AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 188 Benar-Benar Aku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Yihui, kau jangan seperti kakakmu!” Qin Yinuo berkata, “Kau benar-benar telah mengecewakan kami!”


“Qin Yinuo, tak usah berbicara!” Mo Yihui menatapi Qin Yinuo yang muram, “Kau tak usah memperingatkanku diam-diam. Meski ibu dan kakakku gila, tapi aku tak akan! Aku sadar atas apa yang tengah kulakukan! Zeng Li, rahasia ini sampai aku mati pun aku takkan memberitahumu. Aku akan membiarkan Zeng Yangyang hidup dalam kesengsaraannya seumur hidup!”


Hello! Im an artic!


Melihat Mo Yihui yang menggila, hati Zeng Li jadi tidak tenang, “Nuo, dia itu sudah gila ya?”


Qin Yinuo menatapi Zeng Li dalam diam. Kelihatannya mereka hanya bisa memasukkannya ke penjara, “Yihui, kalau kau terus bermain-main, maka kami hanya bisa memasukkanmu ke dalam penjara!”


“Heh! Masukkan lah! Masukkan aku ke dalam, seumur hidup ini kalian tak usah mengetahui rahasia apapun! Hahaha…” Seketika, Mo Yihui yang kacau berteriak.


Zeng Li yang menelepon pihak kepolisian secara langsung. Tak lama kemudian polisi datang membawa Mo Yihui pergi.


Hello! Im an artic!


Sebelum pergi, Mo Yihui masih mengatakan kata-kata aneh pada mereka berdua, “Selamanya kalian takkan pernah tahu rahasia itu! Heh, Qin Yinuo, meski aku telah melepaskanmu, orang lain juga takkan melepaskanmu.”


“Heh! Nuo, jangan-jangan dia benar-benar gila?” Zeng Li bergumam, kenapa rasanya punggungnya mendingin, “Apa itu penyakit paranoia?”


Tatapan Qin Yinuo berkilat untuk sesaat, seolah menyadari sesuatu. Kalimat terakhir Mo Yihui membuatnya tertegun, “Rahasia apa? Yihui punya rahasia apa?”


Saat ini, telepon Qin Yinuo tiba-tiba berdering. Telepon dari Du Jing, “Xiao Xue sudah sadar?”


“Qin Yinuo, cepat kembali, Xiao Xue mau bunuh diri!” Du Jing berkata dengan tergesa-gesa, hampir mengagetkan Qin Yinuo sampai mati.


***


Setelah Qin Yinuo mendapat telepon dan langsung melesat pulang, ia menemukan Mu Xue tengah bergetar. Kepalanya penuh dengan bulir air, sementara selimut tebal melingkupinya. Tak peduli apapun yang dikatakan Du Jing, ia tetap berputus asa. Tatapannya kosong, membuat orang-orang khawatir.


Hati Qin Yinuo rasanya mencelos. Ia khawatir sekaligus tak berdaya. Xiao Xue si gadis bodoh ini, kenapa bisa mengira orang lain? Kan Qin Yinuo sudah meneriakkan namanya di telinga Mu Xue. Meski saat ini Mu Xue sedang tidak sadar, tapi Qin Yinuo kira ia akan tahu setelahnya!


Mu Xue menengadah untuk melirik Qin Yinuo sekilas, lalu menunduk. Wajahnya yang penuh dengan air mata membuat hati Qin Yinuo sakit.


“Ada apa? Xiao Xue, kenapa kau sebodoh ini?” Saat ini Qin Yinuo tak percaya kalau Xiao Xue bisa sebodoh ini. Kenapa ia melompat ke dalam lautan?


Begitu mendengar suara Qin Yinuo , Mu Xue langsung bergetar. Ia menunduk, ketakutan, merasa bersalah, tidak berani menatapi Qin Yinuo.


Ia hanya ingat disuntik oleh lima orang, ia hanya tahu dirinya menabrakkan kepalanya ke dinding dan kemudian, ia tak ingat apapun lagi!


