AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 353 Hati Yang Lelah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Apalah kau masih ingin melarikan diri?”


“Tidak, kumohon Yinan,jangan lakukan ini!”


Hello! Im an artic!


Pada akhirnya Yu Jinglan juga tidak dapat menyelamatkan Mu Xue, satu kecerobohan dirinya mengakibatkannya dihajar beberapa kali, baik rahang bawahnya maupun ujung mulutnya keduanya terluka.


Kata-kata yang diucapkan Gongben Yinan sebelum ia beranjak pergi, dan juga perkataan Xing Jiabai, membuatnya termenung, ia menyetir ke perumahan Liyuan, entah mengapa ia merasa jika Song Yin berada di perumahan Liyuan.


Persoalan di antara suami istri seharusnya diselesaikan sendiri, mengenai permasalahan Mu Xue dan Gongben Yinan,ia tahu bahwa selama 6 tahu Mu Xue terjerat seperti ini, namun wanita itu terus melarikan diri, bahkan ia tidak tahu mengapa?


Hanya saja, ia dapat melihat dengan jelas kepedulian Gongben Yinan terhadap Mu Xue, Gongben seperti cerminan dirinya sendiri, ia menyadari bahwa dirinya peduli pada Song Yin, bagaimana dapat tidak memperdulikannya? Meskipun kepeduliannya itu bentuknya posesif! Meski bentuk kepeduliannya tidak ada hubungannya dengan cinta, meski demikian tetap saja peduli, umpamanya seperti mainan milik dirinya sendiri, siapapun tidak boleh memilikinya, ia hanya boleh menjadi miliknya.


Hello! Im an artic!


Perlakuan Gongben Yinanterhadap Mu Xue sangat mirip dengan perlakuannya terhadap Song Yin, pada saat ini,hati Yu Jinglan menjadi panik, pada malam yang gelap,mobilnya meluncur dan berbelok masuk ke kediaman Liyuan, lampu di apartemen menyala, sesuai dugaannya ia memang berada disini.


Yu Jinglan melihat ke arah jendela kecil itu, lampu yang sinarnya hangat itu menyala, matanya terukir suatu perasaan yang lembut, mungkin caranya selama ini salah. Ia berharap dalam batinnya agar Song Yin tidak menghindarinya sama seperti Mu Xue menghindari Gongben Yinan. Ia pun naik ke atas, ia mengentuk pintu, namun tidak ada jawaban, juga tidak ada orang yang datang membukakan pintu.


Pada saat bel pintu berdering, Song Yin sedang berada di kamar mandi, setelah berendam, airnya pun menjadi dingin, untuk beberapa waktuia termenung di dalam bak mandi, sebelum akhirnya dikejutkan oleh suara bel pintu, barulah Song Yin merasakan air yang sudah dingin itu.


Ternyata itu adalah Yu Jinglan !


Song Yin samar-samar menghela nafasnya, ia lalu bangkit berdiri dan mengenakan handuknya, dengan tidak tergesa, ia pergi mengenakan pakaian, ia mengenakan piyama tidur yang tertutup.


Suara bel pintu masih tetap berbunyi, sepertinya juga ia tidak membukakan pintu, bel yang terus berbunyi. Song Yin menuju ke arah pintu dan melihat lubang pengintip,yang berada di luar benar-benar adalah pria itu. Setelah membuka pintu, ia baru menyadari wajah tampan pria itu terluka. Area rahang bawahnya dipukul hingga lebam, ujung bibirnya berdarah, hatinya menjadi terenyuh, namun wajahnya tidak berekspresi sama sekali.


Pria itu berdiri di ambang pintu, setelah melihat Song Yin membukakan pintu, akhirnya ia bernafas lega , ujung bibirnya perlahan terangkat, membuat kedua ujung bibirnya tertarik perih, memaksanya untuk menghirup udara dingin.


“Yinyin……” ia ingin masuk ke dalam, namun Song Yin menghalanginya, dalam matanya yang tenang bagai air itu, terdapat suatu kesedihan yang tidak dapat dihilangkan, ia membuka matanya dengan tenang,”Pulanglah, aku tidak ingin menemuimu, sudah larut malam, jangan mengganggu tidur tetangga.”


