
Hello! Im an artic!
Qin Mao Xiang memandang anak di depannya, dan menghela nafas, anak ini sangat pintar, dan akan digemari oleh semua orang. “Nak, apakah kamu ingin melihat Tian Yu?”
“Tentu saja! Aku juga ingin bertemu juga dengan Paman Qin!” Kata Cheng Cheng segera.
Hello! Im an artic!
“Bagaimana jika malam ini kamu ikut dengan kakek yang serius ini kembali ke rumah kakek? Apakah kamu berani?” Qin Mao Xiang bertanya dengan penuh penasaran.
Cheng Cheng mengangkat alisnya. “Mengapa tidak berani? Apakah kakek benar-benar adalah harimau dan bisa memakanku?”
“Hahahaha……” Pei Lingfeng semakin menyukai anak ini, dan menggendongnya. “Tidak bisa, ayo ikut aku pulang, Kakek punya makanan yang enak di rumahku!”
“Tapi di rumah Kakek tidak ada Tian Yu. Tian Yu adalah anaknya Mommy. Cheng Cheng ingin bantu Mommy mendapatkan putranya kembali. Kakek, aku sangat menyukaimu. Bolehkah aku pergi ke rumahmu besok?” tanya Cheng Cheng sambil memeluk leher Pei Lingfeng.
Hello! Im an artic!
“Oke! Oke! Terserah kamu!” Pei Lingfeng tertawa.
“Bukankah besok hari Sabtu? Kamu bisa tinggal di rumahku sampai hari Senin, dan aku akan meminta sopir untuk mengantarmu ke sekolah!” Kata Qin Mao Xiang tidak mau kalah.
“Kubilang Tuan Qin, apakah kamu sengaja ingin merebut anak ini dariku?” Pei Lingfeng sedikit merasa tidak senang. “Bukankah sudah disepakati, biarkan dia pergi ke rumahmu hari ini, dan besok dia akan mendatangi rumahku? Sayang, kakek akan memberimu hadiah, kamu harus datang ya! Kakek punya barang bagus!”
“Apakah tidak apa-apa?” Du Jing memberinya tisu karena merasa khawatir.
Mu Xue menggelengkan kepalanya, dan tersenyum lemah: “Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja! Aku pergi untuk membersihkannya dulu!”
Mu Xue pergi ke kamar mandi untuk merapikan pakaiannya, tetapi ketika dia masuk, dia menutup pintu kamar mandi, lalu bersandar ke dinding sambil menangis pelan.
Qin Yinuo! Apakah kamu baik-baik saja?
Aku masih sering merindukanmu! Aku sangat rindu padamu! Mu Xue bergumam sendiri di dalam hatinya, hanya Tuhan yang tahu bagaimana dia menjalani semuanya sampai hari ini, dia sering mengalami insomnia, dan membutuhkan waktu yang cukup lama baru bisa tertidur, semalam demi semalam dia terus memandangi langit-langit kamarnya, sampai hampir fajar!
Berapa banyak air mata yang diteteskan, berapa banyak kepahitan yang dirasakan oleh Mu Xue……
Ternyata merindukan seseorang adalah hal yang menyakitkan! Dan ini terasa lebih menyakitkan daripada ketika dia merindukan Tian Yu dulu, dan hari-hari terasa lebih susah untuk dilewati!
Kamar mandi……. Dan kamar mandi adalah tempat pertama kali dimana Qin Yinuo menciumnya dengan paksa! Mengapa, hingga saat ini, kemanapun dia pergi, bayangan Qin Yinuo akan selalu muncul di benaknya?
Ketika Mu Xue keluar, melihat Du Jing menunggu di luar dan menanyakan keadaannya dengan cemas, “Apakah kamu baik-baik saja? Kamu merasa kedinginan?”
Melihat roknya ternodai anggur, khawatir dia akan masuk angin, jadi Du Jing segera melepas jasnya dan memakaikannya kepadanya. “Roknya basah, pakailah ini untuk melapisi!”
“Terima kasih!” Kata Mu Xue.
“Sama-sama, Xiao Xue, aku akan mengantarmu pulang!” Kata Du Jing.
“Saat keduanya kembali ke perjamuan, mereka menemukan bahwa Qin Mao Xiang telah membawa pergi Cheng Cheng.
“Presiden, mengapa anak saya bisa ikut dengan Tuan Qin?” Mu Xue bertanya dengan gugup.
