
Hello! Im an artic!
“Kamu membaca pesan siapa dengan begitu serius?” Yu Jinglan mengambil ponselnya dan suara anehnya membuat Song Yin bergetar lagi dan sepertinya masih ada pesan yang belum dia baca sewaktu dia mengambil ponselnya.
Kebetulan Yu Jinglan melihat pesan terakhir dan anehnya dia hanya mendengus dingin tapi tidak mengatakan apa-apa dan tidak tahu apa yang dilihatnya kemudian sepertinya dia menekan beberapa tombol yang membuat hati Song Yin tegang, dia mengembalikan ponselnya, dia menunduk dan tanpa sadar melihat jika pesannya sudah dihapusnya.
Hello! Im an artic!
Setelah menyimpan ponselnya, Song Yin meminum air yang ada di atas meja.
Dia selalu merasa sangat takut padanya dan selalu merasa dirinya telah melakukan sesuatu yang bersalah kepadanya, seharusnya dia sudah melihat pesan dari Ye Jintang, apakah dia akan menghinanya lagi dan mengatakan dia sedang menggoda pria?
“Makanlah!” dia memesan dua porsi komplit dan sepertinya Yu Jinglan tidak makan.
Song Yin menatapnya dengan tidak percaya tapi dia tetap mengambil sumpit dan mulai memakannya karena dia merasa sedikit lapar, susu kacangnya kental, dumplingnya juga sangat wangi…..
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan melonggarkan dasinya karena merasa agak kesal karena ini kali pertama dia merasa tidak terlalu mengerti dirinya sendiri. Dia tidak berganti pakaian, semalam dia naik ke atas dan ingin untuk mendobrak pintunya tapi dia tidak masuk begitu dia mendengar suara tangisannya dari luar.
Yu Jinglan tidak makan karena hatinya sedang kacau, dia menertawakan dirinya sendiri lagi ketika melihat Song Yin.
Dirinya pasti sudah gila karena makan bersama wanita yang tidak bersih ini?!
“Apakah….. mau tambah lagi?!” Yu Jinglan melihatnya memakan semuanya sampai bersih sehingga dia mengangkat bahunya sambil menatap Song Yin tanpa daya.
Kelopak matanya bengkak karena semalam menangis terlalu lama tapi tidak diduga dia masih punya nafsu makan sehingga menghabiskan seluruh makanannya.
Song Yin mengatupkan bibirnya sambil menggelengkan kepalanya. “Aku sudah kenyang!”
“Jika begitu mari kita pergi!”
“Tapi kamu masih belum makan!” Dia menunjuk makanan yang ada di depannya, susu kacang hanya diminum seteguk, hanya makan sesuap dumpling, sayuran pendampingnya sama sekali tidak disentuh.
“Aku tidak lapar!”
“Tapi lambungmu akan bermasalah jika sering tidak sarapan!” Dia berkata dan jelas-jelas dia tahu jika perhatian seperti ini salah karena apa yang terjadi kemarin tapi dia tetap berkata seperti itu.
Yu Jinglan mengerutkan keningnya lalu dia mengambil sumpitnya untuk mulai makan.
Song Yin sepertinya lega sambil tersenyum kepadanya.
Dia tersenyum padanya tapi dia menghela napas ketika dia teringat tangisannya semalam sehingga matanya terlihat tegang lalu dia menunduk untuk makan beberapa suap lalu mengambil tisu untuk menyeka mulutnya, “Sudah, mari kita pergi!”
Sepertinya restoran baru selesai mengepel lantainya dan Song Yin yang berada di sampingnya terpeleset, Yu Jinglan segera meraih pinggangnya dan dia hampir jatuh terpeleset.
“Apakah kamu baik-baik saja? Ceroboh sekali? Wanita bodoh!” Napasnya yang panas mengenai telinganya dengan aroma rokok yang kuat karena entah berapa banyak rokok yang telah dia isap.
Song Yin mengangkat kepalanya dengan panik dan bibirnya mengenai bibirnya sehingga dia matanya terlihat menegang dan ada api membara yang terlihat famailier di wajahnya yang membuat wajahnya memerah dan dia berkata, “Terima kasih.”
__ADS_1
“Kamu memang benar-benar bodoh!” Suaranya terdengar tidak berdaya dan dia melepaskan dirinya lalu menggandeng tangannya yang membuat hati Song Yin terasa hangat karena perlakuannya yang penuh perhatian membuatnya kaget.
