AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 333 Saingan Cinta


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bibir tipis itu bersentuhan dengan bibir lembut Song Yin, gerakan Song Yin tidak biasa, menempelkan erat bibirnya pada bibir Yu Jinglan , Yu Jinglan tersenyum. Air dapat meluap dari tatapan lembutnya, dengan lembut mencium bibir Song Yin yang manis dan lembut, hati yang telah dingin bertahun-tahun, kembali bergetar lagi.


Song Yin hanya merasa dirinya semakin panas, melihat Yu Jinglan mengerutkan keningnya, hati Song Yin melemah, tidak bisa menahan dan merangkul lehernya dengan kedua tangannya, menatapnya dan berbisik : “Kakak Yu…. ”


Hello! Im an artic!


Ketika gairah sudah surut, Yu Jinglan melepaskannya, keduanya berpelukan dibalik sinar matahari pagi hari. Song Yin tau bahwa Yu Jinglan tidak mempunyai wanita lain setelah menikah, hatinya terasa sangat manis, tanpa bersuara menajamkan sudut bibir merahnya, Song Yin masih memedulikannya, tiba-tiba merasa tidak cerai adalah yang terbaik!


“Bodoh, kenapa ketawa sendiri?” Terdengar suara malas ditelinganya.


“Tidak!” Song Yin bergegas menyimpan senyumannya, wajahnya sedikit memerah, jejak gairah tertinggal di wajahnya, sangat cantik, dengan sedikit kemalasan, cantik yang sangat alami dan lembut.


“Bangun dan mandi, aku keluar dulu, 1 jam kemudian datang menjemputmu!” Yu Jinglan bangun dan berjalan ke kamar mandi, selesai mandi, ia mengganti pakaian, ketika pergi, ia berkata seperti itu pada Song Yin.


Hello! Im an artic!


“Kamu mau kemana?”


“Masalah telepon semalam, aku pergi menyuruh orang untuk menelusurinya dulu, cepat beres-beres baju, aku akan kembali nanti!”


“Hm!” Song Yin menganggukkan kepala.


Yu Jinglan langsung pergi ke kantor surat kabar Luo Weihan, didepan gedung surat kabar, ia menelepon Luo Weihan. “Turun!”


Luo Weihan sedikit terkejut. “Ada apa kamu mencariku?”


“Turun, aku menunggumu di café dekat kantormu!” Yu Jinglan mengatakan itu, kemudian menutup ponselnya.


Ketika Luo Weihan turun, Yu Jinglan sudah duduk didalam, melihatnya, Luo Weihan berjalan masuk.


“Presiden Yu datang tanpa sebab kesini, katakan saja, ada apa?” Luo Weihan berkata dengan santai, duduk didepannya, tatapannya menatap Yu Jinglan , masih ada wajah yang membuatnya cinta dan kagum, pesonanya menjadi lebih dewasa dibanding ketika sekolah dulu, namun dalam tatapan Yu Jinglan sama sekali tidak ada dia.


Kesedihan melintas ditatapan Luo Weihan.


“Luo Weihan, kamu gila!” Melihat Luo Weihan, Yu Jinglan berkata dengan rendah. “Kenapa kamu menelepon Song Yin tadi malam?”


Sedikit terkejut, Luo Weihan menatap lurus Yu Jinglan , mengangkat alisnya, tersenyum, menatap Yu Jinglan jauh, “Aku tidak tau apa maksudmu? Semalam aku benar bertemu dengan Song Yin, dan duduk bersama di sebuah kios minuman, namun aku tidak ada meneleponnya!”


Yu Jinglan tersenyum dingin, mengangkat kopi diatas meja, meneguknya, “Sepertinya aku sungguh harus pergi mencari ayahmu!”


Luo Weihan terkejut, tersenyum pelan. “Terserah kamu, aku tidak meneleponnya seperti yang kamu maksud. Dan mengenai masalahku, jika kamu memberitahu ayahku, maka aku akan beritahu Song Yin mengenai malam 5 tahun lalu!”


Yu Jinglan terdiam sejenak, kemudian tersenyum, senyumannya tajam. “Tidak ada apa-apa yang terjadi pada malam itu!”


“Tapi ada foto yang sangat mesra, kakak senior tidak akan begitu pelupa bukan?”


Tatapan Yu Jinglan tidak bergerak, menatap Luo Weihan. “Foto itu adalah sebuah kecelakaan, Luo Weihan, kamu sedang mengancamku?”


“Jika Song Yin tau kita ada foto mesra, apa yang akan dia pikrikan? Jika ia tau bahwa saingan cintanya adalah seorang pria, menurutmu bagaimana perasaannya?”


