
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan terdiam sambil mengerutkan keningnya, matanya berkedut-kedut seolah-olah terjadi sesuatu! Benar! Terjadi sesuatu!
Setelah pulang ke rumah, Yu Jinglan masih memikirkan hal ini, apa Xing Jiabai benar-benar telah membiarkan Hai Baolan pergi?
Hello! Im an artic!
Setelah menghabiskan waktu selama sembilan bulan lamanya, apa tidak ada sedikitpun perasaan yang tumbuh?
Song Yin dengan perutnya yang sudah sangat besar berjalan keluar dari kamar mandi, dia melihat Yu Jinglan berdiri di depan jendela sambil memandang bulan, lalu bertanya, “Kakak Yu, apa yang kamu lihat?”
“Aku sedang melihat pemandangan malam.” Yu Jinglan mengalihkan pandangannya, kedua tangannya memegang kedua bahunya, lalu turun ke perutnya, sambil memandangnya, “Yin Yin, langit malam begitu cerah, kelak kehidupan kita ke depan juga akan secerah ini.”
“Iya aku tahu itu pasti! Aku sangat senang ketika mendengar kamu mengatakan bahwa kaKakak Xing sudah sembuh, tapi kenapa Hai Baolan pergi? Beberapa hari sebelumnya aku dan Xiaoxing berasumsi bahwa mereka menyembunyikan sesuatu, tapi kenapa dia pergi?” Song Yin bersandar dengan lembut di dadanya, lalu memejamkan matanya dan menghelakan napas, “Aku merasa mereka berdua sangat cocok, dan Xiaoxing juga berkata demikian.”
Hello! Im an artic!
“Jangan terburu-buru, aku akan meneleponnya dan menyewanya kembali!” Yu Jinglan memiringkan kepalanya dan mencium rambutnya yang sudah memanjang.
“Bagaimana cara menyewanya kembali?”
“Karena kamu sudah mau melahirkan! Aku akan memintanya untuk membantumu mengurus masa nifasmu!” inilah yang dipikirkan Yu Jinglan saat dirinya memandang bulan tadi.
“Apa dia akan datang?”
“Pasti!” Yu Jinglan berkata dengan yakin, “Tapi ini harus kamu yang meneleponnya, aku takut kalau aku yang meneleponnya dia akan menolak! Jangan sampai dia salah paham kalau aku ada motif tersembunyi untuk dia, kalian kan sama-sama perempuan dan mungkin akan lebih mudah untuk berkomunikasi, mintalah pertolongannya!”
Song Yin tidak bisa menahan senyumnya, “Ternyata kamu begitu cerdas! Baiklah, kita akan meminta dia datang, setelah itu kita akan memberi mereka kesempatan lagi. Menurutku, kita lebih baik menghabiskan masa nifas di kamar dengan pemandangan laut.”
“Boleh! Kamar itu bagus, lagi pula juga sangat luas! Kakak Zhang, ibumu, ibuku, ditambah Hai Baolan, semua muat di sana! Dan tidak perlu cemas!”
“Kalau begitu, aku akan meneleponnya sekarang!” sambil berkata Song Yin mulai meneleponnya.
Tanpa diduga, Hai Baolan langsung menyetujuinya tanpa berpikir panjang.
Setelah meletakkan teleponnya, Song Yin dan Yu Jinglan saling memandang dan tersenyum, “Menurutmu, apakah ini jodoh yang diberikan oleh Tuhan kepada kaKakak Xing?”
“Aku percaya jodoh ditangan Tuhan!” Yu Jinglan berkata dengan pelan, kemudian menundukkan kepalanya dan menciumnya, dari keningnya jatuh ke bibirnya, tanpa menciumnya dengan ganas, hanya sebuah kecupan yang tenang dan menikmati hembusan napasnya.
Di bawah sinar rembulan, kedua insan ini berpelukan dengan mesra.
Pada saat ini, waktu seolah-olah berhenti berputar dan segala masalah yang ada telah lenyap seketika.
Song Yin menatap Yu Jinglan dengan lekat, kedua bola mata itu bersinar bagaikan bintang di langit, pancaran matanya membuat orang yang melihatnya melupakan segala masalah yang ada di benaknya, dia pun jatuh ke dalam pelukannya secara tidak sadar, seolah-olah dengan sengaja dia mulai membangun jaringan cinta.
“Apa kamu tergila-gila melihatku?” suara tawanya berangsur-angsur keras, sudut bibirnya mulai melengkut dan memperlihatkan senyum yang sangat bahagia.
