AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 133 Aku Kenal Denganmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Karena malu, maka wajah Mu Xue semerah bunga teratai merah, bibirnya jadi terangkat, seolah tengah menggodanya tanpa suara. Begitu ia melawan, Qin Yinuo jadi tidak bisa menahan diri. Ia langsung menunduk untuk menciumi bibirnya dalam-dalam, menahan bibirnya, mengisap bibirnya. Ia mana peduli kalau ini tempat umum.


Ketika dilepaskan, bibir Mu Xue sudah membengkak dan memerah.


Hello! Im an artic!


“Qin Yinuo, kau bajingan!” Ketika Mu Xue tersadar, ia langsung melirik ke sekitar.


Sementara senyum Han Lie jadi makan dalam, tapi malah tidak bermaksud untuk pergi. Seolah ia tengah menikmati adegan ciuman mereka.


Qin Yinuo mengerutkan alisnya, kenapa orang itu tidak pergi?


Ia langsung menarik Mu Xue ke dalam pelukannya, lalu berjalan ke samping mobil dan memasukkan Mu Xue ke dalamnya. Ia mengangguk ke arah Han Lie dan hendak pergi.


Hello! Im an artic!


“Tunggu!” Tiba-tiba Han Lie berkata.


Qin Yinuo menoleh, ia menatapi wajah pria itu seedingin es, suaranya jadi tidak sabaran, “Entah Anda masih ada masalah apa?”


Han Lie menatapi Qin Yinuo, lalu menurunkan kepalanya ke mobil dan berkata pada Mu Xue, “Jangan lupa kata-kataku padamu. Kalau tak ada yang menghargaimu, cari aku kapan saja, aku ini setia sekali!”


Mu Xue hendak melawan, tapi kemudian ia mendengar kata-kata Han Lie yang sengaja membuat Qin Yinuo salah sangka. Ia langsung menoleh dan melihat Han Lie yang berdiri di luar mobil tengah mengerdipkan mata padanya.


Ia langsung menghela nafas, pria ini jahat sekali! Ia punya maksud tertentu!


Qin Yinuo langsung mendengus dingin, “Ternyata kau benar-benar memiliki maksud pada istriku. Lebih baik kau jangan berharap, kau takkan punya kesempatan!”


Lalu Qin Yinuo menutup pintu mobilnya, dan saat ini handphonenya berdering, “Will, apa? Keadaan Yi Lan parah lagi? Baik, aku segera tiba!”


Mu Xue hendak membuka pintu dan turun, tapi malah ditahan Qin Yinuo. Sekarang dirinya tak tenang membiarkannya disini. Ada Du Jing, dan sekarang muncul lagi seorang darah campuran. Ia harus menyuruh Zeng Li untuk memeriksa identitas pria itu. Sialan, kenapa semuanya mendekati Xiao Xue? Dan lagi semuanya ganteng pula.


Mu Xue hanya bisa menurunkan jendelanya, “Qin Yinuo, kau mau kerja!”


“Keadaan Yilan jadi parah lagi, kau ikut pergi denganku!” Ia menoleh menatap Han Lie. Pria itu berdiri tertegun di sana, kotak makannya mendadak jatuh ke lantai.


Qin Yinuo berjalan memutar ke kursi mengemudi, masuk dan mengemudi.


Mu Xue berhenti melawan, nada suaranya penuh perhatian, “Kenapa jadi parah lagi? Bukannya sudah jauh membaik?”


“Ya! Keadaannya tidak baik!” Qin Yinuo mengangguk, tidak sempat untuk mengatakan apapun lagi. “Xiao Xue, kau ikut aku pergi, jangan pergi kerja lagi!”


Sambil berkata, ia langsung menyalakanmobilnya.


Keduanya tidak menyadari ekspresi Han Lie yang membeku. Ia mendengar nada suara Qin Yinuo yang kacau ketika menelepon, kedua tangannya mengepal di samping tubuhnya, sementara di tanah telah jatuh sehelai daun…


“Maaf, Tuan Han! Dan lagi, terima kasih!” Mu Xue hanya sempat berkata demikian.


Tiba-tiba ia melihat ekspresi pria itu yang berubah, namun mobil sudah melesat bagai anak panah.


Mu Xue dibawa begitu saja oleh Qin Yinuo ke mansion Ming Chang. Begitu pintu dibuka, ia mendengar suara teriakan Mo Yilan, “Jangan pukul aku, jangan pukul aku, jangan bakar aku…”


Suster khusus dan Will berdiri di sampingnya. Di atas sofa, sebuah sosok tengah bergetar.


Sudah sebulan lebih semenjak Mu Xue bertemu dengannya. Rasanya wajahnya sudah berubah, tapi tetap selemah itu, ketakutan seperti itu, bagai seekor burung yang ketakutan, dirinya yang gemetar membuat orang kasihan.