Yu Jinglan tersenyum pelan, “Kamu berbuat begitu, membuatku semakin yakin bahwa orang yang menelepon semalam adalah kamu. Menyuruhku cerai dengan Song Yin? Menurutmu aku adalah orang yang bisa diancam? Dan apa kamu bisa dijadikan saingan?”


“Aku sudah bilang, aku tidak tau permasalahan telepon itu, terserah kamu percaya atau tidak, aku sudah mau pergi, mau menyelesaikan pekerjaanku!” Luo Weihan tersenyum pelan dan berdiri, kemudian berkata lagi : “Jika bukan karena kakak senior berinisiatif bercanda denganku ketika sekolah dulu, mungkin hari ini aku juga tidak akan begitu mengingatmu kakak senior!”


“Siapa yang becandain kamu?” Yu Jinglan menaikkan alisnya.


Luo Weihan tersenyum lagi, dengan sedikit kepahitan, “Setidaknya kamu sudah berinisiatif pada foto mesra itu, bukan?”


“Beri kamu kesempatan terakhir, jika masih terjadi hal seperti ini, maka ayahmu akan segera tau kejadian ini!” Meminum sesuap kopi, Yu Jinglan langsung mengatakan itu.


“Kakak senior langsung pergi bilang saja, sekarang juga bisa, agar aku tidak begitu lelah menyembunyikannya dengan begitu menderita!” Luo Weihan berkata dengan santai, ada emosi yang tampak diantara kedua alisnya, akhirnya melangkah pergi. “Jika kamu mengatakannya, aku akan menuliskan aku mencintaimu di koran!”


Yu Jinglan menatap kepergian bayangan punggungnya, berpikir sejenak. Apa jangan-jangan bukan dia? Dia salah menebak?, masih ada orang lain?


Lan Ying menelepon ponsel Yu Jinglan , Lan Ying berkata : “Jing Lan, dengar-dengar ibumu sudah pulang, aku dan ayahmu ingin mengundangnya makan.”


“Ibu, ibuku pulang ke Jepang!” Kata Yu Jinglan .


“Oh, begitu, kenapa dia pergi dengan begitu terburu-buru?” Lan Ying sedikit terkejut.

__ADS_1


“Ia pergi setelah pertemuan amal itu, tubuhnya tidak begitu sehat, pulang ke Jepang untuk beristirahat!”


“Oh! Oh! Sepertinya teleponku sedikit telat, kelak jika ibumu pulang, harus beritahu aku, agar aku bisa bersiap-siap untuk menjenguknya!”


“Ibu, kamu jangan segan!”


“Jing Lan, kamu dengan Yin Yin… ”


“Kami mau pergi liburan hari ini, selama 3 hari, ibu, kamu tenang saja mengenai aku dan Yin Yin.” Intonai Yu Jinglan sangat tenang, seperti benar tidak terjadi sesuatu.


“Benarkah?” Seketika batu besar dalam hati Lan Ying telah hilang. “Bagus, baguslah, ketika kalian pulang, jangan lupa pulang ke rumah untuk makan tulang iga, ibu memasakan makanan enak, kemudian bantu aku memberitahu ibumu, semoga ia cepat sembuh!”


“Hm, terima kasih ibu, aku akan memberitahunya!”


Menutup telepon, Yu Jinglan mengerutkan kening, tiba-tiba merasa dia dan Song Yin berjalan sampai saat ini, ia sedikit tidak tau harus bagaimana? Ini adalah melawan perintah ibunya, jika ibunya tau bahwa dia tidak cerai dengan Song Yin, tidak tau apakah ia dapat menerima atau tidak?


Tadi pagi Song Yin bilang tidak mengkhianatinya, lalu bagaimana dengan pertama kalinya? Apakah kecelakaan itu terjadi pada saat dirinya tidak ada, apakah dikarenakan olahraga yang berlebihan? Apakah begitu?


Yu Jinglan juga tidak menelusurinya lebih jauh, ini adalah hal yang mencurigakan dan meragukan.


Duduk sendirian di café, Yu Jinglan berjalan keluar, naik mobil, menutup pintu dan mengambil ponselnya, “Manager Chen, bagaimana hal yang kuperintahkan padamu?”


“Hm, biarkan beberapa detektif mengikuti Luo Weihan beberapa hari ini, kamu seharusnya tau harus bagaimana, jika mereka butuh bantuan, kabari aku, namun aku mau kabar dia setiap hari, mau informasi yang valid, jika mereka tidak ada kemampuan, aku akan mencari tempat lain. Dan juga, terus ikuti Song Sitong.”


Menutup telepon, Yu Jinglan menghela nafas, bersandar pada kursinya.


Hati yang tadinya ingin membalas dendam pada Song Yin, ingin membalas dendam pada keluarga Song, menjadi berubah, perasaan peduli pada Song Yin saat ini, sudah jauh melebihi perasaan dendamnya.