Mendengarnya mengusirnya dengan tenang, wajah tampan Yu Jinglan seketika menegang, namun ia tidak memperlihatkannya, ia hanya menghela nafasnya.


“Yinyin, aku tahu kau sedang marah, tapi —”


“Aku tidak marah!” Song Yin dengan tenang menengadahkan matanya,”Pergilah!”


“Yinyin,aku terluka!” nada suaranya diwarmai dengan sesal, ia seperti sedang mencari penghiburan pada diri Song Yin.


“Jika kau terluka, pergilah ke rumah sakit, aku bukan perawat!” wamita itu tidak mempedulikannya dan hendak menutup pintu.


Dengan reflek yang cepat, ia menjulurkan tangannya ke antara pintu dan bingkai pintu, punggung tangannya pun terjepit. Song Yin tidak memiliki pilihan lain selain membukakan pintu, melihat punggung tangannya yang terjepit hingga kemerahan, ia berkata dengan suara yang berat,”Sebenarnya apa maumu?”


“Yinyin, biarkan aku masuk!” Yu Jinglan berbisik, namun tidak marah.


Jika hal ini terjadi dulu, ia pasti akan marah, tetapi kali ini, ia seperti anak kecil yang berbuat kesalahan dan ingin membujuk dan merayunya.


Song Yin menggelengkan kepalanya, “Aku harus sidang tesis, bisakah kau tidak mengangguku?”

__ADS_1


Yu Jinglan menjadi sedikit panik, ia menggelengkan kepalanya.


“Tapi, ada kesalahpahaman di dalam hatimu, bagaimana kau bisa mengikuti sidang dengan kondisi seperti ini?”


Song Yin tertegun, namun, ia sudah berjalan ke hadapan wanita itu, wanita itu pun menjadi kaget. Ia langsung meraih pergelangan tangannya, ia mendorong pintunya dan masuk, ia mendorong wanita itu untuk duduk di atas sofa. Ia pun memaksa wanita itu untuk tetap diam dan duduk di atas sofa, dengan panik, wanita itu berkata,”Kau….”


“Jangan bergerak.” Suaranya yang tegas menghentikannya, “Dengarkan aku, Yinyin kau pasti mengira bahwa posisi Mu Xue di hatiku sangat penting, sehingga kau marah, marah karena aku selalu mengabaikanmu?”


“Tidak ada hubunganya denganku!” ia terlonjak panik sebab apa yang dikatakannya itu benar, perkataannya itu ditujukan langsung ke hatinya.


“Jangan berisik.” Nada suara Yu Jinglan menjadi berat, namun terkandung juga kasih sayang, ia mengulurkan tangannya dan mengenggam tangan mungil perempuan itu.


Ia menatap wajah pria itu dengan tatapan dingin, rahang bawahnya yang memar dan ujung mulutnya yang berdarah, sungguh kesannya berubah, siapa yang menyangka dia juga bisa dihajar, laki-laki angkuh sepertinya, ternyata dapat berlari ke arahnya!


“Kau peduli?” pria itu menatapnya, ia melihat mata wanita itu tersirat suatu perhatian.


Wajah Song Yin langsung bersemu merah, dengan oanik ia menepis perkataannya,”Siapa yang peduli?”


“Jika kau tidak peduli, lantas mengapa wajahmu memerah?” Yu Jinglan kembali tergelak tawa, wajah tampannya yang dipukuli hingga wajahnya sedikit berubah itu terlihat canggung, menambah suatu daya tarik yang tidak dapat dijelaskan.


Melihat ujung bibirnya masih berdarah, Song Yin akhirnya tidak tahan lagi dan bangkit berdiri.


“Aku akan mengambil kotak obat!”


“Jangan, Song Yin, sudah tidak perlu!” Yu Jinglan memperlihatkan senyum yang terlihat kacau.”Jangan khawatir, kekeacauan sudah berlalu,aku tidak akan mati.”