“Cheng Cheng berkata dia ingin membantumu menemukan kembali Tian Yu!” Pei Lingfeng berkata.
“Uh!” Mu Xue langsung panik.
“Presiden Qin berkata, dia tidak akan memakan anakmu, jadi jangan terlalu khawatir!”
Merasa tidak berdaya, sepanjang perjalanan Mu Xue tidak mengatakan apa-apa, hanya terlihat sangat cemas karena banyak masalah, Du Jing mengantarnya ke gang, dan Mu Xue turun dari mobil, lalu dia menemukan mobil Bugatti warna biru dongker diparkir di pintu masuk gang.
Jantungnya tersentak seketika.
Setelah turun dari mobil, Du Jing ikut turun.
__ADS_1
Pandangan mata Mu Xue tanpa sadar seperti sedang mencari sesuatu, dan dia melihat sesosok kesepian di satu sisi mobil, separuh bayangannya tersembunyi di balik bayangan, separuhnya lagi di bawah cahaya, dan lampu jalan membentangkan sosoknya menjadi panjang.
Melihat keduanya turun dari mobil, pria itu berjalan perlahan-lahan, dan matanya terlihat dipenuhi oleh kerumitan yang tak terkatakan.
Sambil memegangi sebatang rokok di tangannya, pria itu menunggunya kembali. Saat itu sudah jam sebelas malam. Melihat Mu Xue turun dari mobil, dan dia melihatnya turun dari mobil pria lain!
Jantungnya langsung berdegup kencang, dan perasaan hampa itu tergantikan dengan sensasi kesemutan.
Mu Xue melihatnya, tetapi dia tidak berbicara, dan Du Jing juga melihat Qin Yinuo.
Kedua pria itu saling berhadapan dan saling memandang.
“Du Jing, kembalilah, ini sudah larut!” Mu Xue mengembalikan jasnya dan berkata sambil tersenyum, “Terima kasih atas pakaianmu!”
Qin Yinuo baru menyadari bahwa Mu Xue barusan mengenakan pakaian pria lain, dan Qin Yinuo sedikit menyipitkan matanya.
Melihatnya tersenyum pada pria lain, pada saat itu, Qin Yinuo benar-benar merasa perasaannya seperti hancur berkeping-keping.
Senyuman itu terlihat begitu menyilaukan mata, namun dia tidak menyadari bahwa di balik senyuman itu memendam perasaan sakit yang luar biasa, senyuman cemerlang yang begitu menyakitkan, hampa dan tanpa harapan.
“Baiklah! Aku pergi dulu!” Du Jing menganggukan kepala, lalu kembali ke mobilnya, berbalik dan pergi!
Mu Xue menunggu sampai mobilnya menghilang dari gang, lalu menarik nafas dalam-dalam dan berbalik.
Qin Yinuo telah berjalan ke arahnya, di kejauhan dua meter dari posisinya, sosok tinggi yang kesepian dan ramping itu, dengan wajah yang lelah, lesu, berjanggut panjang, muncul dengan setelan jas yang kusut dan sebatang rokok di tangannya, tetapi tidak merokok!
Mu Xue berdiri di depannya, menatapnya, dan tatapan mata mereka bertemu.
Dia juga menatapnya, keduanya saling memandang, seolah-olah satu abad telah berlalu.
Tidak ada yang berbicara, dan mereka terdiam satu sama lain.
Saat itu awal musim dingin, dan di luar sangat dingin, sehingga Mu Xue sedikit bergemetar. Gaya refleks dia merangkul lengannya sendiri dengan kedua tangan. Sudah berapa lama mereka tidak bertemu?
Uh! Sudah empat minggu!
Sudah empat minggu!
Ternyata Mu Xue masih dapat mengingatnya dengan begitu jelas, ternyata jantungnya masih bisa berdetak kencang, terus merindukan kedatangan Qin Yinuo padanya!
Qin Yinuo maju selangkah.
Aroma tembakau yang harum segera menyerang indera penciumannya, ditambah dengan jiwa maskulinnya yang begitu khas, begitu besar daya pikatnya. Nafas Mu Xue tersendat dan sama sekali tidak berani untuk bergerak.
Qin Yinuo lalu mengambil selangkah lagi mendekatinya sampai jarak di antara mereka tinggal tersisa seukuran sebuah kepalan tangan.
Ujung hidung Mu Xue hampir bisa menyentuh kancing kedua kemejanya. Mu Xue semakin tidak berani bergerak!
