AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 476 Meminta Maaf Dengan Sepenuh Hati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Du Liling malah menghentikannya, dan matanya tertuju pada cincin berlian yang ada di jarinya. “Mengapa masih memanggil Bibi? Sudah waktunya memanggil Ibu! Ibumu dan aku sudah menunggumu menikah dengan Jinglan sejak lama, dan kami selalu berharap hal itu cepat terjadi!”


Untuk pertama kalinya hati Song Yin tergerak melihat kebaikan dari Du Liling . Dia mengangguk sambil menangis dan berseru: “Ibu -”


Hello! Im an artic!


“Anak baik, dari dulu Ibu yang telah bersalah kepadamu! “Du Liling sekali lagi meminta maaf dengan tulus.


“Ibu, jangan mengungkit masa lalu lagi! “Song Yin juga berkata dengan tulus.


“Kamu cepat pergi, bukannya kamu bilang bahwa kamu ada sesuatu yang mendesak? “Du Liling menepuk-nepuk tangannya.


Dia menunduk dan menatap ke gelang giok yang ada di pergelangan tangannya, Kemudian Song Yin mengangguk dan pergi membeli makanan untuk Wen Xiaoxing.


Hello! Im an artic!


Begitu keluar, dia langsung melihat Yu Jinglan sudah datang ke depan pintu sambil mengemudikan mobil, “bagaimana kamu bisa datang?”


“Kenapa kamu tidak menunggu aku? Apakah kamu datang sendiri? “Yu Jinglan turun dari mobil dan bertanya dengan tergesa-gesa.


Dia menatap Yu Jinglan dengan tatapan mata secantik bunga, membuat orang yang melihatnya menjadi penasaran. Song Yin pun berkata sambil tersenyum bahagia: “Adikku dan Jian Yi sudah menikah, hari ini mereka sudah mendaftarkan pernikahan mereka!”


“Apakah benar?”


“Benar! Aku sangat bahagia. Sekarang aku mau pergi membelikan makan kepada Xiao Xing. Apakah kamu mau menemaniku?”


“Omong kosong, bagaimana mungkin aku bisa tenang kamu pergi sendirian?” Yu Jinglan memeluknya dan membukakan pintu mobil untuknya, dia sendiri pun masuk ke dalam mobil. “Jian Yi dan kakakmu sudah mendapatkan akta nikah, lalu bagaimana dengan kita? Kapan giliran kita?”


“Begini saja sudah cukup bagus.” Kata Song Yin sambil tersenyum.


Yu Jinglan mengeluarkan ekspresinya yang seperti anak-anak: “Apakah aku masih harus menjadi bujangan untuk waktu yang lama?”


Setelah mengatakan itu, dia meraih tangan kecilnya dan mencium tangannya. Dia pun menatapnya dengan tatapan mata seperti baru saja di buli. Dengan tatapan mata yang seperti itu, apakah dia seorang manusia atau seorang iblis?”


“Apapun yang terjadi, kita juga harus membuat akta nikah! Aku harus bertanya pada Jian Yi bagaimana cara meyakinkanmu!”


“Ayo cepat, kita pergi ke supermarket!”


Jadi mereka membeli setumpuk makanan ringan, sayuran, daging dan berbagai makanan untuk Wen Xiaoxing.


Yu Jinglan menunggu di lantai bawah untuk memberi waktu kepada kedua sahabat karib itu.


Baru saja memasuk pintu, wajah Wen Xiaoxing terlihat pucat dan tidak bersemangat. Song Yin yang melihatnya pun merasa sedikit gelisah dan bertanya: “Ada apa denganmu?”


Dia berjalan menghampirinya untuk mengambil makanan ringan yang ada di tangannya, kemudian dia mengambil sekantong besar keripik kentang dan meletakkannya di atas sofa untuk dimakan. “Jangan ungkit lagi! Aku sudah hampir mati kelaparan, ketika aku membuka telponku dan hendak menelponmu, tiba-tiba orang jepang itu menelpon kepadaku. Dia selalu menelponku, apakah dia tidak ada kesibukan yang harus dikerjakan? Jangan-jangan dia terus-menerus mencoba untuk menelponku? ”


“Bukannya itu bagus! Jika orang itu mencarimu, itu berarti bahwa dia bersedia untuk bertanggung jawab, itu juga menunjukkan bahwa dia adalah pria yang baik! “kata Song Yin sambil tersenyum.


