AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 143 Kebenaran


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Bukannya kakek juga pernah melakukan hal seperti ini? Kakek bukannya tidak suka mami bertemu dengan paman? Dan bukannya sekarang sudah sesuai dengan keinginan kakek?” Cheng Cheng tidak mundur, “Paman, harap paman keluar. Mami, mami tak ingin melihat paman kan?”


Mu Xue tertegun, dengan anehnya ia malah mengangguk.


Hello! Im an artic!


“Lihat kan, mamiku tak ingin bertemu dengan paman lagi. Jadi, harap paman dan kakek segera keluar!”


“Mamimu tak bilang tak ingin bertemu denganku!” Qin Maoxiang berkata dengan kesal.


“Yang penting aku tak suka pada kalian! Orang-orang yang membuat mami sedih, aku tidak suka! Tian Yu, kau usir mereka!”


“Tapi…” Tian Yu tidak berani.


Hello! Im an artic!


“Kalau begitu kau juga keluar! Kedepannya jangan bertemu mami lagi!” Tak peduli apapun yang dikatakan mereka, yang penting Cheng Cheng marah sekali, marah sekali!


“Cheng Cheng, jangan begitu! Kakek kan orang tua!” Mu Xue menarik baju anaknya.


Saat ini barulah Cheng Cheng melembut. Ia tidak lagi mengusir Qin Maoxiang, tapi malah mengusir Qin Yinuo.


Siapapun tak menyangka kedatangan Cheng Cheng malah membuat Qin Yinuo tak bisa bertemu dengan Mu Xue. Ia duduk di kursi panjang koridor, dirinya kebingungan.


Sejak kapan dirinya jadi semalang ini?


Tiga hari berturut-turut, Cheng Cheng selalu berjaga di samping Mu Xue. Kedua anak itu tidak pergi bersekolah.


Mu Xue sendiri juga izin kerja. Ia hanya bilang dirinya ada masalah, tidak mengatakan alasan sebenarnya.


Sementara Pei Lingfeng sudah tiga hari berturut-turut tak bertemu dengan Mu Xue, maka ia khawatir sekali. Tapi ia malah tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Di dalam ruang pasien.


Bibi Zhang datang membawa masakan penambah energi. Mu Xue tengah minum sup, sementara tuan besar Qin sudah pergi.


Cheng Cheng dan Tian Yu sudah tertidur di atas ranjang kecil yang dibeli sopir tuan besar Qin.


Mereka kan anak-anak, takkan bisa bertahan dalam waktu jangka panjang. Mu Xue juga kembali sehat dengan cepat sekali. Kata dokter setelah diperiksa sesaat, asal tidak mengalirkan darah lagi ia sudah boleh keluar dari rumah sakit.


Tapi Bibi Zhang malah bilang kalau proses penyembuhan ini butuh istirahat baik-baik. Karena proses penyembuhan wanita setela keguguran ini penting sekali, kalau tidak dirawat baik-baik akan mudah sakit.


Setelah Mu Xue selesai meminum sup, ia berkata pada bibi Zhang, “Bibi Zhang, pulang lah. Aku sudah jauh lebih baik, bisa turun dari ranjang dan berjalan!”


Sudah tiga hari, Mu Xue dan bibi Zhang sudah saling mengenal. Begitu bibi Zhang memikirkan Qin Yinuo yang terus menunggu tiga hari berturut-turut di koridor dan tidak pernah pergi, ia terpaksa berkata, “Xiao Xue, tuan muda masih diluar, biarkanlah ia masuk!”


Tubuh Mu Xue langsung membeku, kenapa masih disana? Bukannya sudah disuruh pulang?


Sudah tiga hari!

__ADS_1


Dan ia masih disana!


