dongnian begitu masuk, Rong Hanchi kaget dan memikirkan jika dia juga melihat video itu.
“Kakek Feng!” Rong Hanchi menyapanya dengan sopan, “Di mana Feng Linger?”
“Rong Hanchi!” Feng Dongnian berteriak marah, “Kamu bersikeras tidak berhubungan dengan cucuku ketika bersamamu, mengapa kalian bersama lagi setelah bercerai? Bagaimana ini?”
…..
“Aku mau menanyakannya sendiri!” Rong Hanchi berkata dengan suara berat.
“Dia pulang pagi-pagi dan mengatakan akan pergi ke Perancis dan mungkin sudah berada di bandara sekarang!” Ekspresi Feng Dongnian terlihat dingin dan berkata, “Aku tidak tahu dari mana datangnya video ini tapi aku akan memeriksanya! Ada apa ini? Tidak ada orang yang boleh melukai cucuku!”
“Aku juga akan memeriksanya!” Rong Hanchi menunduk, “Permisi!”
Dia mau pergi ke bandara, ada apa ini?
Dia menelepon temannya yang ada di bandara dan kebetulan setengah jam kemudian pesawat yang ditumpangi Feng Linger ke Perancis akan berangkat.
Rong Hanchi mengebut dengan kecepatan 120 km/jam menuju bandara.
Dia tertegun sewaktu dia melihat sosok kurus itu di gerbang keberangkatan, dia memegang sebuah tas berwarna putih sambil menunduk dan terlihat sangat kasihan, seolah-olah sedang mau melarikan diri.
Rong Hanchi tidak mengatakan apa-apa dan segera menghampirinya dan terlihat dingin. Dia segera meraih tangan Feng Linger.
“Ah…..” Feng Linger kaget dan mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan mata dingin Rong Hanchi. “Chi, kenapa kamu bisa datang?”
“Kamu ingin melarikan diri?” Dia menariknya ke sudut ruangan dan bertanya dengan marah, “Kamu mau melarikan diri setelah menjadi wanitaku? Apa maksudmu melarikan diri setelah mengambil videonya?”
Feng Linger kaget sambil melebarkan matanya, “Kamu, kamu sudah tahu?”
Dia pikir dia mengatakan masalah semalam dan tidak tahu masalah rekaman.
__ADS_1
“Apakah benaran kamu yang merekam video itu?” Rong Hanchi merasa marah dan mata yang menatapnya semakin dalam.
“Video? Video apa?” Feng Linger tidak mengerti.
Rong Hanchi tertawa dingin sambil menatap wajah kagetnya dengan tajam lalu telepon Feng Linger berbunyi, dia melirik Rong Hanchi sebelum mengangkatnya, “Kakek….. apa yang kamu katakan?”
“Ya ampun! Tidak! Bagaimana mungkin?” Feng Linger mengangkat kepalanya dan tidak berani percaya melihat Rong Hanchi, ponsel terlepas dari telinganya, kakek mengatakan jika ada orang yang merekam video yang terjadi semalam!
“Apa yang ingin kamu katakan?” Rong Hanchi bertanya dengan dingin, “Apakah menarik melakukan itu? Apakah kamu ingin aku bertanggungjawab?”
Feng Linger melihatnya dengan tidak percaya, wajah dinginnya semakin dekat dengannya. Tanpa sadar dia bergerak mundur, belakang punggungnya sudah menempel di pilar aula bandara.
Dia membungkukkan badannya dan menatapnya dengan tajam, “Mengapa kamu mau pergi setelah merekam videonya? Apakah merasa takut?”
“Kamu…..” Feng Linger merasa marah dan ingin segera meninggalkan tempat ini.
Rong Hanchi memegang pilar itu sehingga menghalangi jalannya.
Feng Linger teringat adegan panas semalam sehingga wajahnya memerah tapi juga terlihat pucat karena dia bahkan mengatakan dia merasa bersalah karena merekam videonya, memangnya sejak kapan dia menjadi segila itu?
Dia menarik napas dalam-dalam sambil menatapnya dengan tenang, dia tidak ingin mengalah dan berkata dengan datar, “Chi! Aku tidak melakukannya.”
Mata Rong Hanchi terlihat tegang karena dia kaget melihat keseriusan matanya. Tapi dia telah kehilangan akal sehatnya karena masalah video itu, “Siapa lagi jika bukan kamu?”
Feng Linger menertawakan dirinya sendiri, “Chi, ternyata aku orang serendah itu di dalam matamu! Tapi aku hanya ingin mengatakan Tuhan maha tahu! Aku tidak perlu tanggung jawabmu! Maaf, pesawatnya hampir lepas landas dan aku sudah harus pergi!”
