AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 76 Acara Perjodohan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Xue berkata-kata tanpa sepenuh hati, tapi yang didengar Qin Yinuo seolah wanita ini hendak menjelaskan pada Zeng Li, ia melihat Mu Xue yang tersenyum pada Zeng Li, wajahnya muram luar biasa.


Zeng Li melihat Qin Yinuo yang tidak berekspresi, tertawa terbahak-bahak, “Kalau demam dan tak perlu kerja, maka aku berharap aku bisa demam secepatnya!”


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo memincingkan matanya, menatap Zeng Li dengan tajam, berkata dengan arti yang mendalam, “Kamu bisa memilih untuk terbaring di ranjang selama tiga bulan…”


Ia sengaja menghentikan kata-katanya, lalu berkata dengan muram, “Dengar-dengar kalau tubuh orang terluka parah bisa tiga bulan lamanya tak bisa turun dari ranjang! ”


Ia langsung kaget oleh kedinginan itu, senyum Zeng Li langsung menghilang, ia melihat Qin Yinuo yang serius makan, tadi memang ia salah dengar kah?


“Kamu tidak salah dengar!” Ia memberikan jawaban.


Hello! Im an artic!


Zeng Li mengangkat alisnya, alis tajamnya yang ganteng dan hidungnya yang mancung, bahkan bentuk wajah yang sempurna, serta bibir yang seeksi. “Memang kamu kana turun tangan sendiri?”


Mu Xue tidak tahu apa yang dikatakan kedua orang itu, kenapa semakin dikatakan jadi semakin berdarah-darah?


“Kalau kamu kebosanan, besok bisa terus lembur!” Qin Yinuo mengatakannya dengan nada suara keras dan dingin, seolah tengah menekan hatinya.


“Kamu menggunakan perihal profesional untuk membalaskan dendam pribadi!” Zeng Li berkata, seolah tidak memedulikan suasana hati Qin Yinuo yang kesal, dan tatapannya malah jadi jahil. “Xiao Xue, masakan ini benar-benar enak sekali!”


“Paman, ini juga enak sekali!” Tian Yu merekomendasikan.


Makan kali ini, karena kedatangan Zeng Li, membuat suasana makan jadi aneh.


“Xiao Xue, harap kamu berikan aku semangkok sup iga lagi!” Zeng Li memberikan mangkoknya.


Mu Xue tertawa, melihat masakannya disukai banyak orang ia senang sekali. “Baik! Tunggu sebentar!”


Qin Yinuo melihat senyumnya, hatinya jadi sakit. Tatapannya terkunci, berkata dengan susah payah,”makanmu banyak pula!”


“Ya!” Zeng Li tidak memedulikan ekspresi muramnya, terus berkata dengan senang: “Tian Yu, setiap masakan enak, benar kan?”


“Ya!” Tian Yu sama sekali gelombang emosi diantara ayahnya dan paman, berkata: “Yang ini enak, daddy, makan yang ini!”


Sambil berkata, Tian Yu mengambilkan sepotong iga pada mangkok Qin Yinuo, wajah kecilnya yang penuh dengan harapan, wajah Qin Yinuo tak berekspresi, tapi kemudian ia langsung memakannya.


Mu Xue memberikan mangkoknya, Qin Yinuo malah tiba-tiba berdiri. “Tian Yu, sudah kenyang?”


Tian Yu mengangguk, “Ya!”


“Sudah waktunya pulang!” Qin Yinuo berkata dengan muram.


“Tapi aku masih ingin bermain dengan Cheng Cheng…”


“Pulang!” Kata-kata yang pendek itu terdengar sangat tidak senang saat ini.


Mu Xue dan Zeng Li agak kaget, maka Zeng Li berkata. “Nuo, kamu pergilah dulu, nanti ketika pulang kuantar Tian Yu ke rumahmu!”

__ADS_1


“Bolehkan, daddy?” Tian Yu agak berharap.


Qin Yinuo menoleh untuk menatapnya, tatapannya yang tajam tersembunyi akan emosi yang tak terkira. “Kalau begitu daddy pulang dulu!”


Mu Xue tidak mengatakan apapun, ia berdiri untuk mengambil obatnya, “Ini obatmu, kali ini jangan lupa bawa lagi!”


Tatapannya jatuh pada wajah Mu Xue, melihatnya yang tidak berbicara, ia menggerakkan bibirnya, hendak mengatakan sesuatu. Tapi setelah lama sekali, ia tetap tidak mengatakan apapun. Karena awalnya ia tidak tahu harus mengatakan apa, sekarang ia hanya bisa terdiam.


Kemudian, ia tetap tidak menerimanya, berbalik dan pergi. Pandangannya jatuh pada bungan itu, di matanya tiba-tiba berkilat, dalamnya sampai tak berdasar.


