AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 187 Kenapa?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Feng Baiyi terdiam untuk sesaat, “Kau yakin kau ingin tahu?”


“Tentu aku perlu tahu, tidak ada orang yang boleh menyakiti wanitaku seperti ini!” Qin Yinuo yakin sekali.


Hello! Im an artic!


Kemudian, terdengar sebuah nama dari telepon, “Mo Yihui!”


Qin Yinuo tertegun, ia benar-benar tak menyangka. “Dia, kau bilang dia yang mencari untuk berbuat seperti ini pada Xiao Xue? Mencari lima orang untuk mencoba memerkosanya?”


“Salah, tapi memerkosa bergantian. Hampir saja wanitamu jadi domba pelampiasan nafsu pria-pria itu!” Feng Baiyi berkata.


“Sialan! Aku segera tiba!” Qin Yinuo menutup teleponnya.


Hello! Im an artic!


Mo Yihui!


Sebuah kekesalan muncul dalam hatinya. Hati Qin Yinuo rumit sekali.


Ia tak tahan untuk mengepalkan tinju ke sebuah dinding. Dinding yang seputih salju langsung dinodai oleh darah merah. Matanya juga memerah, membentuk sebuah tatapan yang mengerikan.


Mo Yihui hampir saja mencelakai Xiao Xue?! Kenapa ia bisa sekejam itu? Orang yang pernah sepolos Yilan, meski sejak kecil ekspresi wajahnya selalu sedingin es karena luka pada saraf wajahnya, tapi bukannya dirinya itu baik hati sekali? Kenapa bisa begitu?


“Nuo! Kau sedang apa?” Zeng Li datang sekali lagi, menarik Qin Yinuo, “Melukai dirimu sekali?”


Setelah ia mengantar ayah dan paman kedua pulang dengan susah payah, akhirnya ia tahu kalau Pei Lingfeng ternyata adalah pamannya. Karena masalah dengan para preman, ia dimasukkan ke dalam penjara oleh ayahnya.


Sehingga selama beberapa tahun ini, paman kedua tidak pernah menapakkan kakinya selangkah pun ke kediaman keluarga Zeng.


Ia bisa membayangkan dengan emosi ayahnya itu, selain pada ibunya, rasanya ia ketat sekali pada dirinya dan Yangyang. Apalagi pada Yangyang, rasanya ia ketat sekali padanya.


Kalau bukan karena Yangyang pergi selama setahun penuh dari rumah enam tahun lalu, mungkin ayahnya akan semakin emosi!


Tapi begitu kembali ia langsung melihat adegan seperti ini, benar-benar sedang sial. “Untuk apa kau melukai dirimu sendiri? Xiao Xue sudah diapa-apakan?”


“Bukan Xiao Xue! Xiao Xue tak apa-apa!” Qin Yinuo tak menyangka akan kedatangannya, “Masalah lain, ayo pergi! Ikut aku temui seseorang!”


“Aku kan khawatir, benar tak apa-apa? Tak kusangka Xiao Xue itu saudari sepupuku!” Pantas saja rasanya mereka ini mirip sekali.


“Orang yang mencelakai Xiao Xue adalah Mo Yihui!” Qin Yinuo berkata dengan wajah yang mengeras.


Ketika Zeng Li tahu kalau orang di layar belakang yang ingin mencelakai Xiao Xue adalah Mo Yihui, ia langsung berteriak keras-keras dengan senang, “Ah! Bagus sekali! Aku akan memberitahu hal ini pada ayahku. Kuminta ayahku untuk memasukkannya ke penjara! Akhirnya tak perlu menikah, tak perlu menikahinya! Aku bebas.”


Qin Yinuo menatapinya tanpa bisa berkata-kata, “Sedikit saja lagi, sedikit saja lagi Xiao Xue hampir dicelakai olehnya!”


