AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 259 Aku Bukan Profesional


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Xue berbalik melihat Song Yin yang tatapannya dalam setelah Yu Jinglan keluar dan dia tertegun beberapa saat sebelum berkata, “Kamu adalah wanita Lanyang masih bisa aku terima maka aku baru mengambilkan baju ini untukmu, apakah kamu tahu mengapa dia tidak membiarkanmu memakai baju kuning muda yang menawan malam ini?”


Mata Song Yin terlihat tidak nyaman dan dia berusaha menekannya.


Hello! Im an artic!


Nada bicara seperti ini membuatnya terlihat hanya orang kecil ketika bersama Yu Jinglan tapi Tuhan tahu jika dia tidak ingin bersama Yu Jinglan maka dia hanya berkata, “Apakah aku sudah boleh pergi?”


Mu Xue tertegun karena dia sepertinya tidak menyangka jika Song Yin akan berkata seperti itu kepadanya dan dia yang selama ini bersikap sombong tertawa. “Ya! Kamu punya karakter, aku suka! Kamu masih kecil tapi punya karakter, keren!”


Song Yin kaget karena dia tidak mengerti dengan perubahan ekspresi di wajahnya yang cepat.


Dia suka? Song Yin tersenyum, dia tidak perlu Mu Xue menyukainya karena dia hanya ingin melalui hidup dengan tenang supaya ibunya senang, kakaknya senang dan ayahnya senang maka semuanya akan baik-baik saja.


Hello! Im an artic!


“Lan tidak membiarkanmu memakai gaun kuning muda karena dia tidak menduga kamu sangat mempesona dengan gaun itu seperti tersambar petir sehingga dia tidak ingin kamu memakainya untuk dilihat pria lain, apakah kamu tidak tahu jikaLan adalah pria yang dominan? Gaun berwarna hitam ini sangat elegan tapi tidak akan menjadi pusat perhatian sehingga hatinya tidak sakit maka gaun ini cocok denganmu, tas, stoking dan sepatu sudah komplit, ambillah!” Mu Xue mengatakan semuanya dalam sekaligus sehingga membuat Song Yin bingung.


“Kamu tidak percaya?” Mu Xue bertanya.


Song Yin menertawakan dirinya sendiri, “Nona Mu kamu sudah salah paham karena Kakak besar Yu tidak akan peduli dengan apa yang aku pakai! Terima kasih dengan niat baikmu, aku pergi dulu!”


Song Yin berjalan keluar setelah mengambil gaunnya. Apakah ada wanita yang dipedulikan oleh Yu Jinglan ? Sepertinya tidak!


“Tunggu!” Mu Xue memanggilnya.


Song Yin berbalik dan tidak tahan untuk bertanya. “Ada apa?”


Mu Xue melihatnya lalu berkata, “Tidak mudahLan bisa mencapai posisi seperti hari ini dan emosinya sedang buruk akhir-akhir ini dan aku tahu jika tidak mudah untuk menjadi wanitanya tapi aku berharap kamu mengalah dengannya! Tidak membuatnya marah! Karena suasana hatinya sedang tidak baik juga lelah.”


Song Yin tersenyum ringan, mengalah? Apakah dia masih tidak cukup mengalah? Tapi mengapa dia begitu lelah?


Dan Mu Xue punya hak apa mengatakan semua ini kepada dirinya?


Song Yin tidak tahu dan tidak mengerti maksud Mu Xue tapi dia memastikan satu hal jika hubungan Mu Xue dan Yu Jinglan bukan hubungan antara pria dan wanita tapi orang yang dipercayainya. Dia hanya bisa diam, berbalik lalu melangkah ke arah luar.


Mu Xue melihatnya seperti sedang memikirkan sesuatu.


Tidak peduli apa hubungannya karena dia tidak ingin mengetahuinya.


Song Yin dari kejauhan melihatYu Jinglan berdiri di samping mobil Bugatti dan sedang merokok. Seluruh tubuhnya terlihat dingin dan matanya seolah-olah terlihat sedih sambil menatap langit dan tidak tahu sedang memikirkan apa.


Kedinginan seperti ini membuat orang yang lewat ciut.


