AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 121 Rahasianya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia merasakan seluruh tubuhnya menjadi kaku, ibu jarinya yang kasar berulang kali mengelus punggungnya yang kaku itu, seperti semacam sentuhan perangsang nafsu, dengan cepat mengelus otot punggungnya.


Bibir wanita perlahan-lahan membuka, lidahnya yang lincah langsung memasuki tujuan, dia tidak bisa membiasakan diri dengan kemesraan yang mendadak ini, ketika ingin membuang wajah untuk menghindarinya, Qin Yinuo mengetahui niatnya, tiba-tiba sebuah tawa pelan yang serak keluar dari tenggorokan, “Sayang, tunggu aku, aku pergi mandi……”


Hello! Im an artic!


Wajah Mu Xue langsung memerah, dia bukan bermaksud itu, dia terlalu kotor, sudah basi!


“Kita ke lantai atas!” Qin Yinuo menggendongnya.


Dia menundukkan kepala menatap dia yang di dalam pelukannya, semacam sinar di matanya yang membuat jantungnya berdetak itu mulai berkerlap-kerlip lagi. Dia tiba-tiba mengatakan tiga kata dengan suara yang dalam dan serak : “Aku cinta padamu!”


Jantungnya berdetak kencang.


Hello! Im an artic!


“Aku cinta padamu!” Dia mengulangnya sekali lagi, api di matanya semakin membara.


Dia melototinya dengan mulut sedikit terbuka, tidak mengatakan sepatah kata pun. Lama kemudian, mereka pun saling bertatapan seperti itu.


“Apakah kamu tidak percaya?” Tanya dia.


Dia segera memejamkan matanya. “Qin Yinuo, bukan aku tidak percaya, aku percaya padamu, hanya saja Nona Mo masih sedang sakit sekarang, aku tidak bisa dengan tenang bersamamu……”


Ketika membuka mata sekali lagi, matanya penuh dengan air mata, dia berusaha agar tidak membiarkan air matanya jatuh, berusaha melihatnya menembus kabut air mata, berusaha mempertahankan senyuman yang tenang…… Tetapi, dia gagal sepernuhnya, air matanya jatuh, dia tidak bisa melihatnya dengan jelas, dia juga tidak bisa tersenyum.


“Xiao Xue, tatap mataku, katakan padaku apa yang kamu lihat?”


Dia mengangkat kepala, hatinya gemetar sejenak, air matanya menghilang, dan masuk ke dalam matanya yang dalam itu, di sana ada kasih sayang yang tiada batasnya. Janggut di dagu pria itu seperti rumput liar, dalam beberapa hari ini, rasa sakit yang dirasakannya tidak kurang dari yang dia rasakan, dia akhirnya pun terisak : “Qin Yinuo, kamu akan membuatku turun ke neraka!”


Dia menggendongnya ke lantai atas, seperti waktu pertama kali, sama dengan pertama kali di antara mereka, hanya saja waktu itu, dia menggunakan topeng, sedangkan kali ini, dia dengan wajahnya yang sebenarnya, sudah enam tahun! Waktu berlalu bagaikan panah, ternyata sudah berlalu enam tahun!


“Sejak awal aku sudah jatuh dari surga ke neraka, lalu naik kembali dari neraka ke surga, intinya tidak peduli apa pun yang terjadi, aku hanya ingin bersamamu!”


Hatinya! Bagaimana mungkin tidak gemetar?


Bagaimana mungkin tidak ikut berdetak? Pria ini berniat ingin menurunkannya ke neraka! Apa yang harus dia lakukan? Harus bagaimana?


Dia menggendongnya tiba di lantai atas, lalu meletakkannya di atas kasur.


“Aku pergi mandi dulu, tunggu aku!” Setelah selesai berkata, dia membuka pakaiannya yang sudah tidak diganti selama beberapa hari, kemudian ke kamar mandi untuk mandi.


Mu Xue mendengar bunyi air yang mengalir di dalam, entah mengapa hatinya merasa sedih, tetapi juga merasa terharu, saat ini, dia benar-benar berpikir jika harus masuk ke neraka, dia pun akan menurutinya……


Lima belas menit kemudian, dia keluar lagi, setelah janggutnya dicukup, wajahnya mulus, wajah yang bagaikan telah diukir dengan pisau itu setampan seorang kaisar dewa.


