AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 569 Untuk apa kamu datang?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia tidak makan, benar-benar aneh, dan dia juga tidak merasa lapar! Tapi apakah dia akan pulang?


Yang lebih anehnya adalah dia sedikit kecewa karena sampai sekarang belum pulang, kenapa memberinya harapan?


Hello! Im an artic!


Tiba-tiba teringat perkataan Kakak Chi. “Kamu tidak rela berpisah dengan Feng Baiyi kan?


Mungkinkah dia benar-benar mulai peduli pada Feng Baiyi?


Memikirkan dia yang begitu acuh tak acuh, dia menjadi sangat ragu.


Saat ini, pintu terbuka!


Hello! Im an artic!


Su Yan tanpa sadar mengangkat kepalanya, dia melihat wajah tampan yang sedang dia pikirkan. Dia sudah pulang! Tampaknya dia bernapas lega, dan dengan sedikit bersemangat.


Dan dia membawa kantong di tangannya, Dia sedikit mengernyit ketika melihatnya duduk di sofa dan serial TV yang tidak dikenal muncul di TV.


Dia tidak berbicara, hatinya panik sesaat, lalu dia berpura-pura menonton TV.


Feng Baiyi memandang ke sekeliling ruangan, tidak ada sedikit pun tanda yang menunjunkkan dia telah makan, lalu dia meletakkan kantong plastik di atas meja tanpa berbicara.


Su Yan dengan tanpa sadar melihat kantong itu, aroma makanan pun keluar, dia terkejut dan menatapnya, tapi pada saat ini perutnya berbunyi.


Sangat memalukan!


Wajahnya memerah lagi!


“Kenapa kamu tidak makan?” Nada suaranya dingin, Su Yanbelum makan selama tujuh atau delapan jam!


“Bukannya kamu bilang tidak boleh terkena air?” Dia bertanya balik, melemparkan pertanyaan itu padanya.


“Apakah aku ada bilang untuk tidak membiarkanmu makan?”


Sebelum dia bisa menjawab, Feng Baiyi memegangi wajahnya dan membungkuk untuk menutup bibirnya yang sedikit terbuka.


Kali ini ciumannya sangat cepat dan kuat, seperti orang kehausan yang menemukan sumber air, minum tanpa memperdulikan apapun, seolah tidak ada akhiran.


Akhirnya, saat di ujung gairahnya, dia melepaskannya.


Su Yan kesal, “Kamu, kamu—”


Dia sengaja melakukannya, apakah mempermainkannya begitu menarik?


Dia tidak mengatakan apa-apa, lalu perutnya berbunyi lagi.


Dia juga tidak berbicara, setelah mencium dan melepaskannya, dia hanya menatapnya saja.


Setelah itu, tak satu pun dari mereka berbicara.


“Aku lapar,” dia memecah keheningan terlebih dahulu, “Apakah ini untukku?”


“Bukan!” Dia berkata dengan dingin, bukan karena dia tidak mendengar suara rintihan perutnya, dia menatapnya dengan tenang dan ingin melihat reaksinya.


“Oh!” Dia sedikit canggung, lalu dengan suara kecil berkata: “Kalau begitu aku tidak akan memakannya! Aku akan makan diluar!”


Setelah berbicara, dia berdiri, perutnya berbunyi lagi, kakinya pun ikut melemas, dia sangat kelaparan! Jelas-jelas itu untuknya, tidak tahu makanan apa, baunya sangat enak, tapi Feng Baiyi sialan itu bilang bukan, dia bergumam dalam hatinya dan berjalan keluar.


“Ini untuk wanitaku, jika seseorang mengaku dirinya sebagai wanitaku, aku membolehkannya makan!” Ucapnya saat Su Yan berjalan beberapa langkah.

__ADS_1


Dia terdiam sejenak dan terus berjalan maju, dia bukan wanitanya!


“Apa kamu tetap keluar walau tidak ada uang?” Dia bertanya lagi, dia sepertinya tidak membawa apa-apa di tangannya? “Tidak ada uang, tidak ada kunci! Kamu yakin ingin keluar?”


Dia terbengong dan menoleh dengan kasar. “Apa maksudmu?”


“Kemarilah!” Dia menarik pakaiannya dan mengangkatnya ke sofa, “Makanlah!”


“Aku bukan wanitamu!” Dia mengatupkan mulutnya.


“Maksudmu kamu ingin menjadi wanitaku sekarang? Mau aku langsung menekanmu di bawah tubuhku untuk membuktikannya padamu?” Nada suaranya begitu jahat!


“Kamu—” dia merasa malu.