__ADS_1


Begitu masuk Qin Yinuo langsung bertanya, “Kenapa? Bukannya sudah membaik?”


“Sepertinya ia mimpi buruk, seolah tiba-tiba teringat akan seesuatu. Kemudian ia mulai berteriak keras. Tidak ada cara lain, aku hanya bisa mencarimu kembali!” Sang suster spesial ada wanita berusia tiga puluhan.


“Kesadarannya yang pulih hanya sebagian. Anda lihat tidak, sepertinya ia tidak memanggil nama Anda lagi!” Will berkata dalam bahasa inggris pada Qin Yinuo.


“Ada apa ini?” Qin Yinuo mengerutkan alisnya.


Ia melihat Mo Yilan lagi, melihatnya yang bergulung di atas sofa, seolah tengah menggigit kukunya sendiri, terus meneriakkan, “Jangan bakar aku, jangan…”


Hati Mu Xue sakit sekali. Lalu ia teringat pada foto yang ia lihat, dan hatinya jadi makin sakit. Wanita ini kasihan sekali, ia pernah secantik itu…


Kemudian ia melirik Qin Yinuo yang kelihatannya khawatir sekali. Mu Xue menghela nafas sekali lagi, berjalan pelan ke samping sofa. Begitu ia mendekat, Mo Yilan langsung bergetar sesaat.


Mu Xue berkata dengan nada rendah dan lembut, “Nona Mo, jangan takut. Tidak ada orang yang bisa melukaimu, Qin Yinuo akan melindungimu…”


Belum ia selesai berkata, Mo Yilan langsung berhenti bergetar. Ia mengerutkan alisnya, tengah berpikir, seolah masuk ke dalam pikirannya. Kemudian lama sekali, ia tidak berteriak lagi.


Semuanya kaget. Saat ini Mo Yilan menengadah, menatapi mata Mu Xue, tiba-tiba berkata dengan suara yang hampir tak terdengar, “Aku kenal denganmu!”


Semua orang bagai tersambar petir.


Qin Yinuo tertegun, sementara Mu Xue lebih kaget lagi.


Setelah beberapa lama lagi, ia mendengar Mo Yilan yang berkata, “Kau ini…kau ini teman Nuo!”


Mu Xue tertegun, lalu menoleh menatap Qin Yinuo. Saat ini ia baru sadar, kalau beberapa orang itu melongo.


Mo Yilan benar-benar telah sembuh kah?


Mendengar pujian, Mo Yilan langsung tersenyum malu. Ia duduk dalam diam di atas sofa. Meski ia tetap bergulung, tapi ia sudah jauh lebih tenang.


“Dimana Nuo?” Mo Yilan tiba-tiba bertanya, “Dia tidak datang bersamamu kah?”


Mu Xue tertegun, lalu menoleh lagi, bukankah itu Qin Yinuo?


Mo Yilan menatap ke arah tatapan Mu Xue, tapi ia masih mengulang kalimatnya, “Nuo tidak datang kah?”


Kelihatannya ia kecewa, lalu menatapi Qin Yinuo di belakang Mu Xue, menatapi Will, suster khusus, dan tetap bertanya, “Bukannya ia sudah berjanji padaku untuk menemaniku setiap hari?”


“Sepertinya ia tidak kenal denganmu!” Will berkata pada Qin Yinuo.


Ekspresi Qin Yinuo rumit sekali, ia mengerutkan wajah. “Tapi sepertinya ia sudah jauh lebih baik. Kelihatannya dirinya yang sekarang sudah lebih baik, sudah jauh lebih tenang. Ia malah ingat dengan Xiao Xue!”


“Tapi dia tak ingat denganmu. Kau berdiri di sini, dan ia tak kenal denganmu. Aku tak tahu ini pertanda baik atau buruk, masih perlu diselidiki!” Will berkata, kemudian menatapi Mu Xue dan Mu Yilan. “Tapi bisa bantu nona ini untuk membantunya mengingat memori. Ia tidak menolak kehadiran nona ini, itu artinya nona ini telah membangunkan ingatannya.”


“Membantu Yilan mengingat?” Qin Yinuo tertegun, “Mengingat apa?”


“Masa lalu, atau mungkin kita perlu mencari titik lemahnya, mungkin ia akan kembali ingat semuanya!”


“Tidak, ini terlalu kejam!” Qin Yinuo menggeleng, “Xiao Xue sama seekali tidak tahu. Dia dan Yilan hanya bertemu sesaat. Tapi Yilan mengenalnya, aku tak mengerti kenapa.”


Mendengar percakapan ini, Mu Xue menoleh dan agak curiga.


“Dimana Nuo?” Mo Yilan terus bertanya dengan bingung. Ekspresinya agak malu-malu, terus menunduk.


“Yilan, aku ini Qin Yinuo. Kau tidak kenal denganku kah?” Qin Yinuo maju dan bertanya.