Melihat Mu Xue yang ragu, bibi Zhang berkata lagi, “Tuang muda tidak istirahat tiga hari tiga malam. Begitu kau tertidur, ia masuk untuk melihatmu tidur. Begitu kau bangun, ia langsung keluar! Mana pernah tuan muda semenderita ini, dia ini tumbuh dengan disayang-sayang. Mungkin ia tak bisa melakukan beberapa hal, tapi dia kan pria, pria pasti lebih kasar. Banyak hal kecil yang tak bisa mereka lakukan, tapi dia benar-benar tulus sekali padamu! Xiao Xue, kau berbaikanlah degan tuan muda. Kalau kau tak memedulikannya terus, takutnya ia bisa jatuh sakit!”


“Kalau begitu suruh ia masuk!” Mu Xue berkata.


“Benar?” Begitu mendengarnya bibi Zhang langsung senang, “Aku segera memanggilnya masuk!”


Qin Yinuo duduk di atas kursi panjang, matanya memerah, tapi ia tak berani tidur. Karena Xiao Xue belum memaafkannya, mana ia bisa tidur!


“Tuan Muda, cepat masuk!” Bibi Zhang menarik bajunya dengan bersemangat, “Xiao Xue meminta anda masuk!”


“Be, benar?” Qin Yinuo tertegun, langsung menengadah, “Bibi Zhang, kau tidak membohongiku kan?”


“Untuk apa aku membohongimu? Cepat masuk, aku suruh sopir untuk membawa kedua anak itu untuk pulang dan tidur. Kau manfaatkan kesempatan!” Bibi Zhang melambai agar sang sopir masuk.


Begitu pintu dibuka, ia tak melihat Qin Yinuo, melainkan dua sopir dan wajah bibi Zhang yang penuh dengan senyuman. “Anak-anak sudah kelelahan, mereka sudah bergantian menjagamu semalaman. Kusuruh sopir untuk mengantar mereka pulang beristirahat!”


“Tapi…” Belum Mu Xue selesai berkata, para sopir sudah menggendong kedua anak yang tertidur pulas itu pergi!


Saat ini Qin Yinuo juga masuk, sementara Bibi Zhang menutup pintu itu dengan hati-hati.


Mu Xue hanya melirik sekilas pada Qin yinuo. Kumisnya sudah panjang sekali, bajunya juga tak diganti. Beberapa hari ini ia selalu diluar pintu, ia tahu ketika dirinya tidur pria ini akan masuk untuk melihatnya. Tapi terkadang ia akan ditahan diluar oleh Cheng Cheng. Maka ia sangat tak berdaya, seolah hanya bisa menghela nafas.


Setelah ia masuk, ia hanya menatapi Mu Xue. Ia tidak berani berbicara, takut begitu berbicara langsung diusir keluar.


Mu Xue menatapi Qin Yinuo dengan dingin. Menatapi dirinya yang lemah dan matanya yang memerah, wajahnya yang lembut jadi mengasihaninya, tapi hanya sesaat, ia berkata, “Kenapa kau tidak pulang?”


“Xiao Xue, kau sudah mau berbicara denganku?” Ia langsung berjalan ke depannya, duduk di atas kursi samping ranjang, menatapinya dengan lembut. Sudah tiga hari, kalau tidak tidur tiga hari juga sepadan rasanya.


“Cepat kau pulang dan tidur!” Mu Xue menegangkan wajahnya, berkata pelan. Wajahnya yang tenang jadi mulai khawatir. Qin Yinuo yang seperti ini tak ada bedanya dengan tong sampah. Kumis memenuhi wajahnya, melihatnya pun membuatnya jadi mengerutkan wajah.


“Tak mau!” Nada suara Qin Yinuo kasihan sekali. Ia duduk lagi di samping ranjang, memeluk tubuh Mu Xue. Tatapannya juga kasihan sekali, “Jangan usir aku, aku tidak ingin meninggalkanmu untuk sesaat pun. Maafkan aku, berikan aku kesempatan sekali lagi, kumohon, kumohon!”


Mu Xue tertegun, lalu mendorongnya. Tapi pria ini tenagannya kuat sekali, ia tak bisa mendorongnya.


“Kalau begitu tidurlah!” Mu Xue berkata.


“Biarkan aku memelukmu sambil tidur, oke?” Ia takut wanita ini akan meninggalkannya.


