AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 549 Bukan Urusanmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kata-kata Feng Baiyi membuatnya linglung, dia mencoba bertanya, apakah dia benar-benar mencintai Kak Chi begitu dalam? Dia tidak tahu, hanya saja hatinya sangat kacau, “Bukan urusanmu!”


“Jika kamu mencintainya, kenapa kamu harus peduli dengan pernikahannya? Jika kamu mencintainya, kamu pasti rela menjadi kekasih simpanannya, tetapi kamu tidak melakukannya!” Feng Baiyi tahu bahwa kata-katanya sangat kejam, tetapi dia hanya ingin menyadarkannya.


Hello! Im an artic!


Dia sangat terkejut hingga ketakutan, dia pun segera turun dari tempat tidur. Dia tidak sanggup mendengarkannya lagi, hatinya benar-benar sangat sangat kacau. Dia berteriak: “Jika kamu tidak keluar, aku yang akan keluar!”


Dia turun dari tempat tidur dan ingin lari.


Tapi Feng Baiyi meraihnya dan menariknya ke dalam pelukannya. Su Yan mengangkat wajahnya dengan takut. Tubuh Feng Baiyi menempel dengan tubuhnya, lalu Feng Baiyi menunduk untuk mencium bibirnya dengan keras. “Maukah kamu menerima ciumanku jika kamu mencintainya? Su Yan, kamu tidak mencintainya! Kamu hanya terbiasa dengannya, mengerti?”


Su Yan benar-benar bingung, dia hampir tidak bisa memahami situasi saat ini.


Hello! Im an artic!


Dia mencoba melawan dan berteriak, tangannya terus memukul tubuh Feng Baiyi. Bukankah aku sudah bilang, biarkan aku sendirian? Su Yan tertegun dan stress ketika dia dibentak oleh Feng Baiyi, dia terjerumus dalam situasi yang kacau, menggelengkan kepalanya dengan keras, “Tidak, tidak mungkin, tidak mungkin, aku mencintai Kak Chi!”


Dia terus memukul tubuh pria itu, tetapi tubuh itu terlalu kuat dan terlalu besar, dia tidak bisa melepaskan diri sama sekali, dia hanya bisa pasrah dan menerima ciumannya.


Kulit kepalanya mulai mati rasa, bibirnya terasa hancur, rasa sakit datang karena bibir berapi-api yang sedang menempel di bibirnya, menyebabkan dia mengerutkan kening. Feng Baiyi begitu semena-mena, seperti api yang sedang membara, membuat tubuhnya gemetaran, dia tidak tahu apakah itu reaksi alami dari tubuhnya atau karena kemarahannya, yang jelas, itu adalah perasaan yang tidak bisa dia kendalikan.


Su Yan hanya bisa menatapnya, sialan! Dasar sialan! Dia terus mengutuk Feng Baiyi di dalam hatinya.


Setelah beberapa saat, dia baru melepaskannya, memeluknya dengan napas terengah-engah dan berbisik: “Kamu adalah milikku, sayang!”


“Milikmu itu adalah hantu!” Dia melawan.


Suara rendah Feng Baiyi sangat mempesona, mata hitamnya bersinar terang, “Aku menginginkanmu, jadi kamu tidak bisa melarikan diri. Lupakan Rong Hanchi, dia tidak layak untuk mendapatkan cintamu, mulai hari ini, kamu hanya boleh mencintaiku!”


Nadanya yang semena-mena dan suaranya yang seperti magnet membuat pikiran Su Yan menjadi kosong. Siapa kamu, bisa-bisanya kamu menyuruhku untuk tidak mencintainya?


Sepuluh tahun!


Dia telah bersama Kak Chi selama sepuluh tahun. Sejak dia masih anak kecil yang berusia tujuh tahun hingga berubah menjadi gadis remaja, impiannya selama bertahun-tahun ini adalah menjadi wanita Kak Chi!


Namun, dia seperti dipermainkan oleh dunia, semuanya berubah menjadi seperti ini.


Su Yan ingin mengatakan tidak mungkin, dia tidak mungkin mencintainya, tetapi sepertinya pria itu tahu apa yang ingin dia katakan, jari-jari Feng Baiyi yang ramping itu pun langsung menekan bibirnya untuk menghentikannya berbicara.