__ADS_1


Sementara Mo Yilan malah bergetar, “Jangan datang, jangan datang, jangan bakar aku…”


“Kau jangan datang!” Mu Xue juga tertegun, wanita ini benar-benar tak mengenal Qin Yinuo, “Nona Mo, coba Anda angkat kepala Anda, lihat, dia itu Qin Yinuo!”


“Kau asal ngomong, dia bukan!” Ia berkata cepat-cepat, suaranya rendah, “Nuo tidak seperti ini! Mata Nuo warnanya biru!”


“Apa?” Semua orang tertegun, bagaimana mungkin?


Mu Xue menoleh pada Will untuk sebentar, menyadari ia memiliki mata biru, karenanya ia menunjuk ke arah Will, “Kau lihat, dia itu bukan Qin Yinuo, tapi matanya juga biru loh!”


“Ah!”


Ada apa ini? Siapa yang bisa memberitahunya? Mu Xue sama sekali tak mengerti!


“Will, kau tahu dia kenapa?” Qin Yinuo juga kebingungan.


“Mungkin ia menganggapmu sebagai orang dalam imajinasinya, atau mungkin ia menganggapmu sebagai orang lain. Ada Qin Yinuo lain yang bermata biru dan berambut hitam. Maka dalam ingatannya ia memiliki sosok lain.”


Ketika Will berkata, ingatan Mu Xue langsung teringat akan wajah seseorang, Han Lie! Meski mata Han Lie berwarna biru, tapi rambutnya hitam.


Tapi ia hanya terpikir sekilas, maka ia langsung bertanya, “Nona Mo, kau tahu siapa namaku?”


Mo Yilan memanyunkan bibirnya seperti anak kecil, lalu berkata malu-malu, “Maaf, aku lupa!”


“Tidak masalah, kuberitahu kau, namaku Mu Xue. Kau bisa ingat tidak?” Mu Xue bertanya lagi.


“Mu Xue, Mu Xue…” Mo Yilan mengulang. Setelah diulang beberapa kali, tiba-tiba ia tertawa, “Aku sudah ingat, aku kenal denganmu loh! Namamu Mu Xue! Kau bisa membantuku mencari Nuo tidak? Ada kata-kata yang ingin kuungkapkan padanya!”


“Ini harus bagaimana?” Mu Xue tertegun, “Dokter, kau punya cara tidak?”


Will terbenam dalam pikirannya, “Ia benar-benar menjadikanmu sebagai orang lain. Atau mungkin dalam otaknya masih ada Qin Yinuo yang lain!”


Mendengarnya, Qin Yinuo tidak tahu harus berkata apa, “Dia kenal denganku?”


Begitu Mu Xue mendengar nada suara Qin Yinuo yang tajam dan nyaris tidak percaya, hatinya jadi sakit. Saat ini tiba-tiba ia merasa Qin Yinuo ini gugup, karena Mo Yilan tidak lagi kenal dengannya. Maka hatinya pasti kecewa sekali.


“Kau bantu aku cari Nuo, oke?” Mo Yilan berkata pada Mu Xue lagi.


“Baik!” Ia mengangguk, “Baik, aku membantumu mencarinya kemari!”


Ia membalikkan badannya, lalu melihat sosok Qin Yinuo yang tengah melongo. Hatinya sakit, tapi kemudian Mu Xue menenangkan dirinya sendiri dengan menganggap kalau pria ini hanya terlalu kaget.


“Sebelumnya kami mengambil fotomu untuk diperlihatkan padanya. Ketika ia melihat foto tersebut ia tertawa senang. Oh ya benar, dimana albumnya?” Will bertanya pada suster khusus.


“Diambil oleh Nona Mo kedua!” Suster khusus menjawab.


Saat ini Mu Xue langsung mengeratkan tasnya. Album itu ada di dalam tasnya.


“Album?” Qin Yinuo tersadar, bertanya pada Will, “Foto-fotoku dengan Yilan kah?”


“Benar, kami ingin meminjam benda-benda lama untuk membangkitkan saraf di otaknya dan mengembalikan ingatannya. Ketika melihat foto-foto itu, tawanya senang sekali!” Will menjelaskan.


“Oh! Apakah foto lama akan membantunya?” Karena dirinya yang terlalu khawatir, maka ia tidak berpikir banyak. Ia masuk ke dalam ruang membaca, mengeluarkan sebuah kotak kardus, “Disini ada beberapa foto, lihat apa ini bisa berguna tidak!”


Mu Xue langsung tertegun. Ternyata, ia masih menyimpan foto lamanya, dan lagi isinya sekotak.


Ketika kardus itu dibuka, Mu Xue melihat di dalamnya masih ada kantong plastik, dibungkus dengan rapi sekali. Seolah jauh dari kumpulan debu, jelas sekali kalau kotak ini dibungkus dengan sepenuh hati.

__ADS_1


__ADS_2