Mu Xue melirik sekilas pada ranjang kecil dan menggeleng. “Kau tidur di atas ranjang kecil itu, disini tak cukup tempat. Kalau mau berbicara nanti saja setelah bangun.”


Kalau begini terus, pria ini bisa tumbang. Dan Mu Xue tak ingin melihat hal itu.


Terdapat kesedihan dalam tatapan Mu Xue. Ia mendorong tubuh QIn Yinuo, lalu tersenyum, membenarkan bajunya yang agak kusut, “Kalau kau tidak tidur, aku akan segera pergi dari sini, tidak akan bertemu denganmu lagi!”


“Jangan! Aku tidur, aku menurutimu!” Ia langsung melepaskan Mu Xue, dan malah berbaring di samping ranjangnya, tangannya terus memegang tangan Mu Xue, “Aku tidur sebentar saja disini, aku tidak akan kenapa-kenapa! Kau jangan mengkhawatirkanku!”


Ia mengkhawatirkannya?


Mu Xue menghela nafas diam-diam, benar, ia mengkhawatirkannya. Karena dirinya sungguh tak berguna. Ketika Mu Xue hendak menarik kembali tangannya, ia baru sadar kalau tangannya sudah digenggam erat-erat olehnya. Dan pria itu mulai ngorok, ia sudah ketiduran!

__ADS_1


Mu Xue hendak menarik kembali tangannya, tapi pria itu malah tidak melonggarkan pegangannya.


“Jangan…” Ia bergumam dengan menderita, seolah tengah tertidur namun juga sadar. Tidak ada lagi tanda-tanda dirinya yang arogan, hanya tersisa rasa sakit yang kental. Alisnya yang tajam berkerut. Ia memegang tangan Mu Xue dengan kuat seekali, tidak dilepaskan sampai kapan pun.


Setelah menarik beberapa kali, ia gagal karena tenaga Qin Yinuo aslinya memang kuat sekali.


Tubuh Mu Xue yang lemah mulai kelelahan lagi. Ia menguap beberapa kali dengan lelah, melirik sekilas pada Qin Yinuo yang tidurnya sama sekali tidak tenang, lalu mulai menarik tangannya lagi, namun orang itu tidak melepaskannya, sehingga sama sekali tak berguna.


Di dalam ruangan yang hening, malam mulai datang. Terdengar suara nafas yang tenang, segalanya tenang sekali. Ketika Mu Xue memejamkan matanya untuk tidur, Qin Yinuo membuka matanya.


Ia tidak benar-benar tidur, karena selama beberapa hari ini yang tidak bisa tidur nyenyak tidak hanya dirinya, namun juga Mu Xue. Bukannya ia tidak tahu tentang itu. Karenanya ia melihat wajahnya yang tertidur pulas, lalu menciumi wajahnya, membuka selimut dan naik ke atas ranjang dan mendekapkannya pada kehangatan pelukannya.


Kehangatan yang aneh. Di tengah tidurnya, Mu Xue bisa merasakan kehangatan tubuh Qin Yinuo. Maka ia berganti posisi tidurnya hingga lebih nyaman dan terus tidur!


Qin Yinuo tidak tidur sama sekali. Dalam otaknya terus muncul kilasan hasil data yang diberikan Feng Baiyi, “Nuo, Han Lie adalah suami Mo Yilan di Perancis. Mereka cerai setahun lalu. Tepatnya, Mo Yilan masuk ke rumah sakit jiwa setelah cerai, itu artinya masalah penganiayaan sadisme itu palsu!”


Qin Yinuo langsung tertegun. Begitu menerima telepon itu, ia benar-benar merasa dirinya melakukan kesalahan yang bodoh! Ia mengira masalah ini karena dirinya, tak disangka karena hal lain.


Kemudian ia mendengar Feng Baiyi memberitanya, “Mo Yilan itu menyakiti dirinya sendiri!”


Ternyata wanita itu menyakiti dirinya sendiri. Qin Yinuo kira ia disiksa secara fisik, karena tidak bisa melahirkan maka ia merasa bersalah sekali pada Mo Yilan, tapi ia tak mengira wanita itu menyakiti dirinya sendiri!


