
Hello! Im an artic!
Mu Siyuan tertegun sejenak, tatapan matanya dipenuhi dengan kegembiraan, dia hanya ingin tahu apa yang terjadi diantara Su Yan dan Feng Bai Yi dan dia bisa mengamati mereka di meja makan nanti. Benar-benar kesempatan yang baik, tapi sekarang, dia menoleh. “Kalian duduk dulu, aku mau ke kamar mandi sebentar!”
Setelah berbicara, Mu Siyuan berbalik dan berjalan menuju kamar mandi.
Hello! Im an artic!
Su Yan berbalik dan berjalan ke tempat duduk di dekat jendela.
Feng Baiyi juga mengikutinya dan duduk di seberangnya.
Dia menatap Feng Baiyi, dia terus merasa sedikit malu setelah hari itu. Rasanya canggung sekali ketika memikirkan dirinya melepaskan pakaiannya, tapi Feng Baiyi malah memakaikannya lagi.
Dia mengangkat kepalanya untuk melihat Feng Baiyi, ekspresinya terlihat lelah, pria yang sedang duduk di sofa ini membuat Su Yan merasakan kedinginan yang menembus sampai ke tulang.
Hello! Im an artic!
Tangan kecil Su Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak dikepalkan, tinjunya mengepal di sisi badannya. Suasananya agak canggung, dia tidak berbicara, Feng Baiyi juga tidak berbicara, dia merasa bahwa suasana makan seperti ini tidak terlalu baik dan akan mempengaruhi nafsu makan, jadi dia mencoba mencairkan suasana. “Itu, keadaan Nona MudaChen sangat stabil sekarang, wajahnya juga tidak terlalu pucat lagi!”
“Emm!” Dia hanya menjawab singkat, tatapan mata hitam dinginnya menjadi semakin lebih dalam dan juga membara, dia terus menatap Su Yan.
Su Yan tertegun, Feng Baiyi pun melambaikan tangan untuk memanggil pelayan, “Kamu mau makan apa, pesanlah!”
Su Yan tercengang, “Kamu yang traktir atau dia yang traktir?”
Dia mengangkat alis tajamnya yang indah. “Apakah ada bedanya?”
“Dia bilang dia mau mentraktirku!” Bisik Su Yan. “Jika dia yang traktir, aku akan pesan lebih banyak!”
Feng Baiyi berpikir sejenak dengan sedikit keraguan, dia bertanya. “Jika aku yang traktir?”
“Kalau begitu, pesan sedikit saja!”
“Kenapa?” Jarang-jarang dia bisa bertanya.
“Aku tidak ingin berhutang padamu!” Katanya dengan datar. Karena aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikannya, aku juga tidak ingin menukar tubuhku demi makanan.
Matanya menembakkan cahaya, ada sedikit rasa ketidaksenangan. Baru seminggu tidak bertemu, kenapa rasanya hubungan Su Yan dan Mu Siyuan jadi tidak biasa?
Dia memandang Su Yan sambil menilainya, tubuhnya yang tinggi sedikit dicondongkan ke depan dan mendekati Su Yan. Dibatasi sebuah meja, tubuh tinggi itu mengeluarkan aura yang menakutkan, lalu mengucapkan tiga kata dengan pelan, “Dia yang traktir.”
Su Yan sedikit gugup ketika menatapnya, dia menelan ludahnya, dia juga merasakan ada sedikit bahaya, jadi dia berkata untuk berjaga-jaga, “Apakah kamu marah?”
Meskipun dia tidak tahu apa yang membuat pria itu marah, tapi dia merasa sepertinya pria itu memang sedang marah.
“Nona, silahkan dipesan!” Kata pelayan itu.
“Oke! Apa hidangan paling mahal di sini?” Su Yan mengabaikan Feng Baiyi, melirik buku menu, dia tergoda dengan sumua makanan itu. “Oh, ini dia, truffle foie gras, Feng Baiyi, kamu mau?”
Feng Baiyi mengangkat alisnya, “Aku pesan satu!”
