
Hello! Im an artic!
Wajahnya putih seperti kertas, dia menggenggam erat bajunya, wajahnya terlihat sangat merah.
Tidak! Dia pasti sedang mempermalukannya, dia ingin balas dendam, balas dendam karena tidak dijemput wktu itu. pria seperti ini mau wanita apapun mana mungkin tidak dapat?
Hello! Im an artic!
Wanita cantik seperti An Qian, dan juga Gao Siqi, wanita yang muncul di pesta bersamanya, semua wanita yang dia mau pasti ada? Jadi, dia merasa pria ini lagi bercanda!
Jadi dia menenangkan nafasnya dan berkata, “CEO, aku tahu kamu bercanda, kamu sudah berhasil, ucapan mu telah membuat aku malu, dan membuat aku tidak tahu harus ngapain! CEO, aku tahu kamu masih marah karena aku tidak pergi menjemputmu di bandara, ternyata pria seperti kamu begitu pelit!”
Mu Xue mengira dia pasti berpikir begitu.
“Huh?” Dia menaikkan alisnya.
Hello! Im an artic!
“Kamu boleh menertawakan aku, boleh menakuti aku, boleh menggunakan uang untuk mempermalukan aku.” Lagian kamu memang punya uang, tapi CEO, mempermalukan orang seperti ini apakah membuat kamu senang?
“Kalau aku bilang aku tidak bercanda?” Dia berkata dengan pelan.
Mu Xue kembali tegang, tiba-tiba dia merasa pria ini bukan orang seperti ini, kalau dia tidak bercanda.
“Kamu……” Dia melihat emosi yang berapi-api di dalam matanya, tapi dia tidak mengerti apa maksudnya.
Seorang pria yang menakutkan dan tidak terkontrol, kenapa dia bisa berhubungan dengan pria seperti ini
Mu Xue melihatnya dengan binggung.
“Jawaban kamu!” Dia berkata dengan dingin.
“Aku ingin pulang!” Dia langsung berdiri dengan panik, ketika ingin berdiri, dia takut akan ditahan olehnya, ternyata tidak, dia akhirnya menghela nafas dan berjalan ke arah pintu, tiba-tiba tangannya ditangkap dan ditarik kembali ke pelukannya.
“Ahh! Jangan begitu! Dia berteriak dengan suara kecil, dia tidak suka orang menyentuh badannya, dan pria yang besar dan menakutkan ini membuat dia tidak bisa bergerak.
Ketika ada pria yang mendekatinya, dia akan teringat malam ketika dia berumur 20 tahun itu.
Dia kecewa, takut, dan mulai merasa sedih.
Perlawanan dia membuat Qin Yinuo semakin berulah!
Dia langsung menarik bajunya, dan kancingnya langsung copot dan terjatuh ke lantai, memperlihatkan kulitnya bahunya yang memerah dan leher mulusnya itu.
Mu Xue yang terkejut lupa berteriak, pria ini beneran binatang buas!
Kedua tangan panjang itu bergerak dari lehernya, kemudian turun, sebelum dia sadar, kedua tangan itu sudah berada di atasa dadanya.
Tidak mempermainkan, seperti sedang memberitahu sesuatu, “Semua ini punya aku!”
Wajah Mu Xue terlihat memerah, ketika sadar dia dengan cepat menutup dadanya, “Kamu, kamu gila ya!”
Walaupun berkata begitu, dia tidak berani bergerak sama sekali, dia takut perlawanannya mendapat balasan yang lebih ekstrim lagi, dia takut seluruh badannya akan disentuh olehnya!
“Takut?” Suara dia semakin rendah.
Dia akhir mengangguk.
Dia menelan ketakutannya, detak jantung yang begitu cepat harusnya terasa di telapak tangannya!
Qin Yinuo tersenyum manis.
Dia mengangkat tangan menahan kepala bagian belakang Mu Xue, dan maju ke depan, kemudian mencium pelan bibir yang pucat itu, “Ini semua milik aku!”
Setelah berkata, dia mencium bibirnya, ciumannya berakhir setelah Mu Xue hampir kehilangan nafas, dia menekannya ke arah dada, sambil berkata dengan puas: “Putus dengannya, tidak peduli siapapun itu!”
“Kamu pasti sudah gila.” Dia terlihat gemetaran, seluruh udara tercium aromanya yang begitu kuat.
