AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 82 Ini Namanya Mengancam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu berharap akan cintaku?”


“Qin Yinuo, kamu tahu semua wanita mengharapkan dicintai, setiap wanita berharap akan status, semua wanita berharap dilindungi, tentu yang kuinginkan banyak!” Akhirnya Mu Xue berkata, nada lembutnya tertiup oleh angin. “Tapi aku hanya menginginkan anakku, kalau harga diriku yang kasihan sekali rasanya diinjak-injak, aku tak butuh cinta!”


Hello! Im an artic!


Sebenarnya ia tak tahu apa yang diinginkannya, karena rasanya setelah dibohongi membuat hatinya tidak imbang, ia sudah lupa sebenarnya sedari awal hubungan mereka bukan karena cinta.


Hanyalah sebuah kesepakatan, dan saat ini masih juga hanyalah sebuah kesepakatan, menjadi wanita miliknya, maka ia akan membiarkannya bertemu dengan anaknya, ini adil sekali, hanya saja ke depannya seumur hidup dirinya perlu menjadi wanita di ranjang pria ini! Begitu saja, hitung-hitung juga adil sekali, tapi kenapa dalam hati ia merasa hal ini tidak adil?


“Tapi kalau bukan menjadikan cinta sebagai dasar, aku takkan menjadi kekasihmu!” Ia menatapi pria itu erat-erat, sebenarnya ia tahu, orang seperti ini takkan memiliki cinta, bagaimana bisa orang ini memberikan cinta pada wanita? Playboy tidak memiliki cinta, mereka hanya butuh wanita untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri!


Ternyata, dirinya adalah wanita yang begitu dangkal! Qin Yinuo tertawa dingin, berkata rendah: “Status dan cinta tidak mungkin ada, kalau kamu setuju, besok aku bisa membiarkanmu bertemu dengan Tian Yu, kalau kamu tak setuju, seumur hidup ini jangan harap!”


Hello! Im an artic!


“Kau!” Air matanya terjatuh tanpa suara, Mu Xue tersenyum pahit. “Aku takkan setuju, tapi aku harus bertemu dengan anakku!”


Nada suaranya terhenti, Mu Xue menarik nafas dalam-dalam, berusaha menenangkan hatinya yang sakit bagai ditusuk pisau, “Kamu takkan bisa menghentikan cinta ibu dari seorang wanita, Qin Yinuo, kalau kamu rasa hal ini adil untuk Tian Yu, maka kamu sembunyikanlah dia.”


Tubuh Qin Yinuo bergetar, “Memang status sepenting itu kah?”


Mu Xue tidak berbicara lagi, ia berdiri, sambil membungkus tubuhnya dengan selimut, ia pergi mengambil pakaian dalam lemari, lalu keluar.


“Hei! Kamu ke mana?” Qin Yinuo melihatnya yang tak berbicara, langsung merasa tak berdaya.


Pintunya terbanting tutup, sepasang tangan Mu Xue mengerat di samping, tenaganya menguat, ia mengepalkan tangannya, tapi malah menemukan kalau saat ini bahkan kekuatan tangannya tak cukup.


Kenapa ia tidak bertenaga seperti ini, kenapa ia tidak berdaya seperti ini!


Ia mengganti baju, ini adalah pakaian yang disiapkan oleh pria itu enam tahun lalu, tapi ia belum pernah memakainya, hari ini adalah pertama kalinya! Kalau bukan karena pria itu yang merobek pakaiannya, takutnya ia juga takkan mengenakan baju ini.


Mu Xue tersenyum pahit, menjadi kekasihnya seumur hidup? Tidak mau! Ia hendak pergi mencari Tian Yu! Ia hanya mau anaknya! Ia takkan menjadi kekasih milik Qin Yinuo!


Setelah berganti baju, ia membuka pintu, namun pria itu berdiri di depan pintunya. Mu Xue langsung menggigit bibir, tanpa menoleh ia berjalan keluar.


“Selarut ini kamu mau kemana?” Ia menariknya, “Kenapa kamu sekeras kepala ini?”


Bibir Mu Xue bergetar, “Aku tak ingin melihatmu!”


“Mu Xue, kalau hari ini kamu keluar dari sini, aku bersumpah, kamu takkan pernah bertemu dengan anakmu selamanya! Aku akan mengirimnya keluar negeri!” Ia menjadi kejam.


“Kau…” Otaknya berdengung, “Kamu bilang apa?”


“Apa yang kukatakan akan kulakukan!” Ekspresinya jadi murung. “Sebaiknya kamu jangan membuatku marah!”


Mu Xue tertawa, ia menahan keinginannya untuk menangis, berkata pelan: “Kalau kamu berani berbuat seperti ini, aku akan membencimu seumur hidup!”

__ADS_1


“Memang kenapa?” Tiba-tiba ia menariknya, lalu menunduk untuk menggigit telinganya, ia tahu itu adalah daerah tubuh tersensitif wanita itu. “Asal kamu berani keluar selangkah saja dari sini, kamu coba sajalah! Selamanya takkan bertemu, selamanya!”


