AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 475 Jika Seperti Tahun Itu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Sialan, aku tidak menyesalinya!”


“Jika suatu hari kamu menyesal, beri tahu aku!” Dia menundukkan kepalanya karena matanya sudah mulai memerah dan dia tidak ingin Jian Yi melihatnya.


Hello! Im an artic!


“Tidak akan ada hari itu!” Dia menjamin.


Di sore hari, Song Sitong pergi menemui Lan Xin dengan ditemani oleh Jian Yi. Kebetulan dia juga menerima panggilan telepon dari Song Yin. Mereka berdua pergi ke markas untuk menjemput Song Yin dan mereka bertiga pun buru-buru kembali.


Mereka ingin memberikan kejutan kepada Lanxin, jadi mereka tidak memberitahunya terlebih dahulu.


Song Yin yang duduk di dalam mobil Jian Yi menyadari bahwa mereka berdua sudah berbaikan! Dia langsung mengerti dengan apa yang terjadi semalam, setelah melihat mata kakak yang malu-malu dan sedikit manja.


Hello! Im an artic!


Mereka berdua duduk di jok belakang, Song Yin memegang tangannya dan merasa kebahagian yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


“Song Yin, mulai hari ini, aku adalah saudara iparmu!” Jian Yi yang sedang mengemudi tidak lupa untuk mengumumkan status barunya.


“Saudara ipar?” Song Yin tertegun.


“Aku baru saja mengurus surat nikah dengan kakakmu!” Dia berkata.


“Ah -”


“Ah apa? Apakah kakak menyetujuinya? ”


” Tidak, tidak, bagaimana mungkin? Kakak ipar! Ha ha, baik, Jian Yi . Selamat datang ke keluarga kami, kamu harus selalu membuat kakakku merasa bahagia!” Song Yin mengatakannya dengan sangat sopan.


“Tidak masalah!”


Song Sitong tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap ke luar jendela dengan tatapan yang hampa. Apa yang dimaksud dengan kebahagiaan, apakah dia sungguh-sungguh bisa mendapatkannya?


Mobil akhirnya sampai ke depan pintu rumah dan Jian Yi langsung bisa melihat mobil Du Liling . Supirnya pun melihat dia dan menyapa Jian Yi dengan sopan. “Halo, Tuan Jian Yi!”


“Mengapa bos bisa datang kesini?”


“Belakangan ini bos sering datang ke sini!” Supir berkata.


Ketiga orang itu mengerutkan kening, apa yang Du Liling lakukan disini?


Ketika jalan sampai ke depan pintu, Song Yin merasa sedikit curiga. Dia mendengar percakapan antara ibu dan Du Liling , mereka semua tercengang dan hanya berdiri di luar pintu tanpa membuka pintunya.

__ADS_1


Karena mereka mendengar Du Liling berkata, “Lan Xin, setelah bertahun-tahun, apakah kamu masih menolak untuk memahamiku? Waktu itu aku sungguh-sungguh serius! Hanya saja aku tidak pantas memberi tahu Song Qingquan tentang hal itu pada hari kakakmu menikah dengannya!”


“Masa lalu biarkan menjadi masa lalu!” Kata Lan Xin. “Inilah hidup. Bagaimanapun, aku masih merasa bersalah kepada kakakku!”


“Jangan salahkan dirimu, kamu tidak bersalah kepada kakakmu. Lagipula, kamu duluan mengenal Song Qingquan ! Terlebih lagi, kamu bersamanya malam itu. Dia yang salah paham dan mengira Lan Yan!”


Song Yin tertegun, dan begitu juga Song Sitong.


Dua orang saling memandang dan tertegun sejenak di depan pintu.


“Emang apa yang bisa dilakukan jika duluan mengenalnya? Apakah kamu mengira bahwa orang yang bersamanya di malam itu adalah kakak, jadi dia menikahi kakak dan akan bertanggung jawab. Kamu pikir jika bukan kamu yang pergi dan memberitahunya bahwa orang yang ada di malam itu adalah aku, maka mungkin aku tidak akan menjadi pelakor lagi! Tidak menjadi pelakor diantara kakakku dan Qing Quan. Dalam kehidupan ini, maka masa mudaku hanya akan penuh dengan kesepian!”


“Maaf! Aku seharusnya tidak cerewet dan memberitahunya, jika memmbiarkanmu pergi, mungkin masalah seperti ini tidak akan terjadi lagi. Aku benar-benar mengira bahwa dia akan membatalkan pernikahannya dengan Lan Yan, tetapi dia tetap menikah dengan Lan Yan! ”


“Kamu salah, dia tahu orang yang ada di malam itu adalah aku! Aku bukan menyalahkanmu atas masalah ini, aku hanya marah karena bagaimana kamu bisa memperlakukan Tong Tong dan Yin Yin seperti itu? Demi orang yang sudah mati, kamu melukai begitu banyak orang yang tidak bersalah!”