Wen Xiaoxing terus memasukkan keripik kentang ke dalam mulutnya sambil melamun. Setelah sekian lama, dia baru mulai berkata: “Aku sudah rugi banyak, dan tidak diduga aku malah takut dia bertanggung jawab.”


Rugi banyak?


Song Yin merasa bingung, tiba-tiba dia teringat dengan apa yang Wen Xiaoxing katakan beberapa hari yang lalu: “Bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa kamu rugi banyak? Bukannya kamu akan rugi jika dia tidak bertanggung jawab!”

__ADS_1


Dia mengangguk. “Tidak salah juga! Tapi setelah kupikir selama beberapa hari, tidak bagus juga jika kita menikah tanpa mengerti apa-apa. Menurut kamu bukannya aku hanya akan menikah dengannya tanpa memikirkan terlebih dahulu? Dari awal kita telah membuat kesepakatan untuk menikah agar bisa saling memanfaatkan melainkan bukan menikah karena cinta! Tetapi sekarang kita berdua malah tidur bersama dan juga saling memanfaatkan. Bukannya masalah ini menjadi begitu rumit!”


Ketika mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Song Yin pun berkata: “Itu adalah Yu Jinglan . Dia menungguku di bawah, Aku akan buka pintunya!”


“Hmm, asal bukan orang jepang itu saja! “Ucap Wen Xiaoxing sambil mengemil makanannya.


Tetapi setelah membuka pintu, Song Yin tertegun karena itu benar-benar orang jepang yang dikatakan oleh Wen Xiaoxing!


Xiaoxing masih saja memakan keripik kentang, dan tidak memalingkan kepalanya.


Song Yin hampir berteriak, tetapi langsung dihentikan oleh Gong Ben Yi Nan dan orang yang ada dibelakangnya adalah Yu Jinglan . Yu Jinglan pun mengedipkan mata pada Song Yin, dan Song Yin hanya menganggukkan kepalanya. Dia membawa tasnya dan turun bersama Yu Jinglan untuk memberikan Xiao Xing waktu bersama orang jepang itu.


“Yu Jinglan , kamu masih saja merebut waktuku yang sedikit ini bersama Song Yin, benar-benar keterlaluan. Aku sedang membahas masalah penting dengan Song Yin! Mengapa kamu menganggu kami? Kalian setiap hari sudah bertemu, bagi sedikit waktunya untukku juga kalian tidak bisa mati! ” gumam Wen Xiaoxing sambil memakan keripik kentang.


Tidak ada jawaban, pintu hanya tertutup dan bahkan terkunci.


“Aku benci sekali!” Wen Xiaoxing bergumam lagi.


Masih saja tidak ada jawaban, sungguh aneh.


“Kakak Lan, aku sedang berbicara denganmu, mengapa kamu tidak menjawab?” Wen Xiaoxing akhirnya marah dan menolehkan kepalanya, akhirnya dia pun bertatapan mata dengan Gong Ben Yi Nan.


“Ah -” Wen Xiaoxing tertengun dan keripik yang ada di tangannya pun jatuh ke atas lantai, “kamu, kamu, kamu, bagaimana kamu bisa disini?”


“Wanita brengsek, siapa yang mengizinkan kamu menutup telpon kamu begitu lama?” Wen Xiaoxing terkejut seperti seolah-olah telah melihat seorang hantu, Gong Ben Yinan yang melihatnya pun merasa sangat marah: “Apakah menurutmu ini sangat menyenangkan?”


“Siapa bilang itu menyenangkan, sama sekali tidak menyenangkan!” Wen Xiaoxing berusaha menenangkan suasana hatinya, tetapi dia masih merasa sedikit terkejut. Bagaimana dia bisa menemukannya di sini? “Bagaimana dengan Song Yin? Ah! Beraninya dia mengkhianati aku!”


Gong Ben Yinan dengan cepat menenangkan dirinya dan menatapnya dengan tatapan yang santai: “Apakah kamu tidak ada sesuatu yang ingin dikatakan?”


