AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 164 Menangislah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tapi Qin Yinuo mana mungkin tenang, dia melihat Mu Xue duduk di sofa dalam kamar, termenung menatap langit. Saat ini, malam telah tiba.


Wajah Mu Xue agak pucat, dia tersenyum dengan menaikkan sudut bibirnya.


Hello! Im an artic!


Dia selamanya tidak akan lupa bahwa Mei Xiyun telah menelantarkan dirinya dan adiknya, dia tidak akan lupa bahwa Mei Xiyun demi Gong Tian’er bisa menyuruh Gong Peixin untuk mengarahkan senjata ke kepalanya. Dia benar-benar merupakan ibu tiri terbaik di dunia! Hanya saja, Mu Xue tidak mengerti mengapa dia melakukan hal itu!


Qin Yinuo tetap masuk ke dalam kamar, tapi tidak mendekatinya, ia hanya melihatnya dari jauh. Mu Xue masih mengerutkan kening, di antara alis mata terdapat kekecewaan yang tidak bisa diselesaikan.


Malam yang redup menyerbu ke dalam hatinya yang sakit, wajahnya yang lembut itu tidak terdapat air mata, tetapi dia tampak sangat menyedihkan dan hal ini pasti akan membuat pria ingin sekali melindunginya.


Qin Yinuo tahu suasana hatinya saat ini. Ternyata Mei Xiyun adalah ibu kandungnya. Dia sangat terkejut sehingga hampir tidak percaya. Sulit dipercaya bahwa Mei Xiyun menyuruh Gong Peixin memperlakukannya seperti itu!


Hello! Im an artic!


Dan juga, jelas keluarga Gong sangat kaya, mereka mengeluarkan uang untuk mengobati adik Mu Xue itu bukanlah hal yang sulit, tetapi Mei Xiyun kenapa malah menyuruhnya menjadi pengganti wanita hamil. Qin Yinuo masih ingat, mereka melakukan hubungan saat berumur 17 tahun. Di umur segitu, dia bagaimana mungkin bisa menerima beban sendirian?


Saat ini Qin Yinuo sangat menyesal. Dia teringat malam itu pernah menghinanya, teringat malam itu adiknya meninggal, teringat ketika anak itu baru lahir langsung direbut. Qin Yinuo sungguh sangat menyesal……


Apa yang sudah dia lakukan selama ini!


Berapa banyak penderitaan yang sudah diterima Mu Xue? Berapa banyak hal yang sudah membuatnya sedih?


Apa yang sudah dia lakukan selama ini!


Mu Xue tiba-tiba menggelutkan diri, menundukkan kepala, membiarkan rambut menutupi wajahnya, agar orang lain tidak dapat melihat ekspresi wajahnya.


Hati Qin Yinuo menegang, tubuhnya yang kurus lemah itu sedang di menciut.


Tidak ada tangisan, juga tidak ada pergerakan apa pun. Ketenangannya ini membuat orang akut.


Setelah agak lama, dia tiba-tiba menghela nafas panjang, lalu mengangkat kepala, menatap langit di luar jendela. Musim dingin kali ini sangat dingin!


Melihat tatapan matanya yang sedih itu, dia tanpa berpikir langsung ingin mendekatinya. Dia berjongkok di sampingnya, memasukkan dirinya ke dalam pelukan, berkata dengan merasa kasihan: “Menangislah!”


Mu Xue bergegas menaikkan kepala, melototkan mata, ekspresinya itu kebingungan, suaranya sangat tidak bersemangat, kemudian bertanya dengan pelan: “Qin Yinuo, apakah kamu percaya dia adalah ibu kandungku?”


Qin Yinuo langsung merasa sakit dari dalam hati: “Xiao Xue, jangan pikirkan lagi. Kamu masih memiliki aku, Tian Yu dan Cheng Cheng!”


