
Hello! Im an artic!
Song Yin memasukkan korek dan bungkus rokok ke dalam saku jasnya dengan diam dan masih duduk di atas pahanya karena tidak tahu harus mengatakan apa.
“Uhuk, uhuk……” Dia tersendak dengan asap yang dihembuskan tiba-tiba sehingga membuatnya batuk. “Kakak besar Yu, saluran pernapasanku tidak baik sehingga tidak bisa mencium asap rokok, apakah kamu bisa melepaskanku!”
Hello! Im an artic!
“Tidak!” Terdengar suara dingin dan tidak ada perasaan Yu Jinglan di telinga Yu Jinglan , Song Yin tidak bisa menahannya dan batuk lagi lalu mata Yu Jinglan membeku dan tidak bersuara lagi tapi tidak melepaskannya.
Yu Jinglan mengeluarkan sebuah kartu dan meletakkannya di atas meja. “Pergi beli gaun untuk menghadiri pesta nanti malam!”
Song Yin tidak tahu bagaimana dia keluar dan tangannya sedang memegang kartu emas yang dia berikan yang membuat dia bengong karena ini adalah kali pertama dia memberinya uang. Tapi dia seperti merasa berhutang kepadanya.
Dia baru keluar dari hotel dan ponselnya berbunyi, Song Yin membukanya dan menemukan jika itu adalah Yu Jinglan , dia selalu ingat jika dia harus mengangkat ponselnya kurang dari tiga detik.
Hello! Im an artic!
“Tunggu aku di sudut sekitar 100 meter di depan, aku akan segera ke sana!” Suara Yu Jinglan terdengar berat dan dia segera mematikan teleponnya setelah itu.
Song Yin melihat ke depan 100 meter dan berjalan ke sana dengan perasaan campur aduk karena sewaktu dia memberinya kartu tatapan matanya dalam dan suaranya sangat arogan sehingga tidak membiarkan dia menolaknya.
Mengapa dia memberinya kartu emas, mengapa dia mau dia menghadiri pestanya? Dia memikirkan banyak hal tapi masih tidak bisa menemukan alasannya hanya saja dia merasa hubungan mereka sangat rumit jika memakai uangnya.
Perasaan seperti ini sangat menyakitkan.
Selain itu dia juga meneloponnya, apakah dia mau pergi beli gaun bersamanya?
Ternyata benar dan mobil Bugatti berhenti di sisinya sewaktu dia hampir mencapai jarak 100 meter dan Song Yin menoleh ke arah kaca jendela yang dibuka serta melihat wajah tampan Yu Jinglan .
“Naik!” Suara rendah yang berat terdengar.
Song Yin menunduk sambil mengatupkan bibirnya lalu naik ke mobil.
Dia baru saja tahu jika video itu masih ada salinannya lalu mengambil kartu yang dia berikan sehingga semua ini membuatnya bingung dan lumayan takut kepadanya dan merasa seolah-olah sedang duduk di atas jarum.
“Kakak besar Yu…..”
“Bawa kamu pergi beli gaun, meskipun hanya beberapa orang yang tahu jika kamu adalah istriku tapi juga tidak bisa membiarkanmu mempermalukanku!” Yu Jinglan menyalakan mobilnya seperti tidak terjadi apa-apa.
Dia membawanya membeli gaun hanya karena alasan ini.
Song Yin tidak berani percaya sambil menelan ludahnya, apakah seperti yang dia lihat waktu itu dan dia sering membawa wanita membeli baju, dia merasa hatinya berat ketika memikirkan itu lalu berkata, “Aku tidak akan membuatmu malu jika tidak pergi menghadiri pesta itu!”
Dia tidak pernah berpikir untuk masuk dalam kalangan atas juga tidak ingin menghadiri pesta bisnis atau sejenisnya meskipun ini tugas dari lembaga pemerintahan juga sama karena moto hidupnya adalah menjadi orang yang rendah hati dan dia tidak pernah ingin menyombongkan diri.
“Istri Yu Jinglan harus bisa menyesuaikan diri!” Dia melontarkan sebuah kata.
Bukankah lebih bagus jika dia tidak pergi menghadiri pestanya?
__ADS_1
Mengapa dia harus memaksanya?
Heng! Kelihatannya salah karena seharusnya itu adalah maksud Direktur Luo!
Hatinya merasa kesal, Yu Jinglan melonggarkan dasinya dan untuk pertama kalinya dia merasa tidak terlalu mengerti dengan dirinya sendiri.