Sebuah handuk mandi membungkus di pinggangnya, ada tetesan air di dadanya yang terbuka, rambutnya yang basah juga sedang meneteskan air, dia keluar dengan seperti itu dan berdiri di hadapannya, ototnya yang kencang penuh ketegangan, begitu seksi…….


Pandangan Mu Xue terpaksa berpindah, begitu menatapnya, dia merasa wajahnya panas terbakar.


Dia berjalan kemari, sambil mengeringkan tetesan air dengan handuk. Kemudian tiba-tiba berkata dengan suara rendah : “Xiao Xue, aku ingin……”


“Tidak boleh!” Dia berkata dengan cepat.

__ADS_1


“Hehe.” Suara tawanya terdengar lagi di telinga, begitu rendah.


Dia mengangkat kepala dengan panik, berani-beraninya dia menertawakannya, masih bisa tertawa pada saat ini? Dia menerkamnya bagaikan serigala yang menerkam domba, menekannya di bawa tubuhnya.


“Ah!” Mu Xue refleks melindungi perutnya, “Lepaskan!”


“Xiao Xue, aku ingin……” Semburan napasnya membuat seluruh tubuhnya gemetar.


Dia sudah hamil dan harus melindungi anaknya, dan karena Mo Yilan, hatinya masih sangat ragu, tidak bisa melakukan hal semacam itu dengannya. Jadi dia hanya bisa mengusut secara naluriah.


Dia menundukkan kepala melihatnya, dagu yang mulus menggesek tangan kecilnya, tatapannya bagaikan obor, hanya memandangnya seperti itu, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun.


“Qin Yinuo, kita tidak boleh!” Gumamnya.


Hatinya tidak bisa tenang, dia tidak ingin meninggalkan trauma.


Dia sedikit kecewa, tetapi tetap berbalik badan dan berbaring di atas kasur, kemudian menarik selimut dan menutupi kedua orang, tertutup dalam selimut, suaranya menjadi semakin serak. “Xiao Xue, aku benar-benar sangat ingin……”


Sejak terakhir kali di perjalanan Hokkaido hingga sekarang, dia sudah tidak menyentuhnya selama sebulan lebih.


Mungkin inilah perbedaan pria dan wanita?


Ketika pria merasa sangat tertekan, mereka akan sangat menginginkannya, dan setelah kenyang dan hangat, mereka akan menyimpan nafsunya kembali lagi, namun berbeda dengan wanita! Mu Xue menghela napas dan murung.


“Ada apa denganmu hari ini? Mengapa menghentikan mobil di depan jalan? Apakah kamu tidak malu diseret polisi lalu lintas?” Dia membuka selimut dan menatapnya, menyadari dia sedang menatapnya dengan satu tangan menahan di dagu, tatapannya bagaikan matahari yang bersinar.


“Tidak tahu ——” Dia mengangkat alis, tidak menyangka akan diseret, dia hanya merasa seperti sedang bermimpi, dan tidak menyangka sudah berada di kantor tim polisi lalu lintas setelah terbangun.


Kemudian, dia tertawa! Karena memikirkan dia yang berlari kemari dengan khawatir, dan dibawa ke villa olehnya, setelah itu, dia sepertinya sudah memaafkannya, semua perubahan ini tiba-tiba membuatnya merasa bahwa kejadiannya yang diseret ini sepertinya sangat pantas!


Dia hanya tertawa : “Haiz, aku kira kamu sudah tidak peduli denganku, dan mengira kamu benar-benar pergi buka kamar dengan orang lain, aku merasa kecewa dan sedih, hampir berniat untuk mati.”


“Siapa yang mengatakan padamu bahwa aku pergi buka kamar dengan orang lain? Siapa yang menyebarkan rumor?” Mu Xue benar-benar tidak tahu orang kejam mana yang memfitnahnya.


