AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 618 Gambarannya Begitu Jelas


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Su Yan menggelengkan kepalanya, jangan berpikir sembarangan lagi, harus percaya kepadanya, pria ini tidak punya pikiran berselingkuh, dia baru saja menemaninya merayakan ulang tahunnya, bagaimana mungkin dia ada simpanan? Pasti hanya salah paham saja.


Feng Baiyi membuka baju dan pergi mandi, mata Su Yan sedikit kabur sambil menatap kemeja itu tapi beberapa saat kemudian dia menggelengkan kepalanya dan pura-pura tidak tahu!


Hello! Im an artic!


Rong Hanchi sekali lagi pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.


Feng Linger membantunya mengganti baju dan menjaganya di samping tempat tidur. Dahinya terasa panas sepertinya demam, dia telah berubah selama beberapa hari ini dan menjadi sangat kurus.


Feng Linger tahu jika hatinya sangat menderita dan dia juga tahu kenyataan bahwa Su Yan bukan saudara kandungnya, setiap kali dia terbangun dari mimpi buruk selalu memanggil nama ‘Su Yan’.


Dia sangat mengkhawatirkannya, dia merasakan perasaan yang sama karena tidak dicintai.


Hello! Im an artic!


Rong Hanchi memejamkan matanya tapi tanpa sadar tangannya memegangnya dengan kuat sehingga dia tidak bisa lepas, kulit tangannya terlihat merah dan dia tidak meronta lagi karena dia semakin kuat mengenggamnya jika dia meronta, dia tidak membiarkan dia kesempatan meninggalkannya.


Feng Linger tidak memberontak lagi, wajahnya terlihat lelah, alangkah baiknya jika dia bisa memegangnya jika dia sadar!


Feng Linger juga bersandar di tempat tidur sambil melihatnya sedang memejamkan matanya.


Kepalanya sangat sakit karena mabuk dan masuk angin juga karena dia sedang frustasi, Rong Hanchi perlahan-lahan membuka matanya setelah demam tinggi beberapa jam.


Kepalanya sangat sakit sewaktu dia bangun, tenggorokannya kering dan panas, dia menggelengkan kepalanya, dia bersiap bangun tapi dia merasa lengannya sedang menekan sesuatu, dia merasa bingung lalu dia melihat ke arah samping tempat tidur.


Rambutnya yang hitam sedikit berantakan di wajahnya, wajahnya putih dan lembut, matanya tertutup dan dia tertidur nyenyak dengan mulut agak terbuka, dia sedang menjaganya?


Dia kaget dan hatinya merasa hangat, dia sudah menjadi istrinya sekarang! Meskipun tidak cinta tapi punya tanggung jawab, dia melihat Feng Linger yang tertidur lelah di samping tempat tidur, Rong Hanchi merasa tekanan di dalam hatinya muncul kembali.


Tangan yang memegang pergelangan tangannya dilepaskan, dia memegang tangan Feng Linger, Rong Hanchi tersenyum lemah dan wajahnya yang dingin terlihat ada sedikit kehangatan, dia memejamkan matanya sekali lagi dan tidur kembali.


Tidak tahu setelah berapa lama Feng Linger baru bangun, dia melihat tangan yang mengenggam tangannya, dia segera menariknya, dia menyentuh dahi Rong Hanchi, masih tetap panas tapi sudah lebih baik dari barusan.


Sepertinya harus minum obat, dia pergi mencari obat pilek dan mengambil segelas air hangat dan bersiap membangunkannya.


“Chi, bangun utnuk minum obat.” Dia menggoyang badannya dan akhirnya dia terbangun, Feng Linger memapah tubuhnya yang lemas supaya bersandar di kepala tempat tidur lalu mengambil obat pilek dan memberikan kepadanya, “Chi, minum obatnya dulu baru tidur, kamu masih demam.”


Rong Hanchi minum obat pileknya.


Tidak ada perasaan dingin seperti biasa tapi yang ada adalah sebuah kehangatan.