Dalam mata Mu Xue terlintas kepedihan, seketika dia kembali dengan senyuman, menatap Qin Yinuo: “Ada beberapa hal yang bisa dilterima, ada beberapa hal yang selamanya tidak bisa dilepaskan. Kali ini, aku sudah mati rasa! Kamu beritahu aku, apakah aku boleh menganggapnya mati?”


“Xiao Xue……” dia bergumam, memeluknya dengan erat, tidak tahu menjawab apa! Tapi melihat dia yang begitu pilu, begitu sedih, dia juga tidak tega, “Bisa jadi, dia ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan. Tidak ada ibu kandung yang tidak mencintai anak sendiri!”


“Tapi dia tidak pernah mencintai aku dan adikku! Qin Yinuo, dia tidak pernah mencintai kami! Dia lebih apatis dari pada orang asing! Saat Mu Xiao sakit parah, aku pernah pergi memohon padanya, tapi dia hanya mengeluarkan sedikit uang, tidak lebih dari sepersepuluh uang make up dia. Saat itu aku kira dia menyembunyikan sesuatu yang tidak bisa dikatakan. Aku tidak menyalahkan dia, tapi sekarang……”

__ADS_1


Dia sudah melihat semuanya, ketidakpeduliannya, kekejamannya, wanita seperti itu, tidak menginginkan anak sendiri, malah melindungi anak orang lain. Apa yang sedang dipikirkannya?


“Xiao Xue, jangan pikirkan lagi, kamu masih memiliki aku!”


“Iya! Aku masih memiliki kamu, untung saja ada kamu!” Mu Xue merasa sangat lelah, sangat sedih. Dia memejamkan mata, tidak ingin menangis lagi.


“Qin Yinuo, ternyata yang paling rendah dan paling rapuh di dunia ini adalah perasaan manusia. Meskipun dia tidak pernah mempedulikanku, tapi aku mengharapkannya, terus berpikir dia memiliki sesuatu yang ditutupi. Tapi, semua yang terjadi hari ini membuatku sadar. Saat aku melihat dia perhatian pada Gong Tian’er, dalam hatiku ini gundah, aku mungkin cemburu pada Gong Tian’er karena dia bisa mendapatkan kasih sayangnya dengan begitu gampang, sedangkan aku dan Mu Xiao tidak pernah mendapatkannya!”


“Xiao Xue!” Qin Yinuo hanya bisa memeluknya, dia hanya bisa memberikan semangat melalui pelukan.


“Tidak apa! Aku hanya ingin curhat! Jangan mengeluh aku banyak bicara. Semua hal ini, aku tidak pernah katakan pada orang lain!” Mu Xue bersandar di dalam dadanya, “Qin Yinuo, apakah kamu suatu hari bisa meninggalkanku?”


“Tidak akan! Aku tidak akan meninggalkanmu!” jawabnya tegas. “Aku selamanya tidak akan meninggalkanmu, meskipun kamu tidak menginginkanku, aku juga akan mengganggumu!”


Kebetulan di saat ini, ponsel Qin Yinuo berdering, satu tangannya masih memeluknya, lalu satu tangan lagi mengangkat telepon. “Halo!”


“Qin Yinuo, apakah anakku baik-baik saja?” terdengar suara panik Pei Lingfeng, “Aku dengar kabar bahwa Mei Xiyun mau melukai anakku?”


Qin Yinuo setelah mendengar ayah mertuanya berteriak, lalu menjawab dengan tidak berdaya: “Ayah mertua, Mu Xue sekarang tidak apa. kamu lepaskanlah Gong Tian’er, kamu tidak seharusnya melakukannya! Jingxuan telah menolak Mi Le, mereka tidak akan bisa kembali lagi! Aku dan Mu Xue berharap kamu bisa mempertahankan hubunganmu, dan hidup bersama dengan Jingxuan!”


“Mu Xue benar tidak apa?” Pei Lingfeng berpikir dan bertanya.


“Tidak apa, dia sedang bersamaku, aku menggunakan nyawaku untuk menyelamatkannya!”


