
Hello! Im an artic!
Dia dapat merasakan wanita yang berada di dalam pelukannya ini sedang bergetar ketakutan.
Air matanya mengalir sangat deras membasahi wajahnya.
Hello! Im an artic!
Dia melihat tidak ada yang berubah dari kamar tersebut. Semua perabotan beserta isinya masih sama seperti 5 tahun yang lalu.
“Mandilah!” perintah tuan rubah.
Mu Xue masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tuan rubah sedang merokok di luar sambil menunggu Mu Xue. Setelah Mu Xue keluar dia membuang rokoknya kemudian memadamkan lampu kamar. “Ah!” Mu Xue menjerit ketakutan Tiba-tiba dia merasakan sebuah tangan menyentuh tubuhnya! Dengan kasar lelaki tersebut mencium bibir Mu Xue!
Hello! Im an artic!
Mu Xue tidak merasakan adanya topeng yang dia kenakan. Apakah dia melepaskan topengnya?
Tiba-tiba Mu Xue ingin melihat wajah tuan rubah yang sebenarnya. Dia ingin tahu siapa sebenarnya tuan rubah? Tuan rubah sangat bergairah. Dia seperti sedang memangsa buruan yang telah lama diaincar!
Dia mencium bibir Mu Xue dengan lembut naamun penuh gairah.
__ADS_1
“Hmm …,” desah Mu Xue. Dengan perlahan ciuman itu turun ke tulang selangka, dada dan semakin lama semakin turun menuju ke bawah ….
Tuan rubah menggendong Mu Xue ke atas ranjang kemudian membaringkannya. Tubuhnya yang kuat menindih Mu Xue yang sedang terbaring.
“Jangan …,” teriak Mu Xue merasakan sakit di bawah. Belum sempat Mu Xue berkata, tuan rubah kembali ******* bibir Mu Xue.
Semakin lama Mu Xue larut dalam ciuman tersebut. Bibir tuan rubah sanggup menghipnotisnya. Tanpa sadar dia mulai mendesar, “Hmm ….”
Mu Xue merasa ciuman ini terasa tidak asing. Bau rokok, bau badan dan napasnya terasa sangat tidak asing di hidung.
“Ssst,” suara robekan terdengar. Piyama yang dikenakan Mu Xue dirobek.
“Jangan!” teriak Mu Xue yang menyadari tangan tuan rubah telah berlabuh di dadanya. Seluruh pakaiannya telah dirobek. Dia tidak mengenakan sehelai benang pun sekarang, “Jangan …,” teriak Mu Xue.
Tuan rubah membuka kedua belah kaki Mu Xue ….
Mu Xue hanya dapat berpasrah. Semua dia lakukan demi bertemu dengan anaknya.
Tuan rubah bersiap menghantam lobang pertahanan Mu Xue.
Malam ini sangat menggairahkan. Badan Mu Xue terasa ingin remuk malam ini.
Mereka saling memadu kasih hingga dini hari pukul 4.
__ADS_1
Akhirnya tuan rubah lelah, dia mengenakan kembali topengnya dan menyalakan lampu.
Dia mengenakan bajunya kemudian beranjak pergi begitu saja.
Kamar tersebut sangat hening. Mu Xue kelelahan hingga terlelap.
Ketika terbangun pagi hari, Mu Xue melihat tuan rubah sudah pergi meninggalkannya.
Badannya sangat lelah, dia bahkan kesulitan untuk bangun dari tempat tidurnya.
Dia berusaha beranjak dari tempat tidurnya dan mencari bajunya. Dia menemukan bajunya telah robek.
Tubuhnya terasa lemas. Air matanya mengalir deras, hatinya terasa sedih dan pedih.
Terjadi lagi!
Demi anaknya, entah sampai kapan dia harus bertahan seperti ini!Mu Xue mencari baju yang dia kenakan kemarin malam dan mengenakannya kemudian beranjak pergi dari rumah tersebut.
Ketika hendak beranjak keluar, seorang paman muncul, “Nona, tuan berpesan untuk mengantarkanmu pulang.”
Ternyata tuan rumah telah memesankan sebuah taksi untuknya. Taksi tersebut dipesan khusus untuk mengantar jemput kemana pun Mu Xue pergi.
Setelah pulang ke rumah berganti pakaian, Mu Xue tidak menghiraukan taksi tersebut dan berangkat bekerja menggunakan bus.
__ADS_1
Sesampainya di kantor, tiba-tiba Mu Xue merasa takut. Dia takut bertemu dengan Qin Yinuo.