Kembali ke apartemen Li Yuan, Song Yin tidak berada di rumah, tiba-tiba Yu Jinglan marah, meneleponnya, berkata dengan dingin : “Kamu dimana?”


***


“Aku…kamu tunggu aku di rumah, sebentar lagi aku pulang!” Kata Song Yin dengan suara pelan.


“Kamu dimana?” Tiba-tiba intonasinya tinggi. “Siapa yang mengizinkanmu keluar sendirian?”


“Aku… ” Song Yin terdiam karena takut, tiba-tiba berkata. “Apa kamu takut aku diculik?”


“Aku di… ”


“Kenapa ragu-ragu? Katakan, dimana?”


“Aku di kuburan!” Kata Song Yin pelan.


“Kuburan mana?”


“Tempat kuburan ayah! ” Saat ini Song Yin berdiri di samping kuburan Yu Yitan, seikat bunga krisan putih kering terletak didepan nisan, dari derajat kelayuannya, sepertinya baru diletakkan dalam beberapa hari ini, mungkin mertuanya datang melihatnya.


Song Yin datang kesini, karena dihatinya sangat banyak hal yang sangat kacau, ia tidak tau harus bagaimana meredakan rasa dendam antara Kakak Yu dengan ayahnya.


Lupa itu tidak mungkin, namun harus bagaimana caranya agar mereka berdua saling memaafkan?


Yu Jinglan terbengong sejenak, tiba-tiba suaranya menjadi berat. “Siapa yang mengizinkanmu pergi?”


“Maaf…..aku… ” Tidak mendapat izin darinya, dia langsung datang sendiri, dia hanya merasa sedikit bingung.


“Tunggu disana!” Yu Jinglan menutup teleponnya.


Song Yin meletakkan bunga krisan putih segar, membungkuk menghadap batu nisan, berkata : “Ayah, hallo! Aku adalah Song Yin, aku tau sangat tidak sopan menjengukmu tiba-tiba, semoga kamu tidak marah. Aku dan Kakak Yu sudah menikah, namun diantara kami sangatlah banyak masalah, aku tidak tau harus berbuat apa! Apakah benar karena kesalahan ayah sehingga membuat kamu mengambil jalan ini? Aku benar-benar tidak mengerti, kamu bisa menduduki kedudukan walikota, bukankah seharusnya kamu sangat kuat? Kenapa kamu bisa mengambil jalan ini? Aku bukan menyalahkanmu, aku hanyalah sangat sakit hati, sakit hati Kakak Yu kehilangan ayah sejak kecil, dan sakit hati ibu mertua kehilangan suami saat muda, lebih sakit hati kamu pergi dengan begitu cepat… ”


“Jika kamu memiliki roh dilangit, tolong berkati aku, untuk menyelidiki semua ini dengan jelas? Song Yin sudah memutuskan, setelah wisuda, memasuki tim kepolisian kriminal dan menjadi polisi!” Ini adalah kata-kata yang dikatakan Lu Zhi pada hari itu, membuatnya memutuskan untuk meninggalkan kantor urusan china rantau, dan pagi ini ia memutuskan ini setelah kepergian Yu Jinglan .


Melihat foto mertuanya, Song Yin merasa bahwa Kakak Yu sangat tidak mirip dengan mertuanya, ia lebih mirip dengan ibu mertuanya, menghela nafasnya, banyak emosi dan banyak kesedihan.


Mati muda selalu membuat orang merasa kasihan.


Yu Jinglan berjalan kemari dengan raut wajah dingin, melihat ada bayangan tubuh kecil didepan nisan ayahnya, tatapannya tajam, berkata. “Siapa yang mengizinkan kamu datang?”


Melihat Yu Jinglan benar marah, Song Yin menaikkan kepalanya dengan berhati-hati, menatapnya, kemudian menunduk lagi, melihat ujung kakinya, berkata dengan pelan : “Kamu jangan marah, aku hanya ingin datang melihat ayah. . . . ”


“Dia adalah ayahku… ” Berbicara dengan dingin, tiba-tiba Yu Jinglan menyadari sesuatu, langsung menutup mulutnya lagi, berjalan ke depan nisan, melihat foto di nisan itu, menenangkan emosinya, terdiam beberapa detik, seperti sedang berbicara pada Yu Yitian, menarik tangan Song Yin dan pergi.

__ADS_1


Song Yin sangat mengerti, dia marah, karena sedang marah keluarga Song, marah ayah, dia tidak melampiaskan emosi yang besar, ia masih menahannya, Song Yin sangat berterima kasih, melangkah kecil mengikutinya.