“Baguslah jika tidak apa!”


Mu Xue baru tahu, ternyata yang menelpon adalah Pei Lingfeng. Tiba-tiba hati Mu Xue merasa pilu. Meskipun ibu kandungnya tidak perhatian padanya, tapi dia memiliki ayah kandung yang masih peduli. Hatinya saat ini merasa hangat kembali.


Qin Yinuo berbicara lagi, lalu menutup telepon, menundukkan kepala melihat Mu Xue, dia tertawa.


Dia tertawa, tertawa lepas. Dia mengangkat kepa, lalu tersenyum ceria. “Aku tidak apa! karena ada kamu dan ayah kandung yang perhatian padaku. Jadi, aku sangat senang.”


Qin Yinuo tahu, Mu Xue pasti bisa menelan segala sesuatu di dalam hati, hingga membuatnya tertawa begitu ceria, bagaikan tidak ada yang pernah terjadi.


“Xiao Xue……” Qin Yinuo memanggilnya.


Dia merasa kasihan pada wanita bodoh ini. Sikapnya sekarang ini sama sekali tidak peduli, tapi hatinya pasti terluka sangat dalam.


Teringat di mana Mei Xiyun bilang Mu Xue adalah barang tukar, Qin Yinuo seketika bisa merasakan dengan jelas hati Xiao Xue telah pecah menjadi berkeping-keping. Senyuman itu, terlihat begitu santai, tapi di balik senyuman itu adalah luka yang sangat dalam, sakit hingga membuat tertawa terbahak, hampa dan penuh kekecewaan.


“Aku tidak apa, kamu boleh melepaskanku!” dia segera kembali tenang. Beberapa tahun ini, dia sudah melalui banyak masalah. Masalah kecil tidak akan dengan gampangnya menjatuhkannya.


Tatapan mata Qin Yinuo berhenti di wajahnya, di dalam matanya terdapat kekesalan saat melihat senyumannya itu, “Aku tidak suka kamu menyembunyikan suasana hatimu di hadapanku. Aku menginginkan dirimu yang sebenarnya! Jangan paksakan diri sendiri tertawa seperti itu, aku akan sedih!”


Qin Yinuo tahu dia sedang memaksakan diri untuk senyum, atau tidak ingin dia khawatir. Tapi ibunya itu memperlakukannya seperti itu, dia bagaimana mungkin tidak marah, bagaimana mungkin tidak sedih? Begitu teringat bagaimana Mei Xiyun memperlakukan Mu Xue, Qin Yinuo mengepalkan tinju, sangat emosi, berpikir apa saja yang telah Mu Xue lalui selama ini.


Tatapan matanya begitu tajam, menembus hingga ke dalam hatinya.

__ADS_1


“Qin Yinuo, sebenarnya hatiku ini sangat sedih! Ingin menangis ingin tertawa, aku tidak tahu bagaimana sebaiknya!” air mata yang dipertahankan sangat lama akhirnya mengalir, Mu Xue memeluk erat bahu Qin Yinuo, lalu menangis tersisak, “Kamu harus menjadi orang terkasih dan menjadi keluargaku seumur hidup, dan seumur hidup jangan pernah melukaiku, bisa?”


“Dasar bodoh, jika aku bukan sayang padamu, aku mau sayang pada siapa lagi?” dia menghela nafas pelan, lalu memeluknya erat, bisa jadi keluarkan emosi dengan menangis adalah cara yang terbaik untuknya.


“Tapi aku sulit untuk menganggapnya telah meninggal, bagaimana?” Mu Xue merasa depresi dan tertekan, lalu dia memeluk erat Qin yinuo untuk mendapatkan tenaga dari tubuhnya.


“Sayang, secara alamiah saja! Kita jangan pikirkan dia, kita harus gembira!”


