AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 159 Tahan Saja


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Qin Yinuo, kamu pergilah!” Dia sudah merasa sangat sedih, kemudian mulai membersihkan toilet rumahnya, dia mencoba menenangkan perasaan dengan melakukan aktivitas.


Qin Yinuo tidak mengatakan apapun, sambil melihat dia membereskan rumah, tetapi tidak ingin pergi meninggalkan Mu Xue.


Hello! Im an artic!


Tetapi, melihat Mu Xue terus bekerja, dirinya justru merasa khawatir, khawatir tubuhnya bisa kelelahan, kemudian mengikuti Mu Xue masuk ke dalam kamar dan terus mengamatinya membereskan ranjang beserta selimutnya.


“Sekarang ini tidak boleh terlalu banyak aktivitas, kamu masih belum terlalu pulih! Ikut denganku!” Dia maju ke depan dan menarik tangannya.


“Qin Yinuo, kamu mau apa?”


“Aku akan membawa kamu pulang ke rumah kita!” Dia berkata dengan nada yang berat.


Hello! Im an artic!


“Aku tidak mau!” Mu Xue berusaha untuk menolaknya, karena ucapannya terlalu menyakitkan, sedangkan dirinya juga sudah sangat emosi, kemudian berkata: “Qin Yinuo, aku membenci kamu, aku beritahu kamu, aku bisa mati jika tidak memeluk Han Lie! Kamu lepaskan tanganku!”


“Apa yang kamu katakan itu?” Setelah mendengar ucapannya itu, Qin Yinuo pun melemaskan tangannya, wajahnya terlihat begitu emosi dan merasa tersakiti.


Seketika suasana berubah menjadi sangat tidak nyaman, terlihat tatapan matanya yang begitu tajam seperti ingin membunuh orang saja, sehingga membuat sekujur tubuhnya terasa dingin dan keras.


Mu Xue tidak menjawabnya lagi, kemudian langkah mundur ke belakang, lalu tersenyum dengan dingin, “Kamu pergilah!”


Qin Yinuo berjalan maju ke depan, kemudian menahan lengannya kembali, dan dengan sekuat tenaga menekannya, berkata: “Ternyata, ternyata, kamu begitu peduli dengan Han Lie!”


Ekspresi wajahnya Qin Yinuo itu sangat menyeramkan, wajahnya memerah, sambil menggigit giginya sendiri, dia semakin memegang tangannya Mu Xue dengan kuat!


Mu Xue hanya diam saja, dia berusaha untuk menahan rasa sakit itu, bahkan tangannya hampir mau patah karenanya!


Mu Xue juga merasa semakin emosi, tidak lama kemudian, kedua matanya penuh dengan air mata, “Kamu bajingan! Aku bukanlah orang seperti yang kamu pikirkan, kamu memikirkan diriku dari sisi yang sangat buruk sekali! Aku benci kamu!”


Air matanya itu mulai menetes satu tetes demi satu tetes.


Air matanya, seketika menyadarkan Qin Yinuo. Tiba-tiba dia menghelakan nafas, memeluknya dengan erat, dan membawanya ke ranjang, kemudian menindihnya di atas ranjang. Dia memeluknya dengan begitu erat, kemudian berkata padanya: “Maafkan aku, aku hanya takut kamu bisa meninggalkan diriku!”


Apa yang dia katakan barusan?


Apakah dia bisa merasa takut? Dia ini adalah Qin Yinuo kan!


Karena air matanya yang terus mengalir ke bawah itu, sehingga sampai membuat Qin Yinuo tercicipi rasa asin dari air matanya, dirinya tahu jika itu adalah air mata kesedihannya Mu Xue. Gerakannya Qin Yinuo mulai menjadi lembut, perlahan-lahan mengelap air matanya itu, tetapi ketika dirinya semakin mengelap air matanya, Mu Xue justru nangis semakin histeris.


Semuanya sudah kacau, Qin Yinuo bahkan sudah tidak ingat, diri sendiri telah emosi sampai seperti apa tadinya, bagaimana irinya, kenapa sampai bisa kehilangan akal sehat yang baik. Qin Yinuo sekarang ini, hanya bisa memeluk wanitanya itu dengan erat, berharap dirinya sungguh bisa menjadi miliknya yang seutuhnya.


