
Hello! Im an artic!
“Bagaimana dengan Feng Baiyi?”
Uh! Bagaimana kalau membiarkan anak perempuanku menikah dengannya? Kakak kelas, aku akan melahirkan anak perempuan lalu menikahinya dengan putramu, oke? Lihat mata ini, dalam sedalam lautan!”
Hello! Im an artic!
“Dalam?” Guan Xiaojin tertawa terbahak-bahak. “Su Yan, kamu lucu sekali. Tidak perlu dibicarakan, kalau anakku akan menikah dengan putrimu, maka aku akan sangat senang sekali. Orang baik seperti dirimu sangat jarang ada di dunia!”
“Tetapi kakak kelas, Feng Baiyi berkata bahwa Chen Huilun adalah orang yang paling baik hati. Dan sepertinya kamu benar, Chen Huilun menyukai Feng Baiyi!” Su Yan mengerutkan bibirnya, “Sedih!”
Guan Xiaojin menghela nafas.
Su Yan tertawa, “Aku tidak ingin memikirkannya, suka-suka mereka. Kalau Feng Baiyi berani melakukan hal-hal yang menyakitiku, aku pasti tidak akan menginginkannya!”
Hello! Im an artic!
Tepat ketika dia mengucapkan kata-kata ini, Su Yan merasakan sakit di hatinya.
Sungguh berharap hari itu tidak akan sampai kejadian, semoga dia hanya berpikir terlalu banyak saja.
Ketika kembali dari rumah Guan Xiaojin, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Feng Baiyi masih belum kembali. Su Yan menghubunginya, dan dia berkata bahwa ada seorang ahli dari Amerika akan datang malam ini, dan kebetulan dia akan memeriksa kondisi Chen Huilun. Dia meminta agar Su Yan untuk tidak menunggunya, dia tidak akan kembali malam ini.
Su Yan ingin pergi ke rumah sakit, tetapi Feng Baiyi berkata bahwa dia harus pergi kelas besok, dia khawatir proses belajarnya akan terganggu.
Oleh karena itu, Su Yan akhirnya tidak pergi.
Malam ini, Su Yan tidak bisa tidur!
Hari senin, cuaca agak mendung. Pada saat keluar dari rumah, dia tidak mengenakan pakaian yang tebal, tetapi dia tidak menyangka bahwa cuaca akan sedikit dingin. Tetapi dia tetap memutuskan untuk pergi ke sekolah!
Sesampainya di sekolah, dia mendapati ada banyak orang yang sedang memandangnya dan membisikkan sesuatu. Di tangan mereka sepertinya sedang memegang koran.
Dia tercengang, kebingungan, dan kemudian pergi membeli koran.
Diketahui bahwa berita utama halaman hiburan hari ini mengumumkan hubungannya dengan keluarga Rong. Diinformasikan bahwa dia adalah putri dari Rong Baikuan. Rong dan Feng menjalin hubungan pernikahan, dan menyatukan seluruh dunia bisnis di kota Lu.
Su Yan tidak menduga bahwa para reporter dapat melaporkan tentang pengalaman hidupnya dengan begitu cepat. Reporter dunia hiburan benar-benar tersebar dimana-mana. Dia tidak mengetahui apakah Feng Baiyi sudah mengetahui akan informasi ini atau belum.
Dia tidak kembali ke rumah sepanjang malam dan juga tidak menelepon. Dia ingin meneleponnya, tetapi dia merasa bahwa dia egois. Bagaimanapun, dia adalah pelaku yang menabrak Chen Huilun.
Tanpa mempedulikan hal yang ada di koran, dia masuk kelas, tetapi karena tidak tidur semalaman, dia mengikutinya dengan mengantuk dan tidak fokus.
Kemudian tiba-tiba hujan turun di luar jendela, dan saat kelas usai hujan masih turun cukup deras.
Dia melihat sepasang kekasih yang sedang memegang payung bersama di tengah hujan. Dia juga melihat banyak pria yang menjemput pacar mereka, merasa iri.
Tidak tahu apa yang terjadi, sang supir juga belum datang untuk menjemputnya. Kemudian, sang supir tersebut meneleponnya dan memberi tahu kepadanya bahwa terjadi kecelakaan di jalan sehingga dia tidak dapat menjemputnya dan sudah mencarikan taksi untuknya, taksinya hampir sampai sekolah.
Su Yan melihat ke langit, berdiri di bawah gedung, sambil menunggu taksi.