“Katakan.”


“Kamu keluar, tolong sekalian tutup pintu dengan rapaat!”


“Sialan!” Mendengar ini, ekspresi wajah Gong Ben Yi nan pun langsung berubah.


Saat ini, Gong Ben Yi Nan seperti hantu yang berwujudkan manusia.


Dia mengenakan jas hitam, kemeja hitam dan rasa kehadirannya begitu kuat di dalam ruangan itu. Membuat Wen Xiaoxing merasa gelisah sampai mengigit bibirnya sendiri. Dia tidak tahu bahwa perlakuannya malah membuat pria itu menjadi kesal dan bahkan emosi.


Sebuah postur tubuh tinggi berkaki panjang dan ramping berdiri di hadapannya sambil menatap kepada Wen Xiaoxing. Dia mengepalkan salah satu tangannya dan Wen Xiaoxing menyadari bahwa dia sedang melihat dirinya. Sepasang mata itu terlalu mengerikan sampai membuat orang yang melihatnya merasa ketakutan dan gelisah.


Seperti manusia yang penuh dengan roh iblis.


Mereka saling memandang untuk waktu yang lama, tiba-tiba Gong Ben Yi Nan tertawa seolah-olah telah menemukan hal yang bisa membuatnya merasa lega dan senang. Senyuman seperti itu bagaikan bunga bermekaran yang tak terhitung jumlahnya.


Dasar setan! Wen Xiaoxing berpikir demikian, pada saat yang sama dia merasakan suatu ancaman darinya, tatapan matanya seolah-olah ingin memakan dirinya yang membuat hatinya mengalami perasaan lemas yang tidak dapat dijelaskan.


Kedua matanya terus-menerus menatap Wen Xiaoxing dengant tatapan yang tidak jelas. Benar-benar bahaya!


Tidak bisa begini, aku tidak boleh kalah darinya! Wen Xiaoxing mengedipkan matanya dan mempersiapkan dirinya.


“Bukannya kamu mengiginkan tubuhku?” Wen Xiaoxing mengatakannya dengan nada yang provokatif. Setelah melihat raut wajahnya yang sedikit aneh, dia mendekatinya dan menarik dasinya lalu berkata: “Aku tidak takut!”


Dia menarik Gong Ben ke dalam kamar lalu mendorongnya ke atas ranjang. Tidak lama kemudian, dasi dan bahkan ikat pinganggnya pun sudah dibuka dan dibuang ke atas lantai. Ketika hendak menarik celananya, dia menyadari bahwa Gong Ben Yi Nan seperti tidak ada reaksi dan tidak bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Wen Xiaoxing pun menatapnya dengan dingin: “Apakah kamu ada seorang laki-laki?”


Gong Ben Yi Nan membalasnya: “Apakah kamu tidak tahu aku itu laki-laki atau bukan?”


Wen Xiaoxing mendekati wajahnya dan berkata kata demi kata: “Jika kamu tidak mengiginkan tubuhku, maka kamu pergi saja.”


Mendengar ini, Gong Ben Yi Nan malah tersenyum dan membalikkan tubuhnya. Ketika Wen Xiaoxing belum sempat bereaksi, dia sudah memutar dan menekannya di atas ranjang.


“Jika kamu ingin bermain dengan api, maka kamu harus belajar memadamkan api terlebih dahulu!”


“Aku tidak bisa memadamkan api, Aku juga bukan petugas pemadam kebakaran. Cepat lepaskan aku, aku tidak ingin bermain lagi!” Wen Xiaoxing memohon belas kasihan kepadanya.


“Sudah terlambat, wanita!” Gong Ben Yi Nan mendekatkan bibirnya dengan bibir Wen Xiaoxing, tetapi dia tidak menciumnya, melainkan hanya berkata: “Kamu tidak seharusnya melarikan diri, kamu juga tidak seharusnya bermain denganku. Kamu sudah menggodaku dan berpikir untuk melarikan diri, apa menurutmu aku akan melepaskanmu?”


Bibirnya menggesek Wen Xiaoxing dan membuat kulitnya sedikit gemetaran. Wen Xiaoxing menutup mulutnya dan menelan air ludahnya, dia merasakan sekujur tubuhnya seperti sedang terbakar api. Dia menatapnya dengan kehati-hatian dan dalam.