Perlahan-lahan, Qin Yinuo menciumnya.


Mu Xue juga sudah lelah untuk menangis, dengan tidak berdayanya dia mengarahkan kepalanya ke arah bagian dadanya Qin Yinuo.


“Sudahlah, jangan menangis lagi! Aku salah, semuanya adalah kesalahanku!” Akhirnya dia kalah karena air matanya Mu Xue itu, dia berpikir, sejak kapan dirinya bisa meminta maaf pada orang lain, tetapi beberapa hari ini bersama dengannya, Qin Yinuo selain mengucapkan kata maaf, tidak ada lagi yang bisa dia lakukan!


Mendengar ucapan maaf darinya, seketika air matanya pun berhenti, “Sebenarnya, sebenarnya aku juga tidak benar!”


Dia berkata dengan suara yang kecil: “Aku… aku yang tidak memikirkan perasaan kamu… aku yang salah, tetapi kamu begitu ganas, kamu pernah katakan, jika kamu ingin memanjakan aku, tetapi kamu tidak ada sama sekali… bahkan memarahiku…”


Kenapa dengar ucapan itu, seperti ingin mengatakan jika Qin Yinuo yang salah semua? Apakah wanita selalu seperti itu, tidak melihat kebenaran yang sesungguhnya?


Dia mengelapkan air matanya itu ke pakaiannya Qin Yinuo, kemudian berkata dengan nada yang rendah: “Maaf ya, hari ini aku yang salah!”

__ADS_1


Mendengar itu, Qin Yinuo langsung tersenyum, kemudian memeluknya dengan sangat erat, pikir-pikir, dirinya masih wanita kecil, berharap bisa dimanja, berharap bisa membuat dirinya seperti ratu saja, tetapi masih tidak tertahankan untuk mengatakan: “Tidak boleh memeluk pria lain lagi ya!”


“Iya! Tidak akan lagi!” Nada bicaranya sedikit rendah, wajahnya masih bersembunyi di dalam belaiannya Qin Yinuo, dirinya tidak berani melihat wajahnya, dirinya sadar sudah membuat keributan yang besar, jadinya merasa sangat malu.


“Lihatlah aku dan jawablah aku!” Qin Yinuo menaikkan dagunya Mu Xue, dirinya ingin Mu Xue menatap matanya. “Aku ingin kamu janji padaku!”


Dengan tatapan mata yang berlinang air mata tadi, dia berkata: “Tidak akan lagi kok!”


“Tidak akan apa?”


“Tidak akan memeluk pria lain lagi!” katanya dengan sedikit malu.


Qin Yinuo pun tersenyum dengan senangnya. “Mu Xue, terima kasih ya! Aku juga berjanji padamu, tidak akan memeluk wanita lain!”


Mu Xue merasa tidak enakan padanya, “Hari ini bertemu dengan Han Lie, dia mengatakan padaku mengenai masalahnya dengan Nona Mo, Qin Yinuo, sebenarnya Han Lie sungguh sangat kasihan sekali!”


Dia menceritakan apa yang diceritakan oleh Han Lie, kemudian berkata padanya: “Itu hanyalah pelukan untuk menghibur dirinya saja, tidak ada maksud lainnya sama sekali! Tetapi jika kamu tidak suka itu, aku tidak akan melakukannya lagi lain kali! Aku jamin akan melaksanakan hal itu, kamu tenang saja ya!”


“Tidak disangka masalahnya bisa seperti itu!” Qin Yinuo mengehela nafas, tidak disangka Mo Yilan menikah sampai seperti itu, sampai hari ini, dirinya hanya berharap dirinya bisa kembali sehat lagi, dan Han Lie, juga tidak akan terus merasa bersalah dengannya!”


“Tidak peduli bagaimanapun, aku merasa dia sangat mencintai kamu! Tetapi aku juga merasa dia juga sangat mencintai Han Lie!” Mu Xue berpikir sejenak, akhirnya memutuskan untuk tidak berpikir hal itu lagi. “Apakah kamu tahu? Han Lie mengatakan, dia berharap kita berdua bisa hidup bahagia, dia tidak ada maksud yang jahat!”


