
Hello! Im an artic!
Bekas gigitan merah terlihat Song Yin lagi sewaktu dia sedang meronta dan bekas itu sekali lagi menusuk matanya.
“Kamu jangan lupa jika kamu adalah istriku!”
Hello! Im an artic!
Song Yin langsung membeku setelah mendengar teriakannya ini dan otaknya juga kosong untuk beberapa saat karena dia mengatakan jika dia adalah istrinya tapi apakah dia pernah menganggapnya sebagai istri?
Matanya terus menatap bagian merah di lehernya dengan mata besarnya yang terlihat bingung tapi juga terlihat terluka.
Yu Jinglan mengerutkan keningnya sewaktu melihat tatapannya yang aneh dan berkata lagi, “Apa yang kamu lihat?”
Dia melihat ke bawah tapi tidak melihat tempat itu.
Hello! Im an artic!
Badan Song Yin bergetar dan matanya yang gelisah bertemu dengan mata Yu Jinglan , “Apakah kamu masih mau dipijit?”
Meskipun dia sudah berusaha menenangkan suaranya tapi tetap saja masih terdengar bergetar.
Yu Jinglan menatap matanya dan menemukan jika di dalam matanya ada kesedihan yang tidak bisa dikendalikan dan matanya menjadi tegang untuk sesaat sambil menatapnya dengan diam dan tiba-tiba dia merasa hatinya gelisah lalu dia segera mendorongnya dan telungkup di tempat tidur.
Dia sendiri bahkan kaget karena dia melepaskannya begitu saja, “Tentu saja mau dipijit?”
Song Yin menghela napas lega lalu bangun dan berlutut di samping badannya, tangannya diletakkan di bahunya yang lebar kemudian memijitnya dengan tenaga yang sesuai, Yu Jinglan memejamkan matanya utnuk menutup matanya yang lelah.
“Teruskan pijit dan tidak boleh berhenti sampai satu jam, tahu tidak?”
Tangan Song Yin menegang karena perintahnya membuat dirinya malu tapi dia lebih memilih berbuat ini daripada harus tidur bersamanya.
Jika mereka saling mencintai maka jangankan satu jam, dia bahkan tidak akan mengeluh meskipun selama sepuluh tanpa berhenti tapi masalahnya adalah mereka bukan pasangan suami istri yang saling mencintai apalagi dia juga bukan Kakak besar Yu yang dulu lagi.
Tidak ada cinta maka disebut pemaksaan.
“Lebih kuat lagi, apakah kamu tidak makan?’
“Hah!”
“Sakit! Apakah kamu ingin mencubitku?”
“Apakah begitu cukup?”
“Tenaganya terlalu kuat! Tidak! Terlalu lemah sekarang! Benar, seperti itu, kamu harus banyak latihan kelak, wanita bodoh!”
“Kenapa kamu masih mau menikahi jika aku bodoh!” Dia dia bisa menahannya lagi sambil menggerutu pelan.
“Apakah kamu cari mati?”
Pesta di malam hari.
Song Yin keluar dengan gaun hitam yang tidak mencolok dan Yu Jinglan masih tidur sewaktu dia menerima panggilan Wen Xiaoxing yang masih sedang memijitnya, Yu Jinglan tidur selama dua jam.
__ADS_1
Song Yin mengganti gaunnya setelah teleponnya berdering dan sewaktu keluar dia melihat Yu Jinglan masih tidur, dia memasukkan barang yang ada di dalam tasnya ke dalam tas hitam kecil yang disiapkan oleh Mu Xue lalu dia keluar secara perlahan-lahan.
Mata Yu Jinglan terbuka setelah pintunya ditutup dan dia bangun untuk mandi dan baru menemukan jika ada bekas gigi di lehernya dan dia teringat jika Song Yin melihatnya untuk waktu yang lama ternyata gadis itu melihat bekas ini.
Aula pesta.
“Song Yin, wow! Cantik sekali! Aku sudah mengatakan jika badanmu cocok memakai gaun! Lekukan tubuhmu membuat hidung para pria berdarah!” Wen Xiaoxing kaget begitu melihat Song Yin.
Song Yin hanya tersenyum karena dia merasa gaun hitam ini tidak cocok untuknya tapi Yu Jinglan tidak mau dia memakai gaun berwarna kuning muda itu dan dia juga tidak mau membuatnya marah dan paling penting adalah dia tidak ingin dirinya sendiri bersedih.