Langkah kaki Yu Jinglan sangat besar, Song Yin hanya bisa mengikutinya dengan cepat, menolehkan kepala melihat nisan itu, dipertengahan pepohonan pinus dan cemara hijau, ayah mertuanya dimakamkan disini, tidur di pergununan hijau, dia pasti sangat kesepian. Aku pasti akan menelusurinya dengan jelas, tidak peduli apa kebenarannya, aku harus mengetahui yang paling benar, kata Song Yin dalam hatinya.


Menoleh kembali melihat wajah tampan Yu Jinglan yang dingin, Yu Jinglan berjalan maju, Song Yin mengikutinya. “Kakak Yu, kamu jangan marah, aku tidak bermaksud apa-apa!”


“Aku tau!” Tiba-tiba Yu Jinglan menghentikan langkahnya, seperti menyadari bahwa Song Yin tak dapat mengikuti langkahnya, ia mengecilkan langkahnya.


“Kamu tau?”


“Beberapa hari ini kamu jangan keluar sendirian lagi, sebelum diketahui siapa orang itu, kamu dan aku tidak boleh berpisah!” Yu Jinglan berkata dengan serius.


Ternyata dia marah karena ia keluar sendirian, dia khawatir dengan keamanannya?


“Tidak pisah sama sekali?”


“Benar!” Yu Jinglan sangat serius, memperingatinya : “Sebaiknya kamu jangan membuatku marah, jangan salahkan aku jika aku emosi!”


“Oh! Oh!” Menundukkan kepala dan mengangguk, tiba-tiba teringat sesuatu, ia berteriak : “Aaa…”


“Kenapa?” Yu Jinglan panik.


“Aku…” Dia berkata kemudian berhenti lagi, bagaimana dengan taekwondonya? “Aku, aku mau gym dengan pelatih, sudah bayar biayanya juga!”


“Tidak perlu pergi!”


“Tapi…”


“Tapi apa?” Yu Jinglan mengerutkan alisnya, paling tidak suka ada wanita yang menyangkalnya, ia tidak suka menukar keputusannya.


Song Yin ragu, berpikir apakah mau bilang, menggertakkan giginya, memutuskan untuk memberitahunya. “Yang aku pelajari adalah taekwondo!”


“Taekwondo?” Yu Jinglan terkejut, “Buat apa kamu mempelajari itu?”


“Membela diri!”


Seperti mengerti sesuatu, Yu Jinglan mengira Song Yin mau membela diri dari penculikkan, seperti kejadian berbahaya di bar, Yu Jinglan mengangguk. “Belajar dimana?”


“Di tempat perlatihan paling besar di kota Feng!”


“Bilang ke mereka, tidak pergi lagi!”


“Tapi aku tidak boleh tidak pergi!”


“Aku bisa mengajarimu!” Kata Yu Jinglan .


Song Yin bingung. “Kamu mengajariku?”


“Iya! Aku tingkat sabuk hitam enam tahun, apa tidak bisa mengajarimu?”


Song Yin terbengong, bukan tidak boleh, tapi, bagaimana jika ia tau bahwa tujuan awal Song Yin belajar taekwondo adalah ingin melawannya, tidak tau apakah ia akan marah atau tidak?


“Tidak boleh?” Yu Jinglan melihat Song Yin tidak berbicara, mengira ia ada pendapat.


“Bukan, bukan!” bergegas menggelengkan kepala. “Kamu yakin akan terus mengajariku? Tidak akan bosan? Tapi lebih baik aku meminta izin dulu, nanti ketika pulang baru bahas. Takutnya nanti kamu tidak mau mengajariku, aku bisa mampus.”


Song Yin langsung menelepon pelatih Li, kemudian tersenyum dan meminta izin 3 hari.


Melirik Song Yin, Yu Jinglan menggandeng tangannya berjalan keluar kuburan.


Hingga menaiki mobil, Song Yin baru tau bahwa dia membawanya ke kota R, “Kita tidak membawa apa-apa!”


“Beli baru semua!” Dia ada rumah pribadi di Kota R, ada semuanya, menyiapkan beberapa kebutuhan sehari-hari untuknya, kemudian pergi ke mall untuk membeli baju dan keperluan lain-lain.


Liburan sekarang, Song Yin menghela nafas, apa ada suasana hati untuk main? Merasa ada hal yang tidak beres, juga tidak bisa bermain dengan puas.


Sepertinya merasa dia tidak begitu senang, Yu Jinglan menolehkan kepalanya, menatapnya. “Kamu tidak ingin liburan?”


“Bukan!” Song Yin menggelengkan kepala, “Hanya merasa sedikit tidak benar jika liburan sekarang!”


“Tidak benar?” Tiba-tiba Yu Jinglan menghentikan mobil di tepi jalan, menolehkan wajah, menatapnya dengan serius. “Kamu, merasa tidak benar liburan sekarang? Atau tidak benar liburan denganku?”

__ADS_1


__ADS_2