“Tidak mungkin, kamu tidak tahu, saat kamu memeluk dia, tatapan matanya dia itu begitu tajam dan ada maksud tersendiri!”


“Mungkin saja itu hanya sebuah kesalah pahaman saja!” Dia berkata.


“Aku tidak akan izinkan kamu membela dia!” Qin Yinuo langsung berkata dengan tegas. “Bagaimanapun, aku tidak suka dengannya!”


“Apakah kamuy akin, kamu tidak suka dengannya hanya karena diriku?”


“Emangnya ada alasan lain lagikah?”


“Aku kira masih ada Nona Mo, dia adalah mantan suaminya Nona Mo!”


Mu Xue menatap matanya, tidak terlihat seperti sedang berbohong, dirinya pun percaya pada Qin Yinuo. “Qin Yinuo, di dalam hatiku, juga hanya ada kamu kok!”


“Tetapi kamu masih diam-diam punya perasaan pada seorang kakak!”


“Itu adalah masalah saat kecil, tahu tidak?” Dia tertawa, melihat Qin Yinuo cemburu, dia merasa sangat lucu sekali. “Di dalam hatiku hanya ada kamu!”


“Pokoknya aku tidak ingin kamu memeluk pria lain lagi! Juga tidak boleh memeluk Tian Yu dan Cheng Cheng!” Qin Yinuo berkata padanya.


“Tetapi mereka adalah anakku!”


“Tetapi mereka juga merupakan laki-laki!”


“Qin Yinuo…” Mu Xue berteriak padanya.


“Gimana, aku bisa cemburu melihat itu, meskipun mereka adalah anak kamu, aku juga bisa cemburu!” Dia mengakui itu dengan jujur, sedikit pun tidak peduli jika Mu Xue bisa menertawakannya.


“Mereka belumlah besar!” Mu Xue sungguh merasa tidak berdaya, tetapi juga merasa senang padanya. “Masih bukan pria sejati!”


“Belum besar, tetapi mereka adalah pria, bukan wanita, tidak bisa, wanita juga tidak boleh peluk!” Qin Yinuo berkata apa adanya, seperti merasa tidak puas.


“Baiklah, kamu tidak suka itu semua, aku tidak akan lakukan, oke?” Mu Xue membersihkan sisa air matanya, kemudian menarik nafas yang dalam. Hanya karena masalah kecil seperti itu, mereka ribut sampai seperti ini, barusaha baikan, dia tentu tidak ingin kembali ribut dengan Qin Yinuo!


“Benarkah?” Dia merasa senang. “Semuanya ikut kemauanku?”


Sebenarnya Mu Xue ingin mengelaknya, tetapi tidak ingin melakukan hal itu. Dia menggunakan tangannya untuk mengelus kepalanya Qin Yinuo, “Iya, semua dengar ucapan kamu, kamu suka aku yang seperti itu, maka aku akan turuti! Sudahlah, jangan bahas lagi, cepat lepaskan aku, aku ingin membereskan kamar dulu!”

__ADS_1


“Tidak mau! Aku ada hal yang lebih penting untuk dilakukan!” Nada bicaranya begitu hangat. “Xiao Xue, aku mau…”


“Tidak bisa!” Mu Xue mendengar ucapannya, langsung bersikap serius, kemudian menolak permintaannya, “Tidak mau, tubuhku masih belum benar-benar pulih!”


Tiba-tiba Qin Yinuo langsung tertawa. “Aku tidak katakan ingin hubungan badan, aku ingin katakan, jika aku ingin cium kamu!”


“Kamu…” Wajahnya berubah menjadi begitu merah.


Dia sedang memikirkan apa sih? Dasar, Mu Xue merasa sedikit aneh, kemudian dari samping terdengar ucapannya Qin Yinuo. “Istriku, kita keluar jalan yuk!”


Meskipun dirinya sangat ingin sekali melakukan hubungan badan dengannya, tetapi terpikir kondisi tubuhnya Mu Xue yang masih belum begitu pulih, dia pun berusaha untuk tahan. Bahkan meskipun dokter mengatakan padanya, sudah boleh untuk itu, tetapi dirinya tidak tega untuk menyakiti perasaannya Mu Xue!