Song Yin tetap berdiri dan mengambilkan kotak obat, ia tidak bicara sama sekali, menatap seluruh wajah Yu Jinglan memar lebam, wajahnya yang sudah berubah bentuk, Song Yin pun memilih untuk tidak berdebat dengannya, dengan wajah yang muram ia kembali duduk,” Sampai kau selesai diobati, segera tinggalkan tempat ini!”


“Kalau begitu aku tidak mau diobati!” Yu Jinglan cepat-cepat menjawab.


“Jangan bergerak!”


“Sakit!” Yu Jinglan mengerang, meski sakit, Song Yin yang sudah rela membantunya untuk mengobati lukanya itu membuatnya merasa sangat senang.


Song Yin dengan cepat membantunya mengobati lukanya,setelah itu ia berdiri, dan dengan dingin berkata,”Kau sudah boleh pergi!”


“Yinyin—”


“Masih tidak mau pergi?” suaranya menjadi lebih dingin lagi.


Ia sudah sebisa mungkin berbelas kasih,membantu mengobatinya, ia tentu sudah tidak dapat memberinya temoat untuk bernaung. Karena ia sudah lelah! Hatinya sudah lelah!


“Tidak! Mengapa aku harus pergi? Dimana istriku berada disitulah aku berada!” Yu Jinglan terang-terangan berkata hal yang memalukan itu.


Song Yin juga tidak mempermasalahkannya, wajahnya tanpa ekspresi apapun, ia mengambil telepon dan menekan nomor-nomor.


Yu Jinglan terdiam, ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya.


“Yinyin, siapakah yang hendak kau telepon?”


Setelah mendengar bunyi berdering, Song Yin berkata melalui telepon,”Halo, apakah ini pusat keamanan perumahan ini? Rumah saya diterobos pencuri, jika anda tidak keberatan, tolong tangkat orang ini dan antarkan dia ke kantor polisi!”

__ADS_1


“Sial!” Yu Jinglan menggeram, ia melonjak berdiri dan berlari kesana, ia merebut teleponnya dan buru-buru berkata di telepon,”Tidak ada pencuri, istri saya salah lihat!”


Ia menutup teleponnya, Yu Jinglan langsung membungkukkan badannya dan menggendong Song Yin, sosoknya yang dingin dan angkuh itu, tanpa mengatakan apapun, membawa Song Yin menuju ranjang yang berada di kamar tidur, meskipun ekspresi wajahnya dingin seperti es, namun perilakunya ini terlihat amat lemah lembut.


Dirinya yang hendak memberontak itu bertatap pandang dengan mata Yu Jinglan yang dingin dan kelam itu, di bola mata hitamnya itu seperti ada angin badai yang bergejolak membuat Song Yin meringkuk ketakutan, namun setelah itu ia tiba-tiba berkata dengan dingin,”Yu Jinglan , lepaskan aku! Kau sudah tidak berhak memelukku!”


Alisnya yang tebal kembali berkerut seperti membentuk pegunungan, bola matanya yang hitam menyorot tajam dan dingin, kendati demikian, bibir tipis Yu Jinglan yang terkatup rapat itu malah membentuk seulas senyum yang janggal.


“Aku tidak peduli berhak atau tidaknya, yang pasti aku tidak akan pergi!”


“Pergi kau!” Song Yin berseru keras.


“Aku tidak akan pergi!”


“Kau bajingan!”


“Aku memang bajingan, jadi bagaimana?”


Ia tidak memberi Song Yin kesempatan untuk berbicara lagi, dengan cepat ia menempatkannya di atas ranjang, menutupinya dengan selimut, selimut yang lembut itu luar biasa hangat, Yu Jinglan hanya berkata.”Tidurlah, aku tidak akan pergi, aku akan tidur di sofa ruang tamu!”