“Maaf, aku benar-benar terlalu senang, jadi tak bisa menahan diri. Bukannya hal itu tak terjadi? Hanya bikin kaget, tapi pada akhirnya kita tahu Yihui itu orang seperti apa sebenarnya. Wanita sekejam itu untung saja diketahui sesegera mungkin. Kalau tidak, aku juga hampir dicelakai olehnya! Sialan, kenapa enam tahun lalu aku menidurinya?”


“Karena kau yang terlalu sembarangan!” Qin Yinuo semakin tak bisa berkata-kata.


“Kau kan juga sama saja?” Zeng Li mengerutkan alisnya. Mobil Pagani melesat di jalanan, “Sudah terbiasa. Kalau jadi pria baik-baik memangnya hebat? Tapi kau masih dihitung untung, dalam semalam, kau sudah dapat anak seimut Tian Yu!”

__ADS_1


“Suka ya? Kalau suka kuberikan padamu!” Qin Yinuo meliriknya sekilas.


“Suka! Anak kandung memang paling bagus! Tapi kalau kau benar-benar memberikannya padaku, aku akan membantumu merawatnya, yang penting aku kan juga suka sama anak-anak! Aku juga tak kekurangan uang. Jadi bagus kalau bisa merawat anak-anak. Ah, Cheng Cheng juga berikan saja padaku, aku juga suka dengan anak itu! Kujadikan kembar, pasti lucu sekali!”


“Kalau begitu menikahlah secepatnya!” Qin Yinuo berkata, “Kau pergi buat sendiri, jangan sia-saikan spermamu!”


“Dengan siapa? Dengan wanita seperti Mo Yihui?” Zeng Li mengerutkan alisnya. Begitu memikirkan Mo Yihui mencari lima pria untuk mencelakai Xiao Xue, dan cara jahatnya yang menggunakan obat bius, ia langsung gemetaran. “Mati pun aku tak mau dengan wanita seperti ini. Benar-benar tak disangka, kau bilang beberapa tahun lalu di sisi Yilan dia masih sama polosnya, tapi kenapa sekarang jadi semengerikan ini?”


Ini adalah hal yang diragukan Qin Yinuo. Ia tak menyangka Mo Yihui akan semengerikan ini. Qin Yinuo diam, tidak tahu harus berkata apa, ia hanya merasa hatinya dingin.


“Yang penting aku tak ingin menikah!” Zeng Li menggeleng sekali lagi, “Aku takkan menikah dengan Mo Yihhui!”


Berkata sampai sini, dalam pikirannya muncul sebuah wajah. Kadang wajah itu menatapnya, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak dikatakannya.


Ia menggeleng kepalanya, eh! Kenapa tiba-tiba ia memikirkan Yangyang. Oh benar, dimana gadis itu sekarang? Ia menelepon padanya, namun handphonenya dimatikan!


Ia tidak ingin dirinya mendadak hilang setahun seperti enam tahun lalu. Ia tak menemukan orangnya, maka ia juga jadi khawatir–


Mo Yihui tak pernah mengira dirinya akan ditangkap. Bagaimana pun ia tak menyangka rencananya akan hancur secepat ini. Ia ingin menelepon Mao Zhiyan, tapi handphonenya sudah direbut orang.


Sementara di dalam ruang tamu sebuah vila, seorang pria tengah menatapinya dengan dingin. Ia tidak berani bergerak, karena pria itu mengucurkan aura dingin.


Begitu masuk, Qin Yinuo langsung menyapa Feng Baiyi.


“Dimana orangnya?”


Feng Baiyi tidak berbicara, ia menatapi arah sofa. Qin Yinuo langsung melihat Mo Yihui yang duduk di atas sofa dan tatapannya langsung jadi rumit.


Mo Yihui juga menengadah. Begitu melihat Qin Yinuo dan Zeng Li, wajahnya langsung kalut. Tapi kemudian ia terdiam dan berkata pada Zeng Li, “Zeng Li, cepat bawa aku pergi. Orang ini mengurungku dengan ilegal!”