“Makan!” Ada rasa dingin yang tidak disadari dalam suaranya, lalu dia berjalan ke pintu dan mengganti sepatu.


Dia tercengang. “Kamu mau keluar?”


“Ya!” Dia mengangguk dan menunjuk ke kotak yang ada di atas lemari sepatu di pintu, “Tidak boleh keluar malam, malam ini aku tidak akan datang! Ini ponsel baru, didalamnya ada nomor teleponku. Hubungi aku jika terjadi sesuatu!”


Setelah mennjelaskan padanya, Feng Baiyi pun pergi!


Su Yan terkejut, apakah dia pulang hanya untuk mengantar ponsel dan makanan saja? Dia mencium bau makanan, sepertinya itu bau bakpao goreng. “Ah! Bakpao goreng!”


Tiba-tiba hatinya menghangat, lalu dia tertawa, memandangi bakpao goreng dengan isian daging, lalu dia berkata pada dirinya sendiri: “Tampaknya Feng Baiyi tidak seburuk itu!”


Setelah makan dan minum, dia tertidur nyenyak sampai keesokan harinya.


Tidak keluar rumah, dia mengutak-atik ponsel barunya, itu adalah model terbaru, layar sentuh yang cocok digunakan oleh gadis kecil seperti dia, dia memasukkan kartunya yang lama, dan itu sudah tidak ada nomor Kakak Chi lagi, tetapi ada satu nomor yang tersimpan di ponselnya , yaitu nomor Feng Baiyi!


Pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering , itu adalah nomor asing. Lalu dia mengangkatnya. “Su Yan, terjadi sesuatu pada kakakku!”


“Feng Ling’er?” Su Yan tertegun, hatinya melemas. “Apa yang kamu katakan?”


Mata Su Yan tiba-tiba terasa sakit dan ingin menangis, “Apa dia baik-baik saja?”


“Kakek sudah bergegas kesana, aku tidak tahu bagaimana kabarnya!” Feng Ling’er berkata sambil menangis. “Masih dalam pertolongan! Dia tidak sadarkan diri saat diantar ke rumah sakit!”


Jantung Su Yan tiba-tiba bergetar, dia seperti dikosongkan, dia tidak tahu bagaimana cara meletakkan teleponnya, dia dengan cepat melepaskan kain kasa dan pergi ke lemari untuk mencari pakaian.


Begitu pintu dibuka, sederet pakaian tergantung di lemari, dia tahu, bahwa baju itu dia belikan untuk makan malam di rumah Feng hari itu, ada gaun dan pakaian kasual, di bawahnya ada sepatu, sepuluh pasang sepatu kanvas, dan sepuluh pasang sepatu kulit, semuanya sepatu datar!


Ternyata dia telah meletakkan pakaiannya di lemari, dan begitu rapi serta seragam.Ternyata dia melakukan ini secara diam-diam, dan dia tidak menyadarinya sama sekali!


Pakaian yang dia beli!


Telepon yang dia beli!


Makanan yang dia masak!


Bakpao goring yang dia beli!


Pekerjaan yang dia berikan!


Dia memberi kesempatan untuk terus belajar!


Meja dan kursi bergambar kartun di ruang presidennya …


Tangan yang pernah diolesnya obat, punggung …


Setiap kali dia muncul tanpa sengaja…


Ciumannya, sangat lembut, mencolok, dan kuat, ciumannya yang dasyat dan tuntutannya …

__ADS_1


Dia bilang dia menginginkan hatinya …


Dalam benaknya muncul senyumnya yang hanya sesekali di wajah dinginnya, rasa sakit perlahan menyebar dari dadanya, datang begitu cepat, bahkan membuatnya tak terduga.


Dia mengambil satu set pakaian dan memakainya dengan linglung, ternyata di dunia ini masih ada seorang pria yang mencintainya seperti Kakak Chi. Ada darah yang mengalir di tubuhnya, dia mengambil ranselnya, mengambil teleponnya, dan kartu teleponnya, lalu dia menyewa taksi untuk pergi ke Kota H.


***


Di dalam mobil, dia menangis sampai air matanya mengering, dan hanya ada satu pikiran di hatinya. Dia hanya ingin melihatnya, memastikan dia baik-baik saja, hanya memastikan dia baik-baik saja itu sudah cukup.


Dia tidak ragu untuk hidup rukun dalam waktu sepuluh tahun, tetapi mengapa ada orang yang bisa hidup rukun hanya dalam waktu sepuluh hari?


Butuh waktu lebih dari dua jam untuk tiba dengan kecepatan normal, tetapi karena desakan Su Yan yang berulang-ulang, sopir itu mengendarai sampai ke sana dalam waktu satu setengah jam.


