
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan seperti tersenyum sambil menyipitkan mata dan memainkan cuping telinganya dan bertanya, “Siapa pria yang mengantarmu pulang tadi? Apakah aku harus memeriksa tubuhmu sudah disentuh pria atau tidak? Atau perawanmu kamu berikan untuk pria yang mengantarmu pulang tadi? Atau pria lain? Beritahu aku, siapa orangnya?”
Song Yin tertegun untuk beberapa detik dan menggerakkan bibirnya yang pucat, “Dia adalah adik kampusmu yang kamu lihat waktu itu, Luo Weihan.”
Hello! Im an artic!
“Oh! Benarkah?” Nada suaranya terdengar biasa saja.
“Aku tidak akan memberitahumu dan kamu juga telah mengatakan tidak akan bertanya lagi tapi kamu bertanya lagi dan aku memberitahumu untuk terakhir kalinya jika perawanku bukan diberikan kepadamu dan sangat adil karena kamu bukan perjaka, mengapa aku harus perawan? Selidiki saja jika kamu hebat karena aku sampai mati juga tidak akan mengatakan apa-apa!” Song Yin tidak tahu berapa banyak ketakutan yang dia singkirkan untuk mengatakan kata-kata ini dan dia juga tidak yakin apakah Ye Jintang akan bertanya lagi atau tidak dan dia hanya merasa sangat lelah.
MataYu Jinglan bersinar sewaktu dia mengatakan ini dan tersenyum, dia meletakkan bibir di telinga untuk menggodanya, “Kamu simpan semua niat busukmu dan ikut aku dengan patuh karena kamu juga tahu jika temperamenku tidak baik dan siapa saja akan menderita jika membuatku marah! Apakah kamu mengerti? Mungkin saja aku akan menyebarkan masalah memalukan kakakmu sehingga Walikota Song dan keluarga Song jangan menyalahkanku!”
Dia menghindari ciumannya sambil bergumam, “Mengerti.”
Hello! Im an artic!
Lagipula dia tetap harus mengerti meskipun tidak mengerti, bukankah seperti itu?
Dia menatapnya diam-diam untuk beberapa saat lalu bertanya dengan kasar, “Mengapa Luo Weihan bisa bersamamu?”
“Dia menabrakku!” Dia berkata dengan pelan.
“Oh?!” Nada suaranya terdengar sedikit aneh.
Seluruh badannya menjadi kaku dan terdiam.
Dia mendorongnya, membungkuk dan menekannya sambil mencium bibirnya dengan kuat dan mengisap cairan mulutnya, mengisap manisnya dan juga mengisap jiwanya.
Lidahnya menjeratnya dengan erat.
Tidak terlalu banyak pemanasan dan dia membuka bajunya dan langsung membuka kakinya, membuka ikat pinggangnya, membungkuk untuk masuk dan menyedotnya dengan erat.
Perasaan seperti itu membuatnya gila.
Karena ada benda asing masuk maka membuat bagian dalam tubuh Song Yin terasa sakit tapi memberinya sensasi yang aneh sehingga dia menggigit bibirnya, sangat sakit sehingga menyebar ke seluruh tubuhnya tapi dia tidak berdaya dan dia hanya bisa menahannya.
Bagian intimnya mulai basah dan mengeluarkan cairan.
“Apakah senang?” Yu Jinglan bergerak sambil bertanya.
“Tidak!” Song Yin melawan kata hatinya lalu berkata dengan dingin. “Sangat sakit!”
“Kamu sangat tidak patuh! Aku sangat marah!” Yu Jinglan tiba-tiba membalik tubuh Song Yin sehingga membelakanginya dan bergerak dengan cepat di belakangnya.
Kecepatan yang tiba-tiba seperti mengoyak tubuh Song Yin sehingga gerakannya yang dalam membuatnya tidak bisa menahan rasa sakitnya dan keringat dingin bercucuran.
Badan Song Yin kaku seperti patung dan tidak membalasYu Jinglan .
Sikapnya yang dingin membuatYu Jinglan marah sehingga dia masuk lebih dalam lagi. Dia terus menyiksanya dengan api yang membara dan hampir membuat Song Yin jatuh dan kesakitan dan nikmat.
Dia hanya bisa memegang sprei yang ada di bawanya sambil menggigit bibirnya yang pucat dan membalas bara apiYu Jinglan dengan kedinginan.
