AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 60 Banjir Air Mata


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Xiao Xue, jika membutuhkan pertolongan jangan sungkan untuk memberitahuku!” ujar Ceng Li.


“Terima kasih,” jawab Mu Xue. Hati Mu Xue terasa sangat hangat akan perhatian Ceng Li.


Hello! Im an artic!


Di kediaman keluarga Qin.


“Kapan kamu mau menyetujui perjodohan ini?” tanya Qin Maoxiang.


“Terserah, atur saja,” jawab Qin Yinuo.


“Apa? Kamu setuju untuk dijodohkan?”


Hello! Im an artic!


“Bukankah ini maumu?”


“Baiklah, kalau begitu aku akan mengatur pertemuan kedua keluarga dalam minggu ini!”


“Terserah!” ujar Qin Yinuo kemudian beranjak pergi.


“Daddy?” Tianyu memanggil ayahnya.


“Kenapa belum tidur?” Qin Yinuo menggendong anaknya.


“Apakah aku boleh bertemu dengan tante dalam minggu ini?” Qin Yinuo tidak menjawa.

__ADS_1


“Daddy? Apakah boleh?” Tianyu terus bertanya.


“Tante sedang dinas keluar kota!” Qin Yinuo berbohong.


“Kapan dia kembali?”


“Untuk apa bertemu dengannya? Lagi pula dia bukan ibumu!” Qin Yinuo membentak.


Mata Tianyu berkaca-kaca setelah dibentak.


Qin Yinuo menurunkan Tianyu dari gendongannya, “Pergilah tidur!”


Tianyu tampak sangat marah, dia berlari meninggalkan Qin Yinuo tanpa menghiraukannya.


Hari Selasa telah tiba, Mu Xue tidak lupa akan janjinya untuk menemui tuan rubah. Ketika berjalan masuk ke dalam rumah, tiba-tiba lampu padam.


“Apa yang kamu lakukan?” Mu Xue berteriak.


“Lepaskan aku! Lepaskan!”


“Bukankah kamu menyukai sentuhan laki-laki? Aku akan memberikanmu anak!”


“Apa yang kamu bicarakan?” Mu Xue memberontak. Dia tidak menyangka tuan rubah akan berbuat seperti ini.


“Jawab aku, berapa banyak laki-laki yang telah kamu goda?” Qin Yinuo memegang dagu Mu Xue dengan sekuat tenaga.


“Dasar aneh! Menjijikkan! Lepaskan aku!” Mu Xue mulai menangis.


Qin Yinuo mulai beraksi, dia membutuhkan pelampiasan, “Kamu telah membuatku marah! Jika ingin bertemu dengan anakmu, kamu harus menahan setiap perlakuanku!”

__ADS_1


“Jangan …,” Mu Xue menangis tersedu-sedu.


Dia hanya ingin bertemu dengan anaknya, kenapa harus sesulit ini?


Air matanya mengalir deras membasahi wajahnya.


“Apa yang kamu tangisi?” tanya Qin Yinuo. Untuk apa dia menangis? Bukankah dia menyukai sentuhan laki-laki?


Mu Xue menangis dan menjerit semalaman. Dia sungguh disiksa oleh Qin Yinuo sepanjang malam ini.


Malam ini dihiasi dengan tangisan dan jeritan kesakitan.


“Kapan aku bisa bertemu dengan anakku?” tanya Mu Xue dengan menangis tersedu-sedu. Dia menahan seluruh siksaan ini demi anaknya, hanya untuk bertemu anaknya.


“Apakah kamu merasa kamu pantas menjadi seorang ibu?” tanya Qin Yinuo.


“Tentu saja! Asalkan aku diberi kesempatan, aku akan membuktikannya!” jawab Mu Xue.


Chengcheng adalah contohnya, dia adalah anak yang lucu!


“Seperti anakmu yang satu lagi?” teriak Qin Yinuo.


“Bagaimana kamu tahu?” Mu Xue terkejut, “Bagaimana kamu tahu? Apakah kamu mencaritahu data diriku?”


Bab selanjutnya Bab 61 Ternyata Presiden Adalah Kotoran…


Hello! Im an artic!


“Wanita yang asal-asalan sepertimu ini, asal tidur seranjang dengan pria lain kamu senang sekali kan? Memang mereka bisa memuaskanmu? Bisa?” Ia berteriak, tidak tahu apa dirinya tengah iri atau apa.

__ADS_1


Matanya perlahan mendingin, kata-katanya yang tajam menusuk-nusuk hatinya.


“Ya aku orangnya memang sembarangan sekali, karena aku orangnya sembarangan barulah bisa melahirkan anak denganmu!” Pria itu berhasil menyakitinya, ia kira ini gara-gara perihal kontrak yang ditandatanganinya.


__ADS_2