“Aku akan pergi mengambil selimut!” Feng Linger tertegun.


“Bukankah sudah ada selimut?” Dia berkata sambil menarik selimut yang ada di sampingnya.


“Aku pergi ambli satu lagi!”


“Tidak perlu, cepat tidur!” Dia berkata.


Tidur di mana?


Feng Linger menatapnya dengan bingung!

__ADS_1


Rong Hanchi menarik selimut dan menariknya untuk naik ke tempat tidur, “Tidurlah, sudah jam dua pagi!”


Feng Linger merasa senang, dia mengambil gelas yang ada di tangannya, “Kamu mau aku tidur di sini?”


“Apakah kamu mau tidur di kamar tamu?” Rong Hanchi tiba-tiba berkata, suaranya yang serak terus berkata, “Terima kasih karena telah merawatku!”


Prak, Feng Linger kaget dan gelas yang ada di tangannya jatuh sehingga pecah berantakan, dia berterima kasih kepadanya!


“Mengapa kamu tidak hati-hati?” Dia menatapnya lalu melihat gelas yang pecah itu.


“Aku akan pergi ambil sapu!” Wajahnya memerah karena malu, dia benar-benar ceroboh karena dia terkejut dengan kata-katanya. Dia berjalan ke luar tapi tanpa sadar menginjak pecahan kacanya.


“Ah!” Dia berteriak dan badannya terjatuh ke atas tempat tidur dan jatuh ke atas badan Rong Hanchi.


Ini namanya memberi perhatian dengan pelukan, dia memeluk tubuh Feng Linger dan Rong Hanchi tersenyum dan terdengar suaranya yang pelan, “Apakah kamu baik-baik saja?”


“Baik-baik saja.” Dia segera bangun dari tempat tidur, dia ingin turun tapi tidak diduga dia memeluknya, “Besok saja baru disapu! Tidurlah!”


“Kamu?” Feng Linger kaget dan merasa tangannya memeluk pinggangnya.


“Tidurlah!” Dia sudah membantunya memakaikan selimut.


Rong Hanchi menahan Feng Linger malam ini, pada awalnya dia sangat malu dan bingung tapi akhirnya dia tertidur.


Su Yan pergi ke kampus dan dia menerima telepon dari Feng Baiyi begitu sampai, “Wawa, aku harus segera ke Amerika!”


“Hah….. mau pergi berapa hari?”


“Tiga hari!”


“Baiklah!” Meskipun agak putus asa tapi Su Yan hanya bisa menerimanya, “Cepat pulang ya!”


Tapi Feng Baiyi masih belum pulang meskipun sudah tiga hari, ini sudah lima hari, biasanya telepon Feng Baiyi akan terhubung begitu Su Yan meneleponnya tapi sejak kemarin teleponnya tidak bisa dihubungi.


Su Yan tidak tahu apa yang terjadi, dia baru tahu Chen Huilun pergi bersamanya sewaktu dia ke kantornya. Dia menelepon ponsel Feng Baiyi tapi tidak diangkat.


Hatinya merasa gelisah dan matanya terus berkedip, Su Yan menerima sebuah kotak pada hari kelima dan itu adalah sebuah USB begitu dia membukanya.


Su Yan tidak tahu apa itu, dia memasukkan USB ke dalam laptop dan gambarnya terlihat jelas, badan yang berdiri di samping meja menggigil dan wajahnya terlihat pucat melihat sosok ciuman dan pelukan panas di dalam gambar…..


(Tidak bisa di jelaskan)…..


Dia ingin menipu dirinya sendiri dan mengatakan jika semua itu adalah palsu!


Tapi tidak! Gambarnya sangat jelas!


Video seperti ini membuat hati Su Yan kacau! Wajahnya memucat dan tangannya mulai gemetaran.


Dia menutup layarnya dan duduk diam di atas kursi.


Dia tiba-tiba merasa dingin!


