AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 332 Kamu Cemburu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Senin depan!”


“Kapan wisuda?”


Hello! Im an artic!


“Selasa depan acara perpisahan, setelah perpisahan sudah bisa mengambil ijazah dan wisuda, dan bisa meninggalkan kampus!” Song Yin menjawab dengan santai.


Tiba-tiba terasa sangat aneh, karena bisa-bisanya dia membahas masalah ini dengan Yu Jinglan diatas kasur.


Yu Jinglan memeluknya, Song Yin terkunci dalam pelukannya, saling berpelukan dengan tenang dan saling mengandalkan, walaupun tadi hampir saja kelahi, namun postur mereka saat ini sangatlah mesra.


“Senin depan, masih ada 3 hari, kita pergi liburan!”


Hello! Im an artic!


“Tidak mau!” Song Yin langsung menolak, tanpa berpikir.


“Sial, kamu menolak?”


“Aku….” Song Yin menggigit bibirnya, “Aku, aku tidak ada waktu!”


“Tidak peduli kamu ada waktu atau tidak, cepat pergi siap-siap, pergi liburan denganku! ”


“Mana boleh begitu kamu? Aku tidak pergi, kamu tidak pergi!” Song Yin memasukkan kepalanya kedalam selimut.


Orang yang mengancamnya itu belum ditangkap, juga tidak tau apa maksud dan tujuannya, Yu Jinglan masih ingin berliburan, ia tidak memikirkan bahaya Song Yin, Song Yin tidak mau pergi. Namun, kenapa dia mau pergi liburan? Apa dia sangat capek?


Yu Jinglan menghela nafasnya. “Aku berbaik hati membawamu pergi bersantai, apa aku bersalah?”


Dia bersembunyi dibalik selimut, mengira bahwa dirinya sendiri salah dengar.


“Bangun, cepat!” Yu Jinglan menarik selimutnya.


“Aku bilang aku tidak mau pergi, kamu pergi dengan pacarmu saja!” Song Yin teringat dengan berita hiburan semalam, sedikit sedih dan tak dapat menahan rasa cemburunya.


“Aku mana ada pacar?” Yu Jinglan mengerutkan alis.


“Kamu begitu banyak pacar, sembarang cari saja satu!”


Kerutan di alis Yu Jinglan semakin erat. “Sejak kapan aku ada begitu banyak pacar?”


“Yu Jinglan !” Song Yin meneriakinya, “Kamu berani bilang kamu tidak ada pacar? 3 hari sebelum kita menikah, kamu membawa pulang 3 wanita ke rumah, di mall, kamu membeli gaun untuk seorang wanita, kamu dengan model mobil Liu Manli, dan berita kamu dengan ibu dari anak haram Mu Xue, bukankah itu semua adalah pacarmu? Walaupun Mu Xue tidak termasuk, lalu bagaimana dengan beberapa sebelumnya? Apa mereka bukan?”


Tiba-tiba Yu Jinglan tersenyum, tatapannya sulit ditebak, “Yin Yin, kamu cemburu?”


“Aku….” Tiba-tiba wajah Song Yin memerah.


“Siapa yang cemburu?! Aku tidak mau berbicara denganmu, yang penting aku tidak akan pergi liburan denganmu, aku sudah tidak ingin membicarakan apapun saat ini! Aku hanya mau mengurus masalah wisudaku.”


Song Yin berdiri dan turun kasur, Yu Jinglan malah menahannya, menimpanya, menatapnya, sudut mulutnya menajam, tersenyum licik. “Kamu cemburu!”

__ADS_1


Intonasinya begitu yakin, wajah Song Yin memerah, membuang wajahnya, tak melihat Yu Jinglan , menyangkal : “Kenapa aku harus cemburu, itu semua tidak ada hubungan denganku!”


“Jika tidak ada hubungan, buat apa kamu membahas ini?”


“Karena aku tidak ingin liburan bersamamu!”


“Bagaimana jika aku bilang, aku belum pernah dengan tidur dengan mereka semua?” Yu Jinglan mengangkat alisnya.


“…. ” Song Yin tertegun, menelan ludah, akhirnya berkata, “Apa, apa yang kamu katakan?”


“Apa kamu melihatnya sendiri aku tidur dengan mereka?” Yu Jinglan menaikkan alisnya.


“Aku…” Iya juga, Song Yin melihat mereka diatas kasur, namun itu hanyalah godaan, namun, selanjutnya….


Melihat Song Yin kebingungan, cekungan mata Yu Jinglan semakin dalam, senyuman tipis dibibirnya terangkat : “Masih bilang tidak cemburu!”


“Sangat lucu melihatmu kebingungan!” Suara Yu Jinglan masih tetap rendah, namun terkandung senyuman.