Yu Jinglan mengantar Song Yin pergi kerja dan mobilnya berhenti di depan balai kota dan Yu Jinglan berkata sewaktu Song Yin akan turun, “Tunggu!”
Dia memiringkan kepala untuk melihatnya dan menemukan jika dia mencondongkan badan ke arahnya dan memberikan sebuah ciuman hangat di keningnya.
Wajahnya memerah.
“Pergilah! Aku akan datang menjemputmu pulang kerja sore nanti!” Dia berkata.
Ciuman hangat seperti ini membuat air matanya menumpuk di matanya dan dia segera berbalik untuk turun dan melangkah dengan cepat lalu melihat ke belakang lagi, dia menemukan jika mobilnya masih ada sehingga membuatnya kaget dan dia langsung masuk ke balai kota tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal sampai ke belokan yang tidak kelihatan dia baru bisa menarik napas dalam-dalam dengan wajah merah.
Pada saat mau masuk ke kantor, Song Yin menarik napas dalam-dalam sambil tersenyum.
“Song Yin, apa yang terjadi denganmu semalam?” Ye Jintang menghampirinya ketika dia baru masuk sambil bertanya penuh perhatian.
“Aku ada urusan keluarga tadi malam, maaf karena tidak sempat memberitahumu!” Song Yin melihat Wen Xiaoxing yang wajahnya penuh perhatian di belakang Ye Jintang.
“Baguslah jika kamu baik-baik saja!” Wen Xiaoxing bernapas lega. “Aku dan Ye Jintang kemarin panik sekali karena kamu menghilang setelah lampunya menyala kembali, katanya tarianmu dan Ye Jintang tadi malam memukau semua orang, Song Yinaku tidak menyangka kamu punya keahlian seperti ini!”
“Ah! Biasa saja!”Song Yin tersenyum dan menemukan mata Ye Jintang terlihat aneh sewaktu melihatnya lalu dia mengangguk dengan sopan untuk menghindari tatapannya.
“Ye Jintang, tidak diduga departemen kita muncul dua penari hebat seperti kalian, kapan kalian menunjukkannya kepadaku? Sayang sekali karena tadi malam tidak melihatnya!”
Tidak tahu mengapa Song Yin merasa kata-kata Wen Xiaoxing mengandung sedikit kecemburuan.
Kata-katanya sepertinya mengandung arti yang dalam.
Song Yin menjawabnya dengan arti yang dalam, “Lihat takdir, sekarang sudah saatnya jam kerja, apakah kalian tidak perlu kerja?”
“Benar!” Ye Jintang terlihat enggan tapi tetap berjalan ke arah kantornya yang berada di samping.
Wen Xiaoxing segera mendekatinya setelah dia pergi. “Aku melihat Yu Jinglan menarikmu keluar tadi malam, apakah kalian baik-baik saja?”
“Kamu melihatnya?” Song Yin merasa kaget.
“Benar, aku kebetulan berjalan di koridor sewaktu listriknya mati dan melihat kalian masuk ke sebuah ruang istirahat kecil…..” Tatapan mata Wen Xiaoxing menjadi hangat sewaktu dia bicara sambil memperhatikan Song Yin. “Kalian tidak melakukan sesuatu di dalam ruang istirahat itu bukan?”
“Apa?” Song Yin tiba-tiba bereaksi.
“Ya ampun Song Yin kamu benar-benar polos sekali!” Wen Xiaoxing meninggikan suaranya. “Di dunia ini ternyata masih ada orang sepolos kamu, ya ampun, ini benar-benar langka!”
Reaksi Song Yin ini membuat wajahnya memerah. “Mengapa kamu keluar?”
“Hai! Jangan ungkit lagi! Aku mengobrol sebentar dengan bos Hua Yuan dan aku mendapati jika orang itu sangat cabul dan dia menarikku untuk pergi check in setelah mengobrol beberapa kata, dia juga mencari alasan dengan mengatakan ingin mencari angin di luar tapi dia langsung ingin membawaku ke kamar setelah kami keluar, untung saja aku pintar sehingga tidak ikut dengannya tapi sebenarnya aku masuk juga tidak apa-apa karena aku bisa menendang telurnya jika aku tidak bersedia!”
“Dia tertarik padamu?” Song Yin sebenarnya bukan orang yang suka bergosip tapi Wen Xiaoxing mengubah topik ke arah dirinya sehingga mau tidak mau dia harus berbuat seperti itu.
“Dia tertarik dengan tubuhku!” Wen Xiaoxing mengangkat bahunya. “Tidak bisa jika hanya tertarik dengan tubuhku, yang kakak mau adalah perasaan dan tubuh, jika hanya ingin tubuh maka kakak bisa pergi mencari gigolo bukan pangeran kaya!”
