AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 319 Terlihat Bagus


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia bahkan berbuat seperti ini di tempat umum, apa yang dilakukan oleh pria ini?


Song Yin membiarkan dirinya dicium dengan diam, adegan ini membuat hati pria satunya lagi sakit, tidak tahu berapa orang yang datang melihat ke arah TV!


Hello! Im an artic!


Yu Jinglan tersenyum menawan ke arah kamera setelah menciumnya.


Para media sudah selesai tugas.


Yu Jinglan pergi sebentar karena ada urusan dan Song Yin duduk di sofa yang berada di sudut.


Xing Jiabai datang menghampirinya dengan ekspresi aneh, “Penampilanmu malam ini lumayan!”


Hello! Im an artic!


Song Yin tidak bersemangat maka hanya mengangguk sambil menekan pelipisnya dan terlihat sangat lelah.


“Sangat lelah?”


“Ya!” Song Yin mengangguk. “Apakah kamu tidak lelah?”


“Lelah, aku sudah mau pulang setelah berpamitan denganmu!” Xing Jiabai berkata.


“Oh! Baiklah, hati-hati!”


Xing Jiabai tidak mengatakan apa-apa sambil berbalik tapi Song Yin merasa dia terlihat sedih, Xing Jiabai juga memiliki perasaan seperti itu? Dia merasa bingung.


Dia menoleh untuk mencari Yu Jinglan tapi tidak melihatnya maka dia berdiri karena sudah ada beberapa tamu yang pergi, Du Liling dan Mu Xue juga tidak ada.


Dia mencari sosoknya di sekeliling, sewaktu berjalan di aula dia mendengar percakapan yang seperti dia dengar di ruang istirahat waktu itu.


Dia mendengar Yu Jinglan berkata, “Topik utama besok adalah adegan aku mencium Song Yin…. ibu, apakah kamu puas dengan semua sensasi ini? Kita mengendalikan semua medianya.”


Terdengar suara Du Liling, “Terserah, seharusnya Song Qingyuan sudah melihat berita hari ini bukan?”


“Pasti.” Yu Jinglan berkata.


“Ibu, ini tidak adil bagi Song Yin!” Terdengar suara Mu Xue.


“Tidak ada adil dan tidak adil, salahkan dia karena dia adalah putri Song Qingyuan!”


Song Yin mendengarnya diam-diam, dia tahu pasti mereka sedang merencanakan sesuatu, tidak diduga dia menciumnya karena hanya ingin membuat sensasi saja.


Wajahnya perlahan-lahan menjadi pucat.


Dia berbalik ke arah aula besar dan berdiri di samping sambil meraih gelas anggur merah yang dibawa oleh pelayan, matanya melihat lampu hias yang mewah, dia melihat ke atas supaya air matanya tidak jatuh.


Song Yin menarik napas dalam-dalam setelah minum segelas lalu wajahnya tersenyum datar, ternyata hanya untuk membuat sensasi, dia berbalik dan pergi.


Song Yin langsung naik taksi sewaktu dia turun.


Xing Jiabai kebetulan baru keluar dari tempat parkir dan melihat Song Yin yang memakai gaun kuning muda naik ke taksi, dia mengerutkan keningnya dan mengikutinya dengan Ferrarinya.

__ADS_1


Mengapa dia keluar sendirian? Dia seorang diri naik taksi dengan memakai gaun dan dia mengikutinya karena takut terjadi sesuatu.


Mobil berjalan ke arah pantai dan Xing Jiabai melihat Song Yin turun di pantai kemudian dia melepaskan sepatu hak tingginya lalu berjalan ke arah pantai.


Maka dia ikut turun juga.


Song Yin berjalan sendirian di pasir yang lembut dengan hati yang kacau, teleponnya berdering tapi dia tidak ingin mengangkatnya, tapi teleponnya terus berbunyi dan itu adalah panggilan dari Yu Jinglan maka dia mengangkatnya.


Segera terdengar suara berat Yu Jinglan, “Kamu ada di mana?”


Song Yin tersenyum, apakah penting jika dia ada di mana? Mata Song Yin menjadi dalam, dia merasa sakit yang tidak tertahankan, harga dirinya telah diinjak karena dia hanya ingin membuat sensasi saja. “Aku mau bercerai!”