Zeng Li perang dingin dengannya. Membawanya pergi? Kecuali ia tak ingin hidup lagi!


Mo Yihui berlari mendekat, hendak memeluk Zeng Li. Tapi Zeng Li menghindari dan bersembunyi ke belakang tubuh Qin Yinuo, “Yihui, kalau ada kata-kata segera katakan. Jangan kemari! Aku alergi bersentuhan!”


Jelas sekali ia tak ingin memeluknya sedikit pun.


Mo Yihui tertegun. Ia menggertakkan gigi, tidak lagi bergerak. Tap tatapannya sedingin es.


Qin Yinuo menatapinya. Qin Yinuo yang bermandikan cahaya matahari sore dikelilingi oleh cahaya keemasan. Rasanya ia tidak nyata, hanya saja ia memerhatikan Mo Yihui dengan jelas, seluruh tubuhnya mengucurkan aura dingin.


“Kenapa?” Qin Yinuo bertanya dengan muram.


***


Mo Yihui terdiam untuk sesaat. Tangannya mengepal jadi tinju, lalu melirik sekali lagi pada Zeng Li di belakang. Ia memincingkan matanya. Zeng Li tengah menghindar darinya, dan ia tahu kenapa pria itu menghindarinya seperti ini.


Sudah enam tahun, ia masih terus menghindari dirinya?


Zeng Li juga menatapinya. Tatapannya penuh dengan curiga, bagaimana pun ia tak percaya perkumpulan malam enam tahun lalu ia bisa bersama dengan wanita semengerikan Yihui. Ia tersenyum, berkata dengan tidak lamai, “Yihui, jangan menatapiku seperti ini. Aku benar-benar takut sekali pada tatapanmu!”


Feng Baiyi merokok di samping, lalu memuntahkan segumpalan asap putih, “Kalian urus lah, aku pergi dulu!”


Qin Yinuo mengangguk, “Terima kasih!”

__ADS_1


Feng Baiyi menepuk pundak Qin Yinuo dan mereka saling bertatapan, “Ada apa-apa hubungi aku!”


“Baik!” Qin Yinuo mengangguk lagi.


“Kenapa?” Tatapan Qin Yinuo yang tajam terlihat sedalam lautan, membuat orang-orang tak bisa mengindahkannya, dan membuat Mo YIhui kaget.


“Karena, karena aku benci pada Mu Xue. Aku benci ia melahirkan anakmu, mengambil kebahagiaan milik kakakku!” Mo Yihui berteriak dan mengeratkan bibirnya. Wajahnya penuh dengan kegilaan dan rasa iri, “Atas dasar apa ia bisa mendapatkan kebahagiaan dengan semudah itu? Atas dasar apa? Atas apa aku dan kakakku harus menderita?”


“Yihui!” Zeng Li berteriak pelan. Dirinya yang seperti ini membuat orang-orang khawatir. Apalagi sejak Yilan sakit, dan ibu mereka mati karena penyakit saraf. Meliahtnya yang seperti ini, Zeng Li khawatir kalau ia juga sudah sakit.


Mata Qin Yinuo menyipit, menatapi Mo Yihui dalam-dalam. Adik kecil yang pernah dijaganya lama sekali, kenapa bisa separanoid ini?


Tatapannya setajam pisau, membuat Yihui bergetar.


Mo Yihui menghindar sesaat, tapi kemudian menatapnya dengan pasti, berteriak, “Aku tak menerima dia bahagia! Aku ingin menghancurkannya!”


“Kau tak takut masuk penjara kah?” Suara dingin Qin Yinuo terdengar melalui udara.


Mo Yihui langsung kaget, menggelengkan kepalanya terburu-buru dan berkata, “Aku takkan masuk penjara, aku takkan masuk penjara! Atas dasar apa aku masuk penjara? Aku mau menjaga kakakku! Zeng Li, kau pernah bilang akan menikahiku! Kau jangan kabur, aku mau menikah denganmu!”