Mu Xue langsung bergetar.


Ia tidak bergerak, sementara pria itu juga berhenti.


Di koridor, pria itu menunduk melihatnya yang jadi terdiam, tangan besarnya mengangkat dagunya, “Benar, begitu baru penurut, gadis penurut!”


Tatapan Mu Xue jatuh pada wajahnya, wajah yang dingin, mata yang hitam, alis yang tebal, namun terlihat anggun bagai seorang pangeran.


Dalam tatapan Mu Xue yang dingin untuk sesaat terdapat emosi yang khawatir, apakah pria ini adalah cara satu-satunya?


Meski sekarang dirinya sangat sangat ingin melarikan diri dari pria ini, ia benci sekali padanya, hatinya juga ikut mencelos, tapi kebencian terdalamnya pun tak bisa melawan hatinya yang bergetar, begitu kah?


Qin Yinuo menatapnya, ia sempat merasa sakit hati untuknya, lalu mengulurkan tangan besarnya, dan menarik Mu Xue masuk ke dalam pelukannya, ketika menempelkan aura lembutnya pada dirinya sendiri, ia memiliki keinginan untuk menggabungkan tubuh mereka.


Ia membungkuk, bibirnya yang panas menciumi mata Mu Xue, ia menciumi air matanya sampai kering, wajahnya yang dingin tergantikan oleh perasaan yang mendalam.


“Sudah! Kalau kamu penurut, kupastikan Tian Yu dan Cheng Cheng akan menjadi anakmu!” Ancamannya berhasil.


Mu Xue menurut tanpa berkata apa-apa, namun giginya malah tengah bergetar, karena ia menggendongnya masuk ke dalam kamar di mana mereka pertama kali melakukan hal itu.


Ia bergetar untuk sesaat, tapi tetap tidak bersuara.


Qin Yinuo menatapinya, malam seperti ini, dirinya yang seperti ini, lingkungan yang seperti ini, membuatnya terpikir kembali akan malam itu, lalu beberapa kali setelahnya, kemudian ia semakin menyadari kalau dirinya semakin menahan, maka ia menjadi semakin sulit untuk menahannya.


Bibirnya menyapu pipinya, tapi wanita itu malah melangkah mundur.


Wajahnya penuh dengan kebencian, dan ekspresi wajahnya menarik perhatian Qin Yinuo, bisa-bisanya wanita ini menampilkan ekspresi yang penuh dengan kebencian, benar-benar parah sekali!


“Kau…” Bibirnya yang indah dan sekaligus bossy terkatup rapat, tatapannya yang penuh dengan api seolah tengah membakar Mu Xue, kekuatan tangan Qin Yinuo bertambah, “Tatap aku!”


“Tidak mau tidak mau tidak mau!” Mu Xue berteriak, bahkan dirinya sendiri juga tidak mengerti mengapa saat ini dirinya menjadi manja, kesal, tapi ia semakin keras kepala.


“Kamu bilang apa? Katakan sekali lagi!” Suara dingin yang bagai keluar dari neraka tertiup di telinga Mu Xue. “Kusuruh kamu tatap aku!”


“Kamu mau bagaimana?” Mata dingin Mu Xue menatapi sepasang mata Qin Yinuo yang panas berapi-api, meski hatinya malah agak bergetar.


Qin Yinuo menindihnya dengan paksa, sudut bibirnya membentuk senyum jahat, namun matanya malah sama sekali sedang tidak tersenyum, ia bergumam pelan: “Ya! Bagus sekali, benda kecil yang liar!”


“Kamu ini rendahan sekali! kamu mengancamku!” Mu Xue tengah menatapi tatapannya, suaranya penuh dengan rasa dingin.


Pria yang membuat orang membencinya ini, memangnya ia hanya bisa berbuat seperti ini? Memangnya selain seperti ini, ia tidak puya cara lain?


Qin Yinuo menatapinya, tidak berbicara, matanya berkedip, keduanya saling bertatapan, tapi tatapan pria ini malah terasa aneh dan rumit, menebarkan bunga api yang ajaib.


Tapi suasana jadi semakin berbahaya. Sementara pria ini menahan sambil terdiam, tapi Mu Xue juga sudah merasakan perasaan penuh bahaya yang terus melambung, maka punggungnya tegap, ia tidak ingin terlihat lemah.


Sudut bibir Qin Yinuo terangkat lagi, senyumnya malah terasa palsu.

__ADS_1


Mu Xue langsung menutup matanya, tidak ingin melihatnya, yang penting juga kalau melihat lama ia bisa tersedot ke dalam matanya itu, maka sekaligus tak usah dilihat!


“Buka matamu, aku ingin kamu melihat bagaimana aku memiliki tubuhmu, mulai saat ini, kamu adalah milikku, jangan pernah berharap bisa melarikan diri seumur hidup ini!” Selesai berkata, tatapannya yang tajam penuh dengan bunga api yang rumit.


