
Hello! Im an artic!
Mu Xue mengangkat kepalanya dan menatap Ceng Li dengan serius, di matanya tidak terlihat penuh hawa nafsu sama sekali, malah terlihat bersih seperti pria sejati, Mu Xue sangat yakin dengan pemikirannya, dia berkata: “Manajer Ceng, pasti sangat melelahkan berpura-pura seperti ini, kenapa tidak menjadi diri sendiri saja, apakah kamu tidak lelah seperti ini terus?”
Padahal ia tidak genit, tapi kenapa harus berpura-pura genit seperti itu?
Hello! Im an artic!
“Uuh!” Dia sedikit tercengang, Ceng Li lalu tertawa. “Xiao Xue, kamu benar-benar diluar dugaanku! Kamu sepertinya sangat mengerti aku!”
Ceng Li kemudian berdiri, dan duduk di samping Mu Xue, sangat sangat dekat dengannya…
Mu Xue langsung mundur dan menjaga jarak, Ceng Li langsung mendekat lagi, Mu Xue pun mundur lagi, sampai ke tepian sofa.
“Xiao Xue, menurutmu ,aku tampan tidak?” Ceng Li bertanya dengan serius kepada Mu Xue.
Hello! Im an artic!
“Tampan!” Dia menjawab, “Tapi apakah kamu boleh duduk disana saja?”
Dia hampir pingsan, ini pertama kalinya ia begitu dekat dengan seorang pria, dia tidak terbiasa.
Dari sisi lain, sebuah pandangan yang tajam mengarah ke mereka. Ceng Li tersenyum sangat dalam, dan terus duduk di depannya. “Xiao Xue, kalau menurutmu aku tampan, kamu lebih baik jadi pacar aku saja!”
“Uuh!” Mu Xue tercengang. “Manajer Ceng, candaan mu benar-benar sudah nomor 1 di dunia!”
“Kamu sudah punya pacar?” Ceng Li mengerutkan keningnya.
“Tidak juga, manajer Ceng, jangan bercanda lagi!” Mu Xue langsung berdiri, dia tidak mau berbicara dengan pria yang tidak serius ini, apalagi pria ini duduk begitu dekat, semua wanita di pesta ini sudah mulai melototinya.
Siapa yang mengira, ketika mau berdiri, Mu Xue langsung tegang karena tatapan menusuk dari segala arah, dan hampir saja terjatuh.
“Hati-hati!” Ceng Li langsung menahannya, “Xiao Xue, kamu hati-hati, kakak belum memakan kamu, kamu sudah takut sampai seperti ini.”
Mu Xue mengerutkan keningnya dan terlihat canggung, “Maaf!”
Dia hendak berdiri, tapi malah ditarik oleh Ceng Li, dan terjatuh ke pelukannya. “Haha, aku suka yang agresifi seperti ini!”
Ceng Li tidak lupa melirik ke arah Qin Yinuo yang berada di sisi lainnya, dia tersenyum aneh dan memeluk Mu Xue semakin erat, dengan penuh kemesraan dia meletakkan dagunya di bahu Mu Xue, rambut panjangnya kebetulan menutup bibirnya, dari sisi lain, mereka kelihatan seperti sedang berciuman.
Merasakan tatapan Qin Yinuo, Ceng Li menggigil, tatapan itu sangat dingin, tiba-tiba dia seakan kembali ke masa lalu, uh, sejak kapan Mu Xue begitu penting bagi seorang Qin Yinuo?
“Manajer Ceng, lepaskan aku!” Mu Xue berkata dengan kesal, dia hampir mati kehabisan nafas.
“Baiklah! Aku juga merasa bosan berbicara denganmu seperti ini!” Ceng Li melepaskannya, dan menatap Mu Xue dengan polos.
Wajah Mu Xue terlihat memerah, ia kelihatan sangat malu, ketika terbebas, dia langsung duduk di sofa satunya lagi dan menjauh dari Ceng Li.
Tatapan dari para wanita disana seperti panah beracun, mereka seperti ingin sekali membunuh Mu Xue, mungkin mereka adalah para penggemarnya Ceng Li!
Ketika sedang melamum, dia melihat, seorang pria bergaya tampan berjalan ke arahnya, tidak jauh darinya, tatapan semua orang mengikuti langkahnya. Dia berjalan layaknya seorang raja dan mendekat ke arah Mu Xue dan Ceng Li. Saat ia sangat dekat, Mu Xue baru sadar, dan langsung berdiri. “CEO!”
“Hai! Nuo, sayangku, kenapa kamu baru datang sekarang ?” Ceng Li berkata, dia mengira ketika dirinya memeluk Mu Xue tadi, Qin Yinuo akan segera datang.
Qin Yinuo melihat sekilas ke Mu Xue dan mengerutkan keningnya, melihat wajah mulusnya itu sedikit memerah, wajah putih dan lembutnya di tutupi sedikit bedak, alisnya pun sedikit lebih tinggi dari biasanya.
__ADS_1
Dia kemudian menatap dingin ke arah Ceng Li, “Kamu membosankan sekali!”