Tapi setelah dirinya bangun, perasaan tubuhnya, rasa sakit diantara kedua kakinya membuatnya tahu apa yang telah dialaminya.


Dirinya pasti sudah diperkosa!


Pasti!


Tapi kenapa dalam ingatannya sepertinya Qin Yinuo. Namun setelah ia terbangun tidak ada orang. Awalnya ia kira dirinya berhalusinasi, mungkin saat itu dirinya terlalu berputus asa dan mengkhayalkan Qin Yinuo, lalu melakukan hal itu dengan orang lain. Dirinya tidak bersih lagi!

__ADS_1


Sehingga begitu tersadar memikirkan dirinya telah diperkosa secara bergantian, dirinya benar-benar tak punya muka untuk hidup lagi. Tanpa berpikir ia langsung berlari keluar, tidak ingin hidup lagi! Alhasil begitu dirinya berlari ke dalam laut, ia dikejar oleh Du Jing.


Katanya orang itu Qin Yinuo, bukan orang lain. Tapi Mu Xue merasa Du Jing hanya sedang menenangkannya. Tubuhnya sesakit ini, bagaimana mungkin ini hanya perbuatan Qin Yinuo seorang?


Pasti dirinya sudah diperkosa oleh lima pria itu! Bagaimana pun dirinya tak percaya, ia merasa Du Jing hanya sedang menenangkannya. Pasti sudah terjadi, dan ia tak punya muka untuk hidup lagi!


Qin Yinuo merasa sakit hati melihatnya, lalu menghela nafas.


“Ia tak percaya tak ada yang terjadi padanya. Begitu tersadar katanya ia sudah diperkosa orang. Aku bilang padanya tidak ada, tapi ia tak percaya!” Du Jing mejelaskan, “Kau jelaskanlah padanya!”


Du Jing menyisakan kedua orang itu dalam kamar.


Segala keributan langsung jadi hening.


Qin Yinuo berjalan ke samping ranjang dan duduk. Mu Xue langsung menyusutkan tubuhnya, “Tidak, tak mau!”


Qin Yinuo malah mengulurkan sepasang lengannya untuk menahannya, lalu menghela nafas, “Xiao Xue, angkat kepalamu!”


Mu Xue kagetnya sampai memejamkan matanya, rasanya ia tidak punya wajah untuk bertemu dengannya lagi. “Tak mau. Qin Yinuo, kau pergilah. Aku tahu sudah terjadi, aku tahu…aku sudah kotor!”


Dirinya sudah menjadi kelopak bunga yang diinjak-injak, air matanya terus mengalir.


“Buka matamu!” Qin Yinuo berkata dengan muram, “Aku benar-benar ingin memukul pantatmu. Siapa suruh kau asal berpikir. Aku atau orang lain masa kau tak bisa membedakannya? Kau ingin buat aku marah kan? Kenapa kau bisa mengira orang lain? Memang aku akan mengizinkan orang lain untuk menyentuhmu?”


Bulu mata Mu Xue mengerejap, lalu membuka matanya perlahan. Lalu diantara air mata yang memburamkan pandangannya, Mu Xue melihat wajah yang dikenalnya. Apa ia harus memercayainya?


Qin Yinuo juga terlalu bossy. Ia memegang sepasang lengan Mu Xue dengan erat, tenaganya yang besar hampir meremukkan lengannya.


Mu Xue menggigit bibirnya, lalu menengadah. Ia tidak tahu apakah dirinya harus memercayainya atau tidak. Ia menatapi matanya yang dalam dan jernih, “Aku tak mau kau menenangkanku. Tak mau, kalian semua membohongiku!”


“Mu Xue, kuberitahu kau. Selamanya kau takkan bisa melarikan diri. Meski jika aku rela melepaskanmu, Tuhan juga akan mengantarmu ke hadapanku! Kau ingin bunuh diri untuk buat aku marah kan?” Qin Yinuo melotot menatapinya. Urat-urat di wajahnya timbul, jelas sekali Qin Yinuo gugup sekaligus ketakutan.