Asap rokok menutupi wajahnya sehingga ekspresinya tidak jelas tapi kedinginannya membuat orang takut. Song Yin berjalan menghampirinya dan mata Yu Jinglan terlihat menyipit dan terlihat rumit.

__ADS_1


Yu Jinglan membuang rokoknya ke bawah lalu menginjaknya untuk mematikan apinya.


Song Yin tidak tahu ada apa dengannya, dia hanya merasa dia sedang ada masalah.


Yu Jinglan tidak bicara dan dia hanya membukakan pintu mobil untuknya dengan wajah suram lalu Song Yin segera masuk, dia juga ikut masuk, menutup pintu mobil lalu menginjak pedal gasnya.


Yu Jinglan membawanya ke kamar hotelnya.


Dia mulai menelepon setelah masuk dan tidak mempedulikan Song Yin sepanjang jalan juga tidak bicara dengannya, dia terus melakukan panggilan, Song Yin meletakkan bajunya di gantungan lalu duduk di sofa dan tertidur.


Selama beberapa waktu ini dia tinggal di vila yang besar seorang diri sehingga membuatnya merasa sedikit takut sehingga dia tidak tidur terlalu nyenyak setiap malam karena seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.


Yu Jinglan menelepon selama setengah jam dan dia menemukan wanita itu tertidur setelah dia selesai mengatur semuanya di telepon, dia menyipitkan matanya dengan kesal dan terlihat berbahaya lalu dia ingin meneriakinya bangun.


Tapi dia tiba-tiba menghentikannya sewaktu melihatnya tertidur cantik.


Dia tetap terlihat imut sewaktu tidur dengan bulu mata panjang yang indah, mulutnya mungil tapi alisnya seperti berkerut dan terlihat sedih, apakah dia punya kesedihan?!


Mata Yu Jinglan terlihat bersinar dan terlihat kesal lalu dia tiba-tiba menunduk sambil menggigit bibirnya.


“Ah…..” Song Yin yang baru tidur terbangun karena bibirnya terasa sakit sambil berteriak pelan lalu dia segera membuka matanya dan melihat sosok pria tampan di depannya.


Yu Jinglan melepaskan bibirnya dan wajahnya berjarak 10 cm darinya sehingga napasnya mengenai wajah Song Yin.


“Kakak besar Yu…..” Song Yin memegang dasinya karena dia panik sambil melebarkan matanya.


Dia melihat wajah tampannya sehingga dia memiringkan wajahnya ke samping dan lehernya yang ramping terlihat, “Kakak besar Yu, apakah masih ada yang harus aku kerjakan?”


Jika masih ada maka dia tidak akan tidur tapi dia tidak mengatakan apa-apa dan membawanya ke sini, dia telah pergi selama seminggu dan dia bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan dan matanya melihat ke arah dasinya sehingga terlihat suram karena di belakangnya ada bekas gigitan merah, selama seminggu ini dia jatuh dalam pelukan wanita mana?


Yu Jinglan marah sampai tertawa, “Ada, pijit aku!”


Setelah itu, dia menariknya bangun sambil membuka dasinya.


“Pijit?” Song Yin kaget.


“Benar! Apakah tidak boleh?” Dia megerutkan keningnya.


“Kakak besar Yu, aku bukan pemijit profesional sehingga aku takut tidak sebagus mereka, bagaimana jika aku memanggil tukang pijit ke sini?” Song Yin tersenyum pahit karena dia tidak menyangka Yu Jinglan akan menyiksanya seperti ini.


“Kamu saja, apakah kamu ingin bermalas-malasan? Memanggil tukang pijit butuh biaya? Mengapa harus memanggil tukang pijit jika ada yang gratis? Apakah kamu pikir aku sangat kaya? Aku beritahu kamu, tidak mudah mencari uang dan aku bisa seperti hari ini dari hasil kerja keras, mengapa kamu harus memboroskannya?” Bibir Yu Jinglan terlihat tersenyum dingin karena dia benar-benar kaget karena dia bahkan berani memanggil tukang pijit.


“Aku tidak!” Song Yin merasa kesal, mengapa setelah dia menyuruhnya memijitnya setelah kembali dari bermesraan dengan wanita lain?


“Maka cepat ke mari!” Yu Jinglan berjalan ke arah tempat tidur besar.