Yu Jinglan baru melepaskannya sewaktu badannya hampir tidak bisa menahannya lagi, lalu mendorong badannya, memutarnya dan masuk kembali.
__ADS_1
Luka gores di badannya sangat banyak sehingga dia mengerutkan keningnya tapi dia tidak melepaskannya.
Dia menunduk untuk menciumnya, ototnya yang keras bersentuhan dengan kulitnya yang lembut, dia perlahan-lahan bergerak masuk dalam bagian tubuhnya yang lembut tidak dengan kekerasan lagi, juga tidak kasar dan tidak ganas lagi tapi berubah menjadi gerakan yang lembut.
Song Yin semakin basah dan ada suara cairan di antara pertemuan keduanya danYu Jinglan tidak merasa puas dengan sentuhan yang dangkal lalu dia mundur dan mendoronganya kuat-kuat dan benda yang panas menusuk ke dalam.
“Uh…..” Song Yin mengerang sehingga menambah semangatnya.
Apakah karena benci? Maka dia melukainya….. mengapa pria ini seperti ini?
Kaki ramping terus menendang dan air matanya jatuh karena dia berpikir dia menyiksanya dan perasaannya terus jatuh, dia takut dirinya jatuh lebih dalam lagi!
Dia membuka matanya lebar-lebar sambil memberontak melihat pria itu dan dia tidak tahu harus menempatkannya di mana. Dia terlalu kejam dan tatapan matanya membuat hatinya sakit sehingga air matanya jatuh menelusuri pipinya dan masuk dalam mulutnya.
Dia merasakan air matanya yang asin, Yu Jinglan mengangkat kepalanya sambil melotot. “Mengapa kamu menangis?”
“Lepaskan aku!” Dia seperti memohon dan air matanya jatuh lebih banyak lagi, mengapa dia jadi suka menangis setelah menikah dengannya? Dia tidak suka dirinya yang lemah seperti ini, sama sekali tidak suka.
“Tidak mungkin! Tidak ada orang yang pergi setelah menantangku! Selain itu kamu adalah wanita pertama yang berani berbuat seperti ini!” Dia berkata tanpa perasaan dan dia hampir masuk sampai dasar sambil memegang pinggang rampingnya dengan erat juga mengenai luka yang ada di pinggangnya sehingga dia hampir pingsan kesakitan.
Siksaan seperti ini membuat orang mabuk yang berlangsung satu jam dan akhirnya dia melepaskan cairannya sewaktu dia hampir tidak tertahankan lagi.
Yu Jinglan bangun untuk mandi.
Song Yin mendengar percikan air di kamar mandi dan berusaha membuka matanya yang penuh air mata dan berusaha keras menahan perasaan dalam hatinya karena dia takluk dengan keterampilan bercintanya, dia jatuh dalam nafsu.
Apa yang dia pikirkan ketika menikah dengannya?
Yu Jinglan melihat Song Yin yang sedang melamun ketika dia keluar, “Mengapa kamu masih bengong? Masih tidak pergi mandi!”
Song Yin mengangkat matanya yang tidak bersemangat dan menatap mataYu Jinglan tanpa ekspresi. Jubah mandinya memperlihatkan setengah dadanya yang kekar dan rambutnya yang hitam dan lembab tidak mengurangi ketampanan wajahnya.
MataYu Jinglan yang tajam seperti lampu sorot seolah-olah menembus jiwa dan hatinya!
Song Yin menurunkan kelopak matanya karena dia tidak ingin melihat suasana hatinya dan terlihat bulu matanya yang cantik.
Yu Jinglan mengerutkan keningnya dan mendorongnya sewaktu melihat Song Yin yang begitu dingin dan berteriak marah, “Mengapa kamu tidak masuk! Kenapa masih berdiri di sini?”
Song Yin membungkukkan badannya dan berkata pelan, “Aku pergi sekarang.”
Setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi.
Suara air mengalir menyembunyikan hatinya yang sakit, ayahnya mauYu Jinglan mencintai dirinya dan dia menertawakan dirinya sendiri karena dia tahu jika sangat banyak wanita di sampingnya dan dia hanya salah satu di antara mereka, yang berbeda adalah dia beruntung bisa menjadi istrinya dan hanya itu kelebihannya. Selain itu dia tidak punya kelebihan lainnya.