“Song Yin!” Suara di sana segera terdengar berat, “Kamu katakan sekali lagi.”


“Haha…… karena cepat lambat akan bercerai maka besok, kita urus perceraiannya, aku mau bercerai!” Suara Song Yin sangat dingin.


“Song Yin!” Dia memanggil namanya lagi dan terdengar sangat dingin karena Yu Jinglan merasa kesal dan tidak menyangka jika dia akan berkata seperti itu. Terdengar suara angin laut di ujung telepon.


“Aku tahu jika namaku Song Yin, kamu tidak perlu memanggilnya terus!” Song Yin marah.


Wajah Yu Jinglan terlihat membiru, “Kamu ada di mana?”


“Yu Jinglan aku tidak tidak tahan lagi, aku tidak mau mengurus rencanamu, rencanamu bersama ibumu. Aku sudah salah paham, aku salah paham jika kamu menyukaiku sedikit tapi aku salah, karena semuanya demi membuat sensasi, semua yang kamu lakukan punya maksud tersembunyi, tentu saja terhadapku juga sama, aku yang terlalu banyak berpikir dan berharap terlalu banyak denganmu tapi pada saat ini aku memutuskan tidak mau menahannya lagi karena kamu tidak pantas untukku menahan semua ini.”


Song Yin menyeka air matanya yang turun. “Aku mau bercerai!”


Air matanya semakin banyak, dia tidak bisa menyekanya karena turun semakin banyak.


“Kamu ada di mana?” Yu Jinglan menyelanya.


Mengapa dia begitu bodoh sehingga tergoda olehnya, semua kelembutannya hanya sebuah siasat, bukankah dia sudah melihatnya dengan jelas? Mengapa dia berpikir dia bisa membuat hubungan dia dan ayahnya membaik, jika itu dendam maka biarkan mereka yang menyelesaikannya sendiri, dia bukan dewa, dia orang bodoh yang konyol!


Yu Jinglan memegang teleponnya dengan erat dan wajah suram.


“Yu Jinglan, aku sudah tidak tahan dan tidak ingin menahannya lagi!” Dia tersenyum rumit dan berteriak, “Jika kamu tidak bersedia bercerai maka aku akan mengadakan konferensi pers dan memanggil wartawan karena aku ingin bercerai. Aku tidak peduli dengan dendammu bersama ibumu dengan ayahku, aku hari ini memberitahumu jika aku ingin bercerai!”


Setelah itu, Song Yin langsung mematikan teleponnya.


Dia menghadap ke laut dan di belakangnya adalah kota yang gemerlap, dia mendengarkan suara ombak dengan sunyi dan dia merasa dirinya kesepian dan selalu sendirian.


Melihat laut di depannya, dia tiba-tiba punya sebuah keinginan, jika masuk ke dalam, apakah semuanya akan berakhir di sini?


Tidak ada cinta lagi!


Kebencian juga tidak ada!


Dan tidak akan kesepian lagi.


Dia tidak menjadi penghalang kebahagiaan ibu, tidak berhutang kepada bibi, tidak perlu menahan perasaan cinta dan tidak cinta, bukan mainan siapa pun, dirinya akan bebas……


Tapi apakah dia boleh terjun?


Dia tahu jika dia tidak boleh tapi terkadang dia merasa sedih ketika memikirkan ini, Song Yin, ternyata kamu selemah ini?


“Ah…… mengapa……” Song Yin tiba-tiba berteriak. “Mengapa……”

__ADS_1


Xing Jiabai yang berada tidak jauh mendengar percakapannya dengan Yu Jinglan tadi, dia berdiri di sana sambil mendengar teriakannya? Dia tidak bisa mendekat, dia benar-benar wanita yang kasihan, dia tidak seharusnya menerima semua ini karena dia tidak tahu apa-apa.


Xing Jiabai melihat sosoknya yang berteriak kencang tapi dia tidak mendekatinya karena dia tahu setiap orang punya tekanan dan dia berlari ke sini karena dia tidak ingin orang lain tahu jika dia menderita.


Dia tidak ingin menghampirinya sekarang karena dia tahu dia sedang menangis dengan sedih.