“Kalian sudah pesan?” Mu Siyuan datang dan duduk di samping Feng Baiyi.
__ADS_1
“Kamu mau truffle foie gras?” Mu Siyuan melirik. “Aku juga mau satu!”
“Oke! ini empat porsi ya!” Kata Su Yan.
“Kenapa kamu pesan empat porsi?” Mu Siyuan bingung.
“Karena aku ingin makan dua porsi, ini yang paling mahal! Ditambah dua jeli cognac foie gras, dua porsi foie gras mousse, oh, ditambah lagi satu pizza Hawaii dan secangkir kopi, ini semua pesananku ya, apa yang ingin kalian makan, kalian pesan sendiri ya. Direktur Mu, ingat, aku tidak punya uang, kamu yang traktir, kan!”
Kedua pria itu menatapnya, Mu Siyuan pun tercengang. “Apa kamu bisa menghabiskannya?”
“Belum tentu cukup!” Su Yan berbicara dengan datar. “Kamu tidak sanggup bayar?”
Mu Siyuan tertegun, “Bukan, aku takut kamu membuang-buang makanan!”
“Aku bisa menghabiskannya!” Kata Su Yan.
Sudut bibir Feng Baiyi sedikit naik, “Aku mau secangkir kopi!”
Mu Siyuan juga memesan secangkir kopi.
Pelayan sudah pergi, Mu Siyuan pun masih tercengang, merasa Su Yan sengaja memesan begitu banyak hidangan. “Gadis kecil, apakah kamu benar-benar bisa menghabiskan makanan sebanyak itu? Kemarin waktu kita makan bersama, kamu sepertinya tidak makan terlalu banyak!”
Su Yan memonyongkan bibirnya dan merasa sedikit tidak puas. “Kemarin itu kita makan makanan Chinese, kali ini kita makan makanan Barat. Porsi makanan Barat terlalu kecil, dua porsi saja mungkin tidak akan cukup. Porsi makanku itu besar, jika Direktur Mu tidak mampu membayarnya, maka aku akan pulang sekarang!”
“Jangan, jangan, aku akan masih sanggup membayar! Jika tidak cukup, kamu bisa memesan lebih banyak lagi.” Wajah Mu Siyuan memerah. Pertama kali dia melihat wanita yang begitu blak-blakan, dia hanya merasa penasaran, wanita lain biasanya akan memberi tahu para pria bahwa porsi makan mereka sangatlah kecil, tetapi Su Yan…
“Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan. Direktur Mu, bisakah kamu beri tahu pelayan, aku ingin 2 es krim buatan tangan dengan rasa buah Italia, tolong bantu aku untuk memesannya!”
Mu Siyuan tersenyum anggun. Jelas-jelas terdengar sedikit rasa ketidaksabaran dan penghinaan di telinganya, tapi dia malah merasakan nada lembut dan genit. Mu Siyuan tertegun sejenak, lalu menggelengkan kepalanya karena merasa lucu. “Oke, anggap saja kali ini aku sedang menjadi pria jantan yang membantumu memesankan makanan!”
Mu Siyuan berdiri dan pergi, mata Su Yan mengedipkan cahaya bahagia dan jahil. Dia tidak menyangka hari ini dia bisa memperbaiki gizi, benar-benar terasa nyaman.
Feng Baiyi menatapnya dengan senyuman di bibir tipisnya. Su Yan bingung, “Apa yang kamu tertawakan?”
Pandangan Feng Baiyi langsung terproyeksi ke matanya, kedua pasang mata itu saling bertatap-tatapan, wajah Su Yan pun memerah.
Su Yan tidak bisa untuk tidak tersipu malu, Feng Baiyi menatapnya dengan pandangan genit, bibirnya sudah pernah dicium, tubuhnya sudah pernah disentuh dan tubuh telanjangnya pun juga sudah pernah dilihat…
Feng Baiyi tidak menjawab, tetapi dia malah menggenggam tangan kecil Su Yan yang berada di atas meja.