Mobil berhenti di depan sebuah halaman gedung besar dan Yu Jinglan membawa Song Yin dengan naik lift VIP dan seorang wanita memakai gaun putih tersenyum lembut begitu keluar dari lift dan menyapa Yu Jinglan sambil berkata, “Lan, mengapa kamu datang sendiri? Kamu bisa meneleponku dan aku akan menyuruh orang mengantarkan baju yang kamu inginkan.”
Yu Jinglan menarik Song Yin ke depan wanita itu, “Pilihkan sebuah gaun buatnya untuk pesta malam ini.”
Dia langsung duduk di sofa setelah itu dan menyalakan sebatang rokok sambil melihat tokonya dan kemudian melirik Song Yin sekilas serta mengambil majalah di samping serta membaliknya.
Song Yin baru sadar jika wanita ini adalah wanita yang makan bersama Yu Jinglan di Hai Huang hari itu, dia sangat berkharisma dan sepertinya wanita ini suka memakai gaun berwarna putih, elegan dan cantik.
“Kamu merokok lagi, tidak baik merokok terus, apakah kamu mau mati?” Wanita bergaun putih itu menghampirinya lalu mematikan rokoknya. “Semua gaun di tempatku adalah gaun kualitas atas, bagaimana aku akan berhadapan dengan pelangganku jika kamu membuatnya berbau asap rokok yang akan mempengaruhi bisnisku, aku makan apa nanti?!”
Yu Jinglan mengerutkan keningnya, “Harganya berapa, aku akan menggantimu!”
“Mengapa aku harus mengambil uangmu? Apakah kamu pikir aku sama dengan wanita lainnya? Meskipun aku ingin menjadi parasit tapi maaf karena aku tidak punya nasib seperti itu!” Wanita memelototinya sambil melirik Song Yin dengan penuh arti, “Lan, seleramu bagus sekali, seorang wanita cantik lagi!”
Senyum wanita bergaun putih itu sangat bagus dan dia juga memuji Song Yin tapi matanya terlihat mencibir seolah-olah dia menganggapnya sama seperti wanita lain yang dipelihara Yu Jinglan .
Song Yin melihat jika hubungan wanita bergaun putih ini dengan Yu Jinglan tidak biasa karena dia berani mematikan rokok Yu Jinglan dan Yu Jinglan hanya melihatnya, ini berarti mereka sangat akrab dan sepertinya mata Yu Jinglan melihatnya dengan manja.
Song Yin bisa melihat jika dia meremehkan dirinya dan dia barusan juga mengatakan ‘satu wanita cantik lagi’, sepertinya Yu Jinglan sering membawa wanita cantik membeli baju di sini? Tapi ketika bertemu sesama wanita tidak peduli itu pujian sebenarnya atau cibiran maka Song Yin tetap membalasnya dengan sopan, “Terima kasih! Kamu lebih cantik!”
“Mu Xue cepat urus dia karena malam nanti ada pesta! Aku buru-buru, jangan memboroskan waktunya lagi!” Yu Jinglan memberikan perintah.
Ternyata dia bernamaMu Xue! Nama yang bagus! Hanya saja gaya bicaranya sangat berani.
Mu Xue mencarikan sebuah gaun panjang berwarna merah centil untuk Song Yin dan Song Yin menggelengkan kepalanya sewaktu melihatnya. “Aku tidak akan memakai gaun seperti ini!”
Yu Jinglan melihatnya sekilas dan menemukan jika gaun itu memang tidak cocok untuk Song Yin karena terlalu mencolok.
Sedangkan Mu Xue hanya mengangkat alisnya. “Kenapa?”
Song Yin tersenyum datar sambil menatap baju di lemari dan berkata, “Gaun ini terlalu mencolok dan cocok dipakai wanita yang sedang menemani pria menghadiri pertemuan bisnis sedangkan orang kecil sepertiku tidak pantas memakai gaun seperti ini!”
Sebenarnya Song Yin mau mengatakan jika gaun itu seharusnya dipakai oleh wanita penghibur tapi bukan dirinya.
Mu Xue tertegun dan matanya terlihat aneh, dia tersenyum ketika melihat cibiran yang sama di mata Song Yin karena dia tidak menyangka Song Yin bisa melihat cibiran dirinya.
Mata Song Yin perlahan-lahan melihat ke arah Yu Jinglan sedangkan matanya sedang melihat ke arah lain seolah-olah tidak melihat ke arahnya dengan ekspresi dingin.
Mu Xue tersenyum dengan cerah dan hangat sehingga membuat Song Yin merasa kaget. “Aku akan menggantikan sebuah gaun yang cocok untukmu! Kamu tunggu sebenar, aku akan mengambilnya!”
Mu Xue membuka pintu yang ada di belakang kasir dan masuk ke dalamnya.
Mata Yu Jinglan melihat ke arah Song Yin dan dia kebetulan juga melihatnya dan saling bertatapan lalu Song Yin menunduk.