Akhirnya Song Yin berhenti setelah dia berteriak beberapa kali, dia menarik napas dalam-dalam dan tertawa, mengapa dia bersikap seperti orang gila? Dia tidak harus seperti ini meskipun sedih, dia menggelengkan kepalanya dan merasa perasaannya jauh lebih baik.


Dia berjongkok di atas pasir sambil memeluk kedua tangannya karena merasa sedikit dingin tapi dia tidak sedih lagi,


Tiba-tiba tercium asap rokok.


Song Yin kaget sambil menoleh lalu melihat Xing Jiabai berdiri tidak jauh darinya, dia berdiri santai pada jarak sekitar lima meter di belakangnya sambil menjepit rokok di tangannya, ini baru kali pertama melihatnya merokok.


Cahaya bulan memperlihatkan sosoknya yang samar dan rokok di tangannya menyala berkedip-kedip tertiup angin.


Song Yin kaget karena dia tiba-tiba melihat Xing Jiabai ada di pantai lalu dia bertanya, “Mengapa kamu ada di sini?”


Xing Jiabai mengisap rokoknya lalu menghembuskan asap putihnya dan berjalan mendekatinya.


“Haha, karena aku melihat seekor rubah cantik naik taksi begitu keluar dari Hong Jing, aku merasa penasaran karena seharusnya tidak ada rubah di kota besar ini tapi aku jelas-jelas melihatnya maka aku mengejarnya karena penasaran, tidak disangka rubahnya hilang tapi melihatmu!” Xing Jiabai duduk di sampingnya.


“Kamu, humormu tidak lucu!” Hati Song Yin merasa kesal karena dia tahu jika dia melihat semuanya.


“Benar, karena aku bukan datang untuk menceritakan humor, aku berencana mencari rubah itu lalu membawanya pulang!” Gaya bicaranya tetap sama.


Hati Song Yin merasa hangat lalu dia meliriknya, dia lumayan tampan jika di lihat dari samping, dia punya sepasang mata yang dalam yang tidak ada dasarnya, dia merokok lalu membuang puntungnya dan berbalik menatapnya.


“Apakah sudah cukup? Jika sudah maka mari pulang, aku akan mengantarmu!”


“Tidak!” Song Yin menggelengkan kepalanya.


“Apakah kamu berencana menjadi ikan asin di sini?” Xing Jiabai bercanda tapi suara terdengar prihatin, “Aku katakan padamu, mungkin kamu akan di buang ke laut sebelum menjadi ikan asin, lihat bagaimana kamu menangis lagi nanti!”


Hati Song Yin bergetar sambil memalingkan kepalanya, “Aku tidak punya rumah!”


Xing Jiabai tertegun sambil menatapnya dalam-dalam seolah-olah dia adalah segalanya.


“Anak yang kasihan!”


“Aku tidak kasihan!” Song Yin menyangkalnya, aku tidak pernah merasa diriku kasihan, kamu juga jangan merasa aku kasihan, aku pikir semua ini sangat normal, itu karena diriku tidak cukup kuat maka aku baru merasa terluka tapi setelah itu aku akan berterima kasih dengan semua orang yang menyakitiku karena mereka membuatku menjadi lebih kuat! Jadi, kamu jangan mengatakan aku kasihan, ini adalah jalanku menjadi lebih dewasa. Aku sangat berterima kasih dengan kesusahan dan penderitaan!”


“Ah!” Xing Jiabai menyunggingkan mulutnya karena tidak tahu harus berkata apa.


Song Yin pertama kali berkata seperti ini dan dia tersenyum setelah mengatakannya, “Apakah kamu berpikir aku sangat bodoh?”


“Tidak!” Xing Jiabai menggelengkan kepalanya. “Aku rasa aku yang bodoh! Benar-benar bodoh! Kamu terlalu kuat!”


“Haha……” Mereka berdua tertawa, Song Yin menepuk kakinya, “Baiklah, sudah saatnya aku pulang, apakah kamu tidak mau pulang?”


“Apakah kamu akan pulang ke kediaman Yu?” Xing Jiabai kaget.


Song Yin menggelengkan kepalanya, “Tidak, Aku mau pergi ke hotel!”


“Mengapa?”

__ADS_1


“Karena aku tidak ingin bertemu siapa pun malam ini!”


__ADS_2