“Sayang! Kamu hanya boleh mencintaiku!” Nafasnya menyembur ke wajah Su Yan, aroma tubuhnya yang hangat menyebar di hidung dan napas Su Yan.


Dia menatap Feng Baiyi, nada bicara yang semena-mena, tatapan mata yang berapi-api bercampur dengan kelembutan dan kehangatan, itu adalah tatapan yang hanya dimiliki oleh Kak Chi. Pada saat itu, mata Su Yan sedikit linglung, tetapi dia bukan Kak Chi. Setelah ujung jarinya mencubit telapak tangannya, barulah matanya terbuka lebar dan dia tersadar.


Tunggu dulu, panggilan sayang ini?


Sesuatu melintas di benak Su Yan, dia mengerutkan kening, kepalanya sakit! Mengapa dia merasa panggilan ini agak familiar?


Menggelengkan kepalanya, tidak berniat memikir itu lagi.


“Yang aku cintai adalah Kak Chi” Dia masih berkata dengan sungguh-sungguh: “Meskipun aku tidak akan bisa bersamanya lagi, meskipun aku tidak bisa mengendalikan hatiku, aku tidak…”


Pada saat ini, bibirnya dicium, Feng Baiyi menghentikan perkataannya.


Feng Baiyi menciumnya dengan lembut. Bukan dengan kasar, bukan dengan kuat, ciuman dengan sedikit rasa penyesalan.

__ADS_1


Benar-benar berbeda dari ciuman sebelumnya.


Bibir Feng Baiyi terasa hangat dan bibir Su Yan merah dan bengkak. Feng Baiyi membungkuk dan menciumnya dengan lembut. Mata Su Yan terbuka lebar karena terkejut. Feng Baiyi menatap matanya dan menciumnya. Ciuman itu sangat pelan dan penuh kasih sayang. Hati Su Yan bergetar, dia bisa melawan ketika Feng Baiyi kasar, tetapi ketika dia begitu lembut, Su Yan sadar bahwa dia sedikit tidak rela menghentikan keadaan ini.


Su Yan merasa dirinya pasti sudah gila! Feng Baiyi, sialan!


Su Yan mendorongnya dengan kuat untuk menghentikannya berbuat lebih lanjut.


“Jika kamu terus ingin seperti ini, aku tidak peduli, sekali atau dua kali tidaklah jadi masalah, terserah kamu saja!” Su Yan tahu bahwa dia tidak bisa melarikan diri, jadi dia tidak berjuang sama sekali.


Dia mendorong Feng Baiyi, memejamkan mata dan berkata dengan suara yang paling acuh tak acuh dalam hidupnya: “Apakah setelah kamu mendapatkan tubuhku, kamu baru bisa melepaskanku? Aku bisa menenangkan pikiran sendirian? Kalau begitu ayo lakukan, aku tidak keberatan!”


Dia melepaskan pakaiannya sendiri, Feng Baiyi pun menatapnya dengan heran.


Sampai setelah dia membuka semua kancing bajunya dan hampir melepas pakaiannya, sampai dia rela telanjang di depan Feng Baiyi, Feng Baiyi mengerutkan alisnya dan menatap Su Yan dengan keterkejutan dan kerumitan.


Tubuh telanjang yang indah, tubuh telanjang yang dimiliki seorang wanita muda, sungguh indah sehingga membuat seseorang sulit bernapas, membuat hati seseorang bergetar. Feng Baiyi menginginkannya, sangat menginginkannya, tapi tidak dengan cara seperti ini…


Su Yan membuka matanya perlahan-lahan dan menatap mata Feng Baiyi yang sedang terpana dan terkejut. Dia merasa terhina, “Aku telah menyerahkan diriku untukmu, apakah kamu puas?”


Suaranya dingin dan gemetar, dia merasa sangat malu dan terhina.


“Apa menurutmu aku hanya menginginkan tubuhmu?” Feng Baiyi menatapnya dengan tatapan terluka.


Su Yan memejamkan mata dan mengutuk Feng Baiyi di dalam hati, “Memangnya bukan?”