Tetapi sampai semua orang di gedung sekolah sudah pergi, taksi tersebut masih belum datang juga.
Di luar gedung pelajaran. Di dalam sebuah mobil RV mewah, seorang pria melihat sesosok wanita yang kurus dan kecil tampak berdiri kesepian di bawah tirai hujan di dalam gedung. Dia mencubit alisnya dengan lelah, dan bertanya kepada pengemudi di barisan depan. “Itu dia? Wanita Feng Baiyi? Putri Rong Baikuan? Su Yan?”
Mungkin karena sesama marga Su membuat Zuo Shaofeng tidak mau mempercayai bahwa wanita itu adalah putri dari Rong Baikuan.
“Betul, tuan muda. Berita telah menegaskan, tetapi kami masih belum menyelidiki siapa ibu dari Su Yan. Masih membutuhkan beberapa waktu!”
Zuo Shaofeng terdiam beberapa saat, mengambil payung lalu turun dari mobil.
__ADS_1
“Kasihan sekali sendirian, ayo pergi, aku akan mengantarmu!”
Su Yan yang sedang berjongkok di tanah, mengangkat kepalanya, dan pandangannya bertemu dengan Zuo Shaofeng. Ia sedikit mengernyitkan keningnya. “Kamu? Kenapa kamu ada di sini?”
“Kenapa aku tidak bisa?” Zuo Shaofeng mengangkat alisnya dengan cantik. “Apakah kamu tidak berani naik ke mobilku?”
“Kenapa aku tidak berani? Aku hanya tidak memandang mobilmu!” Setelah berkata, dia menundukkan kepalanya lagi. Namun, Su Yan yang hanya mengenakan T-shirtnya segera meringkukkan badannya begitu tertiup oleh angin.
Zuo Shaofeng tidak berbicara, dia menutup payungnya, lalu melepaskan jasnya dan memakaikannya kepadanya. “Aku pinjamkan untukmu!”
Dalam sekejap, rasa hangat itu datang. Su Yan kembali mendongakkan kepalanya, dan ingin melepaskan jas tersebut.
“Jangan menahan dingin, tidak ada orang yang bersimpati padamu! Tubuhmu adalah milikmu sendiri, dan kamu yang akan menderita sendiri apabila sudah jatuh sakit!” Dia berkata dengan nada dingin dan datar, tetapi semua yang dikatakan olehnya itu benar. Bahkan sampai sedikit memancarkan jejak kepedulian yang bahkan pria itu sendiripun tidak menyadarinya. “Anggap saja aku hobi membantu orang lain, mengantar anak-anak yang tersesat pulang ke rumah!”
Su Yan juga berhenti berpura-pura, dia menghentikan tangannya dalam diam. Dia berpikir, dalam beberapa tahun belakangan setiap kali turun hujan, kakak Chi pasti akan datang menjemputnya. Tetapi kali ini, kakak Chi tidak akan datang!
Karena kakak Chi sudah tidak memiliki alasan untuk datang lagi!
Feng Baiyi juga tidak datang!
Dia tiba-tiba menyadari bahwa sebenarnya dia masih sendirian! Mengapa dia selalu merasa sangat kesepian saat hujan turun sepanjang waktu? Tetapi dia berpikir kembali bahwa dia adalah orang yang menabrak Chen Huilun, sehingga membuat Feng Baiyi mau tidak mau harus menjaganya. Tetapi mengapa dia merasa tidak nyaman?
Sedangkan seorang yang asing tiba-tiba datang memberikan kehangatan, menyebabkan awan air mata menumpuk di matanya. Dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan pelan: “Terima kasih!”
“Ayo jalan! Aku antar kamu pulang!” Ucap Zuo Shaofeng. Dia dapat merasakan emosi yang tak bisa dijelaskan terhadap wanita yang sedang menundukkan kepalanya dan tidak mempedulikan dirinya tersebut, “Sungguh menyedihkan melihatmu seperti ini!”
“Aku tidak menyedihkan!” Su Yan melawan dengan suara yang pelan.
“Baiklah! Kamu tidak menyedihkan!” Zuo Shaofeng tidak bisa menahan lalu menutup mulutnya.
Su Yan berpikir bahwa pria itu juga bukanlah seekor hewan buas, “Baiklah, sudah merepotkanmu, tolong antar aku ke rumah sakit!”