Gadis ini, ternyata juga tau cemburu, tampak kegembiraan diantara alisnya yang dingin, selama ini Yu Jinglan mengira bahwa Song Yin tidak peduli dengannya, walaupun semakin dekat dengannya, namun Song Yin sama sekali tidak memilihnya, kemarin menyuruhnya memilih antara Song Qingquan dan dirinya, Song Yin bilang dia tidak mau memilih siapapun, pada saat itu Yu Jinglan sangat kesal.


Namun, saat ini Song Yin jelas sekali sedang cemburu, masih menyangkal.


Tapi, wajahnya yang merona sangatlah cantik, pipi putih seperti sebuah apel, lucu sekali.


“Aku, aku tidak cemburu!” Song Yin masih menyangkal.


“Kita pergi liburan ya, hanya kita berdua saja, mengemudi sendiri selama 3 hari, ya? Berkemah di malam hari dengan tenda.” Suara rendah itu sedikit menggoda, Yu Jinglan menimpa Yu Jinglan , tangannya melambai rambutnya, postur keduanya sangat mesra.


“Jangan bergerak.” Tadinya hanya merasa lebih mudah bicara dengan menimpanya, agar dia tidak melarikan diri. Namun karena Song Yin terus menolak, suara berat Yu Jinglan membangkitkan semakin banyak nafsu, suaranya menjadi lebih serak, dan bagian perutnya juga menjadi mengeras.


“Kamu cepat berdiri!” Merasakan dengan jelas perubahan tubuh Yu Jinglan , Song Yin menegangkan tubuhnya. “Kita berdiri dulu dan bicarakan!”


Tidak tau kenapa, gelombang merah menghantam pipi Song Yin, bahkan telinganya juga ikut memerah, walaupun Song Yin sudah melakukan ini berkali-kali dengannya, namun ini adalah kali pertamanya Song Yin merasakan malu, perasaan ini, seperti kesentrum olehnya, suasana hatinya berubah total, membuat Song Yin merasa tidak nyaman.


“Tidak mau.” Melontarkan dua kata itu, meskipun orang yang menderita adalah diri sendiri, namun Yu Jinglan tidak ingin melepaskan kesempatan mesra yang langka ini, menikmati wajah meronanya, “Apa kamu mengira aku menggunakan semua pelacur di hotel? Apakah mereka terlihat seperti wanita baik-baik? Membuatku kelaparan, meninggalkan pengantinku dan bermain dengan mereka?”


“Kamu, kamu bilang mereka adalah pelacur?” Song Ying bingung, membesarkan matanya.


“Beritahu aku apa yang terjadi dengan pertama kalimu?” Yu Jinglan mengerutkan alisnya, tatapannya dalam. “Kita bertukaran!”


Wajah Song Yin memucat, mengerutkan alis, menggigit bibirnya, dengan suara kecil ia berkata : “Aku tidak mengkhianatimu, percaya atau tidak, terserah kamu! Aku hanya ada satu pria yaitu kamu.”


Yu Jinglan bingung sejenak, mengerutkan alis, sedikit ragu, terdiam sejenak, kemudian berkata : “Aku bukan seorang pria yang baik, namun setelah menikah aku tidak pernah selingkuh!”


Song Yin bingung, maksud Yu Jinglan , dia tidak pernah selingkuh? Sama sekali tidak pernah terjadi sesuatu dengan wanita-wanita itu? Tiba-tiba hatinya bergetar, berdebar kencang, apakah dia harus percaya?


“Kamu, kamu berdiri dulu!” Song Yin dengan cepat menenangkan perasaannya, berkata dengan rendah, sudah begitu lama, Song Yin merasa tubuh pria yang besar itu menimpa perut kecilnya, dibatasi dengan baju tidur yang tipis, sangat tidak nyaman.


Dia adalah pria, bukankah dia yang tidak nyaman? Apakah reaksinya terlalu keras?


“Kamu membuat aku hidup seperti seorang biksu!” Dengan satu tatapan mengerti pemikiran Song Yin, Yu Jinglan berkata dengan sedih, setelah menikah, selalu Yu Jinglan yang merayunya dengan kekerasan, Song Yin sama sekali tidak pernah berinisiatif.


Setelah menikah dia tidak pernah meniduri wanita lain?

__ADS_1


Dengan 100% tidak percaya, Song Yin menatap Yu Jinglan yang sedang sedih, sebelumnya dia begitu membenci dirinya, dia benar tidak pernah pergi mencari wanita lain? Wanita yang muncul di kamarnya, dan juga muncul di berita, sama sekali tidak pernah tidur bersama? Siapa yang percaya?!


“Terserahmu percaya atau tidak!” Melihat tatapan curiga Song Yin, Yu Jinglan dengan cepat menunjukkan ekspresi terlukanya, tatapannya meredup, bahkan intonasinya juga lesu, “Apa aku begitu gampangan dimatamu? Tidak pantas dipercaya?”