“Makanya aku mengobrol dengan Xiao Xue!” Ceng Li berkata, “Benar tidak Xiao Xue?”
“Uuh!” Mu Xue tidak tahu harus berkata apa, dia hanya bisa terdiam, dengan hati-hati melirik ke Qin Yinuo, cahaya lampu menyinari wajahnya, wajahnya sepertinya sangat dingin sejak lahir, tidak ada kelembutan dan kehangatan seperti Ceng Li, wajah Qin Yinuo terlihat begitu suram dan menyeramkan, mungkin karena ia sudah terlalu lama merapatkan bibirnya, sudut bibirnya terlihat sedikit terjatuh ke bawah, walaupun berhadapan dengan teman baiknya, Ceng Li, wajah dingin itu juga tidak pernah menghilang.
“Nuo! Kalau kamu terlalu serius, kamu bisa menakuti Xiao Xue!” Ceng Li bercanda, kedua matanya yang kecil itu menatap ke arah Mu Xue.
Semua orang melihat ke arah mereka, Qin Yinuo dan Ceng Li sama-sama duduk di depan wanita yang berpakaian biasa saja ini… Sebenarnya siapa wanita ini?
“CEO, manajer Ceng, silahkan kalian lanjutkan perbincangan kalian!” Mu Xue merasakan tatapan semua orang ke arah mereka, dia dengan panik berdiri, ia tidak mau terus bersama mereka, dan ia pun langsung berlari ke arah balkon, untuk menghindari semua tatapan mengerikan itu.
Tatapan Qin Yinuo terlihat dingin sesaat, kemudian kembali seperti biasa, dia melihat Ceng Li sebentar dan berkata: ” Jangan mengganggunya!”
“Kenapa?” Ceng Li mengangkat alisnya, “Wanita suci seperti Xiao Xue sudah tidak banyak!”
“Kalau mau main-main, cari orang lain saja!” Qin Yinuo memperingatinya, “Tidak boleh dia!”
“Qin Yinuo” Suara yang lantang itu sangat cocok dengan wajah Ceng Li yang sempurna ini.
Tapi Qin Yinuo hanya menjawabnya dengan dingin : “Ingat itu!”
“Nuo, kamu marah.” Dia merasakan keanehan di nada bicara Qin Yinuo, Ceng Li membayangkan tatapan Qin Yinuo tadi ketika melihat dia memeluk Xiao Xue, dia kemudian tersenyum dan berkata : “Baiklah! Kalau dia wanitamu, aku juga tidak berani menyentuhnya, menyedihkan sekali kisah cinta aku yang bahkan belum tumbuh ini! Tapi Nuo, Xiao Xue benar-benar wanitamu, bukan?”
“Kisah cinta kamu sudah banyak sekali!” Qin Yinuo menatapnya dengan dingin, sambil melihat ke arah balkon.
Tiba-tiba, arah tengah mulai heboh, semua orang melihat seorang wanita cantik yang berjalan masuk. Dia memakai gaun kecil berwarna hitam dipadu dengan sepatu hak tinggi hitam, dan yang paling menarik perhatian orang adalah kulitnya yang putih mulus itu, di wajahnya sama sekali tidak ada ekspresi apapun, dan ia langsung berjalan masuk.
“Li, dia datang!” Qin Yinuo berkata dengan lemas.
Sambil berkata begitu, Ceng Li dengan cepat melewati Qin Yinuo dan berjalan ke arah balkon.
Mu Xue terkejut, “Manejer Ceng?”
“Ssstt! Xiao Xue, permisi!” Ceng Li membuka jendela balkon dan langsung loncat ke bawah.
“Ahhhhh!” Mu Xue berteriak, kenapa dia tiba-tiba lompat begitu saja?
Dia lalu melihat ke bawah, ia menyadari bahwa Ceng Li terlihat seperti seekor kucing, dia memegang pipa sambil turun ke bawah.
“Astaga!” Detak jantung Mu Xue bertambah cepat.
“Xiao Xue, sayangku, aku pergi dulu! Byebye!” Ceng Li memberikan kiss-bye untuk Mu Xue dan hilang di kegelapan malam.
Mu Xue menghela nafas, untung saja Ceng Li tidak apa-apa, walaupun ini lantai dua, tapi untuk meloncat ke bawah juga butuh keberanian, manajer Ceng benar-benar hebat!
“Mu Xue, tidak disangka kamu juga menggoda manajer Ceng!” Terdengar sebuah suara yang tajam, tidak perlu dilihat ia juga tahu, itu pasti An Qian.
Mu Xie menoleh ke belakang dan menatap An Qian, hari ini dia memakai gaun berwarna hitam, dadanya terlihat montok, kulit putih, dan bentuk tubuh yang montok, hanya saja wajahnya terlihat penuh kebencian, membuat orang tahu kalau ia adalah orang yang tidak sabaran, “Halo! Nona An!”
Balkon yang sempit itu tiba-tiba menjadi ramai, bahkan udara pun menjadi tipis.
An Qin berdiri dengan sombong sambil tersenyum dingin, dia tidak peduli dengan Mu Xue yang tenang ini, dia hanya melihat penutup dadanya dan tersenyum sinis “Lihat pakaianmu ini! Norak sekali! Dengan gaya seperti ini, kamu mau mencoba menggoda CEO dan manajer Ceng?”