“Bagaimana mungkin?” Du Liling tercengang. “Mengapa dia masih menikahi kakakmu ketika dia tahu yang sebenarnya?”


“Li Ling, apakah kamu tidak mengerti? Dia benar-benar mencintai kakakku! Pertama-tama dia mencintaiku, setelah mendapatkanku, dia menyadari bahwa kakakku lebih cantik, jadi dia menginginkan semuanya. Dia mencintai kami kakak beradik pada saat yang sama, Kakakku tidak salah dalam mengatakan bahwa Song Qingquan adalah malapetaka bagi kami. Sebenarnya, apakah kami bisa menyalahkan kamu? Ini tak ada kaitannya dengan kamu. Jika kamu mengatakan hal yang sebenarnya kepadanya, bukannya dia tetap melaksanakan pernikahannya? Bukannya dia akan mencarikku lagi ketika malam pertamanya? Dia menginginkan kami berdua, tidak satupun dari kami yang rela dia lepaskan!”


Suara Lanxin terdengar seperti sangat sedih. “Aku yang tidak memiliki harga diri dan aku tidak seharusnya berhubungan dengannya lagi, aku tidak bisa menahan ucapan manisnya dan jatuh kepadanya. Saat itu, aku masih muda dan sembrono, berpikir bahwa cinta saja sudah cukup, tetapi aku tidak berharap untuk menyakiti orang lain, kakakku Tong Tong dan juga putriku pun menjadi anak haram selama bertahun-tahun. Aku sangat merasa bersalah kepada putriku! Meskipun aku telah bersalah kepada kakakku, tetapi Qingquan selalu bersamanya 6 hari seminggu, dan hanya menyisahkan 1 hari kepadaku! Aku tidak masalah, menunggu sampai 20 tahun lamanya, akhirnya dia merasa berasalah kepadaku dan ingin putus dengan kakakku! Sebenarnya, aku benar-benar tidak ingin menikah dengannya. Aku hanya ingin terus seperti ini. Bagaimanapun, itu salah, dan aku tidak peduli dengan masa yang akan datang. Namun, dia malah mengajukan gugatan cerai dengan kakakku. Karena perceraian ini, dia malah menyakiti kakakku!”


“Aku masih tidak mengerti bagaimana dia bisa mencintai kalian berdua pada saat bersamaan! ”


“Kita semua sangat menderita! Maafkan aku karena telah jatuh cinta dengan pria seperti itu, putriku, maafkan aku!”


“Jangan minta maaf lagi! Aku juga tidak seharusnya menyalahkanmu, aku terlalu mudah emosi. Kamu adalah sahabat karibku, aku salah telah marah kepadamu waktu itu, aku hanya tidak bisa menerima mendengar berita bahwa dia ingin menikah dengan kakakku, terlebih lagi aku mendengar bahwa kamu pergi mencarinya, karena itu aku menjadi tidak bisa menahan emosi dan marah kepadamu! Siapa sangka kita berseteru selama bertahun-tahun lamanya! Sebenarnya aku juga sangat merasa bersalah denganmu? Pertama kali aku bertemu jing lan , aku telah menduga bahwa dia adalah anak kamu. Anak itu tampak mirip sekali denganmu!”


“Putriku, apakah kmau benar-benar tidak menyalahkankku?”


“Aku tidak menyalahkan kamu lagi, umur sudah setengah abad, sudah bisa melihat sesuatu dengan terbuka!” Lan Xin menghela napas. “Usia 30an merasa bebas, tidak ada kekhawatiran di usia 40 an, usia 50 an sudah mengerti dengan kehidupan. Kamu dan aku sudah diumur dimana kita sudah bisa melihat sesuatu dengan terbuka!”


“Rupanya kamu sudah menahannya selama bertahun-tahun? “Du Liling bergumam,”Aku benar-benar tidak menyangkanya! ”


“Apa maksud dari itu? Kakakku sangat berusaha, dia berusaha untuk menyatukan kita, tapi, apakah kamu tahu? Kami sudah menikah, tetapi setelah kakakku meninggal, aku tidak pernah berhubungan dengan Qing Quan lagi! Kami tidur di ranjang yang sama, dia tidak menyentuhku, kami bahkan tidak pernah berhubungan intim lagi! Kami hanya seperti orang yang sudah kenal lama, kami pun jarang-jarang mengobrol dan bukan lagi kekasih yang mesra. Karena kami tiga orang tidak boleh ada yang kurang, dengan tidak adanya kakak, kami sungguh tidak lengkap!”


“Sudah, jangan ungkit lagi! Hidupku tidak panjang lagi, aku hanya berharap di sisa hidupku ini, aku dapat mengendong seorang cucu, itu semua saja sudah membuatku merasa puas! Dalam kehidupan ini, sebaiknya kita harus berpikiran terbuka dan merendahkan diri!”


“Tidak ungkit lagi! Apakah kamu ingin makan hidangan tumis daging? Aku akan memasaknya untukmu!”


“Aku akan membantumu!”


Mereka yang berada di pintu luar tercengang setelah mendengar semua itu!


