
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan sangat hebat, Song Yin tidak pernah meragukan ini.
Ada jejak kekaguman di antara kata-katanya, membuat seluruh wajah Lu Chennian menjadi muram. Dengan sedikit tekanan di jari-jarinya, puntung rokok itu dimatikan olehnya, dia sama sekali mengabaikan panasnya api.
Hello! Im an artic!
Dan senyum Song Yun yang terlalu damai membuat dia merasa kesal. Mata Lu Chennian menegang ketika dia tidak tahu perasaan apa yang berkecamuk di dalam hatinya.
Song Yin turun dari mobil.
Lu Chennian mengikuti dari belakang. “Aku bisa tidak melakukannya!”
Song Yin dengar sepertinya dia berusaha menekan emosinya, dan nada bicaranya sedikit ragu-ragu.
Hello! Im an artic!
Punggung Song Yin menegang. Dia berbalik dan menatapnya.
“Hanya satu syarat, maka aku tidak akan melakukannya!” Lu Chennian berkata lagi.
“Apa?” Song Yin masih memiliki sedikit keberuntungan. Betapa bagusnya jika dia dapat membantu Yu Jinglan menyelesaikan masalah ini?
“Temani aku satu malam.”Lu Chennian berkata pelan.
Song Yin dibuat terkejut olehnya!
Dia tidak mengatakan apapun, tetapi matanya tiba-tiba menjadi aneh dan tajam.
Lu Chennian diam-diam menunggu jawabannya, tetapi sepertinya dia sedang menunggu vonis. Dia menatap matanya. Saat ini, ternyata dia begitu berjuang. Dia berharap mendengar Song Yin menolaknya, tetapi dia juga berharap mendengarnya berkata iya. Tetapi dia merasa Song Yin akan menolak dirinya. Dia tidak tahu dirinya sedang memikirkan apa, kenapa dirinya begitu kontradiktif.
Song Yin tidak mengatakan apapun, dia berbalik dan berjalan meninggalkan Lu Chennian yang menatapnya dengan tertegun.
Lu Chennian tercengang sesaat dan sorot matanya penuh dengan rasa terkejut. Ternyata dia tidak mengatakan apapun pada dirinya. Tidak memarahinya, tidak bicara, tidak mengatakan sepatah kata pun. Hanya pergi begitu saja.
Apakah dia sama sekali tidak ingin mengatakan sesuatu pada dirinya?
Song Yin melangkah ke pintu belakang. Tidak peduli bagaimana orang lain mengancamnya, dia tidak akan pernah menggunakan tubuhnya sebagai alat tukar. Tidak peduli betapa dia mencintai Yu Jinglan , dia tidak akan pernah membantunya menggunakan cara ini.
Tetapi di saat yang sama, dalam hatinya dia juga memahami sesuatu.
Lu Chennian membeli saham Grup Yu karena dirinya, dan Du Liling berulang kali memaksa Kakak Yu karena dendam pada ayahnya. Pada saat ini, Song Yin baru tahu apa yang telah dia toleransi. Yu Jinglan pasti sudah tahu kalau Lu Chennian ingin membeli sahamnya, kan?
Hatinya tiba-tiba dipenuhi oleh perasaaan tersentuh, dia berjalan keluar dari pintu belakang rumah sakit. Sebuah mobil diparkir di pinggir jalan di depan. Mobil itu adalah mobil perusahaan Yu Jinglan yang mengantarnya barusan. Song Yin mengangkat tangannya dan melirik jam di pergelangan tangannya. Saat itu sudah pukul setengah lima sore. Dia seharusnya sudah pulang kerja, kan?
“Nyonya, apakah Anda akan kembali ke perusahaan?”
“Tidak, sekarang kembali ke villa.” Song Yin sudah lama tidak kembali ke vila. Setelah makan malam dengan Xing Jia Bai, Gong Ben, dan Wen Xiaoxing kemarin, malam harinya Yu Jinglan masih bekerja lembur. Dia menemaninya di perusahaan untuk membantu mengatur materi. Mereka bekerja lembur bersama sepanjang malam. Setelah subuh, Yu Jinglan memeluknya di ruang kecil selama dua jam untuk istirahat, lalu mulai bekerja lagi.
Setelah kembali ke vila, Song Yin dan Bibi Zhang memasak bersama, “Bibi Zhang, tambahkan nutrisi. Malam ini tuan akan kembali untuk makan malam.”
“Iya!”
__ADS_1
Ketika Yu Jinglan kembali, di atas meja sudah penuh dengan hidangan. Song Yin juga telah menunggunya di depan pintu. Pemandangan yang begitu hangat membuatnya merasa bahagia walaupun dia merasa kelelahan melihat wanita yang dicintainya menunggunya pulang kerja.
Song Yin mengambil tasnya. “Lelah? Air mandi sudah siap, mandilah dulu untuk melepas penat lalu kita makan.”
“Hmm!” Dengan lembut dia memeluk Song Yin dan memberikan ciuman di bibirnya. “Merindukanku tidak?”