“Aku…aku sudah kotor!” Ia menggeleng, lalu menggigit bibirnya.


“Jangan gigit bibirmu, itu hak milikku!” Tiba-tiba Qin Yinuo menciuminya. Mu Xue tertegun selama sesaat, kemudian hendak melawan. Ia menggerakkan badannya untuk melepaskan diri dari pelukan Qin Yinuo, tapi Qin Yinuo tetap memeluknya dengan erat.


“Gadis bodoh. Kau tidak kenapa-kenapa, kau masih bersih tak ternoda! Itu aku, semua itu aku! Tadi kau ketiduran dan aku pergi mengurus para pelaku, maka aku meminta Du Jing untuk mengawasimu! Kalau tak percaya tanyalah pada Zeng Li, tanya pada Du Jing, tanya pada Feng Baiyi, termasuk ayahmu dan para polisi. Kau benar-benar tak kenapa-kenapa! Kau bahkan tak percaya pada kata-kataku?” Ia berkata dengan lembut dan pelan.


“Aku…” Sudut bibirnya membentuk senyum pahit, “Kau tak perlu menenangkanku! Aku tahu kalian bersekongkol. Qin Yinuo, aku tak punya muka untuk hidup lagi!”


“Sialan!” Qin Yinuo agak marah, alisnya bertautan, “Itu aku, aku, tidak ada orang lain! Kenapa kau tak percaya?”


Mu Xue tak bergerak. Ia menundukkan kepalanya ke pelukan dirinya sendiri, tidak berniat menengadah. Dirinya pasti sudah kotor. Hanya Qin Yinuo yang ingin menenangkannya. Dirinya tersentuh sekali, dan ia ingin menangis keras-keras, tapi malah tidak bisa.


Qin Yinuo menarik sepasang lengan Mu Xue, memaksanya untuk menengadah menatapinya. Mu Xue mengalirkan air matanya dan tidak rela menengadah. Melihatnya yang sesedih ini, Qin Yinuo hanya bisa berkata, “Sebenarnya kau mau bagaimana?! Kenapa kau tak percaya padaku? Tatap mataku, lalu kau lihat apakah aku tidak terlihat seperti mengalami **** yang berlebihan?”


Mu Xue tertegun dan benar-benar menengadahkan kepalanya. Dalam tatapannya, ia melihat serat darah dalam mata Qin Yinuo, dan lagi wajahnya kelihatannya agak kelelahan, sepertinya ia lelah sekali. Tapi bukannya sebelumnya selesai melakukan hal itu ia masih segar sekali?


Mata Mu Xue langsung memerah, ia menggeleng, “Bukan, kau tak perlu menenangkanku. Dulu kan kau segar sekali, tak pernah kewalahan karena ****!”

__ADS_1


Ia terisak, nada suaranya pasrah dan terdengar sakit hati, “Kalian bermaksud baik. Qin Yinuo, kau tak usah berpura-pura. Aku tahu para pria tak bisa menerima hal ini!”


“Xiao Xue, benar, ah!” Qin Yinuo benar-benar ingin memukulnya sampai tersadar. Hatinya sakit dan merasa pahit, “Gadis bodoh, untuk apa aku membohongimu. Sejak kapan aku pernah membohongimu! Benar-benar aku!”


Tapi Mu Xue tetap tak percaya.


Setelahnya ia tertegun lagi. Maka Qin Yinuo hanya berteriak keras-keras, “Du Jing, Zeng Li, masuklah!”


Pintu terbuka!


Du Jing dan Zeng Li muncul di depan pintu. Zeng Li sudah tahu akan kondisi ini dari Du Jing, “Xiao Xue, kenapa kau sebodoh itu? Ketika kami sampai pas sekali kau baru pingsan. Nuo yang menggendongmu keluar!”