Dia kaget dengan berita ini dan tidak tahu harus bagaimana menghadapinya, dia hanya ingin melarikan diri, dia ingin menjadi burung unta, hanya ingin pergi, dia menunduk dan ingin segera pergi.
Rong Hanchi memegang pergelangan tangannya, “Siapa yang memakai teleponku untuk meneleponmu tadi malam?”
Dia tiba-tiba merasa jika Feng Linger tidak perlu memberikan video itu kepada Feng Dongnian, mungkin ada hal lain yang disembunyikan.
Feng Linger kaget sambil melihat pergelangan tangan yang memegangnya. Tiba-tiba dia menunduk dan tidak bicara. Tapi Rong Hanchi menatapnya tajam-tajam sehingga membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
“Siapa yang memakai ponselku untuk meneleponmu?” Dia berkata lagi.
Dia tidak bicara dan hanya mengangguk.
“Seorang pelayan dan dia memanggilku nyonya Rong, aku ingin menjelaskan kepadanya tapi dia mengatakan jika kamu mabuk lalu menutup teleponnya, aku ke sana dan orang yang ada di lantai satu memberikan kartu kamar kepadaku! Aku langsung masuk! Kemudian……”
Feng Linger berkata sampai di sini dan merasa dadanya sesak, “Seperti itu!”
Tidak tahu kenapa Feng Linger merasa takut untuk menghadapi Rong Hanchi, seluruh badannya terasa lemas ketika mengingat masalah tadi malam.
“Apakah benaran bukan kamu yang merekamnya?” Dia bertanya dengan dingin yang membuatnya gemetaran.
“Apakah aku gila? Pemeran utama wanita di dalam video itu adalah aku!” Feng Linger berteriak, “Apakah aku perlu serendah itu?”
“Aku percaya padamu!” Rong Hanchi tiba-tiba berkata dengan suara berat, mata dinginnya menatap matanya yang basah, kejernihan di dalam matanya membuatnya percaya kepadanya. Kemudian dia menariknya meninggalkan bandara.
“Chi, kamu mau membawaku ke mana?” Feng Linger berkata.
Dia tidak menjawabnya tapi memasukkannya ke dalam mobil.
“Koperku masih ada di bandara, aku sudah check in, Chi…..”
Dia mengambil tiketnya, “Tunggu!”
Kemudian dia berlari ke arah bandara, lima belas menit kemudian dia keluar bersama koper dan meletakkan di dalam mobil.
Feng Linger kaget melihatnya, “Chi…..”
“Diam!” Rong Hanchi berkata.
Dia menggigit giginya dan tidak bicara lagi, dia tidak tahu dia akan membawanya ke mana dan juga tidak tahu apa yang akan terjadi, dia hanya bisa mengikutinya, dia seolah-olah merasa dirinya sepotong gabus yang tidak tahu akan mengapung ke mana!
Rong Hanchi sendiri juga tidak tahu dirinya akan membawa Feng Linger ke mana, kereta melaju untuk beberapa saat dan dia tiba-tiba menginjak remnya, Feng Linger kaget dan dahinya membentur kaca depan depan, “Bruk…..”
__ADS_1
Ekspresi Rong Hanchi terlihat tegang, setelah memastikan dia baik-baik saja, dia menatap orang di sampingnya dengan dingin.
Feng Linger menunduk dan tidak bicara juga dan menemukan dia tidak bisa mengatakan apa-apa.
“Chi, aku…..” Feng Linger mengangkat kepala untuk melihat Rong Hanchi.
Ponsel Rong Hanchi tiba-tiba berbunyi pada saat ini, dia melihat ponselnya dan matanya bersinar tapi kembali dingin lagi lalu dia mengangkat ponselnya, “Aku akan memeriksanya! Aku akan bertanggung jawab!”
Feng Linger tidak tahu siapa yang ada di sana, mata Rong Hanchi terlihat dingin setelah menutup teleponnya, dia melihat ke arah Feng Linger, “Apa yang kamu inginkan?”
“Aku?” Feng Linger tidak tahu harus mengatakan apa, dia menggigit mulutnya, “Aku mau pergi!”
Kata-katanya membuat dia kaget, lalu dia berkata setelah untuk waktu yang lama, “Aku, akan bertanggung jawab!”
Feng Linger juga merasa kaget mendengarnya, dia tahu jika dia tidak mencintainya maka dia tidak perlu tanggung jawabnya, “Aku tidak butuh tanggung jawabmu, kemarin malam adalah sebuah kesalahan karena aku tidak harus ke sana, kamu tidak perlu merasa bersalah karena masalah tadi malam, aku tidak masalah!”
