
Hello! Im an artic!
“Kebenaran ini semuanya untukmu!” Xing Jiabai berbicara terus terang.
Setelah Song Yin mendengar ini, mulutnya menganga karena terkejut. Melihat ekspresinya seperti ini, Xing Jiabai dalam hati menghela napas lalu tersenyum dan merangkul bahunya sambil berkata, “Merasa tertekan? Benar tidak? Apakah merupakan sebuah tekanan memiliki seorang pendamping yang begitu tampan?”
Hello! Im an artic!
Song Yin mengangkat kepalanya dan menatap mata Xing Jiabai yang bersinar, dia mengerutkan kening, “Ini memang sangat menegangkan, tapi tertawamu itu sama sekali tidak lucu! Tapi sayang sekali kamu tidak menjadi pengacara dengan kemampuan berbicaramu itu. Tadi kamu memarahi Ibu Kakak Yu membuatku merasa sangat senang!”
Sudut mulut Xing Jiabai bergerak-gerak, “Aku sudah menjadi orang jahat dan kamu sudah melampiaskan kemarahanmu. Sekarang sudah merasa lega, kan?”
“Hehe…Maafkan aku!” Song Yin dengan tulus meminta maaf.Walaupun aku juga ingin memarahinya, tapi aku tidak bisa melakukannya!”
Xing Jiabai memahami jalan pikiran Song Yin, lalu dia membungkuk dan berkata di telinga Song Yin, “Song Yin, kamu adalah gadis yang cerdas. Kamu tahu apa kalimat mana yang kukatakan benar dan mana yang merupakan lelucon. Tapi aku akan memberikanmu waktu agar kamu tahu dengan jelas kalau kalimat itu adalah lelucon! Hahaha–”
Hello! Im an artic!
Setelah berbicara, dia mengangkat kepalanya dan tertawa keras. Song Yin menatapnya dengan sedikit frustrasi. Menunggunya selesai tertawa lalu berkata, “Terima kasih, Xing Jiabai . Kamu adalah sahabatku seumur hidup!”
Satu kata sahabat membuat Xing Jiabai bergidik, tetapi dia tetap tersenyum dan berkata, “Tentu saja, seumur hidup!”
Tetapi dia masih ingin melakukan hal lain, hanya saja apakah dia memiliki kesempatan ini?
Pintu lift terbuka dan Song Yin berkata, “Cepat masuk!”
“Sampai jumpa!” Xing Jiabai hanya bisa berkedip dan akhirnya masuk ke dalam lift.
Song Yin menunggu sampai pintu lift tertutup dan menghela napas baru pulang.
Lan Xin menatapnya, Song Qingquan juga menatapnya.
Song Yin terkejut, “Ada apa? Ayah, ibu?”
“Yinyin, siapa Xing Jiabai ? Apakah kamu ingin bercerai dengan jing lan karena Xing Jiabai ?” Lan Xin berkata dengan ragu-ragu.
Song Yin merasa linglung. “Bu, kenapa kamu berpikir seperti itu? Dia adalah temanku!”
“Jinglan tadi datang dan berkata padaku kalau dia tidak akan menceraikanmu. Dia tidak akan lagi memedulikan hal-hal sebelumnya. Dia hanya menginginkanmu!” Lan Xin berbicara pelan-pelan sambil menatap Song Qingquan .””Qingquan , aku juga tidak setuju Yinyin bercerai dengannya, kecuali di antara mereka sudah tidak ada perasaan lagi! Tetapi ketika aku melihat Jinglan sekarang, aku menyadari kalau dia bukannya tidak memiliki perasaan terhadap Yinyin! Jadi tidak peduli di antara keluarga Song dan Yu memiliki dendam yang seperti apa, aku hanya berharap putri kita bahagia!”
Kata-kata Lan Xin membuat Song Yin merasa sakit, dengan tercekat dia berkata, “Bu, kamu tidak mengerti!”
Song Qingquan memandang Song Yin tanpa berkedip, dan Song Yin berjalan mendekat.”Ayah, aku ingin bercerai dengannya. Aku sudah lelah, aku benar-benar sangat lelah!”
Lan Xin dapat merasakan kelelahannya. Dia hanya bisa menghela napas dan menjadi semakin melankolis.”Orang yang sudah tidak memiliki perasaan baru akan bercerai. Kalian sangat jelas masih saling memiliki perasaan, kenapa ingin bercerai?”
Song Qingquan mengulurkan tangannya ke arah Song Yin. Setelah tersadar dari lamunannya, Song Yin segera mengulurkan tangannya.”Ayah?”
__ADS_1
Song Qingquan menggelengkan kepalanya.
“Apa kau tidak ingin aku bercerai dengan Kakak Yu?” Song Yin bertanya dengan lembut.
Song Qingquan mengangguk dan menggelengkan kepalanya lagi.
“Apa itu?”
Song Qingquan menunjuk ke arah Lan Xin, dan Lan Xin langsung mengerti, kemudian berkata, “Ayahmu memiliki pendapat yang sama denganku. Kami tidak akan lagi menghentikanmu. Kamu bisa berpikir sendiri, dan kamu bisa melakukan apa saja! Bukankah begitu Qingquan ?”
