AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 21 Tidak Ada Tempat Kabur Lagi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Yinuo langsung menggendongnya masuk ke dalam toilet pria di samping, dan terdengar suara pintu terbanting dengan keras.


Di ruangan yang sempit ini, Mu Xue dipeluk erat oleh Qin Yinuo, bibir mereka masih saling bersentuhan, lidah Qin Yinuo berusaha masuk ke dalam mulutnya, seketika bau tembakau menyebar di dalam mulutnya, Mu Xue langsung terkejut.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo juga terkejut dengan perbuatannya!


Mu Xue yang baru sadar langsung melawan, “Uuh…CEO…”


Tapi semakin dia melawan, Qin Yinuo semakin liar, sama sekali tidak peduli dengan perlawanannya, dia semakin memperdalam ciumannya. Mu Xue berusaha sekuat tenaga untuk mendorongnya,ingin menghindar dari ciumannya ini.


Tapi, ciumannya begitu liar dan begitu fokus, membuat Mu Xue tidak bisa kabur.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo seakan menghisap semua keindahan Mu Xue, tidak tahu kenapa, bibirnya Mu Xue bisa begitu menggoda dirinya…


Awalnya dia hanya ingin menutup mulut gadis ini saja, siapa yang menyangka, setelah menciumnya, Qin Yinuo langsung tidak bisa berhenti, Mu Xue yang tidak memiliki pengalaman dalam hal ini seblumnya, malah lemas karena ciumannya.


Dan ciumannya pelan-pelan menjadi lebih lembut, membawa beberapa emosi yang tidak terlalu jelas.


Ciuman Qin Yinuo bertenaga dan dalam, seperti orangnya, sombong dan kesepian, ciuman yang berlangsung panjang ini, membuat nafasnya mulai tidak beraturan, hatinya mulai merasakan sesuatu yang tidak jelas.


Ciuman ini seakan membawa sebuah kesedihan yang hambar, sesuatu yang biasanya tak pernah ia tunjukkan, Qin Yinuo pun mulai menutup matanya…


Ia menimpa Mu Xue dengan kuat ke dinding toilet, membuat seluruh tubuh Mu Xue lemas dan bersandar di pelukannya, posisi ini begitu mesra.


Satu tangannya memegang pinggang Qin Yinuo yang ramping dan kekar itu, dan satu tangan lainnya memegang lehernya.


Kulit Qin Yinuo terasa sangat lembut, wajah memerah Mu Xue menempel di dadanya, mendengar detak jantungnya.


Mu Xue terbengong, pikirannya menjadi kosong, dia lupa bahwa ia harus segera kabur dari sisi CEO-nya ini.


Mu Xue mengangkat kepalanya, dan mereka saling bertatapan, bola mata yang hitam dan menggoda itu juga sedang menatapanya, sangat sulit untuk menebak isi pikiran Qin Yinuo melalui kedua bola mata yang hitam itu.


Aroma susu melekat di hidung Qin Yinuo, seperti angin musim semi yang membawa aroma bunga sakura di musim semi, memberikan kenyamanan kepada siapapun.


Lewat kemejanya, dia bisa merasakan tubuh gadis itu yang lembut, kulit lembutnya menempel di badannya ini, seakan memanggil Qin Yinuo untuk mengeluarkan nafsunya yang paling dalam.


Bola matanya seketika tersulutapi, nafsu yang paling dasar itu mulai muncul.


Qin Yinuo seperti macan yang sudah lama menunggu, dia mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.


Mu Xue yang baru sadar langsung mendorongnya, di tempat yang sempit ini mereka berdua saling berdiri berhadapan.


“Karena kamu melihat apa yang seharusnya tidak kamu lihat, maka kamu harus menanggung akibatnya!” Qin Yinuo berkata dengan suara rendah, kedua matanya begitu menggoda, nafas panasnya menghembus ke leher Mu Xue, membuatnya mulai merasa gerah dan sedikit geli.


Hatinya, berdetak dengan kencang. “CEO, aku tidak sengaja, aku…”


Ia berusaha menjelaskannya dengan gugup, ia bisa merasakan otot tubuh Qin Yinuo yang menegang.


Kali ini dia benar-benar membuat masalah besar lagi!


Walaupun sebenarnya ini bukan salahnya, tapi tetap saja, arugumentasinya tidak akan didengarkan.


Mu Xue menatap ke wajah yang tampan di depannya ini, hatinya sedikit kacau, dia berusaha memalingkan wajahnya, “CEO, tolong buka pintunya dulu, baru kita bicarakan…”

__ADS_1


Qin Yinuo pelan-pelan tersenyum, dia menatap bibir merahnya, dan bedak tipis di wajahnya, wajah gadis ini begitu menggoda.


Tatapan Qin Yinuo menjadi gelap, dia tiba-tiba menundukkan kepalanya, dan langsung ******* bibirnya lagi.