“Hei! Presiden, obatmu!” Mu Xue melihatnya yang tidak menerimanya, kemudian ikut keluar dengan terburu-buru.


Di pintu lorong tiba-tiba terulur sepasang lengan yang bertenaga, lalu menarik pinggangnya, detik kemudian, Mu Xue sudah masuk ke dalam pelukannya. “Uh…”


Seolah ia tidak memiliki kesempatan untuk bernafas, pria itu menempelkan bibirnya ke arahnya, lalu sebuah ciuman yang bossy jatuh ke atas bibirnya.


Otak Mu Xue kosong, ciumannya tergesa-gesa dan menggila, seperti sebuah api yang membakarnya.


“Tak boleh selingkuh!” Akhirnya ia melepaskannya, kepalanya bersender di bahu Mu Xue, lalu berbisik di samping telinganya.


Mu Xue tersadar, menengadah menatapnya, mata hitam itu tiba-tiba menyipit. Bibir merahnya bergetar, sambil menggertakkan gigi ia berkata, “Sebenarnya kamu ingin bagaimana?”


“Jadi wanitaku!” Suaranya rendah sekali, bahkan jadi terasa tidak asing, seperti…


Mu Xue berhalusinasi untuk sesaat, kenapa ia merasa suaranya ini mirip suara Tuan Rubah? Hanya sesaat, kemudian ia mendorongnya, berkata dengan dingin: “Kalau kamu bilang kita ini teman, aku akan menerima, tapi kamu selalu melakukan ini padaku, membuatku tidak bisa menerimanya, aku tidak butuh teman sepertimu, jangan datang menggangguku lagi! kamu membuatku kesal!”


“Memang dia tidak membuatmu kesal?” Nada suaranya cemburu.


“Qin Yinuo, kamu ini membosankan sekali! Setidaknya kakak Zeng tidak akan berbuat seperti ini padaku, dan kau, selamanya selalu serendah ini, kamu ini semacam babi yang bertahan hidup berdasarkan bagian bawah tubuhmu itu!” Mu Xue sengaja menahan emosi dirinya sendiri, tapi malah menyadari ia tak bisa menahan emosi itu. Suaranya awalnya rendah, tapi kemudian jadi makin nyaring. “Ini obatmu! Demi Tian Yu, aku tidak ingin mengatakan yang lebih tidak enak didengar lagi, harap kamu sadar diri!”


Lampu otomatis di koridor mati, keheningan dan kegelapan menyelimuti Qin Yinuo, di malam ini jarang ada bintang, di bawah sinar dingin bulan, wajahnya yang sombong bersedih.


Sabtu, di rumah keluarga Qin.


Di pesta penuh dengan kemewahan, karena para bos bisnis semuanya tahu kalau malam ini adalah malam perjodohan, acara perjodohan keluarga Qin, maka para bos bisnis manapun tak ingin melewatkannya, sehingga yang datang adalah orang-orang besar, semuanya ingin memperkenalkan putri mereka pada Qin Yinuo.


Di sudut, sambil memegang gelas bir, aura dingin Qin Yinuo telah membuat semua wanita yang hendak datang menyapanya menjauh, bahkan orang-orang yang ingin melakukan kerjasama bisnis dengan perusahaan Qin juga bergerak mundur.


Ini perjodohan kah?


Kenapa rasanya seperti memiliki tujuan lain?


Tiba-tiba tatapan semua orang tertegun, semuanya melihat pada orang yang datang perlahan dari pintu, Gong Peixin dari keluarga Gong datang memakai jas putih, meski rambutnya sudah memutih semua, tapi auranya tetap tidak berkurang.


Di samping Gong Peixin ada istrinya dan anaknya Gong Tianer, Gong Tianer memeluk lengan ayahnya sambil tersenyum, wajahnya berdandan cantik, dan mengenakan gaun putih, kelihatannya sangat memikat. Sementara istrinya terlihat mewah, itu pasti adalah satu keluarga yang bahagia!


Qin Maoxiang keluar untuk menyambut mereka sendiri, “Gong, apa kabarmu!”


Gong Peixin langsung tersenyum: “Qin, auramu masih tetap sama! Tianer, kemari, cepat sapa paman Qin!”


Gong Tianer langsung menyapa: “Apa kabar paman Qin!”


“Ya! Tianer semakin cantik saja!” Qin Maoxiang menatap calon menantunya dengan puas, kemudian ia melirik pada sekeliling, mencari sosok Qin Yinuo. “Kusuruh Yinuo kemari, mengenalkan kalian berdua!”

__ADS_1


Tatapannya jatuh di sudut, sosok yang terlihat amat muram sekali, “Panggil tuan muda kemari!”


“Baik!” Pembantu menjawab.