Mu Xue terdiam sejenak.


“Tubuhmu masih belum pulih, aku tidak akan menyentuh kamu, aku tahan! Aku tahan selama sepuluh hari lagi, oke?” Dia menanyakan hal itu pada Mu Xue.


Mu Xue merasa sedikit tergugah, sebenarnya tubuhnya sudah tidak apa-apa lagi, tetapi mendengar ucapannya itu, dia sungguh tergugah, wajahnya mulai memerah.” Qin Yinuo, kenapa kamu tiba-tiba berubah menjadi begitu pengertian sih?”


“Aku emang sangat pengertian kok, tetapi hanya saja terkadang sedikit sibuk dan tidak menghiraukan kamu, lain kali aku pasti akan usahakan untuk lebih perhatian padamu, tidak akan membuat kamu merasa sedih lagi!”


Sambil berbicara itu, dia pun berdiri, kemudian menarik Mu Xue untuk berdiri. “Ayo jalan, kita keluar jalan-jalan!”


“Baiklah!” Dirinya sudah jarang sekali jalan-jalan dengannya. “Tetapi aku masih belum membereskan semua barangku!”


“Tidak perlu bereskan lagi, kita tinggal di ruang 15 saja, tidak tinggal di sini! Tenang saja, aku tidak akan memakan kamu!” Dia menarik tangannya, dan berjalan keluar dari apartemennya.


Di Mall.


Mu Xue menggandeng tangannya, tidak disangka mereka pergi jalan-jalan bersama, Qin Yinuo begitu suka belanja, dia sungguh sedikit gila, akan tetapi semua barang itu dibelikannya untuk Mu Xue.


Mereka masuk ke dalam butik yang bagus, kemudian memilihkan pakaian dengan model terbaru untuknya, dia melihat ukuran yang ada, lalu berkata pada penjual: “Ini, ini, tolong dibungkus, ini juga, dan ini juga!”


“Tuan, tidak mau dicoba dulu?” Penjual itu bertanya padanya.


“Tidak perlu, aku sangat paham dengan ukurannya istriku!” Dia berkata pada penjual itu dengan begitu percaya diri.


***


Tidak disangka, hal itu membuat Mu Xue merasa malu, wajahnya mulai memerah, “Qin Yinuo, tidak perlu beli sebanyak itu. Kamu beli terlalu banyak untuk apa? begitu sungguh sangat boros uang!”


“Tidak apa, ini tidak seberapa kok!” Qin Yinuo masih ingin membeli itu semua, lalu berkata pada penjual: “Nona, aku perlu ini semua diantarkan ke rumah ya, ada lagi, nanti kami pergi beli sepatu dan pakaian dalam, semuanya diantarkan kemari ya!”


“Qin Yinuo?” Mu Xue sungguh tidak berdaya sama sekali.


“Istriku, jika kamu sangat tergugah, maka ciumlah aku!” dia berkata pada Mu Xue.


“Tidak mau!” dia langsung menggelengkan kepala.


“Kalau begitu aku yang cium kamu!” Setelah berkata itu, Qin Yinuo berusaha untuk langsung mencium bibirnya itu, di saat sekitar mereka tidak ada orang lain…


Astaga!


Mu Xue segera mengelak, tetapi masih saja tidak bisa menghindar dari ciuman panasnya itu, saat Qin Yinuo mulai melepaskannya, Mu Xue sudah merasa sangat lemas. Akhirnya dia hanya bisa berpangku pada tubuhnya Qin Yinuo.


Wajahnya Mu Xue berubah menjadi sangat merah.


“Qin Yinuo, kamu ini, membuat aku malu sekali, aku tidak ingin bertemu dengan orang lain!”


Dia merasa malu sekali melakukan itu di tempat umum. Tidak disangka mereka melakukan itu di sekitar orang-orang.

__ADS_1


Qin Yinuo berkata di samping telinganya: “Istriku, kamu takut apa? kita bukan selingkuh! Untuk apa sampai malu seperti itu!”


Melihat wajahnya yang semakin memerah malu itu, tidak disangka, Qin Yinuo justru ingin menciumnya kembali.


__ADS_2