Dia melihat Wen Xiaoxing memakai gaun panjang berwarna biru yang juga sangat memukau. “Gaunmu cantik sekali!”
“Ha! Karena aku datang untuk mencari pangeran kaya maka harus memakai gaun cantik!” Wen Xiaoxing mengedipkan matanya kepada Song Yin.
“Pangeran kaya?”
“Benar! Karena yang datang para pebisnis elit, apakah kamu tahu meskipun kita bekerja di lembaga pemerintahan tapi gaji kita sebenarnya lebih lecil daripada para pekerja kantoran, bukankah akan mati kelaparan jika seumur hidup hanya mengandalkan gaji kecil itu? Bahkan tidak cukup untuk membeli kosmetik! Apakah kamu pikir semua orang sama denganmu yang sudah mendapatkan pacar kaya!”
“Hah, aku rasa biasa saja karena aku tidak berdandan!” Song Yin tertawa.
“Benar, kamu benaran tidak berdandan dan kecantikan alamimu menyebalkan, aduh Song Yin, rambutmu ini harus diikat karena akan terlihat lebih cantik, sini, kakak akan membantumu mengikatnya!”
“Tidak perlu!”
“Sini, kurang serasi jika seperti itu!”
Dia ditarik Wen Xiaoxing ke samping dan dia mengeluarkan sebuah jepitan hitam dari tasnya dan rambutnya dijepit menggunakan jepitan berlian imitasi berwarna hitam sehingga memperlihatkan lehernya yang cantik.
Umurnya panjang sekali! Yu Jinglan melangkah masuk ke dalam aula dan ada seorang wanita cantik merangkul tangannya.
Hati Song Yin merasa sedih. Dia melihat ke arah lain supaya tidak melihatnya.
Yu Jinglan terlihat tersenyum ringan sambil melihat ke arah Song Yin tanpa ada ekspresi dan langsung masuk dan menyapa berbagai kalangan bisnis.
“Ya ampun! Song Yin, mengapa dia tidak membawamu?” Wen Xiaoxing bukan kali pertama melihat adegan seperti ini. “Wanita itu sepertinya adalah model mobil.”
“Tidak apa-apa, bukankah kita sedang bekerja? Xiaoxing, mari kita pergi makan, aku masih belum makan malam!” Song Yin tidak bisa mengambarkan perasaannya, orang yang berdiri di sampingnya selamanya bukan dirinya, buat apa dirinya mengharapkannya?
Dia hampir tidak terlalu memperhatikannya juga tidak banyak ekspresi, Song Yin berjalan ke area makanan dan mata Wen Xiaoxing terlihat penuh simpati sambil mengikutinya dan berbisik, “Apakah semua pria kaya bersikap seperti itu? Terlihat tidak ada tandingannya tapi menyimpan kesedihan seperti ini! Song Yin, menurutmu apakah aku harus mencari seorang presiden kaya? Atau mencari seorang pejabat?”
“Jika pernikahan karena saling mencintai maka akan tetap bahagia meskipun biasa-biasa saja!” Tidak tahu mengapa hati Song Yin merasa bergetar, meskipun dia tidak ingin menghadiri pesta ini tapi setidaknya dia tahu jika dirinya selamanya tidak bisa mengikat pria seperti Yu Jinglan .
Bagaimana mungkin dia bisa menahan pria sepertinya?
Hanya ayah mengatakan jika harus membuatnya jatuh cinta dan dia menertawai dirinya sendiri karena ini adalah tugas yang berat dan tentu saja dia tidak bisa menyelesaikan tugas ini. jika seperti itu maka dia juga tidak perlu terlalu lelah lagi.
Song Yin memilih makanan yang dia sukai di area makanan ini dan Wen Xiaoxing tidak tahan berkata, “Song Yin, apakah kamu benar-benar bisa menahannya? Mengapa pria itu bisa datang bersama wanita lain?”
“Ssstt!” Song Yin tersenyum sambil mengulurkan jarinya supaya dia diam. “Makanlah!”
Wen Xiaoxing memijit pundak Song Yin seolah-olah mau menghiburnya dan seolah-olah mau membuatnya tenang. “Song Yin, jika kamu tidak mempercayai pria maka menangislah, bersandarlah di bahu kakak!”
Song Yin menggelengkan kepalanya sambil tertawa, “Aku tidak ingin menangis! Aku hanya ingin makan!”