Mendengar kata-katanya, ia melototinya dengan hampir tak percaya, melihat wajah dingin itu, ia benci sekali, saking bencinya sampai ia bisa merobek-robek wajahnya, kenapa kata-kata pria ini bisa sevulgar ini, sungguh tidak punya muka.


Bibir yang penuh paksaan itu mendekatinya, sekali lagi membuat wajahnya memerah.


“Lepaskan bajumu! Sedari tadi tidak seharusnya dipakai!” Ia berkata dengan suara rendah: “Memang kamu tak ingin bertemu dengan anakmu kah?”


Ia melototinya, menggigiti bibir, penuh dengan api kemarahan.


Qin Yinuo langsung melepaskannya, duduk di atas sofa sambil bersilang kaki, ia mengeluarkan rokok dari koceknya dan menyalakan sebatang. “Terserah kau, kamu bisa terus menjadi wanita murni, tapi kesabaranku juga ada batasnya!”


Melihat wanita itu memakai pakaian yang dibelinya, itu adalah model yang sudah lewat beberapa tahun lalu, tapi dipakainya masih terlihat cantik pula! Pakaian itu menampakkan bentuk tubuhnya, Mu Xu yang pernah melahirkan jauh lebih berisi ketika dirinya masih berusia tujuh belas tahun, jadi semakin feminim!


Di bawah tatapan mata setajam elang itu, perlahan ia membuka bajunya. Di dalam tatapannya sudah tidak ada segala macam kekhawatiran, seolah tengah menerima perintah kerja.


Kancing jaket dilepas satu per satu, kemudian jatuh ke lantai, hatinya juga jatuh bersamaan. Kemudian hanya tersisa pakaian dalam di tubuhnya.


Mu Xue jelas-jelas merasakan dirinya bergetar serta tengah melawan, merasakan kelemahan dirinya.


Qin Yinuo menatapinya, rasa bahaya di matanya jadi bertambah.


“Terus lepas, aku pergi mandi dulu!” Ia berdiri dengan dingin, ketika ia menoleh, tatapannya menyemburkan sebuah perlawanan.


Ia bersikap seperti ini padanya sebetulnya agak kejam


Tapi ia menyadari, semakin dirinya ingin memperlakukannya dengan baik, wanita itu semakin melawannya. Mungkin menggunakan cara mengancam memang agak rendahan, tapi ia percaya ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan hasil terbaik! Ia hanya ingin mendapatkannya, karena sebelumnya sampai sekarang, sudah lewat dua minggu, ia sudah menahan keinginannya selama dua minggu!


Wanita itu tidak berbicara, tatapannya kosong, ia naik ke atas ranjang untuk menutupi dirinya.


Dari kamar mandi terdengar suara air yang deras, begitu Qin Yinuo selesai mandi, ia hanya membungkus bagian bawah dirinya dengan handuk, ia berjalan keluar dengan kaki telanjang.


Melihat Mu Xue yang duduk di ranjang sambil menunduk, selimut menutupi tubuhnya, ia amat tak berdaya. Karena kebencian itu, sekarang dirinya jadi semakin membencinya!


“Lepaskan!” Ia terus berkata.


Tangan Mu Xue terulur ke belakang, jarinya melepaskan kait bra, setelah meregang sesaat, bra itu terbuka!


Branya jatuh ke lantai, menampakkan bentuk tubuhnya yang indah!


Qin Yinuo terus menatapinya, ketika baju dalamnya terjatuh itu, ia merasa auranya semakin kacau. Melihat kulitnya yang putih, menyinarkan kelembutan, ia langsung menggila. Benda apa yang membuat kacau matanya, ia hanya ingin menaklukkan wanita ini, benar-benar menaklukkan wanita ini!


Mu Xue malu! Ia rasa dirinya tak memiliki muka lagi


“Qin Yinuo, kalau kamu masih mau, cepat ambil semaumu!” Ia tak tahu bagaimana bisa menemukan suaranya kembali, ketika berbicara, ia pun bergetar.


Detik kemudian, ia menggigiti bibirnya, merasakan sebuah rasa yang asin, ternyata ia telah mengigiti bibirnya sampai robek, ia sedih sekali, monster itu adalah pasangannya seumur hidup.

__ADS_1


Rambut hitam Qin Yinuo menempeli pipinya, air menetes dari rambutnya, sepasan matanya dingin. Dirinya mengucurkan pesona yang istimewa, mampu membuat hati semua orang berdegup kencang. Tapi saat ini Mu Xue tidak melihatnya, ia juga tidak ingin lihat, ia rasanya saat ini hanya tertinggal permaluan dalam dirinya!


Qin Yinuo berjalan mendekat dari pintu kamar mandi, berjalan dengan pelan. Setiap langkahnya yang mendekat, ia bisa merasa tubuh wanita itu mengucurkan daya tarik yang tak bisa ditahannya.


__ADS_2