Melainkan matanya juga ikut menatapnya,


Akhirnya, dia menundukkan kepalanya menicum bibir Wen Xiaoxing dengan bibirnya sendiri yang empuk dan lembut, selembut bulu yang dibelai di atas kulit.


Dia berusaha sekuat tenaga untuk mengontrol keinginannya, tetapi dia lupa bahwa wanita di bawahnya bukan orang biasa. Terlebih lagi, api ini sudah dia nyalakan!


Wen Xiaoxing sudah merasa tidak sabar, dia pun menunjukkan ketidaksabarannya dengan mengigit bibirnya sendiri.


Gong Ben Yi Nan tersenyum, senyumannya terdapat sedikit rasa menggoda di dalamnya.


“Tidak peduli lagi, aku harus bertanggung jawab!” Bibir Wen Xiaoxing terbuka karena sudah terlalu nafsu, secara tidak sadar dia menggeluarkan omong kosong yang tidak masuk akal. “Ayo makan dulu, setelah makan baru pikirkan lagi…”


Meski saat ini dia merasa tidak tahan, namun dia sudah tenggelam dalam siksaan dari Gong Ben Yi Nan. Perasaan ini terasa sangat tidak nyaman. Bibir Gong Ben jatuh ke atas bibirnya, lehernya,kupingnya, tampaknya setiap tempat, setiap inci di kulitnya sudah meninggalkan bekas ciuman dari Gong Ben Yi Nan.


Kemudian, sepasang tangan panjangnya dengan lembut membuka kedua kaki Wen Xiaoxing, Wen Xiaoxing juga merangkul lehernya. Tubuh pria itu kokoh dan suhu tubuhnya hangat, tetapi nafasnya tidak stabil.


Nafasnya, menyembur di pipinya dan meniup beberapa helai rambutnya: “Kamu tidak boleh kabur lagi!”


Suara serak pria itu terdengar di telinganya, dan pada saat yang sama kejantanan pria itu juga sudah masuk ke dalam tubuh Wen Xiaoxing.


Panas, menakjubkan , gemetar, jeritan, tsunami, badai, kegelapan, kebahagiaan yang ekstrim, semua itu berkumpul dengan begitu indahnya…


Kemudian, Gong Ben Yi Nan menerkam dirinya seperti macam yang sekencang angin.


Setelah mereka sudah selesai melakukan hubungan intim, ketika Wen Xiaoxing sedang mengenakan pakaian, Gong Ben Yi Nan menarik dia ke dalam pelukannya. Tangannya berenang ke tubuhnya dan perlahan-lahan menggambar sebuah lingkaran dengan maksud untuk menggodanya.


“Pergilah, hubungan kami adalah untuk saling menguntungkan satu sama lain. Aku sekarang mempergunakan kamu, jika kedepannya kamu memerlukan aku, cukup katakan saja kepadaku, kita bisa saling membantu, aku sama sekali tidak keberatan. Kita tidak perlu menikah, lagipula sangat merepotkan untuk melakukan proses perceraian, hal yang membuang uang harus kita jauhi dan hindari!”


Gong Ben Yi Nan sedikit menyipitkan matanya: “Mengapa aku harus pergi?”


“Bukannya kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan?”


“Apa yang aku inginkan?”


“Tidak salah lagi,” Wen Xiaoxing bernegosiasi dengan tenang: “Kami sering melakukan hubungan ****, dan aku lumayan menyukainya. Kedepannya kita masih boleh berhubungan ****, kita tidak perlu mengungkit masalah pernikahan.”


Setelah selesai berkata dan menyadari bahwa dia tidak merespon, dia menjadi sedikit ragu dan merasa bahwa pria itu menjadi sedikit emosi. Dia menelan ludah dan tertawa. “Jangan terlalu pelit! Kamu juga tidak mencintaiku, bukan? Kamu hanya mengiginkan tubuhku, aku juga sudah menyetujuinya, kalau begitu kita hanya perlu bernegosiasi dengan baik! Pelayananmu juga lumayan bagus!”


Dia menatapnya dengan tatapan berbahaya.

__ADS_1


__ADS_2