“Asisten pak tua, Xiao Li, dia tiba-tiba menelpon seperti itu, aku sama sekali tidak banyak berpikir, dan dengan bodoh menelponmu, apalagi mendengar pria yang berbicara denganmu, bagaimana aku bisa tidak khawatir, bagaimana jika kamu benar-benar melakukan apa-apa dengan orang lain, bagaimana aku bisa hidup dalam kehidupan ini?” Qin Yinuo mengatakan semua dengan sedih hingga selesai, dan tanpa diduga, dia mencium bibirnya lagi, tidak bisa menahan, lalu menciumnya lagi.


Mu Xue mendorongnya dan berkata, : “Mengapa kamu tidak ada habisnya?”


Dia bergumam : “Aku sangat lapar, aku sangat ingin……. Xiao Xue, berikan padaku, boleh?”


Mu Xue tidak menghiraukannya : “Jika kamu lapar, maka pergi makanlah. Jika kamu menginginkannya, maka tahanlah dirimu. Tutup mulutmu jika tidak setuju!”


“Tetapi jika ditahan, lama-kelamaan aku mungkin akan sakit!” Ketika dia mulai tidak masuk akal, dia tampak seperti seorang anak kecil yang bersikeras harus mendapatkan permen itu. Dan dia adalah permen yang diinginkannya itu.


“Kalau begitu pergi matilah!” Dia marah.


Alis Qin Yinuo terangkat semakin tinggi, “Kalau begitu kamu beri tahu padaku siapa pria itu? Siapa pria tadi malam itu?”


“Qin Yinuo!” Dia berteriak dengan suara rendah.


Dia tidak percaya padanya, dia sangat marah.


“Aku tahu dia adalah pria yang kemarin, apa yang ingin pria itu lakukan? Apakah dia ingin mengejarmu? Tidak, kamu adalah milikku, hanya bisa adalah milikku!”


“Lalu, kamu milik siapa?” Dia bertanya, merasa dia sedikit keterlaluan.

__ADS_1


“Aku milikmu!”


“Tetapi kamu masih adalah milik Mo Yilan!” Dia berkata dengan cepat, setelah mengatakan itu, dia menyesal, karena dia melihat wajahnya yang langsung memucat, dan mulai ragu kembali.


Tetapi sekarang sudah terlambat untuk menyesal, dia menggigit bibir bawahnya dan merasa tidak berdaya.


Setelah menarik beberapa tarikan napas, barulah dia mengangkat kepalanya.


“Xiao Xue, aku hanya adalah milikmu, bukan milik siapa pun, aku hanya milikmu, tubuh maupun hatiku!” Dia berkata dengan perasaan yang dalam, “Mohon kamu percaya padaku, YiLan butuh bantuanku, aku hanya ingin menyembuhkannya, tidak memikirkan yang lain, cukup menyembuhkannya saja, hati nuraniku akan terasa lebih lega! Kamu izinkan aku, boleh?”


Dia menundukkan kepala menempel dengan dahinya, hati yang awalnya sudah kesal menjadi semakin mudah tersinggung karena perkataannya tadi, tanpa memperdulikan penolakannya, dia mencium bibirnya dengan impulsive.


Dia mendorongnya dengan kuat, ingin menghindari ciumannya. Tetapi ciumannya begitu mendominasi, begitu menguasai, membuatnya tidak bisa melarikan diri.


Merampas rasa manisnya dalam-dalam, dia sangat merindukannya, hanya ingin membuktikan bahwa dia hanya membutuhkannya.


“Qin Yinuo, aku sudah berkata, jangan sentuh aku!” Dia mendorongnya dengan kuat.


Dia semakin terluka, terengah-engah, lalu mengangguk dan menatapnya : “Xiao Xue, apakah kamu tahu? Sebenarnya, pada pertama kali,tatapanmu yang tidak berdaya itu sudah menarikku, aku ingat dengan sangat jelas bahwa pada malam itu aku menginginkanmu dua kali, kamu tidak bisa mengerti perasaanku pada saat itu! Betapa mengejutkan, betapa indah!


Pertama kali?


Pertama kali di antara mereka!


Mu Xue terkejut, wajahnya panas seperti terbakar.