Ia hanya menggendongnya sampai ke kamar tidur, setelah menaruhnya di kasur,ia pun beranjak pergi. Kata-katanya yang lembut itu membuat pintu hatinya yang semula keras dan kaku itu sedikit berdegup, jika malam ini dia tidak meninggalkannya, maka ia akan dengan senang hati bersandar dalam pelukannya, tetapi —


Yu Jinglan yang sudah berjalan ke pintu, memutar tubuhnya dan melihat mata Song Yin yang kebingungan, dengan ringan ia berkata,”Selamat tidur! Aku tahu kau tidak ingin melihatku, tapi tidurlah dengan nyenyak, sidang esok sangat penting!”


Setelah menutup pintu kamar, Yu Jinglan duduk sendirian di sofa, ia sudah dengan tidak tahu diri meminta untuk tinggal, pandangan matanya tertuju pada pintu kamar Song Yin.


Hatinya pun melembut tanpa alasan yang dapat dijelaskan, kali ini wanita itu benar-benar marah, mungkin ia memang sudah berbuat kesalahan!


Kata-kata Xing Jiabai kembali mengingatkannya, luka yang sesungguhnya bukanlah berasal dari pertengkaran, tetapi ketika menaruh kasih dan perhatian kepada orang lainlah yang menyebabkan istrimu sendiri terluka dan salah paham, mungkin ia terlalu peduli pada Mu Xue, namun sejak awal ia sudah tahu bahwa itu hanyalah bentuk perhatian kepada keluarga, hanya sebatas itu, dan di dalam dunia ini, ia hanya memiliki 3 orang keluarga yaitu ibunya dan Mu Xue serta Niannian.


Awalnya Song Yin berpikir bahwa ia tidak akan dapat tertidur, karena Yu Jinglan berada di luar,namun tidak tahu mengapa, ia terlelap dengan sangat cepat.


Malam itu Song Yin tertidur dengan luar biasa nyenyak, subuh hari, Song Yin merasakan suatu tangan yang hangat menyentuh pipinya, dengan kasih sayang mengelusnya, setelah beberapa saat, tangan ini merapikan kembali selimutnya, lalu beranjak pergi.


Dalam keheningan, selimut itu masih terdapat hawa kehangatannya, Song Yin dengan cuek membuka matanya, apakah dia masih merasa bersalah?


Sehingga di tengah malam pun ia belum tidur, dan datang untuk melihatnya?


Tetapi wanita itu tidak berkata apapun,ia kembali menutup matanya dan melanjutkan tidurnya.


Sepanjang malam,Yu Jinglan tidak tidur, pada pagi hari ketika Song Yin bangun, ia baru tertidur, melihat sosok tubuhnya yang tinggi besar itu didesakkan di sofa,alis Song Yin terangkat, ia pun masuk ke kamar mandi dan mandi serta mengganti pakaiannya, dengan tidak membuat laki-lai itu terbangun, ia pun langsung beranjak pergi.


Momen ketika pintu tertutup, Yu Jinglan membuka matanya, ia langsung molanjak bangun, ia pun membuka pintu dan keluar, wanita itu sungguh sudah tidak peduli kepadanya!


Yu Jinglan merasa frustasi, selama ini ia tidak pernah frustasi seperti ini.


Di pintu keluar perumahan, Song Yin dengan langkah besar berjalan keluar, tiba-tiba dari belakang terdengar suatu suara yang tegas,”Naiklah.”


Jendela mobil diturunkan, Yu Jinglan dengan dingin membuka mulut untuk berbicara, dengan tatapan yang menyiratkan bahwa ia tidak menerima penolakkan, ia pun menatap Song Yin.


“Yu Jinglan , tidak ada hal yang dapat kita bicarakan lagi.”

__ADS_1


Song Yin dengan tidak senang menatap Yu Jinglan yang pemaksa ini, ia pun meneruskan kembali langkahnya dan terus berjalan keluar.


“Sepertinya, aku harus turun sendiri.” Mobilnya pun melambat, Yu Jinglan melihat orang-orang yang berolahraga di oagi hari, tidak sedikit, dapat dipastikan bahwa Song Yin tidak akan berani bertengkar dengannya disini, karena yang berada disini semuanya ada tetangga lamanya, ia melihat wanita itu menyapa orang-orang.


__ADS_2