AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 324 Chen Nian Emosi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu benar tidak ingin tau siapa orangnya?” Tatapan Lu Chennian menegang, dan intonasinya terdengar sedikit curiga, namun juga seperti sedang menunggu jawaban. Tatapan tajamnya mengunci Song Yin dengan erat.


Song Yin menghindar sejenak, kemudian bertanya kembali padanya dengan lembut, “Lalu kenapa jika sudah tau? Apa kakak senior bisa membalik waktu?”


Hello! Im an artic!


“3 tahun lalu, siapa orang yang sering datang ke asramamu? Karena mencarimu dan menjadi dekat dengan bibi administrator itu siapa? Apa kamu sudah tidak mengingatnya sama sekali?” Suara menyakitkan Lu Chennian terdengar ditelinga Song Yin.


Song Yin mengernyit, wajah pucatnya sangat tenang, mata merah bengkaknya sedikit menusuk, namun ia mengangkat kepalanya, berkata dengan lembut : “Kamu tau sendiri saja, aku sama sekali tidak pernah melihat surat apapun, tentu sekarang juga tidak ingin tau lagi.”


“Namun aku terus menganggap jika orang itu tidak menyembunyikan suratku untukmu, mungkin saja yang bersama denganmu saat ini adalah aku!” Lu Chennian menghisap rokoknya, dan menatap matanya.


Song Yin tersenyum pahit, berkata dengan tegas : “Tidak akan!!”


Hello! Im an artic!


Terdiam sejenak. Tubuh Lu Chennian goyah, kesedihan melintasi tatapannya, luka yang sangat dalam, dia meremas rokok ditangannya, puntung rokok terbakar ditelapak tangannya, apinya sangat panas, ia hanya sedikit mengernyit.


Song Yin melihat tindakannya, bergegas memajukan langkahnya. “Kamu apain? Sudah membakar dirimu sendiri, sakit tidak?”


Song Yin bergegas pergi memegang tangannya dan melepaskannya, namun Lu Chennian hanya mengernyit, tangannya mengepal erat, api puntung rokok itu sudah padam didalam genggamannya, apinya padam karena digenggam dengan erat ditangannya, apinya padam, tentu juga sudah melukai dirinya.


Tangannya dilepas oleh Song Yin, ia sedikit panik, “Sedang berbuat apa kamu? Bodoh ya!”


Lu Chennian malah tertawa, dia berkata : “Kamu masih memedulikanku!”


Song Yin tertegun sejenak, sedikit tidak berdaya dengan bengkak di telapak tangannya, melepaskan tangannya, menaikkan pandangannya. “Dalam kondisi seperti ini, semua orang pasti akan peduli, aku adalah orang, bukan bintang, jika ini membuatmu salah paham, aku sangat minta maaf, kamu masih ada akal sehat, bisa mengobati luka bakar sendiri, aku pergi dulu!”


Ia tidak ingin perhatiannya ini membuat Lu Chennian salah paham.


Ketika ia mau membuka pintu, ada tangan dari belakangnya yang menekan pintu itu, membuat pintu itu tertutup.


Energinya tidak dapat mengalahkannya, ia dikurung antara balik pintu dan dada Lu Chennian, nafasnya melambung, membuat Song Yin merasa ketakutan, posisi tubuhnya mengekspresikan penolakan yang sangat jelas.


“Song Yin, padahal peduli denganku, kenapa harus berbohong?!” Lu Chennian menundukkan kepala menatapnya.


Song Yin ingin mendorongnya, bergegas berkata, “Lu Chennian! Apain kamu? Kamu adalah guru,kamu jangan berbuat sesuatu yang kelewatan, ini adalah sekolah, ruang kantormu, apa yang sedang kamu lakukan?!”


Apa dia tidak tau, jika orang lain yang tidak senang dengannya akan menggunakan kesempatan ini untuk menjebaknya? Bisa membuatnya kehilangan pekerjaan, bisa melibatkannya dalam berita yang memalukan, Song Yin tidak ingin semua itu terjadi, luka terhadapnya, terhadap orang lain, terlebih ibunya.


“Sejak awal sudah tau bisa begini, kenapa aku mau pergi sekolah ke luar negri? Mending aku langsung bekerja di perusahaan setelah lulus, setidaknya masih ada aku disisimu, sehingga kamu tidak perlu pergi mencari orang lain. Aku seorang diri merasakan kehampaan merindukanmu, aku kira, semua yang kuperbuat itu agar aku bisa memberikan kebahagian kepada kamu, tapi____tapi aku malah lupa, waktu dan ruang akan merusak semuanya, aku kalah, namun aku benar sangat tidak puas…. ” Kata Lu Chennian dengan geram, menundukkan kepalanya mencium bibir Song Yin.