Sebenarnya Zeng Li berkata-kata untuk menjelaskan keadaan, tapi Mu Xue tetap menggeleng, “Kalian sudah bersekongkol! Kakak Zeng, kau jangan menenangkanku! Aku tahu kalian berbuat seperti ini demi kebaikanku, tapi aku tak punya muka…”


“Sialan!” Qin Yinuo melambaikan tangannya, “Kalian kelaur!”


Ia hendak menjelaskannya sendiri. Ia harus membuktikan dirinya sendiri. Sialan, kan dirinya sendiri yang melakukan hal itu bersamanya?


***


 


Ketika di kamar hanya tersisa mereka berdua, Qin Yinuo hanya menatapi Mu Xue, lama sekali tidak berbicara. Ia benar-benar ingin berlari memasuki pikirannya, melihat apa yang tengah dipikirkannya.


Qin Yinuo sakit hati sekaligus lucu melihatnya. Kenapa gadis ini sebodoh ini? Dan masih keras kepala pula? Ia hanya melihatinya seperti ini. Melihatnya sampai ia tidak enakan, sampai ia tak tahu harus berbuat apa.


Akhirnya Mu Xue berkata, “Kau benar-benar tak membohongiku?”


“Menurutmu aku seperti sedang berbohong?”


Mu Xue menengadah memeriksanya dengan teliti. Wajah Qin Yinuo sepertinya tidak memiliki ekspresi yang tak berdaya seperti itu, juga kelihatannya tidak memiliki perasaan terkhianati. Sementara tadi Du Jing dan Zeng Li juga tidak memiliki tatapan yang rumit. Jangan-jangan dirinya memang tidak diperkosa?


Jangan-jangan orang itu adalah Qin Yinuo?


Qin Yinuo hanya terus menatapinya, tidak berkata-kata.


Kediaman Qin Yinuo membuat Mu Xue tak tahu harus berbuat apa, maka ia juga hanya menatapinya. Rasanya hatinya mencelos, ia berkata dengan suara gemetar, “Benar-benar kau kah? Benar-benar tidak ada kejadian buruk?”


Qin Yinuo hanya menatapinya.


“Qin Yinuo?” Ia menaikkan suaranya.


Tiba-tiba Qin Yinuo berjalan mendekat. Ia langsung menarik selimut Mu Xue, sementara Mu Xue juga langsung menarik selimutnya. Untuk apa Qin Yinuo membuka selimutnya, di balik selimut ia tak memakai apapun. Karena tadi bajunya sudah basah. Mu Xue bersikeras untuk menutupi dirinya sendiri.


Tapi selimut itu tetap tertarik terbuka, Qin Yinuo menatapinya dari samping ranjang.


Jari tangannya diletakkan di pipi Mu Xue. Suaranya yang serak bergema dalam kamar ini, “Gadis bodoh, bekas ciuman di badanmu itu bekas orang lain kah? Memang orang lain ada selembut diriku? Kau yakin bekas ciuman itu bukan bekas gigitan? Atau menurutmu aku tak sebanding dengan kelima orang itu, tak bisa memuaskanmu? Kau ini merendahkanku ya? Istriku, aku marah sekali. Kau tak percaya padaku!”


“Benar-benar kau kah?” Mu Xue menarik selimutnya lagi, menutupi dirinya. Bekas ciuman di tubuhnya memang tidak seperti habis disiksa. Ia juga tak percaya orang-orang itu akan sebaik itu tidak menyakitinya. Selain bekas ikatan di tangan dan kakinya yang kelihatannya tidak parah,tapi bisa terlihat bekas ciuman itu lembut sekali!

__ADS_1


Ketika Mu Xue tertegun, Qin Yinuo membungkuk ke arahnya, dan menciuminya dengan bibir yang tipis dan dingin.


“Apa kau ini harus dihukum dulu!” Ia bergumam, bibirnya langsung menyesap bibirnya dan masuk ke antara giginya, menciuminya dalam-dalam.


__ADS_2