__ADS_1
Benar!
Yang diperlukan wanita adalah ikatan emosional dan ini berbeda dengan pria!
Song Yin menghela napas ketika memikirkan hubungannya dengan Yu Jinglan , sebenarnya hubungan mereka itu apa?
Pasangan suami istri? Tapi tidak ada cinta.
Pasangan tidur? Tapi bukan suka sama suka. Bukankah teman tidur akan menyenangkan jika suka sama suka? Tapi di antara mereka penuh kekerasan dan ketidakbahagiaan.
“Meskipun kakak ingin mendapatkan pangeran kaya tapi akan melakukannya secara sopan tapi jika membuat diri sendiri terperangkap sebelum mendapatkan pangerannya maka itu merupakan sebuah kerugian besar!”
Song Yin terbangun dengan kata-kata Wen Xiaoxing dan dia tersenyum, “Benar, cinta sangat penting!”
“Song Yin, apakah kamu menikah dengan Yu Jinglan karena cinta?” Wen Xiaoxing mengganti topik ke arah dirinya lagi.
Song Yin tertegun untuk beberapa saat dan balik bertanya, “Apakah ada cinta di dunia ini?”
“Siapa tahu! Apakah kamu tidak punya pacar sewaktu kuliah? Mengapa kamu menikah di saat masih belum lulus?”
Mata Song Yin menerawang jauh ketika mengungkit masalah pacar, pria yang mengatakan dirinya pacarnya pergi sekolah ke luar negeri sewaktu dia kuliah semester dua dan sejak itu tidak pernah berhubungan lagi, tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang?
“Tidak ada!” Song Yin menggelengkan kepalanya, meskipun orang itu mau menjadi pacarnya tapi dia tidak menyetujuinya sehingga dia berkata dengan serius jika dia tidak punya pacar.
“Jka begitu nasib kita sama! Kakak juga tidak pernah pacaran!”
Song Yin merasa kaget karena wanita terbuka seperti Wen Xiaoxing bahkan tidak pernah pacaran?
Telepon kantor berbunyi ketika mereka sedang bicara dan Wen Xiaoxing langsung mengangkatnya. “Halo! Oh, Ye Jintangya, memangnya kamu tidak perlu kerja, datang saja jika ingin mengatakan sesuatu!”
“Ada apa? Song Yin, apakah kamu sudah sarapan?”
“Sudah!” Song Yin menjawabnya.
“Song Yin mengatakan jika dia sudah makan tapi aku masih belum, Ye Jintang, ada apa ini, kita adalah teman sekolah, apakah ada teman sepertimu? Hehe, makan KFC saja dan aku mau paha ayam, sama seperti dulu, benar!” Wen Xiaoxing menutup teleponnya dengan senang sambil melihat ke arah Song Yin dan bertanya, “Kamu, apa yang kamu lihat?”
“Ternyata kamu dan Ye Jintang teman sekolah ya?”
“Ya! Apakah aku tidak memberitahumu?” Wen Xiaoxing terlihat bingung.
“Tidak.”
“Aku dan Ye Jintang adalah teman sekolah sewaktu TK dan SD tapi tidak satu sekolah sewaktu SMP karena ayahnya berpindah tugas maka dia pindah sekolah begitu lulus SD kemudian kami bertemu lagi sewaktu kuliah dan menjadi rekan kerja setelah lulus kuliah!”
“Benar-benar jodoh!” Song Yin bergumam.
“Jodoh apaan, apakah kamu tidak melihat jika dia tertarik denganmu?” Wen Xiaoxing menggelengkan kepalanya. “Tapi kamu sudah menikah dan aku berani mengatakan jika kamu belum menikah maka dia akan mengejarmu seperti serigala buas! Kamu tidak tahu bagaimana tampangnya sewaktu dia mengejar gadis saat kuliah dulu, dia benar-benar seorang pendekar cinta!”
“Sayangnya aku sudah menikah!” Satu kata memmbuat Song Yin menuntaskan hubungannya dengan Ye Jintang karena dia seperti merasakan hubungan aneh antara Wen Xiaoxing dan Ye Jintang, tumbuh bersama sejak dari kecil? Teman sekolah selama bertahun-tahun? Hubungan ini tidak biasa! “Mengapa kamu mau mencari pengeran kaya tetapi bukan mempererat hubunganmu dengan teman sekolahmu Ye Jintang?”
__ADS_1