Malam itu, juga di kamar ini, di atas kasur ini, dia dirobeknya dengan begitu kejam, dia masih mengingat rasa sakit itu dengan jelas, dan masih tidak tahan bergemetar ketika memikirkannya!


“Pada malam itu, kamu membuatku gila, membuatku terpesona……”


Pandangannya jatuh pada wajahnya yang tampan itu, panca indera yang terang itu, semua sisinya terlihat seperti diukir dengan penuh hati oleh Tuhan, itu adalah wajah pria yang sangat tampan, sangat tampan hingga membuat hati orang gemetar.


Dia sedang membicarakan pertama kali mereka, dia ingat?


Hatinya mulai berdetak dengan kencang.


“Xiao Xue, air matamu pada malam itu pernah membuat hatiku sakit, keindahanmu selalu tidak bisa kulupakan dalam beberapa tahun kemudian, sehingga di kemudian hari aku hampir jarang melakukan hubungan dengan YiLan, mungkin aku juga benar-benar bertanggung jawab atas perselingkuhannya……”


Dia terkejut! Tidak bisa mempercayainya.


Dia menatapnya, dan lanjut berkata : “Hingga kemudian, Mo Yilan pergi, aku sangat tersakiti, tetapi juga mulai menggunakan alasan ini untuk mencari banyak wanita, aku tahu reputasiku tidak baik, selalu menggoda wanita, sebenarnya lebih baik dikatakan sebagai sedang mencari semacam perasaan, apalagi dalam tiga tahun terakhir ini! Tetapi aku benar-benar hanya untuk mencari semacam perasaan, semacam perasaan denganmu itu, aku melepaskan dirimu, mengira semua wanita di dunia ini sama, tetapi tidak sama, aku tidak lagi menemukan kemurnian yang ada di tubuhmu itu! Oleh karena itu, ketika mewawancaraimu pada hari pertama di perusahaan Qin, aku hanya menanyakan namamu! Karena kamu sudah berubah, berubah menjadi lebih cantik dari sebelumnya! Hatiku tergerak ketika melihatmu, aku bahkan tidak percaya bahwa itu adalah kamu, ibu dari putraku……” Dia mengatakan rahasia yang ada di hatinya untuk pertama kalinya, rahasia yang sudah disembunyikan sangat lama.


Ekspresi Mu Xue hanya bisa menggunakan tercengang untuk mendeskripsikannya, “Tetapi mengapa kamu harus memperlakukanku seperti itu sambil menggunakan topeng?”


“Aku akui bahwa aku sangat licik, karena aku tidak tahu harus bagaimana menghadapimu, dan aku juga begitu merindukan aromamu. Jadi aku memikirkan cara licik seperti itu, dan pada saat itu aku juga benar-benar menginginkanmu untuk menjadi istriku! Tidak hanya karena kamu adalah ibu Tian Yu, tetapi kamu juga membuatku semakin kecanduan!”


“Apakah kamu tahu bahwa kamu sangat tidak normal melakukan hal itu? Padahal mengenal, tetapi kamu menggunakan topeng, apakah kamu tahu betapa aku merasa terhina?”


“Maaf! Semua ini hanya karena aku tidak bisa tahan menginginkanmu!” Napasnya terengah-engah, suaranya sangat serak, ada kekuatan yang menggoda di dalam mata hitamnya yang pekat. “Xiao Xue,


Sambil berkata, ciumannya jatuh sekali lagi


Dia menarik napas, tangannya yang besar sudah menyentuh dadanya, dia yang sedang hamil menjadi sangat sensitive, tubuhnya yang putih bersalju di bawah godaannya menjadi penuh dengan kemerahan yang menggoda, membentuk sebuah pemandangan yang sangat indah. “Xiao Xue, aku menginginkanmu, berikan padaku……”


Ciuman yang basah dan panas turun dengan paksa, wajah Mu Xue memerah, dan segera berteriak : “Tidak boleh, tidak boleh!”

__ADS_1


Tetapi tangannya malah mulai tidak tenang dan bergerak di seluruh tubuhnya, masuk melalui sweater-nya, lalu dengan sangat lincah membuka kancing bra-nya, dan menyentuh tubuhnya yang putih bersih itu.


__ADS_2