Karena kesalahan ini, ia telah membayarnya dengan bayinya sendiri. Ia membuat Xiao Xue sesedih ini, membuat dirinya sesedih ini! Dirinya benar-benar tak termaafkan.


Qin Maoxiang datang lagi ke rumah sakit. Begitu masuk ia langsung melihat Qin Yinuo tengah memeluk Mu Xue. Matanya semerah darah, tapi malah tidak tidur, hanya menatapi wanita dalam pelukannya itu, tatapannya rumit.


“Kau keluar!” Qin Maoxiang berkata sambil mengerutkan wajahnya.


Qin Yinuo takut Xiao Xue terganggu, maka ia segera turun dari ranjang dan menyelimutinya, lalu berjalan keluar.


Ayah dan anak itu berjalan di koridor. Qin Maoxiang menatapi Qin Yinuo dengan tidak senang. “Dirimu yang sekarang sungguh menjijikkan. Cepat pulang untuk mandi dan berganti baju, kau asal duduk di rumah sakit. Di sekujur tubuhmu penuh dengan bakteri, kau tahu tidak kondisi tubuhnya sekarang lemah sekali. Kalau ia tertular oleh virusmu, bukannya aku akan menunggu semakin lama untuk bertemu dengan cucuku berikutnya?”


“Ayah!” Qin Yinuo terkejut, jadi khawatir, “Aku segera panggil suster untuk mengganti selimut dan sprei kasurnya!”


“Ini aku bisa autr. Sekarang kau pulang, aku jaga dia disini. Kau jangan pedulikan masalah perusahaan. Bulang ini, kau mengaku baik-baik pada menantuku, buat dia senang. Jangan biarkan ia jatuh sakit kedepannya, itu saja!” Qin Maoxiang berkata dengan muram.


Dia ini orang bermulut tajam namun berhati lembut. Dan dirinya yang menua membuatnya terlihat semakin dingin, tapi hatinya masih hangat. Qin Yinuo langsung mengangguk, merasakan kehangatan yang aneh. Karena ia tahu ayahnya mengkhawatirkan dirinya dan Xiao Xue dalam hati.


“Dan lagi, jangan mengemudi! Xiao Li, kau antar tuan muda pulang!” Qin Maoxiang memerintahkan.


“Ayah jangan pergi, tunggu aku kembali lagi baru pergi. Aku punya sesuatu untuk diurus!” Qin Yinuo hendak pergi mencari Mo Yilan. Kali ini ia harus memperjelas masalah ini!


“Kau tenang saja. Aku ada disini, kau tenanglah!” Wajah Qin Maoxiang serius, berkata muram, “Kalau kau tak datang, aku takkan pergi!”


Saat ini barulah Qin Yinuo tenang, lalu ia membuka pintu lagi untuk melihat Mu Xue yang tertidur pulas, berpesan pada ayahnya, “Jangan bangunkan dia, beberapa hari ini tidurnya tidak pulas!”


“Tahu!” Kalau ia memerhatikan Xiao Xue sedari awal, cucunya mana bisa hilang. Benar-benar sialan, Qin Maoxiang menghela nafas. Ia mendorong pintu dan masuk, tatapannya jatuh apda wajah Mu Xue yang pucat pasti, maka tatapannya melembut, seolah tengah menatapi putrinya sendiri.


Meski dirinya tradisional sekali, tapi setelah memeriksa pengalaman Mu Xue selama lima tahun, ia tetap salut pada gadis ini. Ia sudah mengalami banyak sekali penderitaan, tapi tidak pernah mundur. Gadis seperti ini berhak menjadi tuan rumah keluarga Qin!Ini adalah salah satu alasan dirinya tidak melarang mereka!–


Ketika Pei Lingfeng akhirnya mendengar informasi dari Han Lie kalau Xiao Xue keguguran dan menginap di rumah sakit, rasanya ia hampir gila! Ia berteriak di telepon, “Sialan, kenapa bisa keguguran. Pergi ke rumah sakit, segera ke rumah sakit!”

__ADS_1


__ADS_2