Dia mengangkat bibirnya dan merendahkan dirinya sendiri, “Aku bisa menyerahkan tubuhku pada Kak Chi, begitu juga pada dirimu, tapi aku menyerahkannya dengan rela padanya sedangkan aku menyerahkannya padamu dengan terpaksa!”


“Terpaksa, sialan!” Feng Baiyi mengutuk dengan suara rendah.


Tatapan mata Su Yan yang seperti ini membuat Feng Baiyi sangat sedih dan terluka.


Tidak perlu dipertanyakan, Feng Baiyi sudah bisa merasakan kesedihan yang berat dan tak terelakkan di dalam hati Su Yan, tertekan, bahkan perasaan Feng Baiyi pun mulai goyah.


Wajah yang kaku dan sedang terjerat kebingungan itu perlahan berubah menjadi tenang dan acuh tak acuh. Feng Baiyi memandang tubuh telanjang itu, tubuh telanjang dengan kulit yang putih, napsunya yang besar pun berusaha dia redahkan. Dia mengambilkan piyama Su Yan yang ada di lantai, membantunya memakaikan piyamanya, mengancing kancingnya dan membantunya mengenakan celananya, lalu dia berdiri di depan Su Yan.


Kamar tidur itu tiba-tiba menjadi sunyi lagi.


“Aku tidak ingin kamu melakukannya dengan terpaksa, aku hanya ingin kamu melakukannya dengan sukarela!” Suaranya tiba-tiba sangat dingin, membuat Su Yan gemetaran.


Suasana ruangan terasa pengap, membuat orang sulit bernapas.


Tindakan Feng Baiyi, kata-kata Feng Baiyi, semuanya menancap di hatinya seperti sebuah palu yang berat.


Su Yan menutup matanya dengan rapat, tetapi dia merasakan bahwa tubuhnya tegang dan hatinya juga sedang bergumam, bertanya-tanya apa yang sebenarnya Feng Baiyi pikirkan, bukankah dia ingin menidurinya?


Mengapa dia tiba-tiba membantunya memakaikan pakaian?


Dan ingin dia melakukannya dengan sukarela.


Su Yan mendengus dingin. “Tidak mungkin, aku tidak akan pernah melakukannya secara sukarela denganmu!”


Setelah mengatakannya, Su Yan mendengar suara napas Feng Baiyi yang tergesah-gesah. Pada saat ini, Su Yan sepertinya merasakan amarah Feng Baiyi, aura dingin pria itu menusuk sampai ke dalam tulang dan seakan-akan menenggelamkan Su Yan.


Rasa dingin ini bukanlah rasa dingin di tubuh tapi di hati.


Su Yan termenung sambil menatapnya dengan keras kepala, nafasnya sedikit memelan. Tiba-tiba, Feng Baiyi mengulurkan tangan dan mencubit dagunya.

__ADS_1


Wajah tampan yang mendominasi dan semena-mena tiba-tiba muncul di pandangan mata, tatapan dalam yang tak bisa dijelaskan itu juga muncul di dalam mata, sekejab membuat Su Yan terhisap dan mengeluarkan ekspresi terkejut.


“Kamu bukan pelacur dan aku bukan klienmu!” Dia mengatakan ini dengan suara yang dalam, tangannya yang memegang dagu Su Yan tidak berani mencubit terlalu keras. Menghadapi tatapan Su Yan yang keras kepala dan terkejut, di mata Feng Baiyi muncul secercah kesedihan. Dia menertawakan dirinya sendiri, dia menurunkan tangannya dengan lemah, lalu berbalik dan berjalan keluar.


Tatapan matanya?


Su Yan tidak melewatkan secercah kesedihan yang muncul di mata Feng Baiyi.


Ada apa dengan dia?


Kenapa dia memperlihatkan tatapan seperti itu?


Su Yan melihat pintu yang dibanting tertutup, hatinya sedikit terkejut dan bahkan bingung. Mengapa tatapan mata pria itu membuatnya merasa tidak tenang?


Feng Baiyi menghilang.


Setelah malam itu, Feng Baiyi menghilang.


Sudah seminggu berlalu.


Su Yan tidak pernah melihat Feng Baiyi di tempat kerja selama satu minggu ini. Saat terbangun di pagi itu, dia melihat asbak di atas meja kopi di ruang tamu penuh dengan puntung rokok, tapi sama sekali tidak ada siapa-siapa.