Mu Xue kembali menatap ke arah luar jendela, dia tidak peduli dengan An Qian, wanita seperti ini, selain untuk menghangat ranjang, sama sekali tidak ada gunanya.
__ADS_1
“Mu Xue, aku peringatkan kamu, kalau ingin tetap bekerja di kantor ini, lebih baik jangan mengganggu CEO!”
“Nona An, aku pergi dulu!” Mu Xue berjalan pergi, di sini terlalu sempit, lebih baik dia pergi saja, manajer Ceng juga sudah pergi, buat apa dia, seorang sekretaris kecil tetap di sini.
“Mu Xue!” An Qian berteriak kesal, dia berani mengabaikannya? Huh! Melihat dandanannya, An Qian tersenyum menyindir, tatapannya seperti sedang meremehkan Mu Xue dan mengatainya tidak tahu diri. Tiba-tiba An Qian mengulurkan tangannya.
“Ah! Apa yang kamu lakukan?” Baru sampai depan pintu balkon, penutup dada Mu Xue langsung ditarik oleh An Qian, “Nona An, lepaskan tanganmu!”
“Aku tidak mau! Lihat baju murahan kamu ini, menjijikkan sekali, masih mau menggoda CEO, menyerah saja kamu!” An Qian langsung menariknya dengan kuat, penutup dada Mu Xue langsung terbuka olehnya, suara kain robek terdengar, dan gaun putih itu kembali seperti awalnya.
“Ah!” Mu Xue berteriak.
An Qian malah terbengong! Dia tidak menyangka bentuk tubuh Mu Xue begitu bagus!
Ketika An Qian sedang terbengong, Mu Xue langsung berlari kabur sambil menundukkan kepalanya, wajahnya terlihat memerah, dia tidak pernah se-terbuka ini di depan orang lain, waluapun baju ini tidak terlalu terbuka, tapi dibandingkan dengan bajunya yang biasa, pakaian ini sangatlah terbuka, bahkan belahan dada-nya juga hampir terlihat!
“Nona Mu, jangan pergi dulu, sebentar lagi direktur utama akan berbicara!” Sekretaris Gao melihat Mu Xue dan merasa ada yang aneh dengan pakaiannya, hampir saja ia tidak mengenali Mu Xue.
“Uuh!” Mu Xue mengangkat kepalanya: “Sekretaris Gao, aku boleh izin tidak?”
“Bukannya aku tidak ingin memberimu izin, tapi nanti kemungkinan kita akan dibutuhkan, karena ini acara tahunan kantor, bukan pesta biasa, jadi sebagai sekretaris, kita harus mengurus masalah atau kekurangan yang terjadi!”
“Ooh! Kalau begitu aku pergi ke toilet dulu.” Mu Xue mengambil tas kecilnya dan berlari ke arah toilet.
Tiba-tiba dia mendengar suara ******* dari toilet wanita, Mu Xue terkejut, suara ******* wanita terdengar dari dalam “Ah…pelan-pelan…aku tidak tahan…”
“Begini saja sudah tidak tahan?” Suara pria seperti yang seperti penyiar itu terdengar dari dalam.
“Nuo…tunggu sebentar, dengarkan aku…tadi An Qian datang mencariku, dia menyuruhku menjauhi kamu…ah…Nuo…”
Teriakan dan ******* wanita itu membuat Mu Xue tercengang seketika.
Dia langsung mundur selangkah dan tidak sengaja menabrak dinding di sampingnya, astaga, CEO sedang melakukan hal tidak senonoh dengan seorang wanita di sini?
“Siapa diluar!” Qin Yinuo bertanya dengan suara serak, ditambah suara ******* wanita.
Karena panik, Mu Xue hendak kabur.
Detik selanjutnya, pintu toilet langsung terbuka, Mu Xue yang baru berlari sedikit, langsung ditarik.
“Ahhhhh!” Dia berteriak, dan menoleh ke belakang, dalam hatinya berpikir, “Astaga, aku dalam masalah lagi!”
“Kamu lagi?” Qin Yinuo tertegun dan menyipitkan matanya, wajah dinginnya terlihat begitu menyeramkan, membuat orang semakin takut melihatnya.
“CEO, aku benar-benar tidak melihat apapun, dan juga tidak mendengar apapun…” Mu Xue ingin sekali memutuskan lidahnya sendiri.
“Nuo, siapa?” Suara wanita terdengar dari dalam toilet
Qin Yinuo menoleh dan tidak berbicara, tiba-tiba badan yang tinggi ini mendekat dan langsung memeluk Mu Xue, bau tembakau yang kuat langsung menyengat hidung Mu Xue, membuat dia sedikit pusing, “CEO, lepaskan, lepaskan aku…”
Dia sangat kaget, apa yang akan dilakukan CEO-nya?
Tapi pria yang tinggi ini tiba-tiba mencium bibirnya.
Waktu seakan terhenti.
__ADS_1
Bibir keduanya saling bersentuhan, membuat hati mereka saling bergetar.