Saat ini dia baru menyadarkan dirinya, lalu berkata denga keras, “Kakak Yu, kamu memang sangat tampan!”
“Bodoh!”
“Jika memang melahirkan seorang putra juga tidak apa-apa, dia akan mirip denganmu!”
“Putra atau putri tidak masalah, aku menyukai semuanya!” Yu Jinglan mulai menghilangkan senyumnya dan memandangnya dengan tatapan serius, “Yin Yin, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu! bagiku, putra maupun putri itu adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan padaku, perlu diketahui bahwa aku hampir saja tidak bisa menjadi seorang ayah!”
Dan saat ini, dia sangat pusa! Telapak tangannya yang begitu besar membelai perutnya, seolah-olah anak yang di dalam perutnya merasakan sesuatu, bayinya memberikan sebuah tendangan, Yu Jinglan dan Song Yin terkejut, kemudian tertawa bersama.
“Mungkin bayinya sedang protes!”
“Haha……” Yu Jinglan tertawa dengan pelan, “Tidak ada diskriminasi tentang jenis kelamin, terlepas itu putra ataupun putri, itu semua tetap anakku!”
“Ayo, istirahat istriku yang tercinta, malam sudah larut!” Yu Jinglan memeluknya dan berjalan ke pinggir ranjang.
“Suamiku—” Song Yin mengubah nada bicaranya.
“Ya!”
“Suamiku—”
“Kenapa sayang?”
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin memanggilmu saja.” Dalam hatinya dia sangat bahagia, dan senang.
“Bodoh.” Nadanya sangat lembut dan tersirat cinta di dalamnya.
“Kalau begitu kamu juga bodoh.” Dia membalas sambil tersenyum.
“Kita ada sepasang orang bodoh!”
“Aku tidak ingin menjadi orang bodoh!”
“Baiklah! Kita akan menjadi orang pintar!”
“……” dalam kegelapan, sudut bibir Yu Jinglan melengkung, tanpa bersuara tapi sembrono.
Lengannya menahan Song Yin dengan kuat, lalu dengan penuh hati-hati dia menyelimutinya dengan selimut tipis, kemudian menundukkan kepalanya dan mendaratkan sebuah kecupan mesra di pipinya.
Dini hari.
“Uh—sakit sekali—” tiba-tiba Song Yin merasakan kontraksi di perut bagian bawahnya, seketika dia merasakan sakit perut.
“Ah—apa sudah mau melahirkan?” seketika Yu Jinglan mulai panik.
Dia menyalakan lampu.
__ADS_1
Song Yin telah dibanjiri oleh keringat, “Sakit sekali!”
Yu Jinglan segera menyela, “Kak Zhang, Xiao Chen siapkan mobil, kita ke rumah sakit!”
Baru saja tiba di rumah sakit, Yu Jinglan langsung menggendong Song Yin ke ruangan bersalin.
Kakak Zhang dan Xiao Chen mengikutinya dari belakang.
Dia benar-benar tidak kuasa mendengar Song Yin menjerit sepanjang jalan, hal ini membuatnya sangat tertekan dan saat ini dia bahkan lebih cemas, Du Liling dan ibu Song Yin juga sudah datang, mereka juga ikut merasa cemas saat melihat Song Yin kesakitan seperti itu.
Bahkan Xing Jiabai juga telah ditelepon oleh Yu Jinglan untuk datang!
“Aduh, Jinglan, kamu tenang sedikit, tolong tenangkan dirimu……” Du Liling sangat khawatir, “Peluk erat-erat, Xiao Chen, cepat dorong brankar ke sini!”
Akhirnya mereka memasuki departemen obstetri dan ginekologi, dokter juga telah datang dan segera memeriksa untuk persalinan……
“23, kondisi ibu baik-baik saja dalam semua aspek, selain itu juga sudah makan malam, kami menyarankan untuk melahirkan secara normal.” Setelah melewati berbagai pemeriksaan, dokter melaporkan situasi kepada Yu Jinglan .
“Melahirkan normal akan sangat sakit.” Ucap Yu Jinglan dengan gugup.
“Caesar juga sangat sakit!”
“Normal saja! Normal!” Du Liling dan Lan Xin juga berpikir demikian.
“Dokter Li, kamu adalah ahlinya, kami percayakan semua padamu!” Yu Jinglan sangat gugup dan tampaknya telah kehilangan akal sehatnya.