Dia bangkit berdiri, tidak menyangka karena dia telah berjongkok terlalu lama di tanah sehingga membuat kakinya mati rasa dan seluruh tubuhnya tidak bisa berdiri dengan seimbang, seolah-olah dia hampir jatuh ke samping. Zuo Shaofeng mengulurkan tangannya lalu memeganginya. Su Yan akhirnya dapat berdiri dengan seimbang dengan bersandar kepada Zuo Shaofeng. “Tidak apa-apa?”
“Selanjutnya jangan jongkok terlalu lama lagi!” Zuo Shaofeng berkata dengan sungguh-sungguh ketika dia masuk ke mobilnya.
“Ya, tidak akan jongkok terlalu lama!” Su Yan tersenyum. “Aku masih belum mengatakannya, terima kasih banyak!”
Tiba-tiba ponsel Su Yan berdering.
Feng Baiyi!
Hati Su Yan tiba-tiba gemetar.
“Halo?” Dia merasa suaranya saat menjawab telepon agak kabur, tetapi mengapa dia seperti merasa bersalah? Sungguh aneh.
“Dimana?” Nada suara Feng Baiyi sangat tidak enak didengar.
Su Yan mengerutkan keningnya. Apa-apaan, dia yang tidak pulang semalaman, tetapi nadanya yang terdengar sangat agresif, “Di jalan!”
Saat ini, mobil telah berjalan!
Di sisi lain telepon terdiam beberapa detik, “Pulang lebih awal!”
“Kalau begitu aku masih harus ke rumah sakit tidak?” Tanyanya.
“Tidak perlu!” Suaranya datar, lalu menutup telepon!
Su Yan menjawab oh seperti orang bodoh kepada telepon yang langsung dimatikan tersebut. Apa yang terjadi dengan Feng Baiyi hari ini? Mengapa dia menutup teleponnya sebelum selesai berbicara? Apakah kondisi Chen Huilun tidak membaik?
Zuo Shaofeng melirik ke arah tangan kanannya yang masih memegangi ponsel tersebut. Cincin berlian yang mencolok itu bersinar di depan matanya, dan matanya yang dalam perlahan menyipit.
Su Yan meletakkan ponselnya lalu berkata kepada Zuo Shaofeng: “Aku mau pergi makan, turunkan aku di jalanan jajanan di depan itu saja! Terima kasih!”
__ADS_1
Melihat mobil yang di depan keluar dari gerbang sekolah, Feng Baiyi segera menginjak pedal gas dengan kencang dan mobil itu melesat maju seperti anak panah.
Beraninya dia masuk ke dalam mobil orang asing, dan mengenakan pakaian orang asing tersebut. Dia tidak tidur semalaman menunggu operasi Chen Huilun. Karena sang ahli tersebut akan kembali ke Amerika sore ini, dan operasi ini mau tidak mau harus dilakukan lebih awal. Tetapi dia tidak menyangka ketika meninggalkan ruang operasi, di luar sedang turun hujan, dan dengan segera dia bergegas untuk menjemputnya. Namun, dia tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti itu di depannya!
Feng Baiyi sangat marah.
Su Yan dan Zuo Shaofeng makan bersama di sebuah tenda jajanan. Pria yang terlihat seperti orang yang terhormat itu ternyata duduk bersamanya di sebuah tenda jajanan kecil sederhana dan menyantap xiaolongbao kukus bersamanya, dan dia juga menyantap acar yang dijual oleh toko tersebut. Kesan Su Yan terhadap Zuo Shaofeng pun menjadi berubah.
Setidaknya Feng Baiyi tidak akan makanan jajanan kecil seperti itu. Feng Baiyi hanya akan duduk di sebuah ruangan VIP khusus di restoran yang mewah dengan lingkungan yang indah. Meskipun bukan ruangan khusus, setidaknya dia akan mencari tempat yang tenang di dekat jendela.
Su Yan menyakssikan Zuo Shaofeng yang memegang sumpit yang terletak di tempat khusus untuk menaruh peralatan makan, dan menggunakan mangkuk yang rusak tersebut sama seperti dirinya. Tiba-tiba dia memandangnya seperti lucu. “Kamu tidak takut kotor?”
“Apakah ini kotor?” Zuo Shaofeng mengangkat alisnya indah.
Su Yan tercengang dan kemudian tersenyum. “Namaku Su Yan, siapa namamu?”
“Zuo Shaofeng!” Zuo Shaofeng berkata dengan lugas. “Su Yan? Putri Rong Baikuan yang disebutkan di dalam koran!”
“Ya!” Su Yan hanya tersenyum, tidak menyangkalnya.