Perang dingin muncul dari lubuk hati Su Yan. Bisa dipastikan jika video itu pasti kiriman dari Chen Huilun.


Matahari cerah masuk dari kaca jendela yang terlihat hangat tapi hati Su Yan terasa dingin, dia ingin mempercayainya, benaran tapi hatinya merasa sedih melihat video ini.

__ADS_1


Tidak tahu berapa lama Su Yan mengendalikan emosinya dan merapikan USB itu.


Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka, Su Yan kaget dengan wajah pucat dan dia segera memasukkan USB itu ke dalam sakunya dan terlihat seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia keluar dari ruang kerja.


Feng Baiyi pulang dan dia memegang sebuah kotak kecil di tangannya.


“Kamu sudah pulang?” Su Yan berkata, dia tidak memeluknya dan hanya melihatnya dengan diam, wajahnya terlihat lelah.


“Ya! Aku sudah pulang!” Bahkan suaranya terdengar lelah.


Dia meletakkan kotak itu di lantai dan duduk di sofa, “Wawa, tolong tuangkan segelas air untukku, aku sangat haus!”


Su Yan pergi menuang air dengan tenang lalu memberikan kepadanya.


Dia langsung menghabiskannya dan Su Yan melihatnya dengan diam, dia tiba-tiba bertanya, “Feng Baiyi, kamu menyuruhku mempercayaimu tapi apakah kamu ingin mengatakan sesuatu kepadaku?”


Feng Baiyi kaget sambil menatapnya dengan bingung.


Su Yan menatapnya dan tiba-tiba menemukan jika dia jauh darinya. Feng Baiyi melihatnya dalam-dalam, matanya sedikit mengelak, “Tiba-tiba terjadi sesuatu maka terlambat dua hari!”


“Apakah kamu pergi dinas sendiri selama beberapa hari ini?” Dia bertanya.


Dia kaget, “Ya!”


Dia berbohong!


Hati Su Yan merasa sakit, matanya bersinar dan tersenyum dingin lalu dia menutup matanya.


“Baiklah! Kamu pergi mandi dulu!” Dia berkata, “Aku akan menyiapkan air mandi untukmu!”


Dia berbalik dan hatinya merasa sakit lalu menjadi dingin, dia pikir dia akan memberitahukan sesuatu kepadanya! Tapi, dia tidak berencana mengatakan sesuatu!


Air mandinya telah siap dan Su Yan kembali ke ruang kerja, Feng Baiyi pergi mandi.


Setelah mandi, Feng Baiyi keluar dengan handuk dan melihat Su Yan sedang sibuk menggambar.


Sangat tenang, dia ingin mengatakan sesuatu tapi Su Yan berkata, “Feng Baiyi, jangan ganggu aku karena tugasku sangat banyak!”


“Oh!” Dia pergi menonton berita di luar.


Setelah malam hari dia kembali ke kamar setelah menyelesaikan tugasnya.


Dia mengikutinya masuk ke kamar, “Wawa, apakah kamu sudah menyelesaikan tugasmu?”


“Ya!” Dia menjawabnya dengan dingin, dia mengambil sebuah selimut dari lemari lalu meletakkan di tempat tidur dan masuk ke dalam sendiri, “Tidurlah, aku masih ada kelas besok!”


……


“Bukankah besok hari jumat?” Dia mengerutkan keningnya.


“Ada acara di kampus!” Dia berkata.


Dia mau membuka selimut untuk tidur bersamanya.


Dia segera membungkus dirinya dan tidak melihatnya sama sekali, “Kamu pakai yang itu!”

__ADS_1


Dia mengerutkan keningnya dan melepaskannya. Dia bergeser dan memeluk selimutnya sambil tertegun. Dia berkata dengan pelan, “Wawa, aku dingin, biarkan aku masuk.”


Hati Su Yan melembut dan dia melepaskan selimutnya. Dia mau masuk tapi dia menahannya.


__ADS_2