Saat berangkat kerja, pulang kerja, sudah seminggu dia tidak pernah bertemu Feng Baiyi.


Sedangkan Mu Siyuan justru datang bekerja setiap hari, terus menanyakan tentang masa lalunya dengan Kak Chi dan bertanya mengapa dia tidak bersama Kak Chi?


Ya, benar! Mengapa? Dia pun juga ingin tahu!


Dalam seminggu, Song Yan rata-rata telah mengetahui hubungan antara Su Yan dan Rong Hanchi. 10 tahun bersama, bagaimana mungkin dilupakan begitu saja.


Merasa kasian dengan apa yang dialaminya, setiap kali Song Yan selalu melihatnya dengan rasa menyesal dan menghela nafas: “Yanyan, kamu bisa menyerah seperti ini, aku sangat mengagumimu! Kamu masih bisa tetap berpikir rasional, aku juga kagum! Selain itu, menurutku kamu harus tetap masuk universitas. Jika Rong Hanchi sebelumnya telah mengatur agar kamu bisa kuliah, mengapa kamu tidak pergi?”


“Bukannya aku tidak mau, tapi aku tidak punya waktu dan uang!” Dia menghela napas. “Nona MudaChen masih berada di rumah sakit. Aku harus bekerja dan mencari uang supaya dia bisa segera sembuh!”


“Bukannya kamu memiliki kartu Rong Hanchi? Rong Hanchi kan tidak mengatakan bahwa dia tidak memperdulikanmu, mengapa kamu begitu keras kepala?”


“Tidak boleh digunakan!” Su Yan menggelengkan kepalanya, “Aku tidak boleh menggunakan uang Kak Chi lagi!”


“Tapi dia masih menjadi walimu!”


“Sebulan lagi dia sudah bukan waliku!”


“Aku benar-benar tidak mengerti mengapa kamu begitu keras kepala!” Song Yan menghela nafas. “Presiden tidak membiarkanmu merawat Chen Huilun di rumah sakit, Presiden pergi mengejarmu hari itu, aku melihat dia membawamu pergi, hubungan diantara kalian?”


“Tidak ada hubungan apapun!” Su Yan tidak ingin membahas soal Feng Baiyi, bicaranya yang cepat secara tidak sengaja telah mengungkap hubungannya dengan Feng Baiyi, membuat Song Yan semakin curiga. Memikirkan kata-kata Feng Ling’er, Feng Baiyi dan Su Yan memiliki hubungan semacam itu. Sekarang, setelah dilihat-lihat sepertinya memang benar-benar ada sesuatu.


“Sebenarnya, kamu tinggal memberitahu Presiden bahwa kamu pergi bersekolah, dia adalah Presiden, dia tidak kekurangan uang!” Gumam Song Yan. “Oh iya, selain itu perusahaan He Sicheng bangkrut, apakah kamu tahu?”


“Si gemuk cabul itu?” Su Yan sedikit bingung dan terkejut sejenak: “Bagaimana bisa perusahaan sebesar itu tiba-tiba bangkrut?”


“Presiden yang menyuruh orang untuk melakukannya, apakah kamu tahu itu? Istri He Sicheng adalah bibi Presiden. Kalau di pikir-pikir, Presiden seharusnya tidak memperlakukan Yuan Yang dengan setega itu, tetapi dia malah menyuruh orang untuk membeli saham Yuan Yang. Aku rasa Presiden marah, dan alasannya adalah karena kamu!”


“Aku?” Su Yan langsung menunjuk dirinya sendiri. “Bagaimana mungkin?”


“Sepertinya memang benar-benar karena kamu!” Song Yan bahkan semakin yakin lagi: “Karena He Sicheng hampir menyakitimu, malam itu benar-benar menakutkan!”


Su Yan menghela nafas, dia menerima pukulan di hatinya, dia masih tidak terlalu mempercayainya, tetapi memikirkan apa yang pernah dikatakan Feng Baiyi, dia mengatakan bahwa Su Yan hanya boleh mencintainya!

__ADS_1


Dia juga mengatakan soal pernikahan!


__ADS_2