Dokter Li adalah penanggung jawab di departemen ini, biasanya dia tidak menerima konsultasi secara langsung, tapi kali ini dia langsung turun tangan untuk menanganinya, dan semua dokter dan suster yang ada di sini pun sangat terkejut.
“Kita normal saja dulu! Kami akan memperhatikan keselamatan ibu dan anak, dokter anestesi dan asisten dokter juga akan standby di luar ruangan bersalin, jika seandainya situasi persalinan normal terdapat kendala, kita bisa langsung mengambil tindakan lain.” Dokter Li mengaturnya dengan sangat rapi.
“Baik! Baik!” perawat yang ada di sini juga telah dipilih yang paling andal, semua orang yang ada di departemen sangat yakin bahwa sosok wanita yang ada di ruangan bersalin tersebut bukanlah orang biasa, karena semua yang turun tangan bukanlah orang biasa, maka begitu juga dengan orang yang ada di dalamnya.
“Yin Yin? Yin Yin? Apa sangat sakit?”
“Ya, mendingan……” sambil berkata, rasa sakit kembali datang. kontraksi yang datang lebih pendek dari sebelumnya, tapi rasa sakitnya semakin bertambah, Song Yin berusaha menahannya dengan sekuat tenaga.
“Anggota keluarga harap keluar sebentar, kami ingin melakukan pemeriksaan.” Setelah mengeluarkan semua orang dari ruangan, dokter kembali melakukan pemeriksaan, dokter mulai menganalisis waktu yang tepat untuk melahirkan.
“Masih harus menunggu, baru bukaan kedua. Nanti hanya bisa mempersilakan satu orang anggota keluarga yang menemani proses melahirkan, siapa yang akan dipersilakan masuk, ibu atau suami?!” selesai memeriksa, dokter bertanya dan menyelimuti Song Yin.
Saat ini Lan Xin sangat gugup, ingin sekali dia masuk untuk menemani putrinya, tapi dia tahu saat ini sosok yang paling dibutuhkan oleh putrinya! Dia memandang Jinglan dan berkata, “Jinglan, kamu saja yang masuk! Yin Yin membutuhkanmu!”
“Aku yang akan masuk!” Yu Jinglan segera mengganti pakaiannya.
Sisanya semua keluar!
Ini adalah ruang bersalin kelas atas, tempat ini dipersilakan untuk langsung melahirkan di dalam dan setelah itu bisa langsung tinggal di dalam, karena mengantisipasi banyaknya gerakan dan menyusahkan Song Yin nanti, maka Yu Jinglan tak segan-segan menghabiskan uang banyak untuk membayar ruang bersalin ini.
“Nyonya Yu, tolong santai sedikit, aku akan melakukan pemeriksaan.”
“Baiklah, sudah bukaan ketiga, kita sudah bisa mencoba untuk melahirkan.” Lampu utama telah dinyalakan, Song Yin semakin gugup.
“Ayo, dengarkan perintahku, tarik napas…… hembuskan…… tarik napas……”
“Hm……” dia sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya, Song Yin sudah ingin menangis, sakit sekali, rasa sakit yang tidak bisa dilukiskan, bahkan keinginan untuk mati saja terlintas.
“Tenangkan diri, anak tidak terlalu besar, mungkin sekitar 3,5kg, ini akan sangat mudah…… biasanya ada yang melahirkan sebesar 4,5kg dan semuanya lancar.” Asisten dokter terus memberikan dukungan, hanya saja ini hal yang sangat mudah, seperti seekor ayam yang bertelur.
“Hm, hm……” bulir air mata mulai menetes keluar dari sudut matanya, tapi dia bisa menahannya dengan sekuat tenaga untuk tidak berteriak.
“Kuatkan posisi kakimu, kepal erat-erat tanganmu, dengan begitu kamu akan mempunyai kekuatan lebih……”
Yu Jinglan sangat ketakutan!
Kenapa begitu menderita? Kenapa melahirkan seorang anak begitu mengerikan? Ternyata, seorang wanita itu begitu hebat!
Kontraksi demi kontraksi terus berdatangan, air mata tak berhenti mengalir, sangat sakit!
“Yin Yin, Yin Yin, sakit? Aku di sini, aku di sini!” tangan besarnya menyentuh wajahnya dan menyeka keringat yang ada di wajahnya berkali-kali.
Ada kehangatan di matanya, bibirnya menempel di pipinya dan perlahan mencium air matanya, “Kuatlah, kamu pasti bisa! Aku di sini!”
“Kakak Yu!” air mata lagi-lagi mengalir keluar.