Dia akhirnya mengerti, Pria ini tidak bercanda.
“Iya! Aku gila! Aku beneran sudah gila!” Dia tiba-tiba berteriak dengan pelan.
Dia kemudian menepuk pelan punggungnya, kemudian mendekat ke telinganya dan berbisik. “Tidak boleh pacaran lagi, kalau nggak orang itu pasti tidak akan hidup dengan tenang, ingat, kamu adalah wanitaku, aku tidak ingin melihat kamu dekat dengan pria lain!”
Semakin rendah suara dia, ancamannya semakin mendalam!
Dia mulai gemetaran lagi!
Ucapan dia beneran?! Mu Xue berpikir dalam hati.
Qin Yinuo tersenyum lagi, kemudian mencium pelan pipinya.
“Takut? Jangan takut! Aku tidak akan memukulmu, aku hanya akan membunuh pria yang mendekatimu mati semuanya!”
Sekarang Mu Xue memastikan, dia tidak berhubungan dengan seorang pria yang sangat jahat. Hati Mu Xue yang tidak pernah terbuka oleh pria lain, tiba-tiba bergetar karena ucapannya.
Apakah semua pria seangkuh ini, atau memang pria ini saja?
‘CEO, aku sudah salah, kamu jangan menakutiku lagi boleh?” Walaupun dia sudah memastikan orang ini serius, tapi dia tetap berpura-pura bodoh, dan berusaha mengambil bajunya.
Dan kedua mata yang tajam itu terlihat ada beberapa emosi, “Jangan berpura-pura bodoh!”
__ADS_1
Hatinya semakin panik, mereka saling bertatapan, Mu Xue yang takut itu langsung menundukkan kepalanya. Dan tangannya, sedang berusah mencari bajunya.
“Putus dengannya! Ini terakhir kali!” Dia sudah sampai batas kesabarannya.
“Aku tidak…….” Jangan bilang dia tidak punya pacar, walaupun punya dia juga tidak bisa menghadapi ancamannya? Sekarang ini negara hukum!
“Kamu ingin di mati?” Suara yang begitu berbahaya.
Tidak tahu kenapa, dia masih saja takut!
Suara pria ini berbahaya ini terdengar lagi, “Tidak boleh pacaran !”
Apa kata dia? Pria gila ini, dia sudah mengucapkannya dua kali. “Aku tidak pacaran, tapi CEO, kamu bukannya suka perawan? Aku bukan perawan lagi!”
Walaupun ucapannya sangat menyulitkan dan memalukan, tapi dia tidak peduli lagi, “Lepaskan aku!”
“Siapa bilang aku Cuma suka perawan?” Dia menaikkan alisnya.
“Kamu, semua bilang begitu?” Dia menelan ludahnya.
Sialan! Kenapa dia membahas hal ini dengan pria ini, dia ingin segera pergi dari sini! Tapi sepertinya tidak segampang itu, dia takut membuatnya marah.
Kondisi sekarang, dia adalah kurban yang siap dipotong, dan Qin Yinuo, ada seekor serigala lapar, kalau dia kabur, mungkin akan mengeluarkan sikap buasnya.
“Semua bilang begitu?” Qin Yinuo mengedipkan matanya, dia menatapnya dengan serius, “Kamu boleh pergi operasi, aku bisa berpura-pura kamu perawan!”
“Gila!” Dia berkata, ternyata bahkan perawan operasi dia juga mau, pria sialan, dia beneran punya penyakit aneh, beneran gila!
“Inikah sikap kamu kepada penyelamat kamu?” Dia berkata dengan dingin, pertama kali dia mendengar orang memarahinya gila!
“Kamu…..” jangan berharap dengan sikap baik!
Tapi dia tidak berani mengucapkannya.
Melihat Mu Xue terdiam, Qin Yinuo tersenyum kembali.
Dia menatapnya dengan kedua mata membesar, dia merasa senyuman di wajah Qin Yinuo begitu menusuk mata.
Tiba-tiba, Qin Yinuo memeluknya lagi.
“Ah! Gila kamu, lepaskan aku!” Dia berteriak.
Wangi rambut, masuk ke dalam hidungnya.
Qin Yinuo menahan nafas, kemudian menarik nafas dalm-dalam, tidak peduli dengan perlawanannya, dia seperti menghirup semua wangi rambutnya, supaya bisa dikenang setiap hari.
Kenapa dia harus menahan diri?