“Nona, apakah kamu masih mau kembali ke Kota Lu?” Tanya sopir dengan ramah setelah menerima uang.


Su Yan menggelengkan kepalanya. “Tidak! Terima kasih, silakan kembali dulu!”


Kamar pasien rumah sakit di Kota H.


Su Yan mencarinya ke alamat yang dikatakan Feng Ling’er.


Memang benar, empat pria berjas terlihat berdiri di depan pintu koridor, FengNan melihat Su Yan, dia kaget, lalu berjalan ke depan. “Nona Su, kenapa kamu di sini?”


“Di mana Feng Baiyi?” Su Yan mengira orang ini mengenal dirinya , dia pasti orang dari Feng Baiyi. “Dimana dia?”


“Tuan Muda memerintah, tidak ada yang boleh masuk!”


“Aku ingin melihatnya!” Su Yan dengan cemas mengangkat wajahnya yang berlinang air mata dan berkata dengan tegas.


“Aku akan tanyakan dulu!” FengNan berbalik dan masuk ke kamar, setelah beberapa saat, dia keluar, “Maaf, Nona Su, Tuan Muda meminta Anda untuk kembali, dia tidak ingin melihat Anda!”


Kepahitan menyebar ke hatinya, dia tidak ingin melihatnya?


Sebenarnya saat Su Yan dalam perjalanan ke kota H, dan saat Feng Baiyi bangun dari ruang gawat darurat dia sudah tahu, dia sedikit terkejut dan juga sedikit bersemangat, tak disangka dia akan datang, yang lebih tak disangka lagi dia datang begitu cepat!


Tapi saat ini, dia merasa malu, karena seluruh tubuhnya terluka, dia tidak ingin Su Yan melihat dirinya seperti ini.


“Kenapa? Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin memastikan keadaannya, minggir, aku ingin masuk!” Teriak Su Yan, dengan emosi yang bergebu-gebu. “Aku ingin menemui Feng Baiyi!”


“Nona Su, Tuan Muda yang mengatakannya sendiri, silakan Anda kembali!” FengNan menghalangi jalan Su Yan dan melarangnya memasuki kamar.


“Tidak! Aku ingin menemui Feng Baiyi, minggir!” Suara Su Yan tiba-tiba menjadi tajam, “Aku ingin menemui Feng Baiyi! Jika kamu tidak mengizinkanku untuk menemuinya, aku akan menyuruhnya membereskan kalian! Menyingkirkan kalian! Percaya tidak?”


“Nona Su, tolong jangan mempersulit kami!” FengNan sedikit kesulitan, tidak mengerti mengapa Tuan Muda tidak ingin menemui Nona Su. Tuan Muda sangat jarang bisa peduli pada seorang gadis. Terlihat bahwa Tuan Muda sangat mencintai Nona Su, tetapi kenapa tidak menemuinya?


Dia merasa di saat seperti ini, Tuan Muda paling membutuhkan dukungan Nona Su! Namun, dia benar-benar tidak mengerti, dia ingin membiarkannya masuk, tetapi dia takut melanggar perintah Tuan Muda.


Melihat ke empat pria yang menghalangi pintu, dan melihat ekspresiFengNan yang kesulitan itu. Su Yan tahu bahwa mereka juga khawatir kehilangan pekerjaan, tetapiFengNanmasih menggelengkan kepalanya. “Nona Su, maaf, kami hanya bisa melaksanakan perintah Tuan Muda!”


Tapi nadanya sudah sangat jelas tidak begitu tegas. Su Yan menatap mereka, memutar bola matanya, dan bertanya, “Mengapa dia tidak ingin menemuiku?”


“kami tidak tahu!”


“Baiklah! Aku tidak menemuinya!” Su Yan berpura-pura berjalan keluar, FengNan sedikit kecewa dan terkejut, Su Yan tiba-tiba menerobos ke kamar disaat semua orang tidak memperhatikannya.


Sedangkan FengNan dan keempat pengawal itu semuanya terbengong.


Kemudian, FengNan mengatupkan bibirnya dan tersenyum, dia mengira Nona Su akan pergi. Tuan Muda tidak ingin menemuinya karena dia takut Su Yan akan takut kan? ! Karena Tuan Muda terluka parah!


Jika dia benar-benar sudah masuk, aku yakin Tuan Muda pasti akan senang juga! Menurutnya.


Su Yan menerobos masuk, dan orang yang berbaring di tempat tidur terkejut, setelah terkejut, dia dengan cepat memulihkan ketenangannya, dan kemudian bertanya dengan datar, “Untuk apa kamu ke sini?”

__ADS_1


__ADS_2