Song Qingquan mengganggukkan kepalanya.
Song Yin tiba-tiba bingung dan tidak tahu harus berbuat apa! —
Ketika Song Yin meninggalkan rumah sakit, dia bertemu lagi dengan Yu Jinglan di lantai bawah. Song Yin sedikit terkejut melihatnya. Yu Jinglan ketika melihatnya, sorot matanya tiba-tiba berpusat padanya dan ada seberkas kabut yang menutupi matanya. Alis pedangnya yang menakjubkan, menatap wajah putihnya yang tenang, “Xing Jiabai sudah kembali, demi dirimu~! Apakah kamu merasa bahagia?”
Song Yin tidak ingin memedulikannya lagi, dia hanya merasa percakapan ini sama sekali tidak berarti dan tidak perlu, malah membuatnya semakin lelah.
Jadi dia terus berjalan.
Yu Jinglan melihat dia memperlakukan dirinya dengan dingin, tiba-tiba merasakan rasa sakit di dadanya.
Tiba-tiba dia mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan Song Yin, membuat Song Yin mengernyitkan alisnya. Dia berkata dengan dingin, “Kamu sudah jatuh cinta padaku dan sekarang ingin pergi? Song Yin, kamu adalah pengecut. Aku ingin tahu apakah kata cinta yang kau tulis di dalam buku harianmu itu benar atau tidak?”
Boom —
Buku harian yang ada di dalam komputer itu berisi seluruh rahasia proses percintaannya, cinta pertamanya, cinta satu-satunya dan seumur hidup ini dia hanya pernah mencintai seorang pria seperti itu! Sekarang pria itu berdiri di depannya dan mengatakan pada dirinya kalau dia telah membaca buku harian cinta rahasianya. Ya Tuhan, wajahnya langsung memerah.
Tangannya basah oleh keringat karena saking tegangnya.
Dia selalu menjadi pria impiannya di masa muda! Selalu.
Namun dia tidak menyangka rahasia ini akan diketahui oleh Yu Jinglan . Dia merasa sangat malu dan ingin menyembunyikan dirinya! Dia mencintainya dan akan selalu mencintainya.
Saat ini dia hanya bisa terdiam dan tertegun. Bodoh! Bagaimana dia bisa tahu?
“Yu Jinglan , dasar penjahat. Bagaimana kamu bisa membaca buku harianku? Bagaimana kamu bisa melihatnya?” Dan kata sandinya menggunakan tanggal ulang tahun Yu Jinglan . Dia sebenarnya sudah lama mengetahuinya. Pantas saja beberapa hari yang lalu dia bisa menanyakan masalah kata sandi padanya. Ternyata dia sudah mengetahui isi buku harian itu?”La…lalu kenapa? Itu beberapa pemikiran yang kumiliki ketika masih muda dan tidak tahu apa-apa! Sekarang aku sudah tidak mencintaimu lagi, tidak cinta!”
Mendengar kata-katanya yang kejam, Yu Jinglan berjalan ke arahnya. Dia menatapnya tajam dan tidak berkata apapun. Seperti menjelang kematian, hawa dingin sepertinya menyebar dari bawah kakinya dan kedua matanya sangat menakutkan dan mengerikan, membuat kesedihannya yang kejam terungkap.
Sosok tinggi itu berjalan perlahan, tangan Yu Jinglan yang mengepal sedikit gemetar, “Pemikiran yang belum dewasa…haha…pemikiran yang belum dewasa. Ternyata begini caramu menghapus perasaanmu padaku?”
Song Yin merasakan sakit di hatinya. Wajahnya menunduk dan menahan rasa sakit itu di bagian bawah matanya. Dia berbisik lembut, “Sudah sampai di titik ini, apakah masih ada gunanya mengatakan cinta atau tidak?”
“Menurutku cinta bisa membuat orang terus melangkah maju!”
Senyuman masam tersungging dari bibir Song Yin. “Cinta yang terlalu lelah hanya akan membuat orang semakin lelah! Aku hanya ingin cepat terbebas!”
__ADS_1
“Ayo kita bicara di dalam mobil!” Melihat orang-orang lalu-lalang, beberapa bahkan memperhatikan mereka membuat Yu Jinglan mengulurkan tangan menariknya ke tempat parkir.
“Tidak mau!” Song Yin menggelengkan kepalanya.
Yu Jinglan mengulurkan tangan dan mengangkatnya, “Kamu tidak bisa mengambil keputusan!”
“Aku tidak mau pergi, aku tidak mau pergi kemana pun!”
Tapi dia masih menggendong dirinya sampai ke mobil dan mereka duduk di mobil bagian belakang.
“Kenapa kamu harus begitu mendominasi?! Kakak Yu, kamu tahu kalau kita sudah tidak bisa kembali lagi…” Song Yin menghela napas dalam-dalam. Dia menatap matanya dan berkata dengan serius, “Setelah hari ini, mungkin suatu saat aku akan bisa menemukan pria yang benar-benar mencintaiku dengan tulus dan juga kucintai untuk menghabiskan sisa hidupku bersamanya. Pria itu boleh siapa saja kecuali kamu!”