“Wu___tidak___” Song Yin terkejut, bibir Lu Chennian mendarat di bibirnya, Song Yin terkejut dan menghindar.


Ia menciumnya dengan kuat seperti sudah gila, ketika menciumnya, ia melihat ada bekas ****** di leher bawahnya, itu___itu adalah bekas yang ditinggalkan seorang pria, ****** pria itu.


“Ini bekas Yu Jinglan , atau Xing Jiabai? Song Yin, katakan?” Mata Lu Chennian merah, menatapnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Song Yin menekuk kakinya dengan sangat kuat.


“Uh____” Lu Chennian memegang bagian bawah perutnya, membungkuk.


“Lu Chennian, masalah ini selesai sampai sini, semuanya tidak berhubungan denganmu, aku tidak mau melihatmu lagi, mohon kelak kamu memanggilku ke kantor dengan status kamu sebagai seorang guru, jika kamu tetap begini, aku akan melaporkanmu!” Song Yin berkata dengan dingin, kemudian membuka pintu dan pergi.


Ketika ia berjalan keluar kantor, ia merasa sangat sulit, menarik nafas dalam, menahan air mata dengan kuat, merapikan rambutnya, juga merapikan pakaiannya.


Ruang kelas sangat kacau, orang-orang tidak membahas persoalan koran, namun memerhatikan berita utama hiburan hari ini. “Lihat, Song Yin di kelas kita, ternyata sudah menikah!”


Song Yin baru saja tiba di depan pintu, sudah mendengar pembahasan didalam.


“Iya, sangat memukau, sekaligus menghantam dua presiden di Yu Grup, menurut kalian, apakah mereka bertiga bermain 3P didalam apartemen Haolan?”


“Mungkin! Katanya itu adalah permainan yang paling disukai oleh para presiden besar, tidak terpikir, sungguh tidak terpikir!”


“…. . ”


Banyak kata-kata tak senonoh yang keluar dari mulut orang yang katanya teman sekelasnya, hati Song Yin seperti dirobek, dikatakan seperti itu oleh teman yang sudah bersama selama 4 tahun , hatinya benar sangat sakit!


Ia menjadi tak ada keberanian untuk masuk ke dalam kelas, walaupun ia tidak melakukan apa-apa.


Tiba-tiba, dari dalam kelas ada orang yang berkata : “Kalian ini benar-benar keterlaluan. Song Yin bukan orang seperti itu!”


Itu adalah suara ketua kelas Lu Zhi, tidak terduga masih ada yang membelanya, seketika Song Yin merasa sangat hangat, setidaknya masih ada orang yang percaya bahwa ia bukan orang seperti itu.


“Kalian sangat brengsek!” Lu Zhi teriak. “Menggosipi teman sekelas yang sudah bersama selama 4 tahun, Zhang Yaxian, kalian iri dengan Song Yin bukan? Iri karena dia lebih berusaha dibanding kalian, nilainya lebih bagus dari kalian, iri karena dia satu-satunya siswa berprestasi seprovinsi di kelas kita?”


“Siapa yang iri?”


“Ha! Menurutku begitu!” Lu Zhi tertawa dingin. “Jika kalian menggosipinya lagi hari ini, berarti menantangku, sangat tidak suka dengan sifat kalian!”


“Lu Zhi, kamu benar ingin menjadi pacar kecil Song Yin? Aku beritahu kamu, kamu tidak ada kesempatan, profesor Lu kita masih menunggu! Prosefor Lu adalah pacar kecil Song Yin 3 tahun lalu!”


Song Yin menarik nafas dalam, hatinya tercekik, seketika kilatan cahaya melintas di pikirannya, surat-surat itu?! Dia membanting pintu dan masuk.


Ketika pintu terbuka, Song Ying berdiri di depan pintu, menaikkan pandangannya melihat orang yang berbicara didalam, yang mengikuti perdebatan itu adalah orang asramanya Zhang Yaxian, Liu Chunbo, dan juga Chen Hua, mereka bertiga bersuara paling keras, yang lainnya hanyalah bersorak-sorak disamping.


Teman baik satu asrama, tinggal bersama selama 4 tahun, tidak terduga, sungguh tidak terduga.


Song Yin mendorong pintu, mereka terdiam sejenak, Zhang Yaxian tercengang, kemudian langsung tersenyum, menyapa dengan sangat alami : “Song Yin, sudah datang ya!”


Song Yin tak berekspresi, sama sekali tidak ada emosi, ia memandang mereka, memandang teman sekelasnya.


Lu Zhi berjalan mendekat. “Song Yin, kamu tak apa?”