“Iya! Ayah pernah bilang gembira! Aku punya dua ayah, mungkin karena ibu tidak mencintaiku lagi, maka ada ayah yang mencintaiku. Sekarang aku juga memiliki ayah Lingfeng, aku sangat senang! Dan juga kamu, anak-anakku!”


Dia menggendongnya ke atas ranjang. “Setelah tidur, semuanya akan membaik besoknya!”


Dia menarik selimut, menutupi badan dua orang.


Setelah menutup lampu, tangan besarnya itu memeluknya erat di dalam pelukan, menepuk pelan punggungnya, tanpa ada maksud jahat sedikitpun. Dia hanya ingin memeluknya, menghiburnya, memberinya kenyamanan, memberinya kekuatan.


Tapi, Qin Yinuo masih merasakan air matanya mengalir, begitu panas, membasahi pakaiannya. Lalu dia memeluknya erat. Menangislah, menangislah, semuanya akan membaik!


Tidak lama, dia akhirnya berhenti menangis.


Sedangkan dia hanya memeluknya, menepuk pelan punggungnya, air matanya telah membasahi bajunya. Bajunya basah oleh air mata. Dia merengek: “Maaf, aku telah membasahi bajumu!”


“Tidak apa, tempat ini selamanya merupakan daerah khusus untukmu. Terserah mau kamu apakan!”


“Apakah kamu dingin?” dia bicara sambil membukakan kancing bajunya, “Jangan pakai ini lagi!”


Dia sama sekali tidak berpikiran yang lain, tapi Qin Yinuo menangkap tangannya tiba-tiba, “Xiao Xue, jangan buka!”


“Tapi kamu tidak bisa pakai baju basah. Aku telah mengotorinya, pasti tidak nyaman!” dia buka lagi sebuah kancing, tangan kecilnya itu tanpa sengaja menyentuh kulitnya yang panas, seketika membuat dia mendengus dingin.


Mu Xue tidak menyadarinya, hingga pada akhirnya dia melepaskan bajunya, meletakkannya di samping ranjang, lalu berbalik badan kembali ke dalam dadanya yang hangat. “Aku tidak akan menangis, setelah menangis mataku sakit, sama sekali tidak nyaman……”


Tubuhnya yang lembut itu membawa aroma harum, wajahnya menempel ke kulitnya hingga membuatnya tidak bisa menahan diri, dia lalu berkata dengan suara serak, “Istriku, kamu telah membuat masalah!”


“Apa?” tanyanya heran.


“Aku sedih, sangat sedih!” ekspresinya sangat rumit, “Aku menginginkanmu!”


Ucapannya ini seketika membuat wajahnya memerah. Dia segera mundur ingin menghindari dia. Tapi, tangannya telah menarik tangannya.


“Aaa!” dia sepenuhnya malu.


Qin Yinuo malah menarik nafas dalam, melepaskan tangan kecilnya, “Tidak apa, aku sebagai suami telah menahannya!”


Mu Xue tiba-tiba merasa terharu karena belakangan ini Qin Yinuo sangat patuh padanya. Setiap malam dia tidur dengan hanya memeluk dirinya ini pasti rasanya menderita. Tapi setiap kali dia bisa menahannya.


Mu Xue terharu dengan ketahanannya, dan juga terkejut dengan performanya hari ini. Mu Xue teringat gaya saat Qin Yinuo menyelamatkannya, jika bukan karena saat itu dia terlalu sedih, dia pasti telah bersorak!

__ADS_1


Dia mengulurkan tangan, membelai wajahnya, mata berwarna hitam dan dalam itu membuatnya bergetar: “Qin Yinuo, sejak kapan kamu menyukaiku?”


Dia termenung, berpikir lagi, “Sejak mengetahui bahwa Cheng Cheng bukan anakmu! Saat itu aku tergertak, karena teringat kamu adalah seorang yang baik hati, jadi aku ingin berjalan lebih dekat untuk memahamimu. Pada akhirnya, aku sadar, kamu benar-benar seorang yang baik hati. Aku tidak salah lihat!”


__ADS_2