Sekejab, wajah Su Yan semakin memerah, dia sedikit melawan dan berteriak pelan. Dia tidak berani berbicara dengan keras, ini adalah restoran Barat dengan lingkungan yang elegan dan tenang. “Apa yang kamu lakukan, cepat lepaskan aku.”
Mu Siyuan yang tidak jauh dari sana melihat pemandangan ini dan matanya terkejut, apakah ini Feng Baiyi yang dia kenal? Bagaimana mungkin dia memegang tangan wanita terlebih dahulu?
Oh! Astaga! Langkah kaki Mu Siyuan pun terhenti.
“Feng Baiyi, lepaskan aku!” Su Yan menatap Feng Baiyi, mencoba menarik tangan kecilnya, karena dia marah pada perlakuan Feng Baiyi, wajahnya pun semakin merah dan semakin terlihat cantik, kulit yang putih, mata indah dengan nyala api kekesalan, bibir merah yang melengkung karena amarah, dia benar-benar gadis kecil yang begitu cantik dan imut. Dia padahal tahu bahwa Su Yan datang kemari untuk mengerjai Mu Siyuan , tetapi dia juga tidak tega untuk menghancurkan rencananya.
Dia benar-benar tidak tahan lagi. Dia pun mengayunkan kakinya dan menendang kaki Feng Baiyi yang ada di bawah meja. Dia tidak menyangka bahwa dia benar-benar bisa menendang Feng Baiyi. Dapat disimpulkan bahwa Feng Baiyi memang tidak bermaksud untuk menghindar.
Su Yan tertegun, apakah pria ini tidak merasa sakit? Padahal dia sudah menendang dengan sangat keras.
Feng Baiyi hanya sedikit mengangkat bibir tipisnya, memegang tangan kecil Su Yan dengan jari-jarinya dan memperingatkan: “Jangan merusak perutmu sendiri!”
__ADS_1
“Ah…” Su Yan terkejut. Di bawah tatapan Feng Baiyi yang terfokus padanya, Su Yan sedikit memutar tubuhnya karena kesal, tetapi jantungnya tiba-tiba bereaksi, berdegup kencang, seperti ada perasaan aneh yang tidak dapat dijelaskan, semacam perasaan di pedulikan dan dimanjakan, membuat hatinya bergetar, tapi harga diri dan kesombongan membuatnya menyipitkan mata pada Feng Baiyi, melepaskan tangannya dan berkata dengan suara marah: “Porsi makanku besar!”
“Jika kekenyangan harus ke rumah sakit!” Tidak mempedulikan perlawanannya, Feng Baiyi berbisik: “Atau tengah malam nanti kamu ingin berolahraga untuk mencerna semua makanan ini?”
“Kamu…” Su Yan mengangkat alisnya, wajahnya semakin memerah dan dia dengan cepat menolehkan mukanya ke samping, bibir merahnya terangkat tinggi, seolah-olah dia telah lupa bahwa dia masih dikurung oleh Feng Baiyi, dia pun mengutuk dalam hatinya: Penjahat! Penjahat! Feng Baiyi, penjahat!
Feng Baiyi tidak bisa menahan tawa karena melihat tatapan marah Su Yan dan wajah dinginnya bersinar cerah karena senyuman yang dia keluarkan, mata bersinarnya membuat Su Yan pun tertegun sejenak. Pria acuh tak acuh malah tertawa, sialan, kenapa tertawanya terlihat begitu indah.
Tiba-tiba hatinya bergetar dan mengutuk dengan marah: “Tertawalah sampai mati!”
Setelah Mu Siyuan puas menonton, dia pun langsung berjalan ke arah mereka, Feng Baiyi merasakan kedatangannya, senyumnya dengan cepat disimpan, melepaskan tangan Su Yan, lalu melihat pemandangan di luar jendela dengan anggun.
Sial, dia malah berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya, ini membuat Su Yan semakin marah. Pada saat ini semua makanan yang dipesan pun datang.