__ADS_1
“Direktur Yu mari kita makan!” Liu Manli datang dan tangannya memegang piring lalu Yu Jinglan mengikuti di belakangnya.
Song Yin berbalik dan melihat Yu Jinglan sedang menatapnya dan dia hanya tersenyum datar dan membuatnya tidak tahan untuk meliriknya lagi.
Ekspresi wajah Yu Jinglan juga terlihat sangat datar tapi mulutnya terus tertutup.
Song Yin lalu berbalik dan berkata kepada Wen Xiaoxing, “Makanan ini enak, cobalah!”
Setelah itu dia sendiri sudah mengambil sepotong ke dalam piringnya sendiri lalu dia mengambilkan sebuah piring dan memberikannya kepada Wen Xiaoxing dan segera mengambil makanan lagi lalu makan di tempat lain.
Mata Wen Xiaoxing terlihat simpati dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk berdengus dingin sewaktu melewati Yu Jinglan karena dia berpikir jika dia pebisnis hebat tapi ternyata kehidupannya begitu rumit, heng! Aku tidak akan sungkan kepada orang seperti ini!
Yu Jinglan bisa dengan mudah merasakan sikap Wen Xiaoxing dan wajahnya terlihat suram.
Song Yin tidak melihatnya, Wen Xiaoxing menyunggingkan mulutnya dengan dingin, apa maksudnya?
Song Yin duduk di sebuah sudut dan mulai makan sedangkan Wen Xiaoxing tidak punya selera.
“Di mana Ye Jintang? Mengapa dia masih belum datang? Bosan sekali! Mari kita keluar jalan-jalan!”
Song Yin duduk di sudut setelah dia selesai makan dan ada suara piano di aula, dia melihat Yu Jinglan dan Liu Manli menempel bersama di tempat gelap dan tiba-tiba udara terasa menipis.
Yu Jinglan tiba-tiba merasa dia memperhatikannya sewaktu Song Yin melihat ke arahnya dan dia menatapnya dengan dingin dan Song Yin kaget tapi dia tidak menghindarinya dan matanya berputar.
Tangan Yu Jinglan yang sedang merangkulLiu Manli tiba-tiba menegang lalu dia menekannya ke tembok serta mulai menciumnya.
Song Yin kaget sambil menutup matanya lalu berbalik sebelum membuka matanya kembali.
“Nona, apakah bisa mengajakmu menari?” Suara yang familier membuat Song Yin membuka matanya dan dia melihat Ye Jintang ada di depannya.
“Hah! Kamu ya, Wen Xiaoxing mencarimu tadi!” Song Yin segera menenangkan emosinya dan tanpa sadar mencari Wen Xiaoxing.
“Dia tidak akan hilang karena bukan anak kecil lagi, apa yang kamu pikirkan? Bagaimana jika kita menari!” Musiknya sudah berbunyi dan semua orang sudah menari, mari kita pergi juga!”
“Kamu menari dengan Wen Xiaoxing saja!” Song Yin sepertinya bisa melihat hubungan antara Wen Xiaoxing dan Ye Jintang yang suka berantem tapi sepertinya Wen Xiaoxing sangat peduli dengan Ye Jintang.
“Lupakan saja karena kamu tidak mau menari maka aku akan menemanimu di sini!” Ye Jintang duduk di sampingnya.
Pada saat ini, Yu Jinglan sebagai penyelenggara pesta ini tentu saja harus menari dulu, dia danLiu Manli masuk ke tengah dan mereka segera menari dengan diiringi suara musik. Mereka menari waltz yang merupakan tarian paling umum di acara dansa.
“Pasangan yang serasi, bagus sekali!” Ye Jintang tidak tahan untuk memujinya.
Song Yin tersenyum, “Oh ya, kamu bisa menari tarian apa?”
“Semuanya bisa!” Ye Jintang tertawa yang memperlihatkan gigi putihnya.
“Setelah ini kita menari rumba saja!” Song Yin berkata karena dia tidak bisa menahan dirinya utnuk menari ketika melihat Yu Jinglan menari bersamaLiu Manli.
“Baik!” Ye Jintang terlihat kaget, “Baik, baik!”
Wen Xiaoxing tidak tahu ke mana dan sampai sekarang sih belum terlihat bayangannya.
Yu Jinglan danLiu Manli menjadi pasangan yang paling menonjol.
__ADS_1