“Jangan takut, jangan takut! Kamu pasti bisa, kamu selalu menjadi Yin Yinku yang paling kuat!” dia menggenggam tangan mungilnya, suara Yu Jinglan terdengar sangat lembut. Dia ikut merasa sangat sakit melihat Song Yin yang sedang kesakitan seperti ini.
“Yin Yin, setelah kamu melahirkan dan anak kita sudah agak besar, kita akan pergi berlibur bertiga! Bagaimana?”
“Yin Yin……”
Rasa sakitnya mulai berkurang saat dia mendengarkan bisikan yang ada di telinganya, atau bisa dikatakan…… dia memiliki kekuatan dan mampu mengatasinya.
“Ah……” Song Yin tiba-tiba berteriak, suara yang menusuk hati kembali membuat hati Yu Jinglan bergetar……
“Lahir, lahir, anak sudah keluar……” Dokter Li tersenyum lega dan melaporkan dengan senang hati.
Begitu dia melontarkan kata-katanya, tangisan anak tersebut mulai terdengar.
“Yin Yin, Yin Yin……” Yu Jinglan membantunya menyeka keringat, dia melihat anaknya yang sedang terbalut kain putih dan ditangani oleh seorang perawat.
“Anak laki-laki! Tuan Yu, Nyonya Yu, selamat atas kelahiran putramu!”
Song Yin memejamkan matanya dan air mata mulai mengalir, “Apa aku benar-benar sudah melahirkan? Apa aku benar-benar melahirkannya?”
“Benar! Yin Yin, anak kita, putra kita!” Yu Jinglan langsung memeluknya, lalu air matanya ikut mengalir dan menetes di telinganya, suaranya terdengar sangat bahagia, “Anakku, aku sudah punya anak!”
__ADS_1
Dia berpikir harapan ini akan sia-sia, tapi akhirnya dia telah memiliki seorang putra!
“Silakan dilihat bayinya.” Bayi telah dibersihkan dan telah mengenakan pakaian yang sudah disiapkan.
Kepala perawat secara pribadi menggendong bayi tersebut dan menyerahkannya kepada Song Yin, dengan sedikit tersenyum, bayi dengan pipi merona dibawa ke hadapan sang ibu.
“Mirip siapa?!” melihat wajah mungilnya yang mengkerut seperti itu, bayi ini seperti ayahnya, mata indahnya mulai terbuka dan menampakkan bola mata yang berkilau.
“Menurutku, mirip ayahnya.” Sambil melirik Yu Jinglan yang juga memperhatikannya dengan sangat serius tapi tidak mengeluarkan sepatah kata pun, kepala perawat juga ikut meliriknya, kemudian menjawab dengan tersenyum, “Lihat alisnya yang begitu tebal, matanya yang hitam dan berkilau, wah… dia mengerutkan keningnya! Dia benar-benar mirip dengan ayahnya!”
Hanya terlihat si kecil mengerutkan keningnya, seolah-olah tidak sabaran dan tidak suka dinilai oleh orang lain, dia terlihat sangat mempunyai karakternya.
Yu Jinglan juga ikut mengerutkan keningnya dan sedikit khawatir.
Ayah dan anak memiliki ekspresi yang sama, hal ini membuat Dokter Li dan kepala perawat ikut tertawa.
“Beratnya 3,4kg, panjang 60cm, Nyonya Yu memiliki nutrisi yang cukup selama kehamilannya, bayi tidak kelebihan berat badan, sangat sehat dan semuanya normal!” Dokter Lijuga ikut senang.
“Tuan Yu, gendonglah!” Kepala perawat tersenyum, lalu meletakkan bayi di pelukan Yu Jinglan .
“Hah! Aku takut!” ucap Yu Jinglan dengan polos, perkataannya sontak membuat dokter, asisten dan kepala perawat tertawa.
Dia sendiri juga merasa canggung dan menjelaskan, “Dia masih terlalu kecil, aku takut aku tidak bisa menggendongnya!”
Yu Jinglan terus memandangi si kecil, begitu juga sebaliknya, si kecil seolah-olah bisa mendengarkan, dia selalu mencari sumber suara di saat Yu Jinglan berbicara.
Yu Jinglan tidak tahu harus berbuat apa, dia terus memandangi sosok asing tapi juga sangat menggemaskan ini.
Song Yin tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat reaksi suaminya, dia pun tersenyum dan merasa sangat lelah! Tapi dia juga sangat senang!