Dia mengangkat kakinya dan berusaha menendangnya, tapi Qin Yinuo sudah menduganya, dia menghindarinya dengan santai.
“Sialan!” Qin Yinuo berteriak.
Mu Xue langsung panik, sekarang apa yang harus dia lakukan?
Dia memeluk tubuh yang lemas dan sedikit tegang ini.
Tangan dia, akhirnya bisa meraba seluruh badannya, bisa merasakan tulangnya, wanita ini kurus sekali! Qin Yinuo mengerutkan keningnya, “Kurus seperti ini masih mau melawan?”
Mu Xue terus melototinya.
Dia baru sadar wajah yang begitu tampan ini sedikit menggoda, kedua alisnya begitu rapi, melihatnya saja membuat detak jantung Mu Xue menjadi lebih cepat.
“Jadi wanita aku ya?” Dia berkata dengan pelan, suara dia masuk lewat telinga dan mengetuk pintu hatinya.
Mu Xue melototnya, dia sedikit kesal, “Tidak tidak tidak tidak…….”
Dia terus berkata tidak, dia beneran akan menjadi gila.
Tatapan Qin Yinuo begitu tajam, terus menatapnya, seperti berusaha masuk ke dalam hatinya.
“Kamu sudah gila?”
“Bentar lagi!”
“Kalau begitu jadi gila saja!” Dia tersenyum, tatapannya begitu dalam, seperti ada daya tarik yang menguncinya, bahkan memalingkan tatapan saja tidak bisa.
Mu Xue baru saja dirinya sudah berhubungan dengan seorang pria yang seperti serigala, bahkan lebih menakutkan dari serigala.
Dia tiba-tiba menimpanya ke sofa, dan mulai menciumnya dengan gila, leher, wajah, telinga, begitu gila, dia menghisapnya dengan gila.
“Uh Uh…..” Mu Xue ingin berteriak.
Tapi mulutnya tertutup oleh bibirnya, tidak tahu setelah berapa lama, dia masih saja menciumnya, Mu Xue merasa bibirnya sudah mau pecah, lehernya sangat sakit, telinga juga, dia berani menggigitnya!
“Apa yang sebenarnya kamu inginkan?”
“Mau kamu!”
“Kamu pergi mati saja! Aku mau resign! Aku mau resign!”
“60 Miliyar!”
__ADS_1
“Tidak ada!” Dia berteriak, pria ini beneran menyiksanya, “Tidak ada tidak ada tidak ada…….”
“Kalau begitu temani aku satu malam, 60 miliyar, dan juga memperbolehkan kamu resign, bagimana?” Dia yakin wanita ini pasti tidak mau, kalau dia berani mengiyakan, berarti dia tidak berhak menjadi wanitanya.
“Mati saja kamu!”
“Ah!” Kali ini yang berteriak adalah Qin Yinuo, dia memegang tangannya yang terluka tadi: “Kamu berani memukul luka aku!”
“Awas kamu!” Mu Xue dengan cepat mengambil bajunya dan berlari ke arah pintu, dia seperti kelinci yang bertemu pemburu, larinya begitu cepat.
Qin Yinuo tersenyum melihatnya.
Untung, dia lebih berani dari bayangannya, untung, walaupun dia butuh uang, tapi dia tidak rakus, dia tidak melakukannya demi uang.
Dia berpikir, 5 tahun lalu, pasti karena terpaksa!
“Tuhanku!” Ketika membuka pintunya, dia mendengar terikan Mi Lin, “Kenapa baru pulang sekarang?”
“Mami! Kami terus menunggumu!”
Mu Xue sedikit menyesal dan merasa bersalah melihat Mi Lin dan Mu Xue yang belum tidur, dia langsung menundukkan kepalanya.
“Ya! Kenapa dengan kamu?” Mi Lin langsumg berlari ke arahnya! “Astaga, wajah kamu, Xiao Xue kamu kenapa?”
Mi lin dan Cheng Cheng bengong melihat bibir Mu Xue yang bengkak, juga bekas ciuman di lehernya itu.
“Aku tidak apa-apa! Aku pergi ganti baju dulu!” Mu Xue memberikan mereka sebuah tatapan yang menenangkan.
“Xiao Xue, kamu di?” Mi Lin tidak berani berpikir.
“Aku tidak apa-apa! Beneran, hanya kecelakaan saja, tidak apa-apa!” Mu Xue tersenyum, sedikit canggung.