Song Yin tersenyum pada Lu Zhi, sangat berterima kasih pada dia, satu-satunya orang yang membelanya, memercayainya, kemudian ia menatap kearah Zhang Yaxian, Liu Chunbo, Chen Hua, ia berjalan kearah mereka dengan tatapan lurus.


Ketiganya dilihat Song Yin hingga sedikit takut, tidak berani berbicara.

__ADS_1


Song Yin tersenyum datar, berkata : “Sangat berterima kasih membuatku melihat adegan seperti ini sebelum lulus, Ya Xian, Chun Bo, Hua Zi, jika kalian begitu tertarik dengan urusanmu,maka aku ingin tau, 3 tahun lalu, surat yang dikirim dari University of Queensland, seharusnya kalian masih ingat? Jika aku tak salah ingat, seharusnya ada 99 surat? Apakah aku harus berterima kasih pada kalian, membantuku menyimpannya begitu lama?”


“Surat? Surat apa?” Seketika Zhang Yazian tertegun, berpura-pura bodoh, “Apa yang sedang kamu katakan, Song Yin, bagaimana kami bisa tau?”


“Benar, Song Yin, bagaimana kami bisa tau surat apa?”


“Benar!”


“Selama dua semester terakhir, semua surat asrama dikirim dan diterima kalian, aku sama sekali tak pernah menerima satu surat pun, apa kalian berani bilang kalian tidak tau?” Song Yin masih dalam keadaan tenang, namun tidak memberi kendur, tatapannya tajam.


“Song Yin, sepertinya benar yang kami katakan, ohya teman-teman, bukankah University of Queensland adalah kampus tempat profesor Lu bersekolah? Apakah semua surat itu dikirim profesor Lu untukmu?”


Song Yin tersenyum, saat ini tak perlu lagi ditanyakan, juga sudah tau mereka yang menyimpan semua surat yang Lu Chennian tulis untukya, sepertinya, dia yang sudah salah paham dengan Lu Chennian, mengira bahwa ia hilang kabar 3 tahun ini, ternyata dia benar menulisnya.


“Ada atau tidak itu tidak penting, menyimpan surat pribadi orang lain adalah melanggar hukum, aku berencana melapor polisi!” Song Yin tersenyum datar, intonasinya tenang namun tak mengalah.


Ketiganya tertegun sejenak, kemudian Zhang Yaxian tertawa. “Ha, lapor polisi, Song Yin, kamu sungguh pandai bercanda sekali!”


“Jika kamu merasa aku sedang bercanda yasudah! Aku paling suka bercanda!” Tatapan Song Yin berubah tajam, dan bersenandung. “Jika kalian menganggapku sebagai putri emas walikota Song, dan juga istri dari Yu Jinglan , berani membuatku marah, apa kalian sudah tidak ingin wisuda?”


Seketika raut wajah ketiganya berubah.


Song Yin tertawa pelan dalam hatinya, mengikuti Yu Jinglan begitu lama, tidak belajar hal lain, namun skil mengancam orang lainnya sudah meningkat, malah sangat bagus.


“Song Yin, Song Yin, surat itu, surat itu tidak ditangan kami, ditempat kakakmu Song Sitong sana!” Tiba-tiba Zhan Yaxian berkata.


Song Yin bingung, 3 tahun lalu, kakaknya sering sekali datang ke asrama mereka, sering makan bersama dengan orang asramanya, juga sering memberikan hadiah kecil pada mereka, jangan-jangan?


“Mereka benar mengambil surat Song Yin!” Tidak tau siapa yang berbicra.


“Astaga! Tak tau malu sekali!”


Song Yin terdiam, tiba-tiba berjalan keluar.


Rumah keluarga Song.


Baru saja Song Yin masuk sudah melihat ibunya dengan wajah khawatir. “Yin Yin, kenapa kamu tidak mengangkat teleponku?”


“Ibu, dimana kakak?”


“Dia tidak di rumah, katanya pergi ke luar negri!” Lan Ying menarik tangan Song Yin. “Cepat ceritakan ke ibu apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bersama dengan wakil presiden itu?”


“Ibu, kamu percaya?” Song Yin menaikkan pandangannya, memandang mata ibunya.


Lan Ying tertegun. “Aku tentu tidak percaya, apa aku tidak tau kepribadian putriku?”


“Ibu!” Tiba-tiba Song Yin masuk ke pelukannya, memeluk leher ibunya dengan erat, menikmati kehangatan dan perhatian ibunya.


Lan Ying sedikit terkejut, juga balik memeluk Song Yin. “Yin Yin, ibu memercayaimu, namun kamu harus menjelaskan padaku, kenapa kamu bisa bersama dengan wakil presiden itu ke apartemen Haolan?”

__ADS_1


__ADS_2