“Yihui, tenang sedikit!” Zeng Li masih agak tidak enakan, tapi tetap menggeleng. “Maaf, aku benar-benar tidak ingin menikah denganmu!”


“Kata-katamu tak bisa dipercaya!” Mo Yihui melototkan matanya, berteriak, “Aku sudah menunggumu selama bertahun-tahun, dan kau malah tak menginginkanku!”


“Yihui, malam itu adalah sebuah kesalahan!” Zeng Li merasa dadanya sesak, “Dan kau sudah diincar ayahku, takutnya kau memang harus masuk penjara. Tapi untung Xiao Xue tak sempat dicelakai olehmu, kalau tidak kau harus mendekam lama sekali di penjara.”


Tubuh Mo Yihui bergetar sebentar. Kemudian ia menggeleng dan menggeleng dengan menggila, “Tidak! Aku tidak akan masuk penjara, tidak mau! Aku benci kalian! Aku benci padamu Qin Yinuo ,aku benci Mu Xue, aku benci Zeng Li, aku benci Yangyang! Aku benci kalian! Hahaha…”


Zeng Li menatapi Mo Yihui dengan kaget, “Kenapa kau membenci Yangyang? Dia pernah berbuat salah apa padamu?”


“Hah! Dia berbuat salah apa padaku?” Tiba-tiba Mo Yihui tertawa keras. Tawa yang menggila, sementara ekspresinya menampakkan rasa pahit dan sakit. Sebuah kepahitan muncul dalam hatinya, menghancurkan segala harapannya.


Tak peduli bagaimanapun, Zeng Li tidak meliriknya sekali pun, tidak pernah benar-benar menatapnya sekali pun!


“Ya! Kenapa kau membenci Yangyang?” Zeng Li mengerutkan alisnya, kebingungan sekali.


“Aku takkan memberitahumu! Hahaha…” Mo Yihui terus tertawa keras.


Kalau tak ada Zeng Yangyang, kalau tak ada wanita itu, dirinya akan jadi milik pria ini. Zeng Li akan menyukai dirinya. Tapi karena Zeng Yangyang, Zeng Li jadi tak menyukainya.


Zeng Li menatapinya dengan curiga, lalu menatapi Qin Yinuo. Ia juga tidak tahu apa yang tengah dikatakan Mo Yihui.


“Ha, Zeng Li. Kau tak suka padaku kan?” Tiba-tiba Mo Yihui jadi serius.


Zeng Li jadi kaget sesaat, karena tatapan wanita ini agak mengerikan. Tapi ia tidak bisa menipu dirinya sendiri. Luka jangka pendek lebih baik dari pada luka jangka lama, maka ia menunduk sambil menggertakkan gigi, “Ya! Aku tak pernah suka padamu!”


“Aku tahu kau takkan mencintaiku!” Tatapan Mo Yihui jadi galak, meneriaki Zeng Li dengan kesal, “Zeng Li, benda-benda yang tak bisa kudapatkan, maka orang lain juga tak boleh mendapatkannya. Zeng Yangyang tak bisa mendapatkannya. Meski aku harus turun ke neraka, tapi aku juga harus pergi bersama Zeng Yangyang, hahaha… Lima tahun ini, dia pasti jauh lebih sengsara dibanding di neraka…”


Nada suaranya yang sedingin es menggila, tatapan Mo Yihui terlihat dingin. “Heh, mau aku masuk penjara, baik, aku masuk penjara! Ayo bawa aku pergi!”


Zeng Li tak mengerti, “Apa katamu?”


Kenapa dalam lima tahun ini Yangyang jauh lebih menderita dibanding di neraka? Zeng Li langsung jatuh dalam pikirannya, seluruh pikirannya terbawa oleh kata-kata Mo Yihui.

__ADS_1


__ADS_2