Su Yan mulai mengabaikan kedua pria itu, dia seharusnya mengunyah dengan anggun, tetapi dia malah makan dengan penuh napsu, dia sama sekali tidak menggunakan pisau, dia hanya menggunakan garpu, seolah seperti sedang menggerogoti sebuah tulang besar.
Mu Siyuan memandang Feng Baiyi dengan heran, tapi wajahnya tidak berekspresi sama sekali. Dia hanya makan dengan sangat elegan, lebih elegan dari bangsawan Inggris, bahkan sebanding dengan seorang pangeran.
Mu Siyuan tidak bermaksud menertawakan Su Yan, tetapi dia terus terkejut dan semakin terkejut, akhirnya dia pun tidak bisa menahan suaranya. “Su Yan, bisakah kita makan dengan sedikit lebih elegan?”
“Untuk apa elegan? Terutama bagi orang yang kelaparan dan sekarat!” Su Yanbai menjulikan matanya. “Kenapa, Direktur Mu, apakah aku membuatmu malu? Jika kamu merasa malu, lain kali jangan mentraktirku. Bagaimanapun, inilah aku. Aku tidak bisa menjadi anggun!”
Gadis itu bahkan benar-benar mengatakan kata-kata kasar di atas meja makan, Mu Siyuan pun tercengang dan memilih untuk diam, jika terus berbicara, tidak tahu lagi apa yang akan dikatakan gadis itu.
Saat sedang makan, telepon Mu Siyuan berdering, dia keluar untuk menjawab telepon, tetapi setelah itu dia tidak kembali lagi.
Sedangkan Su Yan sepertinya sudah kelaparan selama berhari-hari. Dalam waktu kurang dari setengah jam, dia sudah memasukkan beberapa piring makanan ke dalam perutnya, uh, kenyang sekali, dia bahkan bersendawa kekenyangan dengan santai. Setelah itu, dia menjulurkan lidahnya dan menjilat es krim yang lezat, lidah kecilnya memerah karena dinginnya es.
Feng Baiyi sudah selesai makan dari tadi dan berdiri untuk pergi.
Saat ini, pelayan mengantarkan struk pesanan, “Permisi nona, apakah Anda yang akan membayarnya?”
“Ah… dimana pria yang barusan bersamaku?” Su Yan bertanya dengan heran.
“Dia sudah pergi duluan!”
“Ah, minta saja pada Tuan di depanmu, aku tidak punya uang!” Su Yan menunjuk ke Feng Baiyi.
Langkah kaki Feng Baiyi berhenti, bibir tipisnya tertutup rapat dan senyum jahilnya muncul sepintas, lalu dia terus melangkah maju.
“Feng Baiyi, berhenti!” Su Yan berseru dengan panik ketika dia melihat bahwa Feng Baiyi akan pergi.
Tapi Feng Baiyi tetap masih ingin pergi!
“Nona, lebih baik Anda yang membayarnya!” Kata pelayan wanita.
Su Yan menjadi malu dan dia memarahi Feng Baiyi dan Mu Siyuan di dalam hatinya. Jika Feng Baiyi pergi, bukankah dia akan ditahan di sini? Tiba-tiba dia pun cemas dan asal bicara: “Dia, dia adalah suamiku, suruh saja dia yang bayar!”
Pelayan wanita itu pun mengerjarnya, “Tuan, istri Anda meminta Anda untuk membayarnya!”
“Dia bukan istriku!” Feng Baiyi berkata dengan suara yang dalam, wajah tampannya membuat wajah pelayan itu tersipu malu untuk beberapa saat.
Ketika Su Yan melihat bahwa caranya tidak berhasil dan Feng Baiyi tetap ingin pergi, dia pun berteriak, “Feng Baiyi, suamiku, sayang, cepat bayar tagihannya! Aku minta maaf, aku salah padamu, aku tidak akan membuatmu marah lagi, oke? ”
__ADS_1
Setelah mengatakan kalimat ini, seperti yang diharapkan, Feng Baiyi menghentikan langkahnya, membalikkan badan, tatapannya membara, menatap mata Su Yan, dia seperti ingin menelan Su Yan dalam sekejap.