Song Yin tersipu dan tanpa sadar melihat ke arah dapur, Bibi Zhang memperhatikan mereka sambil tersenyum. Dia juga senang melihat tuan dan nyonya begitu penuh cinta.
Wajah Song Yin memerah. “Bibi Zhang sedang memperhatikan!”
“Takut apa? Kita sedang di rumah dan kita juga adalah suami istri sah.” Yu Jinglan memperhatikannya, menyentuh wajahnya dengan tangan besarnya lalu dia menundukkan kepala dan mencium bibirnya lagi kemudian tersenyum mengejek, “Apakah merindukanku merupakan suatu kesalahan? Kenapa harus malu?”
Song Yin menggigit bibirnya dan bergumam dengan agresif, “Aku tidak malu.”
“Jika kamu berbohong, akan ada hukumannya.” Yu Jinglan berbisik di telinganya, dan ketika melihatnya memerah lagi, dia tertawa lalu memeluknya. “Nanti malam kamu harus menebusku, aku sudah berpantang sangat lama!”
“Menyebalkan!” Song Yin berkata dengan marah.
Setelah makan malam.
Song Yin tiba-tiba merasa sangat gugup. Dia tahu apa arti malam ini, yaitu malam pertama setelah mereka berbaikan.
Kata-kata yang diucapkan Lu Chennian di sore hari membuatnya merasa bersalah pada Yu Jinglan . Jika tidak ada dirinya, apakah sekarang tidak akan ada krisis yang terjadi pada Grup Yu?
Memikirkan hal ini, rasa bersalahnya semakin dalam.
Ketika sedang memikirkan hal ini, Yu Jinglan berjalan masuk dan melihat sekeliling terlebih dulu. Karena di tangan Du Liling sudah ada videonya, Yu Jinglan begitu mengetahuinya langsung memeriksa kamarnya pada hari itu. Dan memang menemukan sebuah kamera lubang jarum. Dia waktu itu sudah membereskannya. Sekarang dia memeriksa sekali lagi, setelah memastikan semuanya aman, dia baru bisa tenang.
“Apa yang kau cari?” Song Yin kebingungan melihat dia memeriksa sekeliling dan menyentuhkan tangannya di mana-mana.
“Kakak Yu!” Dipeluk olehnya membuat jantung Song Yin berdebar gugup dan wajahnya semakin memerah. “Kamu cepat istirahat, kamu tadi malam tidak istirahat.”
Yu Jinglan mendengus protes. “Aku sudah terlalu lama berpantang, kamu harus menebusku!”
Ini bukannya sama saja menguji kesabaran dirinya. Wanita yang dia cintai ada dalam pelukannya. Dia sudah lama tidak menyentuhnya, bagaimana dia bisa tidur? Dia adalah seorang laki-laki dan dia tidak dapat mengendalikan ini.
Jantung Song Yin berdegup lebih kencang lagi. Tentu saja dia tahu itu, tapi apakah kondisi tubuhnya bisa melakukannya sekarang? Begitu sibuk dengan pekerjaan sampai jatuh sakit pula, “Sudahlah, tidur dulu. Tunggu kamu sehat, aku akan menebusmu.”
Begitu mengatakan itu, wajahnya langsung memerah.
“Tidak! Aku mau sekarang!” Bibir Yu Jinglan menempel di telinganya dan berteriak.
“Boom” Song Yin bisa mendengar jantungnya berdetak kencang, dan aroma musky samar dari tubuh Yu Jinglan sepertinya penuh dengan aroma yang menyihir, membuat jantung Song Yin melonjak, tapi dia masih malu-malu, “Lebih baik kamu istirahat saja dulu.”
“Tidak mau! Sekali saja!” Yu Jinglan menekan tubuh lembutnya dengan tidak sabar, ciuman pelannya penuh dengan hasrat dan dengan lembut menggigit leher putihnya–Hasrat yang baru saja bangkit sangat luar biasa. Wanita ini benar-benar memiliki kemampuan untuk membuatnya gila.
Sekarang sel-sel tubuh Yu Jinglan sudah berteriak-teriak dan sangat bersemangat. Dia hanya menginginkannya.
Song Yin tenggelam dalam pelukannya. Tetapi ketika dia dapat merasakan kekuatan yang keras menekan tubuhnya, wajah kecilnya menjadi lebih memerah dan napasnya menjadi memburu.
“Kakak Yu!” Suara Song Yin malu-malu, dia memiringkan kepalanya untuk menghindari ciuman Yu Jinglan dan membuat ciumannya jatuh di pipi kemudian ke bawah menggigit tulang selangkanya…
“Kakak Yu!” Song Yin gemetar dan gugup—
__ADS_1
Berikutnya, tubuhnya sudah digendong oleh Yu Jinglan dan setelah membaringkannya di tempat tidur, Tubuh Yu Jinglan mengambil kesempatan dari atasnya…
“Jangan menolakku, tidak boleh!” Suaranya rendah dan seksi, sepasang matanya juga berubah karena hasrat yang begitu kuat.