Bibir tipisnya begitu nikmat, sekali menyentuhnya, tidak bisa bisa melepaskannya lagi.


Tubuh mereka bergetar nikmat, Mu Xue tidak percaya dengan semua ini, teriakannya belum sempat keluar dari mulutnya, bibirnya sudah dihisap oleh Qin Yinuo.


Lidahnya yang kuat itu menerobos masuk ke dalam mulutnya, dengan sepenuh tenaga bermain di dalam mulutnya.


Mu Xue merasa telingannya berdegung, dan seluruh tubuhnya menjadi lebih lemas.


Seumur hidupnya, dia tidak penah dicium seperti ini, malam itu, dia juga dicium seperti ini, ciuman yang begitu liar ini, seakan menghisap semua jiwanya keluar, membuatnya panik dan tidak tahu harus bagaimana, jantungnya terus berdebar hebat, “CEO…”


Tangan Qin Yinuo dengan pelan mengelus wajahnya yang memerah, jari yang panjang itu mulai bermain di lehernya, tanpa sadar tangannya sudah sampai di depan dadanya, tiba-tiba dia menggerakkan tangannya dan langsung meremas dadanya!


Mu Xue langsung kaget, dia kesal dengan dirinya yang tenggelam di dalam ciuman seorang pria asing!


Dia langsung berusaha mendorongnya dengan kuat, tapi tubuh yang besar itu tidak bergerak sama sekali, Mu Xue berusaha menggerakkan tubuhnya untuk menghindar darinya, tapi ini malah membuat tangan pria itu semakin menggila.


Mu Xue hampir kehabisan nafas karena ciumanya, dia mulai merasa sesak napas, tapi juga ada rasa geli yang membuat tubuhnya merasa senang.


Dia tidak pernah tahu bahwa sebuah ciuman bisa membawa perasaan yang begitu menyenangkan, tapi ia tidak ingin Qin Yinuo menganggapnya murahan.


Mu Xue langsung panik, dan jantungnya berdetak dengan cepat, dia ingin segera lepas darinya, “CEO, lepaskan aku! Aku tidak sama seperti wanita yang kamu pikirkan!”


Qin Yinuo baru sadar, seluruh nafsu di matanya menghilang, dia kembali sadar dan dingin seperti biasa. Dia mentap ke Mu Xue dan berkata, “Jadi kamu wanita seperti apa? Pura-pura suci? Polos?”


Mu Xue mendengar ucapannya, menatap wajah tampannya, kedua mata yang gelap itu, membuat orang selalu tenggelam di dalamnya.


“Lepaskan aku!” Mu Xue tidak mau diperlakukan seperti ini.


Mu Xue mulai gemetaran, kalau ketahuan orang lain, atau ketahuan oleh An Qian, dia harus bagaiamana?! Harga dirinya akan benar-benar diinjak-injak!


“CEO, aku ingin mengundurkan diri.” Mu Xue berkata dengan dingin.


Dia bukan wanita yang sembarangan, dia tidak pernah ingin mengganggu siapapun, tapi CEO-nya benar-benar keterlaluan!


Qin Yinuo tidak berbicara, dia malah mendorong pintunya dan berjalan keluar.


Di dalam toilet pria tersisa Mu Xue seorang, dia tiba-tiba merasa ingin nangis!


Kenapa harus memperlakukan dia seperti ini?


Tuhan memperlakukannya seperti ini, mungkin ini semua karena salahnya sendiri, dia tidak seharusnya pergi menjadi ibu hamil pengganti, dan berpisah dengan anak kandungnya sendiri, sampai sekarang dia masih belum juga menemukan anaknya sendiri!


Matanya memerah, Mu Xue duduk di toilet dan mulai menangis.


“Siapa yang menangis di dalam?” Tiba-tiba terdengar suara pria dari luar, membuat Mu Xue terkejut dan tidak berani bersuara.


“Siapa di dalam?” Tiba-tiba ada suara lain, terdengar sangat kesal.


“Direktur utama, mungkin seorang wanita yang salah masuk toilet! Anda cepat kembali ke pesta, tuan muda sudah berjalan ke sana tadi!” Ada suara pria lain yang berkata.


Mu Xue benar-benar tidak berani bergerak.


Astaga! Kenapa dia bisa lupa bahwa sekarang ia sedang berada di toilet pria?


Ketika Mu Xue akhirnya kembali ke pesta dan bersiap untuk pulang, Ceng Li sudah kembali lagi, melihat Mu Xue yang terburu-buru ingin pergi itu, dia hampir saja tidak mengenalinya, “Ai! Xiao Xue, sayangku, kamu cantik sekali!”