Tiba-tiba, Qin Yinuo memeluk tubuhnya, secara erat dan dalam, dia memeluknya dalam pelukannya.
Hidungnya terasa masam, kemudian air mata mengalir dengan deras, ternyata dia benar-benar merindukannya, sangat sangat merindukan Qin Yinuo!
“Aku tidak akan membiarkanmu jatuh cinta pada orang lain……” Rasa bersalah yang mendalam tersembunyi di dalam matanya, dan suaranya terdengar sangat emosional dan tak terkendali, Qin Yinuo berbisik tanpa malu di telinganya.
“Kamu adalah milikku, milikku, milikku……” Entah sudah berapa kali, sudah berapa kali, setiap kali dia mengucapkan kata-kata ini, air mata Mu Xue mengalir semakin deras.
Mu Xue bahkan menelan air matanya sendiri, menarik nafas dalam-dalam, lalu menatapnya dengan mata yang luar biasa sedih dan emosional, matanya berkedip penuh cahaya dan indah, dia menelan semua kepahitan dan air mata ke dalam perutnya, wajahnya pucat tidak berdarah, dia menggigit bibirnya sendiri, dan menatap Qin Yinuo dari dekat.
Rasa sakit yang tajam dan menyiksa telah menembus ke lubuk hati Qin Yinuo. Melihat Mu Xue tidak berbicara padanya, kepanikan di hatinya semakin menjadi! “Xiao Xue!”
Mu Xue tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan mengepalkan tangannya di dada, entah bagaimana caranya akhirnya dia bisa menghentikan air matanya dan membuat suaranya terdengar lebih tenang. “Kamu pergi! Kembalilah, jika kamu keluar terlalu lama, Mo Yilan akan ketakutan jika tidak menemukanmu di sisinya!”
Mu Xue berbalik sambil tidak bisa menahan air matanya yang mengalir, dan kata-katanya bercampur dengan perasaan yang hancur.
__ADS_1
Ketika Qin Yinuo tidak bergerak, yang dia rasakan hanya perasaan sakit setiap kali bernafas.
Tetapi kemudian ketika Qin Yinuo berjalan dan berdiri di depannya lagi, rokok di tangannya telah terbakar sampai di ujung rokok, dan tangannya terbakar oleh api rokok, Qin Yinuo menghindar dengan gaya refleks, lalu membuang puntung rokok itu kemudian mengangkat dagu Mu Xue dengan satu tangannya, dan menatapi mata kristal Mu Xue dengan tatapan penuh kepahitan!
Mu Xue menatapnya, dengan air mata berlinang!
Qin Yinuo berdiri di sana dengan sangat panik, melihat air mata Mu Xue mengalir semakin deras, dia tiba-tiba tidak tahu harus bagaimana untuk menghiburnya……
Kemudian, Qin Yinuo segera memeluknya lagi.
“Qin Yinuo!” Mu Xue berbisik. “Jangan datang mencariku lagi! Jangan pernah datang lagi!”
Hidung Qin Yinuo terasa asam, lalu membenamkan kepalanya di rambut hitam Mu Xue, dia mencium wangi rambutnya, dan matanya yang sipit memandang ke arah gang yang gelap, dan rasa sakit tercermin di matanya!
Mengapa ini terjadi? Mengapa Tuhan selalu menyiksa orang seperti ini?
“Gadis bodoh!” Qin Yinuo menghela nafas, berusaha menekan perasaannya yang sakit, dan membisikkan di bahu kurus Mu Xue, “Xiao Xue, hatiku sakit, apa yang harus aku lakukan?
“Qin Yinuo ……” Dia berbisik pelan. Apakah orang yang putus asa, hanya Qin Yinuo seorang?
Apakah dia satu-satunya yang sakit hati?
Hati Mu Xue terasa luar biasa sakit hingga hatinya seperti ditusuk oleh pisau, tanpa berhenti.
Qin Yinuo menatapnya, tetapi Mu Xue hanya menunduk, membiarkan air matanya jatuh.
“Aku harus pulang, kamu juga kembalilah!” Bisik Mu Xue, lalu berbalik dan berjalan masuk ke gang.
“Xiao Xue!” Qin Yinuo tiba-tiba berdiri di depannya.
Mu Xue masih belum memiliki keberanian untuk menatapnya, dia hanya melihat ke jari kakinya sendiri, kemudian berkata dengan pelan: “Kita…… Sebaiknya jangan bertemu lagi…… Jangan bertemu lagi!”