“Aku bukannya menolakmu…” Wajah Song Yin sedikit gelisah, tapi rasa malunya lebih besar. Sekarang dia dan dirinya bertumpuk dalam posisi yang begitu intim. Tubuhnya menempel erat dengan tubuh rampingnya. Bahkan jika dia bergerak pelan saja dapat membuat Yu Jinglan mengerang.
Wanita yang dicintainya berbaring di bawah tubuhnya seperti ini, membuat Yu Jinglan semakin sulit untuk menahan dirinya sendiri. Dia menginginkannya! Pikiran ini menyebabkan ada aliran panas yang dengan cepat mengalir ke perut bagian bawahnya.
Lalu dia meningkatkan intensitas ciuman di tubuhnya, membuatnya semakin tidak dapat mengendalikan keinginan kuat untuk memilikinya.
Dia menundukkan kepalanya dan mencium bibirnya dengan keras, lidahnya yang basah langsung masuk, menutupi mulutnya sepenuhnya dan menguras oksigen dari tubuhnya, dan menciumnya sampai dia hampir tercekik.
Jari-jari rampingnya membuka tali piyamanya, dan tangan besarnya memegang pinggang dan bergerak dengan lembut menyisiri lekukan tubuhnya.
“Yinyin.” Dia mencium sudut matanya, mematuk bibirnya dan menggigit lehernya.
Tangan besar Yu Jinglan melingkari punggungnya yang mulus dan menekannya ke arah dirinya sendiri. Kelembutan tubuhnya mengusap dadanya, membuat dia semakin bersemangat. Dengan sekali jentikan, jepitan bra-nya sudah terlepas.
Lalu dengan satu tangan menarik lepas pakaiannya dan membenamkan kepalanya di dada Song Yin kemudian membuka mulutnya untuk mengenyam buah merahnya.
“Kakak Yu…” Song Yin memanggil namanya dengan tanpa daya.
Song Yin tidak memiliki kekuatan, dadanya naik turun terus-menerus.
Yu Jinglan menggunakan kakinya merentangkan kedua kakinya, mengarahkan tangan besarnya ke bawah dan memasuki tubuh sempitnya.
“Apakah kamu menginginkanku?” Dia bertanya dengan parau.
“Aku…” Song Yin bingung dan bertemu dengan mata merahnya. Dia menggigit bibirnya dengan kesal, “Aku tidak tahu!”
“Katakan kamu menginginkan aku!” Yu Jinglan menepis rambutnya yang berantakan, lalu dengan lembut mencubit rahangnya dan memintanya untuk menjawab.
Darah di sekujur tubuhnya mendidih, Song Yin merasa dirinya akan meledak. Dan semua itu mengalir ke otaknya dalam sekejap, membuatnya tidak dapat berpikir, hanya tersisa satu naluri saja.
Dia merasa tubuhnya yang kosong sangat ingin diisi, tetapi dia tidak bisa memberitahunya, akhirnya dia mengangguk keras.
Dalam sekejap–
Yu Jinglan menurunkan pinggangnya dan pada saat yang bersamaan dia mencium mulut kecilnya dan membenamkan dirinya dalam-dalam.
“Um!” Dia mengerang dan dalam sekejap langsung merasa dirinya sangat penuh.
Yu Jinglan mengangkat kedua kaki putihnya dan memanggil namanya dengan mesra lalu mengayunkan tubuhnya dengan lancang, bergerak dengan liar, menuntut semua rasa manis pada dirinya dengan liar. Song Yin mengerang lembut dan berbisik meminta ampun, “Kakak Yu…pelan sedikit…”
Tapi dia merampas dengan begitu lembut dan mendominasi, sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk bernapas dan secara agresif memenuhi dirinya.
Tubuh mereka bersatu dengan indah dan perasaan puas itu membuat Song Yin hampir mengalirkan air mata, seolah-olah dia dilahirkan untuk dia dan ditakdirkan untuk menjadi wanitanya.
Song Yin berteriak padanya dan pada saat yang bersamaan ketika tubuh mereka bersatu, dia sudah menyingkirkan semua alasan. Dia hanya tahu bahwa seumur hidup ini dia adalah milik pria ini. Tidak peduli apa yang terjadi di masa depan, di dalam hidupnya hanya ada pria ini.
Malam berjalan sangat panjang. Di pagi hari, sinar matahari yang lembut menerobos masuk ke dalam ruangan, memantulkan sinar yang penuh warna-warni.
Yu Jinglan terbangun dan ketika dia melihat orang di dalam pelukannya sedang memeluknya, bibirnya yang sempurna dan anggun melengkung membuat senyum puas. Lengannya lebih erat melingkari tubuh lembutnya dan hatinya penuh dengan kebahagiaan.
__ADS_1
Song Yin adalah miliknya, wanita milik Yu Jinglan , kekasih di kehidupan ini. Setiap hari dapat memeluknya ketika bangun di pagi hari, membuatnya merasa sangat bahagia.