Hanya saja dia merasa dirinya kotor karena memikirkan dia bersama wanita lain.
Suara aliran air bisa menyembunyikan sakit hatinya, dia berbaring di dalam bathtub dan tidak tahu berapa lama dia berada di dalam dan dia juga tidak peduli apakah luka badannya infeksi atau tidak sampai airnya dingin, dia merasa kepalanya pusing dan sunyi sekali tanpa ada suara tetesan air, dia tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu.
Yu Jinglan mengetuk pintunya, “Song Yin, apakah kamu masih belum selesai?”
Dia mendengar suara ini tapi terasa sangat jauh.
Dan dia sudah menendang pintunya sewaktu dia masih merasa kaget.
Song Yin menatapnya dengan bingung.
__ADS_1
Yu Jinglan melihat dia berbaring di dalam bathtub sehingga tubuh cantiknya terlihat lebih menggoda, hanya sekali tatapan tapi dia merasa napasnya sesak dan keinginan yang baru dilepaskan tidak lama tadi bangkit kembali.
Dia berjongkok sambil menatap matanya yang dingin dan matanya terlihat tegang.
Dia membungkuk untuk menggendongnya, “Bangun! Kamu sudah berendam berapa lama?!”
“Aku akan bangun sendiri!” Pipinya terlihat merah.
“Airnya sudah dingin, apakah kamu bodoh?” Dia membungkuk untuk menariknya keluar.
Song Yin meronta dalam pelukannya tapi lengannya sekeras besi supaya dia tidak jatuh. Tangan lainnya mengambil handuk untuk membungkusnya dan dia tiba-tiba menghela napas, “Kamu tidak keluar karena ingin aku masuk menggendongmu?”
Dia tidak peduli dengan pemberontakannya dan membawanya masuk ke kamar, membuka selimut dan memasukkannya ke dalam. Dia juga ikut masuk ke dalam lalu menutup lampu dan memeluknya.
Hatinya bergetar sambil memiringkan wajahmu, dia menghukumnya dan mencium bibirnya yang lembut sehingga membuatnya ketagihan, dia ragu sebentar lalu membuka bibirnya dengan paksa.
Ada ******* dalam kegelapan, “Aku sangat sakit…..”
Dia menutup matanya sambil menahan serangannya sekali lagi, air matanya jatuh lagi, tidak tahu apakah karena dia merasa sedih ayahnya menyuruh dia membuat Kakak besar Yu mencintai dirinya tapi dia tahu Kakak besar Yu tidak punya hati…..
Air mata terus berjatuhan….. yang dia sendiri juga tidak tahu apakah dia sedih atau bukan.
Dia tidak berbicara tapi terus menyerangnya.
Song Yin menggigit bibirnya dan mengerang. Mengapa dia mau lagi?
Tempat tidur menjadi berantakan sekali lagi dan anggota tubuh saling bertautan dan Song Yin tidak tahu apakah ini perlawanan atau keinginan….
Bibirnya, lidah dan tangannya menikmati apa yang dia inginkan dan Song Yin merasa dia sama sekali tidak bisa menghentikannya.
Sewaktu dia membuka kedua kakinya lagi dan dia mengerang dengan puas sewaktu masuk ke dalamnya dan akhirnya Song Yin juga tidak tahan untuk mengerang.
Air matanya lebih banyak lagi!
Bukan karena kekerasannya tapi karena dia jatuh sekali lagi dan dia dengan jelas bisa merasakan jika badannya sangat menginginkannya!
“Apakah merasa nyaman?” Pria sepertinya suka menanyakan pertanyaan ini di tempat tidur.
“Tidak!” Song Yin menggigit bibirnya dan tidak mau mengakuinya.
“Bohong!” Dia mendorong dengan lebih keras lagi.
“Ah…..”
“Mengapa kamu teriak jika tidak nyaman?”
Dia mencium bibirnya dengan lembut dan mencium air matanya dalam kegelapan dan tubuhnya bergerak dengan liar.
“Uh…..” Akhirnya dia mengesampingkan semuanya dan Song Yin memegang lehernya dan membalas setiap kali dia masuk ke dalam.
Dia terlihat tersenyum dalam kegelapan.
Akhirnya…..
Akhirnya semuanya berakhir dan dia memeluknya.
__ADS_1