__ADS_1


Mu Xue mengangkat kepalanya, dengan mata berair menatap ke Ceng Li, membuat Ceng Li juga terkejut, dan tersenyum, “Ternyata benar-benar Xiao Xue, sayangku, kenapa kamu tiba-tiba menangis!?”


Berhadapan dengan Ceng Li yang suka bercanda, Mu Xue tersenyum pahit, dia hanya melihatnya sekilas, “Maaf manajer Ceng, aku harus pergi.”


“Ah…”Ceng Li tidak mengerti.


Melihat sosok yang pergi dengan buru-buru itu, dia kemudian mencari keberadaan Qin Yinuo, dan menyadari dirinya sedang berada di kerumunan wanita, ia pun tersenyum dengan manis.


Senin tiba.


Mu Xue membawa surat pengunduran diri dan pergi mencari sekretaris Gao.


“Sekretaris Gao, ini surat pengunduran diri aku!”


“Kamu ingin mengundurkan diri?” Sekretaris Gao terlihat sangat kaget, “Xiao Xue, tidak gampang untuk masuk ke Qin Grup, dari 20-an orang hanya kamu dan He Jing yang terpilih, kamu bisa membayangkan seberapa ketat persaingannya!”


“Aku tahu! Sekretaris Gao, terima kasih, tapi aku tetap ingin mengundurkan diri!”


“Aku tidak bisa memberikanmu keputusan mengenai hal ini!” Sekretaris Gao teringat Mu Xue direkrut langsung oleh CEO, jadi Mu Xue harus bertanya dulu kepada CEO!


Tepat saat itu, Qin Yinuo keluar dari lift, Sekretaris Gao langsung berkata, “CEO, nona Mu ingin mengundurkan diri!”


Mu Xue menatap Qin Yinuo, melihat bibirnya yang merapat tipis itu, Mu Xue tiba-tiba teringat pada ciuman yang tidak jelas semalam, wajahnya langsung memerah, dan dia langsung menundukkan kepalanya, tapi seketika ia teringat, dirinya juga tidak salah, kenapa harus takut? Dia mengangkat kepalanya dan menatap balik ke arah Qin Yinuo.


Qin Yinuo menatapnya dengan tajam, dia tidak berbicara dan hanya berjalan ke arah ruangannya.


Sekretaris Gao tidak tahu harus bagaimana. “Xiao Xue, kamu bicara sendiri pada CEO!”


“Aku…” Mu Xue tidak mengerti, kenapa sulit sekali baginya untuk mengundurkan diri?


Mu Xue yang kesal itu berjalan ke ruangan CEO, dan mengetuk pintunya.


“Masuk!” Suara yang dingin terdengar dari dalam.


Dia menarik nafas dalam-dalam! Tidak apa-apa, sudah mau pergi, dia tidak perlu takut! Dia kemudian mendorong pintu dan berjalan masuk, tapi hatinya juga kembali tegang.


Qin Yinuo sudah duduk di kursinya, dia tidak mengangkat kepalanya, dan terus melihat dokumennya.


“CEO, aku ingin mengundurkan diri!”


“Kenapa?” Qin Yinuo menatapnya dengan tajam.


Tatapan itu begitu dingin, sedingin salju di musim dingin, tapi selain itu ada juga emosi yang tak bisa dijelaskan dalam suaranya, “Karena aku menciummu semalam?”


“Uuh! CEO, aku tidak cocok dengan pekerjaan ini!” dia datang untuk bekerja, bukan untuk diganggu!


Qin Yinuo mulai merasa ingin mempermaikannya, “Kerja sama dengan WVL sudah dimulai, kamu mau menyuruhku menyerahkannya ke siapa? Sekretaris Mu, jika kamu ingin mengundurkan diri, boleh saja, tapi, bayar dulu kerugian perusahaan sebesar 30.000.000 yuan! Setelah itu kamu bisa langsung pergi dari sini!”


“Ahhhhhh!” Mu Xue hampir berteriak, “Kerugian apa ?”


“Sudah satu minggu sekretaris Mu, kamu tiba-tiba menyuruh aku mengganti orang lain, kamu tahu dalam waktu 1 minggu ini bisa dapat kesempatan seperti apa? Baju musim dingin setelah masuk ke pasaran dalam 1 hari bisa bernilai ratusan ribu yuan, kamu sudah menunda waktu 1 minggu, aku sudah snagat baik padamu dengan menyuruhmu bayar 30.000.000 yuan saja!”


“Kamu tidak masuk akal!” Mu Xue terlihat marah.


“Di dunia bisnis hanya ada peraturan dan profit!”


“Aku tidak punya uang.” Darimana ia bisa mendapatkan uang sebanyak 30.000.000 yuan, bahkan 30.000 yuan pun dia tidak punya!


“Kalau begitu aku menolak surat kamu ini, cepat kembali ke tempatmu!” Qin Yinuo berkata.

__ADS_1


__ADS_2