Dia menatap Yu Jinglan yang alisnya saling bertautan. Sorot matanya penuh kasih sayang, kegembiraan, rasa sakit, antusiasme dan bahkan sedikit panik.”Aku tidak akan mengizinkannya!”
Sebelum Song Yin sempat bereaksi, bibir Yu Jinglan sudah menempel di bibirnya. Yu Jinglan memaksa menempelkan bibirnya dengan kuat. Song Yin sama sekali tidak siap. Dalam sekejap, bibir Yu Jinglan sudah menyeruak masuk dan dengan paksa mengambil semua udara yang ada di dada Song Yin.
Sedangkan salah satu tangan pria itu mencengkeram pinggangnya dengan dominan dan ciumannya yang seperti badai membuat darahnya menghangat.
Ketika bibir mereka menempel dengan begitu pas, tubuh Song Yin gemetar.
Jantungnya berdebar kencang dan dia sudah kehilangan kemampuan untuk berpikir.
Yu Jinglan tampak puas dengan reaksinya, dan dia juga rasanya akan gila karena tubuh Song Yin yang menggeliat.
Tidak tahu sudah berapa dicium olehnya. Bibirnya berpindah ke telinganya dan menggigitnya dengan lembut. Suara yang seperti rutukan keluar dari mulutnya, “Yinyin, aku tahu sudah membuatmu menderita dan aku juga tahu hal ini juga sudah melukaimu! Aku tahu pentingnya arti keluarga untukmu, aku paham. Aku juga tahu apa yang kau pikirkan dalam hatimu!”
Air matanya mengalir tak terkendali dan dia mendorongnya menjauh dengan seluruh kekuatannya. Berulang kali dia memberitahu dirinya sendiri, jika terus mencintainya, bisa terjadi kesialan yang tak berkesudahan. Bukan dirinya, tetapi keluarganya!
Mereka saling memandang dan tekad Song Yin membuat pandangan matanya menjadi tak berdaya dan memiliki rasa sakit yang semakin dalam.”Kakak Yu, kamu merubahku menjadi orang yang pasif. Meskipun aku tidak patuh, tetapi aku menjadi orang yang menutup sebelah mata. Justru karena sebelumnya aku tidak terlalu menaruh banyak harapan di pernikahan kita, sehingga lukanya tidak begitu menyakitkan. Dengan begitu baru bisa menerima dirimu yang seperti ini dan menerima pandangan semua orang yang tidak tahan pada dirimu. Tapi sekarang…Sekarang aku benar-benar merasa kacau lagi. Selama aku menikah denganmu, aku menanggung semua penghinaan dan penderitaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Memang juga ada kebahagiaan yang belum pernah kurasakan, tapi lebih banyak perasaan ketakutan. Sekarang, urat tegang dalam kepalaku sudah putus, dan diikuti oleh rasa takut yang lebih besar. Pikiranku sudah tidak bisa berpikir jernih dan tidak bisa melihat masalah dengan jelas. Aku takut! Apakah kamu tahu? Aku sangat takut!”
“Yinyin…” Dia memanggilnya dengan lembut, dengan nada yang menyakitkan.
Mereka saling menatap untuk waktu yang lama, sangat lama. “Katakan padaku…katakan padaku apa yang harus kulakukan agar kamu dapat merasa bahagia dan tidak ketakutan.”
Sorot mata Yu Jinglan yang penuh kasih sayang dan tangannya yang menyentuh lembut wajahnya membuatnya merasa tersentuh. Bahkan sekarang dia juga merasa tersentuh.
“Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu.” Yin menggelengkan kepalanya, “Aku takut, aku takut padamu, ibumu, aku bahkan takut pada Mu Xue. Sebuah video mencelakai kakak dan ayahku. Aku tidak tahu apa lagi yang akan terjadi selanjutnya? Aku benar-benar tidak tahu bagaimana caranya ibumu baru bersedia melepaskan kami. Apakah kamu tidak mendengar apa yang dia katakan ketika berada di ruang perawatan? Ayahku sudah menjadi seperti itu, dia masih tidak ingin melepaskan kami!”
“Yinyin…” Yu Jinglan memeluknya, “Apakah hanya bisa diselesaikan dengan cara bercerai?”
“Aku tidak tahu, aku hanya ingin bercerai sekarang!” Song Yin terjebak di dalam pelukannya dan berbisik.
Tangan Yu Jinglan yang berada di pinggangnya menegang. Dia memejamkan matanya, berusaha menutupi rasa sakit dan menarik napas dalam-dalam. Akhirnya, dia mengangguk dan berkata dengan nada rendah yang sedih, “Oke! Aku mengerti! Aku akan menandatanganinya!”
Tangannya perlahan mengendur.
Jantung Song Yin berdebar-debar, seperti ada sesuatu yang mengalir keluar dari darahnya. Pikirannya sama sekali kosong dan hatinya ada sepotong besar yang hilang, kemudian mendengar dia berkata, “Besok aku akan menyusun surat perceraian, kamu tinggal tanda tangan saja! Sekarang aku akan mengantarmu pulang!”
__ADS_1