__ADS_1
“Apakah kamu bisa menari?” Suara Yu Jinglan terdengar tiba-tiba.
Song Yin mengangkat kepalanya dan melihat Yu Jinglan sedang menatapnya dengan tajam maka dia mengangguk. “Bisa!”
Mata Yu Jinglan terlihat tegang, “Apakah ayahmu yang menyuruhmu mempelajarinya?”
Song Yin menggelengkan kepalanya. “Bukan, aku mengikuti kelas menari sewaktu kecil dan dalam pelajaran olahraga sewaktu kuliah juga mengajarkan dansa.”
Pintunya terbuka dan Mu Xue membawa sebuah gaun berwarna kuning muda model kemben sambil berjalan mendekat dan Song Yin merasa hangat dengan warna kuning muda serta modelnya yang sederhana, gaun selutut yang terlihat elegan dan cantik.
Mata Mu Xue terlihat senang ketika Song Yin memakai roknya dan membuka pintu kamar pas sambil berkata penuh semangat, “Aku tidak menduga jika gaun ini sangat cocok untukmu!”
Yu Jinglan juga melihat ke arahnya dan matanya berbinar karena gaunnya bermodel kemben sehingga memperlihatkan leher putih panjang Song Yin dan ketika warna kuning muda bertemu kulit putih maka itu terlihat sangat berkilau sehingga membuatnya merasa gelisah dan merasa tergoda dengan kenakalan yang lembut dan hangat.
Mata bersinar Yu Jinglan segera terlihat suram kembali.
“Apakah tidak bagus?” Song Yin bertanya dengan gelisah ketika melihat mata suram Yu Jinglan .
“Cantik sekali, bagaimana bisa tidak bagus? Ini adalah desainku sendiri dan aku tidak menyangka ternyata sangat cocok denganmu!” Mu Xue berkata dengan senang, “Lan, akhirnya gaun ini terjual dan pantas untuk dirayakan!”
“Ganti yang lain!” Yu Jinglan tiba-tiba berkata.
“Apa?” Mu Xue merasa kaget.
“Aku bilang ganti yang lain!” Yu Jinglan hanya berkata tapi tidak memberikan penjelasan.
Song Yin kaget karena gaun ini terlihat lumayan dan warnanya juga tidak berlebihan juga tidak terlalu terbuka, sederhana dan elegan tapi mengapa wajahnya begitu masam?
Mu Xue juga tertegun untuk beberapa saat lalu tiba-tiba menepuk tangannya. “Oh, aku tahu, Lan, aku mengerti!”
Dia masuk ke dalam lagi setelah mengatakan itu dan kali ini dia membawa gaun berwarna hitam dengan tali bahu yang lebar yang sebenarnya hanya sebuah gaun terusan dengan sebuah ikatan pita di pinggangnya hanya saja lebih tertutup dengan gaun yang tadi.
“Lan, kamu pasti akan suka dengan gaun yang ini!” Mu Xue tertawa sambil berkata sambil memainkan mata ke arah Yu Jinglan dan terlihat aneh.
Song Yin melihat ekpresi di wajah Mu Xue dan mereka benaran terlihat akrab!
Yu Jinglan mengangguk, “Gaun yang ini saja! Bungkus juga yang warna kuning muda tadi, mau keduanya!”
“Tidak dipakai tapi dibeli juga?” Mu Xue kaget.
“Cerewet sekali?” Yu Jinglan terlihat marah dan Mu Xue segera merapikan bajunya lalu diam-diam mengacungkan jempol ke arah Yu Jing, dia menjulurkan lidahnya sewaktu Yu Jinglan memelototinya.
Yu Jinglan melirik Song Yin yang bingung dan matanya terlihat kompleks tapi tetap dingin, “Mu Xue, jangan lupa sekalian sepatu juga tasnya!”
“Tahu, tuan mudaLan!” Mu Xue bahkan tidak memalingkan kepalanya.
“Aku akan tunggu di luar dan segera keluar setelah selesai!” Yu Jinglan berkata dingin kepada Song Yin lalu meletakkan sebuah cek kosong di depan kasir Mu Xue setelah dia selesai mengatakannya. “Kamu isi sesukamu!”
“Tuan mudaLan memang murah hati sehingga aku tidak akan sungkan!” Mu Xue menyimpan cek itu sambil tersenyum dan Yu Jinglan melangkah keluar.
__ADS_1
Song Yin memperhatikan mereka dengan diam sehingga dia teringat Yu Jinglan yang dulu ketika melihat hubungan seperti itu, dulu dia berkata seperti itu kepada kakak meskipun dingin tapi sangat manis ketika tersenyum.