Setelah waktu yang lama, Song Sitong tersadar terlebih dahulu dan berbisik: “Apakah bibi duluan mengenal ayah?”

__ADS_1


“Kakak…” Song Yin juga tidak menyangka itu, hal semacam ini tidak pernah diungkit oleh ibu mereka. Ternyata, ternyata ibu sangat tersiksa!”


“Apakah aku telah salah paham dengannya?” Song Sitong bertanya pada dirinya sendiri, tetapi juga bertanya kepada Jian Yi.


Jian Yi mengulurkan tangannya meraih Song Sitong dan berbisik kepadanya: “Kalian pura-pura tidak tahu apa-apa saja agar bibi tidak merasa canggung!”


Song Yin benar-benar tidak menyangka bahwa rupanya ibunya yang duluan mengenal ayah, bagaimana bisa ayah mencintai dua wanita dalam waktu yang sama? Mengapa ibu dapat menerima semua itu? Dia sebagai anak muda tidak mengerti masalah orang tua itu. Terlebih lagi, ayahnya sudah pergi, dan sekarang juga tidak ada arti lagi jika mengatakan apa-apa! Orang mati tidak bisa hidup kembali!


Song Yin mengangkat kepalanya memandang Song Sitong yang juga terkejut dan berbisik kepadanya: “Kakak, kami pura-pura tidak tahu apa-apa saja, bagaimanapun ayah juga sudah tidak ada disini!”


Song Sitong terdiam sejenak dan akhirnya mengangguk: “Betul juga, kita pura-pura tidak tahu saja!”


Mereka bertiga berhenti sejenak untuk menenangkan diri lalu kemudian masuk ke dalam ruangan. Di dalam ruangan, Lan Xin dan Du Liling langsung mengangkat kepala setelah mendengar ada suara orang yang datang.


Mereka berdua pun merasa terkejut.


Lan Xin melihat Song Sitong dan segera menghampirinya: “Tong Tong? Kamu sudah kembali? Kamu sudah kembali?”


Mata Song Sitong tiba-tiba menjadi memerah. Dia pun melangkah maju dan memeluk Lan Xin, “Bibi, aku sudah kembali …”


“Anak baik!” Meskipun Lan Xin sedikit terkejut melihatnya tiba-tiba memeluk dirinya, tetapi hatinya merasa sangat bahagia dan dirinya balik memeluknya dengan erat.


Dalam adegan ini, Song Yin tidak tahu sudah berapa dirinya memutus hubungan dengan ibunya. Selama beberapa tahun, sejak bibinya meninggal, dia selalu memperlakukan ibunya dengan acuh tak acuh sedingn es. Sekarang kakak secara inisiatif memeluk ibu, dan ibunya jelas merasa sangat bahagia?!


“Bibi…Maafkan aku karena tidak sensitif… Bibi… aku menyayangimu…” Mata Song Sitong memerah dan air matanya menetes di pundak Lan Xin.


“Tong Tong?” Lan Xin merasa tersanjung dan sedikit bergumam. “Anak baik, anak baik! Aku juga menyayangimu…”


Jian Yi yang melihat adegan ini juga sangat merasa senang. Jika setiap orang bisa melepaskan kebencian di hatinya, betapa indahnya dunia ini?


Song Yin juga maju ke depan, mereka semua saling memeluk satu sama lain. Adegan manis ini pun membuat Jian Yi dan Du Liling terharu.


Mendengar berita bahwa Song Sitong dan Jian Yi sudah menikah, Lan Xin punmenangis kegirangan, “Kamu sudah menikah, bagus, bagus!”


Song Yin sepertinya belum pernah melihat ibunya bahagia seperti ini. Bahkan ketika dia dan ayah akhirnya menikah saja dia tidak pernah melihatnya sebahagia sekarang.


Panggilan telpon datang dari Wen Xiaoxing: “Kak, kamu tidak kembali tadi malam. Kakak, aku sudah mati kelaparan dan aku tidak berani turun ke lantai bawah. Tolong cepat ambilkan makanan untukku!”


“Ah! Maafkan aku, maafkan aku, aku akan pergi sekarang!” Song Yin baru saja teringat bahwa sudah waktunya membelikan makanan untuk Wen Xiaoxing. Dia belum makan dan butuh sesuatu untuk di makan secepatnya.


“Ibu, aku akan kembali untuk makan malam dan membuat makanan yang enak. Kakak dan kakak iparku kembali, dan disini juga ada Bibi. Kami tidak tahu bahwa kalian sudah saling kenal sebelumnya!” Song Yin berjalan mendekati Du Liling dan tersenyum padanya.


Du Liling melepas gelang giok yang dikenakannya dan memasangnya di pergelangan tangan Song Yin tanpa mengucapkan sepatah kata pun. “Song Yin, gelang ini milik keluarga Yu dan akan diwariskan kepadamu! ~


“Ini… Bibi… “Song Yin berniat untuk menolak.

__ADS_1


__ADS_2