Song Yin mengikutinya dengan wajah kesal sambil mencibirkan mulut di belakangnya tapi masih berkata dengan hormat, “Iya!”

__ADS_1


Yu Jinglan bahkan melepaskan semua bajunya yang hanya tersisa celana boxer lalu berbaring di atas tempat tidur, “Pijit bagian punggung dulu!”


Song Yin melihatnya berbaring di tempat tidur sambil membelalakkan matanya karena sejujurnya tubuhnya sangat ideal dengan otot yang penuh dan sama sekali tidak ada lemak berlebih lalu dibawanya ada bokong yang penuh dalam bungkusan celana boxer juga kakinya panjang dan kuat…..


Tiba-tiba wajah Song Yin menjadi merah…..


Dia menelan ludah sambil memelototinya tapi tanpa diduga dia berbalik pada saat ini sehingga dia melihat semua ekspresinya.


Dia kaget dan segera menunduk sambil berkata dengan malu, “Baik!”


Mata Yu Jinglan terlihat rumit dan wajahnya terlihat dingin tapi terlihat ada sedikit kehangatan dan senyuman, “Duduk di atas pinggangku!”


“Hah…..” Dia baru naik ke atas tempat tidur lalu jatuh di pinggangnya karena kata-katanya ini sehingga hidungnya merasa sangat sakit karena terbentur pinggangnya!


“Shit!” Yu Jinglan menarik napas dalam-dalam karena pinggangnya terkena benturan tiba-tiba dan segera menarik Song Yin lalu dia berbalik dan menekannya ke bawah dan bibirnya hampir menempel di hidungnya dan terdengar suara napasnya yang cepat, “Tidak apa-apa jika kamu tidak mau memijitku, apakah kamu perlu membalasku seperti ini?”


Dia merasa dirinya sangat berbahaya, sangat berbahaya karena dia tiba-tiba berada di bawah tubuhnya, dia membantahnya, “Aku tidak sengaja, siapa yang menyuruhmu membuatku kaget?”


“Memangnya kapan aku membuatmu kaget?” Dia menyipitkan matanya dengan marah, “Memangnya apa yang aku katakan?”


“Kamu, kamu menyuruhku duduk di atas pinggangmu!” Dia mengatakannya dengan malu sehingga wajahnya terasa panas seolah-olah menyebar ke telinganya.


Yu Jinglan langsung tertawa terbahak-bahak setelah mendengarnya, “Apakah kamu yakin membentur pinggangku karena kamu kaget dengan kata-kataku dan bukan sengaja?”


Song Yin kaget sambil menatapnya karena dia merasakan dia marah sebelumnya tapi tidak menyangka jika dia tertawa dan dia yakin jika Yu Jinglan yang dia kenal telah menjadi gila! Sangat gila.


“Jika begitu cepat pijit karena masih harus menghadiri pesta nanti!” Yu Jinglan menatap kerah baju Song Yin dengan tatapan menggoda karena dia menemukan jika satu kancingnya terbuka yang memperlihatkan bra berwarna putih sehingga matanya menegang dan dia berkata, “Bagaimana jika kita bercinta dulu?”


“Ah….. jangan…..” Song Yin menjadi lebih kaget sewaktu dia mendapati Yu Jinglan sedang melihat ke arah dadanya dan tanpa sadar berkata, “Cabul!”


“Cabul?” Yu Jinglan mendengus dingin karena baru pertama kali wanita mengatakan dirinya cabul dan jelas jika dia tidak suka dengan kata ini.


Song Yin meronta sambil mendorongnya.


“Memangnya aku cabul?” Yu Jinglan mengangkat dagunya untuk memaksanya melihatnya. “Kamu adalah istriku memangnya kenapa jika aku cabul denganmu? Hukum memberiku hak untuk berbuat cabul denganmu!”


Song Yin memberontak dengan panik tapi dia memeluknya, “Kakak besar Yu, jangan!”


Dia ketakutan sampai menahan napasnya tapi dia meniupnya dengan jahat. “Jangan apa?”


Song Yin dalam kekagetan merasa bagian belakang kepalanya dipegangnya dan bibirnya menekannya!


Tuhan!


Song Yin kaget!


Dia tidak mau godaan seperti ini, bisa tidak?

__ADS_1


__ADS_2