“Rong Baikuan!” Zuo Shaofeng mengucapkan tiga kata tersebut. Entah mengapa, Su Yan merasa ketiga kata ini diucapkan olehnya dengan sangat dingin.
“Kamu mengenalnya?”
“Tidak kenal!” Zuo Shaofeng menggelengkap kepalanya. “Wanita, kita sudah termasuk berteman, bukan?”
“Hehe, kamu ingin berteman denganku?” Su Yan merasa geli, “Apakah itu karena aku anak dari keluarga Rong?”
“Kenapa kamu bertanya seperti ini?” Zuo Shaofeng tidak mengerti.
“Lalu mengapa kamu bertanya apakah aku putri Rong Baikuan atau bukan? Kuberitahukan kepadamu, aku tidak ada hubungan apa pun dengan keluarga Rong. Aku adalah Su Yan. Margaku adalah Su!” Ucap Su Yan seraya memperingatkannya, dan berkata dengan tajam.
“Uh! Kamu tidak ingin mempunyai hubungan apa pun dengan keluarga Su?”
“Menurutmu, setelah sekian lama bahagia, tiba-tiba di dalam kehidupanmu muncul seorang ayah, lalu anggota keluarga yang lain juga ikut muncul, akankah itu bisa membuatmu bahagia?” Setidaknya ayah yang muncul secara tiba-tiba tersebut membuatnya tidak nyaman, tetapi dia tidak keberatan dengan kemunculan kedua kakak laki-lakinya yang mendadak itu.
Zuo Shaofeng menggerakkan ssudut bibirnya, tatapan matanya terlihat dalam dan penuh dengan arti. “Sebenarnya, akan sangat bahagia apabila kita memiliki keluarga! Kalau kita tidak memiliki keluarga, akan sangat menyedihkan sekali!”
“Kamu tidak memiliki keluarga?”
“Ya!” Setelah mengucapkan itu, Zuo Shaofeng berhenti sejenak sambil memegang sumpit, “Tadinya aku berpikir bahwa aku masih memiliki dua anggota keluarga, tetapi aku tidak menyangka bahwa mereka sudah meninggal!”
“Uh!” Su Yan terkejut, hatinya bergetar, lalu menghiburnya. “Jangan bersedih, hidup dan mati seseorang sudah ada yang mengatur, semuanya berserah kepada langit!”
“Hah! Pikiranmu lumayan terbuka!” Zuo Shaofeng menyeka mulutnya dengan tisu setelah memakan xiaolongbao terakhir. “Ya. Rasanya enak, sudah bertahun-tahun aku tidak memakannya!”
“Ya kan? Menurutku juga enak, seperti yang pernah aku makan bertahun-tahun yang lalu. Setiap kali aku makan xiaolongbao, aku merasakan kehangatan yang luar biasa!” Kata Su Yan sambil tertawa, menghapus kesedihannya beberapa saat yang lalu karena tidak ada yang menjemputnya. “Ayo pergi! Aku yang mentraktirmu!”
Zuo Shaofeng tertegun sesaat, kehangatan yang luar biasa? Hehe, iya, dia juga merasakan hal yang sama karena setiap kali dia makan xiaolongbao dia pasti akan selalu teringat akan ibunya.
Setelah melamun untuk beberapa saat Zuo Shaofeng sudah mengeluarkan dompetnya, “Bos, gesek kartu!”
“Maaf tuan, kami tidak memiliki mesin edc. Toko kami terlalu kecil!” Kata bos dengan malu.
“Haha, aku punya uang! Aku sudah bilang, aku yang traktir!” Su Yan mengambil selembar uang kertas dari ranselnya, “Bos, xiaolongbao buatanmu sangat lezat, aku akan datang lagi!”
“Terima kasih, selamat datang kembali!” Sang pemilik toko berterima kasih dengan gembira.
Keduanya berjalan keluar dari toko.
“Gadis kecil, selanjutnya aku yang akan mentraktirmu makan!” Zuo Shaofeng membuka payungnya lalu berjalan bersama dengan Su Yan masuk ke dalam mobil RV nya.
Dan pemandangan ini dilihat oleh Feng Baiyi. Dia terus duduk di dalam mobil, menunggu mereka keluar, melihat mereka masuk ke dalam mobil sambil berbicara dan tertawa. Pria itu tampaknya memiliki identitas yang tidak biasa! Feng Baiyi menginjak pedal gas dengan marah dan mengikuti dari belakang.
__ADS_1