Dia memakai banyak tenaga untuk mengatakannya, suaranya serak seolah-olah sudah lama tidak bicara. Meskipun suaranya sangat pelan tapi sangat tegas dan tenang, “Aku sendiri juga bersalah maka tidak bisa menyalahkanmu! Tolong antarkan aku pulang!”
Dia pikir dirinya bisa melarikan diri ke Perancis untuk beberapa saat tapi dia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, Feng Linger tersenyum kecut lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Rong Hanchi tidak menyangka jika dia akan berkata seperti itu sehingga dia merasa semakin bersalah lagi!
Di sisi lain, Feng Baiyi menerima telepon dari kakek Feng Dongnian dan dia baru tahu terjadi masalah seperti ini setelah pulang, dia juga melihat rekaman itu lalu menutupnya setelah melihatnya sekilas!
“Apa ini?” Su Yan tidak melihatnya tapi dia merasa penasaran sambil bersandar di lengan Feng Baiyi sedangkan wajah Feng Baiyi dan Feng Dongnian terlihat sangat jelek, “Mengapa ekspresi kalian terlihat buruk sekali?”
Feng Dongnian memelototi Su Yan, “Gadis tengik, kamu tunggu di sini, aku mau bicara dengan Yi!”
Feng Baiyi menepuk wajahnya, “Tunggu aku!”
“Ada apa! Apa yang telah terjadi sebenarnya?” Su Yan tidak tahu ada apa dan disuruh pulang yang awalnya tidur dengan nyenyak, mereka berdua naik ke lantai atas.
Rong Hanchi membawa Feng Linger pulang dan mereka melihat Su Yan ketika masuk, wajah Rong Hanchi terlihat pucat ketika dia melihat Su Yan, ada kesedihan di dalam matanya karena dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Su Yan, hatinya merasa bersalah seolah-olah dia telah mengkhianatinya.
“Kakak Chi, Feng Linger, kalian sudah pulang!” Meskipun Su Yan sangat penasaran mengapa Feng Linger dan Rong Hanchi bisa kembali ke sini bersamaan tapi dia merasa senang melihat mereka bersama.
Dia menyapa mereka berdua sambil tersenyum tapi balasan mereka berdua lumayan datar, “Maaf, aku naik ke atas dulu!”
Dia membawa tasnya dan tidak bicara lalu naik ke atas sambil menunduk.
“Kakak Chi, ada apa dengannya?” Su Yan bertanya.
“Tidak apa-apa!? Rong Hanchi memaksakan diri tersenyum, “Tidak ada masalah!”
Rong Hanchi mengalihkan pandangannya karena dia tidak berani menatap Su Yan, dia merasa bersalah dan merasa dirinya sendiri bukan seorang pria, dia bahkan tidak melakukan apa yang telah dia katakan, dia telah mengkhianati ketegasan cintanya.
Feng Baiyi keluar dari ruang kerja dan melihat Feng Linger datang.
“Kakak…..” Feng Linger mengangkat kepala melihatnya dan memanggilnya, dia tiba-tiba merasa ingin menangis.
Feng Baiyi tidak bicara, dia hanya memeluknya.
“Kakak…..” Feng Linger memanggilnya dan ingin menangis dan dia berada dalam pelukannya dan memegang bajunya dengan erat. Dia menggigil dan tidak bisa menenangkan hatinya yang sedang sedih, “Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku benar-benar tidak tahu!”
“Jangan takut! Ada kakak!” Dia menepuk badan yang sedang gemetaran, Feng Baiyi bertatapan dengan Feng Dongnian yang berjalan keluar dari ruang belajar.
“Linger, cucuku, kakek akan mengurusnya!” Feng Dongnian juga berjalan menghampirinya.
“Kakek, maaf karena aku telah mempermalukan keluarga!” Feng Linger bernapas dengan tenang lalu berkata dengan pelan.
“Ada orang menjebaknya, kamu tidak perlu kemana-mana, kakakmu akan mengurus semuanya! Apa yang dikatakan oleh Rong Hanchi? Apakah dia datang ke sini?”
“Kakek, kakak, aku hanya ingin rekaman itu tidak tersebar ke luar, aku tidak mau Rong Hanchi bertanggung jawab! Aku mohon, aku tidak mau dia bertanggung jawab ya?” Feng Linger menarik napas dalam-dalam dan mencoba untuk menenangkan hatinya yang sakit, “Aku yang tidak seharusnya ke sana.”
“Ya, tidurlah! Tidur dan istirahatlah dan semuanya akan berlalu!” Feng Baiyi memeluknya dengan erat untuk mencoba memberinya sedikit kekuatan.
“Tidak menyuruhnya tanggung jawa?” Feng Dongnian meninggikan suaranya sehingga Rong Hanchi dan Su Yan yang berada di lantai bawah bisa mendengarnya.
__ADS_1