“Tuan Yu, lihat aku bagaimana menggendongnya, satu tangan menahan kepalanya dan satu tangannya lagi menahan pantatnya, seperti ini caranya!” kepala perawat mulai mengajari Yu Jinglan .
Akhirnya, dia pun menggendong anaknya dengan hati yang berdebar-debar, tapi juga sangat bangga, “Anakku, haha, anakku, Yin Yin, coba lihat, dia melihatku, dia sedang melihatku!”
“Tuan Yu, apakah sudah menyiapkan nama?!”
“Belum!” ujar Song Yin dengan lemas.
Dari sejak awal kehamilan, dia sudah memikirkan namanya, tapi dia selalu merasa nama yang dipikirkannya tidak cukup bagus, oleh karena itu, hingga saat ini dia belum menemukan namanya.
“Yu Haoxi saja bagaimana? Nama yang memiliki makna harapan!” karena bayi lahir di pagi hari, dan pada saat itu, saat dia melihat langit yang ada di luar sana, nama ini terlintas di benaknya, setelah ragu-ragu dalam sepuluh bulan, akhirnya dia bisa langsung menentukan namanya dengan seketika!
“Haoxi? Haoxi!” Song Yin mengucap berulang kali nama ini, lalu tersenyum dengan lembut.
Harapan mereka adalah anak mereka!
Setelah ruang bersalin telah dibersihkan, semua orang yang ada di luar akhirnya diperkenankan masuk ke dalam!
Semua masuk untuk melihat sang buah hati.
Semua orang masuk ke dalam ruangan.
Hanya Xing Jiabai seorang yang masih berdiri tegak di depan pintu, ketika Hai Baolan datang dengan tergesa-gesa, dia telah melihat sosok yang sedang berdiri di depan pintu ruangan bersalin, di bawah cahaya sinar mentari yang sedang menyinari seluruh tubuh tingginya, membuat Xing Jiabai terlihat berkilau dan sangat tampan, hal ini membuat Hai Baolan tertegun dan sedikit tidak percaya saat melihatnya.
Seperti telah mendengarkan suara napas yang terengah-engah, Xing Jiabai segera membalikkan badannya dan menoleh, dia juga ikut tertegun dan bahkan sedikit tersenyum saat melihat sosok yang datang tersebut, “Hai! Kebetulan sekali!”
“Eh! Iya, kebetulan sekali!” Hai Baolan baru tersadar, dia segera melangkah dan berkata, “Apa Song Yin sudah melahirkan?”
“Sudah!”
“Laki-laki atau perempuan?”
“Laki-laki!”
“Bagus sekali!”
“Iya!”
Dia menundukkan kepalanya dan melihat kakinya, “Kakimu sudah sembuh?”
“Ah! Ah! Sudah, sudah!” kepalanya sedikit terkulai dan lehernya terlihat memerah.
“Lihat ke atas.” Ucap Xing Jiabai sambil berjalan ke hadapannya.
“Uh!” dia menatapnya dengan bingung, dan sepasang mata itu tertuju pada lehernya, baru saja dia memejamkan matanya, bibirnya merasakan kehangatan dari bibir Xing Jiabai .
“Uh!” dia mendesah dan mendorongnya.
Berjarak setengah meter, Xing Jiabai menatapnya dengan lekat, lalu tersenyum dengan pelan, kemudian dia segera memeluknya dengan erat, “Bao Lan, setelah kamu pergi, aku baru sadar kalau aku sangat kesepian tanpamu!”
Hai Baolan merasa sangat kebingungan, ciuman tadi adalah ciuman pertamanya! Ciuman yang bahkan tidak dia berikan kepada Lin Yang, tapi malah direbut oleh Xing Jiabai , “Kamu… apa hubungannya kesepianmu denganku?”
“Aku pikir kita hanya sebatas teman!” Xing Jiabai tersenyum, lalu mencondongkan badannya ke arahnya, mata hitamnya memancarkan aura yang samar-samar, lalu berkata, “Seharusnya kamu tidak meninggalkan puisi itu! dan kamu membuatku merasa bahwa kamu tidak rela meninggalkanku! Jadi, kamu harus bertanggung jawab!”
“Kenapa aku harus bertanggung jawab?”
“Karena aku ingin kamu yang bertanggung jawab!”
“Atas dasar apa? Kamu pikir kamu siapa?”
“Aku adalah Xing Jiabai , yang ke depannya ingin menjadi langit dan duniamu!”
“Gila, uh—Xing Jiabai —uh—”
“Kamu telah mencuri hatiku, dan kamu harus bertanggung jawab—”
__ADS_1