Hatinya selalu tertuju dengan bagaimana caranya membalas Song Qingquan, mana ada perasaan untuk bermain dengan orang lain?


Dengannya, walaupun adalah dendam, namun pada akhirnya, hubungan keduanya perlahan-lahan menggantikan posisi dendam, lebih tidak mungkin lagi baginya untuk mencari wanita lain, walaupun itu adalah kebutuhan nafsu.


Song Yin terbeku dengan raut wajah Yu Jinglan yang sedih, Song Yin menatap kaku wajahnya yang kehilangan cemerlang, dan masih sedikit bingung.


“Kita pergi liburan!” Kata Yu Jinglan lagi, tetap tidak mau meninggalkannya.


Pergi tidak? Harus pergi? Song Yin bingung.


Saat ini dirinya memasuki kondisi bingung dan tidak tau harus bagaimana, apa maksud Yu Jinglan tiba-tiba menjelaskan ini semua? Yu Jinglan mulai peduli dengannya? Song Yin tidak berani terus memikirkannya, hatinya sangat kacau, bermunculan berbagai pertanyaan, wanita yang berebut gaun denganya siapa? Dan juga, bekas ****** di lehernya.


“Kamu bohong! Aku tidak percaya” Song Yin menggelengkan kepala. “Kamu berbohong!”


“Bohong apa?”


“Apa yang terjadi ketika di ruang presiden, kenapa bisa ada bekas ****** dilehermu, sebuah bekas cetakan gigi, jika kamu tidak ada orang lain, kenapa ada bekas cetakan gigi?”


“Oh! Itu!” Yu Jinglan tersenyum. “Itu bekas yang ditinggalkan Liu Manli!”


“Liu Manli?” Song Yin tidak bisa mengerti.


“Yang penting aku tidak tidur dengannya!” Tiba-tiba Yu Jinglan berkata dengan kesal. “Aku sangat sulit!”


Namun itu semua karena dirinya sendiri, tidak terpikir bisa begini!


“Jika dari awal tau begini, akan kutiduri semua wanita itu, daripada menahannya dengan begitu menderita! Jika setiap hari ada pacar, apa aku perlu bereaksi seperti ini?” Yu Jinglan mendekatkan tubuhnya, membiarkan Song Yin merasakannya.Hati Song Yin yang tadinya curiga sekarang sudah terhempas, menaikkan pandangan melihat tatapan Yu Jinglan yang tersenyum, tiba-tiba juga ikut tersenyum, dengan sedikit malu dan canggung.


“Benarkah yang kamu katakan?”


“Kamu juga bisa menganggapnya palsu!” Yu Jinglan meneriakinya dengan tidak segan, tiba-tiba memblokir bibirnya, menggigit bibirnya dengan kuat, “Aku tau, tidak bisa jika tidak menghukummu!”


“Wu….” Song Yin membesarkan matanya, mengeluarkan suara wuwu, benar-benar tidak tau harus melakukan apa pada situasi seperti ini.


“Anak gadis, apa kamu tidak bisa lebih berinisiatif?” Menatap wanita kecil yang masih terbeku, Yu Jinglan tersenyum pelan, menggelengkan kepala, mulai membuka baju tidurnya.


“Aa, kamu mau berbuat apa?”


“Sudah tidak tahan!” Kata Yu Jinglan . “Selesai melakukan ini langsung pergi liburan!”


“Ini… ” Hati Song Yin sangat terkejut, itu semua benar? Adegan yang sebelumnya sempat membuatnya sedih itu tidak benar? Hari ini Yu Jinglan memberitahukan semua kepadanya, tiba-tiba Song Yin merasa tidak berani percaya, pada saat yang sama, beberapa perasaan terkejut memenuhi hatinya.


“Berhenti omong kosong, jika kamu menolakku lagi, aku akan membuatmu sampai mati!” Masih intonasi yang mengancam, Yu Jinglan berekspresi kejam, menyipitkan matanya, aura mesra dalam tubuhnya terpancar, tatapannya memancarkan sinar yang lembut, wajah yang tadinya dingin menjadi lembut, dengan penuh kasih sayang mengusap pipi putih lembut Song Yin.


“Kamu…” Song Yin tersentak.


“Yin Yin, jangan menolakku!” Yu Jinglan menunduk, bertumpu pada samping telinganya.


Tidak meragu lagi, Song Yin merangkul tangannya di lehernya, tiba-tiba menarik kepalanya, dengan lembut menempelkan ciuman pada bibirnya, tidak berpikir lagi, ia mencintai pria ini, walaupun terus tidak ingin mengakuinya, namun sejak awal ia sudah mencintainya, dia tidak peduli, ia bersedia menikah dengannya.

__ADS_1


__ADS_2