Mu Xue masuk ke kamar mandi.
Dia terus memikirkan Qin Yinuo yang mencium dan terus menggigitnya tadi, dia hampir saja diperkosa olehnya!
Dia tidak mengejarnya, tadi dia punya kesempatan untuk mengejarnya, kalau dia beneran mengejarnya, kalau beneran mau memperkosanya, dia tidak akan bisa kabur, tapi Qin Yinuo tidak melakukannya. Dia berlari keluar apartemennya, ketika sampai di bawah dia melihat papan bertuliskan —– Mansion Minghao.
Cermin di depannya menampilkan wajahnya yang bengkak.
Wajah yang pucat itu, kenapa bisa bengkak begitu?
Kenapa pria itu bisa menyukainya?
Dia tidak secantik itu sampai bisa membuat Qin Yinuo tergila-gila dengannya?
Kenapa dia harus mengganggunya? Mu Xue tidak tahu jawabannya. Tidak peduli siapa yang suka padanya, dia sudah tidak berhak lagi, karena dia sudah kehilangan kepercayaan diri dan kehormatan untuk cinta kepada seorang pria sejak 5 tahun lalu.
Dia hanya ingin bersama Cheng Cheng dan hidup dengan baik.
Di kamar mandi, Mu Xue membuka pakaiannya, dan menggunakan air panas untuk membasahi badannya! Air mata dan air saling bertemu, dia adalah Mu Xue yang tidak berair mata lagi! Cairan panas yang keluar dari matanya, hanya saja cairan yang kelebihan di tubuhnya! Air mata dia, sudah hilang dari beberapa tahun lalu.
“Tante Mi Lin, apakah mami aku bertemu orang jahat?” Cheng Cheng terlihat khawatir.
“Aku pergi lihat dulu, kamu tidur saja, mami bilang tidak apa-apa, kamu jangan khawatir!” Mi Lin membawa Cheng Cheng pergi tidur. “Cepat tidur yah anak baik!”
Ketika Mu Xue pergi, Qin Yinuo duduk di sofa sambil merokok, wajahnya terlihat emosi kesepian.
Karena tidak bisa tidur semalaman, dia bangun telat pagi ini.
Alarmnya tidak berbunyi, dia lupa mengaturnya semalam. Di depan ada sebuah memo. “Xiao Xue, aku anter Cheng Cheng ke sekolah, kamu istirahat yang baik, semalam kamu terus mimpi buruk! Hari ini ijin saja!”
Ketika dia bangun sudah jam 8 malam. Di cermin dia melihat lehernya yang ada bekas biru, Mu Xue terus berpikir apakah ingin pergi kerja atau tidak, pada akhirnya, dia tidak pergi! Karena bibirnya, beneran sangat bengkak dan tidak bisa bertemu orang lain.
Tapi dia juga tahu, kalau dia terus menghindar, belum tentu bisa menghindarinya. Jadi lebih baik dia ijin tidak masuk saja.
Semalam Mi Lin terus bertanya apa yang terjadi, dia tidak bilang Qin Yinuo, hanya bilang bertemu perampok, dan hampir saja digituin, untung sempat diselamatkan.
Jam 9
Qin Yinuo datang tepat waktu ke kantor, dia melirik ke arah tempat duduk Mu Xue dan tidak melihat orangnya, dia langsung mengerutkan keningnya, kemana dia?
“CEO, sekretaris Mu hari ini tidak enak badan dan ijin sakit!”
“Ijin?” Qin Yinuo mengulanginya.
Ternyata hanya ijin saja! untung!
Dia mengira wanita ini tidak akan datang lagi. Dia mengakuinya, semalam dia sedikit keterlaluan, wanita itu tidak berani datang karena bekas-bekas yang ditinggalkan semalam?
Mu Xue berganti gaun panjang, turtle necknya pas untuk menutup bekas birunya. Hari kematian papanya sudah dekat, dia bisa pergi melihatnya hari ini.
Di kuburan
Satu di area timur, satu di area barat.
Walaupun satu kuburan, tapi di sini ada dua orang keluarganya.
Papa dan adiknya.
Mu Xue datang ke depan kuburan papanya, tiba-tiba dia melihat sebuah bunga krisan, siapa yang datang melihat papanya? Dia sedikit tercengang, apakah dia yang datang?
__ADS_1