Setelah selesai berbicara, Mu Xue segera minggir dan lari pergi.
Qin Yinuo berdiri di sana melihat sosoknya yang pergi. Dia tidak maju untuk mengejarnya. Tiba-tiba dia menatap dan meneriakinya dari belakang, “Mu Xue, aku tidak bisa tidak menemuimu lagi! Aku pasti akan mati jika tidak bisa melihatmu!”
Suara pria yang dingin dan kelelahan, bercampur dengan perasaan sakit hati dan kegalauan yang tak berujung, terdengar datang dari belakang. Tubuh Mu Xue membeku sejenak, kemudian dia sedapatnya mempercepat langkahnya.
Qin Yinuo akhirnya tidak bisa menahan diri, dan mengejarnya.
Mu Xue menangis sambil berlari, air matanya mengalir deras, Qin Yinuo datang untuk mencarinya! Sejujurnya, dia sangat terkejut dan senang karenanya, tetapi setelah itu, hatinya mulai sakit lagi!
Sebab di antara mereka sudah tidak ada harapan lagi! Mereka tidak mungkin bisa bersama lagi!
Dengan tangan yang gemetar, Mu Xue akhirnya menemukan kuncinya, tetapi entah mengapa kunci itu tidak bisa dimasukkan ke dalam lubang kunci.
Di belakangnya berdirilah Qin Yinuo yang mengejarnya, dan dia segera memeluk tubuh Mu Xue dari belakang, lalu menempelkan tangan besarnya pada tangan kecilnya, kemudian tangan keduanya bersatu memasukkan anak kunci ke dalam lubang kunci, dan pintu akhirnya berhasil terbuka.
Mu Xue menarik nafas dalam-dalam dan menatapnya, air matanya mengalir dan membuat matanya kabur, wajah tampan Qin Yinuo sudah semakin dekat dengannya, dan berada tepat di belakangnya.
Qin Yinuo memeluknya dari belakang, menundukkan kepalanya dan mencium bibirnya.
Pintu telah terbuka, tetapi bibir Qin Yinuo tidak meninggalkan bibir Mu Xue, dan dia memeluknya dan masuk ke dalam rumah, menekan tubuh Mu Xue ke panel pintu.
Nafas berat bergema di seluruh ruangan, lampu tidak dinyalakan, air mata pria itu menyatu dengan air matanya, ciuman yang begitu mesra, tetapi penuh dengan keputusasaan.
“Kembalilah!” Dalam kegelapan, Mu Xue mengangkat kepalanya dengan terengah-engah, dan matanya bertemu dengan mata Qin Yinuo yang seperti dapat membuat jiwa orang yang melihat tertarik masuk olehnya. Mu Xue sangat frustrasi, dia berusaha untuk bangun, namun tubuhnya tertahan oleh Qin Yinuo pada panel pintu, lalu Qin Yinuo menyandarkan kepalanya di bahu Mu Xue.
Dia berkata dengan suara rendah, “Aku merindukanmu, Xiao Xue, aku tidak bisa melakukannya! Benar-benar tidak bisa melakukannya! Aku tidak bisa bertahan lagi! Aku tidak peduli tentang Mo Yilan lagi, oke? Aku tidak akan mempedulikan dirinya lagi, oke?”
Mu Xue menghela nafas lama, “Apakah hati nuranimu akan baik-baik saja setelah kamu meninggalkannya? Apakah dengan lari sesaat dari kenyataan, maka tidak akan meninggalkan perasaan bersalah seumur hidup? Apakah kamu berpikir bahwa kamu benar-benar dapat meninggalkannya sendirian? Jika kamu tidak ingin mempedulikannya, lalu mengapa menjemputnya kembali? Apakah dia tidak punya keluarga? Meskipun kamu tidak mempedulikannya, dia masih memiliki keluarganya!
Qin Yinuo menjadi kaku, dan tubuhnya menegang. “Tapi aku benar-benar tidak tahan! Bukan karena dia, tetapi karena kamu. Kamu tidak ingin melihatku, dan sialan sekali, kamu bahkan tidak ingin melihatku lagi. Tetapi aku terus memikirkanmu di dalam hatiku. Aku hampir menjadi gila karena memikirkanmu. Tega sekali kamu meninggalkan aku sendiri! Hei, gadis, bagaimana kamu bisa begitu kejam padaku? “
__ADS_1