“Tak perlu, paman Qin, aku sendiri yang pergi berkenalan dengan kakak Qin!” Gong Tianer tersenyum.


“Boleh juga! Boleh juga!” Qin Maoxiang masih khawatir kalau pembantunya gagal memanggilnya.


Gong Tianer jelas sekali adalah wanita tercantik di ruangan ini, kemanapun ia berjalan selalu menarik perhatian orang.


Mu Xue yang terus mempersiapkan peralatan makan bersama koki juga menoleh melihat ke sudut, Qin Yinuo tengah berbicara bersama wanita bergaun putih itu, tangannya yang tengah memegang peralatan makan tiba-tiba bergetar, ini adalah pertemuan pertama mereka setelah makan malam di rumahnya, ia tak tahu apakah orang itu benar-benar sudah sembuh atau belum!


Hari ini ketika datang ia baru tahu kalau ini adalah acara perjodohan Qin Yinuo, ternyata sebuah acara perjodohan! Mu Xue juga tidak melihat Tian Yu, entah kemana anak itu hari ini!


“Xiao Xue, bagaimana persiapannya? Jangan salah ya!” Mi Lei berjalan kemari mengenakan jas.


“Kakak Mi, segala detail sudah dipersiapkan, aku pergi cek sekali lagi!” Mu Xue tersenyum, langsung pergi.


Sementara saat ini, orang di samping Gong Peixin juga melihat ke arahnya, seolah Mu Xue bisa merasakan tatapan itu, ia membalikkan badan dan tatapan mereka bertemu di udara, Mu Xue tertegun, jarinya yang tengah memegang piring jadi memutih, ia menarik nafas dalam-dalam, mengembalikan tatapannya, pergi merepotkan diri.


“Xiao Xue, buatkan kopi untukku, aku tidak ingin minum bir!” Entah sejak kapan Zeng Li muncul, begitu masuk ia langsung mencari sosok Mu Xue.


“Baik, kakak Zeng, kamu juga sudah datang ya!” Mu Xue tersenyum.


“Ya, di mana ada keramaian maka ada aku, si Zeng Li!”


“Baik! Kubuatkan untukmu!” Mu Xue mengangguk.


“Bagus! Cepat pergi!”


Kata-katanya membuat Mu Xue diperlakukan seperti anak kecil, ia bisa merasakan Zeng Li yang memperlakukannya sebagai seorang adik, ia bukan orang yang berbahaya, tidak seperti Qin Yinuo yang mengucurkan aura menggila, sehingga ia tidak takut pada Zeng Li.


Orang di sudut bisa melihat senyum di wajahnya, saat itu, wajah murungnya jadi makin dingin, ia bahkan rasanya ingin pergi untuk memukul Zeng Li.


“Kakak Qin, terlihat jelas kamu sama sekali tidak demam padaku!” Lu Tian Er tersenyum pada Qin Yinuo.


Mendnegar kata-katanya, Qin Yinuo tertegun. “Nona Lu, kamu pintar juga cantik!”


“Sehingga?”


“Sehingga pergilah cari pria yang juga berperasaan padamu!” Nada suara Qin Yinuo dingin sekali. “Dan bukannya menjadi ibu tiri anakku!”


“Heh! kamu tidak merasa menjadi ibu tiri itu posisi yang penuh dengan tantangan kah?” Gong Tianer menengadah, menatapi Qin Yinuo. “Bagaimana ya kakak Qin? Sepertinya aku sudah suka padamu!”


Sementara tatapan Qin Yinuo jatuh pada sebuah sosok di ruangan, melihat wanita itu yang kembali lagi ke sisi Zeng Li, matanya jadi muram, lalu ia menyindir Gong Tianer: “Kamu terlalu polos!”


Wajah Gong Tianer langsung menampakkan ekspresi terluka, menatap Qin Yinuo dengan sedih, tapi ia tak bisa mengindahkan tatapan Qin Yinuo, kenapa rasanya tatapannya jatuh pada salah satu sosok pelayan wanita?


Kenapa Presiden Qin tiba-tiba perhatian sekali apda salah satu pelayan? Gong Tianer tidak mengerti, ia memutar bola matanya, “Kakak Qin, kenapa kamu tidak suka pada Wanita sepertiku?”


Qin Yinuo tidak melirikinya sekalipun sedari tadi, hanya berkata dengan hambar: “Kamu tidak cocok untuk jadi ibu tiri!”


“Oh?! Kalau begitu nona yang berpakaian jas disana cocok?” Ia bertanya dengan nakal, Gong Tianer akhirnya berhasil menarik perhatian Qin Yinuo.

__ADS_1


Tatapannya jatuh pada wajah Gong Tianer, memikirkan sesuatu.


“Kalau begitu ini artinya tebakanku benar?”


__ADS_2