AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 341 Jarak Jauh


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Yu Jinglan menegangkan tenggorokkannya dan menjelaskan : “Jika benar, maaf, kondisi Mu Xue semalam tidak begitu baik!”


“Mengerti!” Song Yin mengangguk, menarik pintu, menunjuk kearah pintu. “Silahkan kamu pergi dulu!”


Hello! Im an artic!


Song Yin tidak tidur semalaman, saat ini hanya ingin tidur!


Tiba-tiba wajah Yu Jinglan menegang, berkata dengan marah : “Kamu mengusirku?”


“Iya!”


“Kamu pergi kemana semalam?” Ada cahaya dingin di mata hitamnya, nadanya menjadi kasar, “Aku mengunci kamu diluar, tidak bisakah kamu mengetuk pintu?”


Hello! Im an artic!


Song Yin berdiri di depan pintu, tidak bersuara, buat apa mengetuk pintu? Terus melihatnya mengabaikan dirinya? Jika begitu masih adakah harga dirinya? Tidak menjelaskan, hanya berkata : “Aku tidak ingin berbicara, capek!”


“Wanita bodoh kamu!” Yu Jinglan meneriakinya, tidak tau apakah sedang kesal karena telah mengabaikannya, atau sedang kesal dengan sikap Song Yin saat ini, atau mungkin keduanya.


Song Yin mengecap bibirnya! Benar, dia bodoh! Sangat bodoh!


“Yin Yin, sebenarnya Mu Xue… aku benar mengawatirkannya…”


“Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku!” Song Yin memotong perkataan Yu Jinglan dengan dingin, berkata dengan acuh tak acuh, “Ini adalah urusanmu, aku tidak ingin tau, silahkan pergi!”


Yu Jinglan terkejut, terdiam, tidak lagi berbicara, kemudian merenung sejenak, ada nafas hening yang sangat menakutkan.


Tersadar kembali….


Pupil matanya membesar, suasana hatinya kacau, menatap wajah mungil Song Yin yang keras kepala, Song Yin menggigit bibirnya, dengan keras menatap Yu Jinglan , ada kabut yang tebal dalam tatapannya.


Hati Yu Jinglan , terasa sakit, sangat sakit.


Semalam, bisa-bisanya dia mengunci Song Yin diluar?!


Kemudian, Yu Jinglan menatapnya dengan dalam, melangkah pergi.


Song Yin berdiri dipintu, beberapa saat kemudian, menutup pintunya, tatapannya sedikit berkabut, mengulurkan tangan, menyeka air matanya.


Pintu ditektuk, Song Yin menarik nafas dalam, mengira Yu Jinglan kembali lagi, menghela nafas, hatinya melemah, kemudian membuka pintu, ia kecewa, ternyata yang mengetuk pintu ada tukang kunci, berdiri disana dan bertanya : “Nona, apakah kamu mau membuka pintu?”


“Bukan, aku mau mengganti kunci! Tolong bantu aku mengganti kunci!” Kata Song Yin dengan pelan.


Yu Jinglan mengemudi tanpa tujuan dijalan, mengerutkan alisnya, mengeluarkan ponselnya, menelepon salah satu nomor. Ponselnya hanya berdering 2 kali, langsung terangkat.


“Lan!” Terdengar suara wanita yang lembut.


“Sudah tidak apa?” Tanya Yu Jinglan dengan rendah.


“Tidak apa, semalam terima kasih ya!”


“Xue, aku berharap, bertemu masalah seperti semalam, kamu harus kuat, jangan seperti semalam lagi, kamu masih ada Nian Nian! Jika kamu benar pergi, bagaimana dia?”


“Aku tau! Aku akan kuat!”

__ADS_1


“Aku pergi menjemputmu, makan bersama!”


“Oke!”


“15 menit kemudian aku tiba.” Kata Yu Jinglan , ketika menutup panggilannya, ia menginjak gas.


Setelah sarapan dengan Mu Xue, Yu Jinglan meminta manajer Hong Jing untuk mengirimkan data video cctv dari kamar Mu Xue. Dia duduk di kantor, melihat kelayar, ketika pintu terbuka, Yu Jinglan merangkul Mu Xue masuk, kemudian mengunci pintu, membiarkan Song Yin didepan, Song Yin berdiam disana!


Hatinya, terasa sakit.


Ternyata benar dia yang menguncinya, hanya sebuah gerakan reflek, malah menguncinya didepan. Berjarak sebuah pintu, menguncinya diluar, tiba-tiba teringat dia berkata, bahwa mereka seperti dua buah bintang, dipisahkan begitu jauh! Hatinya semakin sakit!


Video itu sudah berjalan selama setengah jam, Song Yin terus berdiri di depan pintu, berdiri tanpa bergerak, tampaknya sedang menunggu Yu Jinglan membukakan pintu, namun setelah setengah jam kemudian, pintu tidak terbuka, Yu Jinglan melihat dia menghela nafas, kemudian membalikkan badan dan pergi.


Sosok bayangan yang begitu hampa berjalan di koridor yang begitu sepi, punggungnya terlihat sangat tegap, mengepalkan kedua tangannya disamping tubuh, dia tidak mengetuk pintu, sosok yang keras kepala sepertinya sangat membuat orang merasa tidak rela.


Pintu kantor presiden dibuka.


Xing Jiabai berjalan masuk, Yu Jinglan keluar dari layar video, melihatnya.


“Kenapa kamu ini? Bukankah pergi liburan? Kenapa tidak pergi? Dimana Song Yin? Kamu membawanya kemana?” Xing Jiabai masuk dan menanyakan begitu banyak pertanyaan.


Yu Jinglan duduk diatas kursi kantor, diam tidak bersuara, kemudian melihat grafik pasar saham bewarna-warni di layar, mengerutkan alisnya : “Saham sepertinya mengalami kenaikkan yang sangat cepat!”


“Kamu jangan mengalihkan pertanyaan!” Xing Jiabai memukul meja. “Bilang, apa yang terjadi?”


“Kenapa kamu begitu peduli dengan urusan aku dengan Song Yin?” Intonasi Yu Jinglan muram, dia sudah tidak ada kesabaran, dia sudah begitu kesal, melihat dia sendiri mengunci Song Yin didepan pintu dia sudah sangat kesal, Xing Jiabai masih datang menanyakannya, semakin kesal!


“Peduli kamu dan dia?” Xing Jiabai duduk didepannya. “Salah, aku hanya peduli dengan Song Yin! Tidak termasuk kamu. Kamu tidak pantas dipeduli olehku!”


“Dia kenapa?”


“Dipukul oleh pria itu!” Kata Yu Jinglan dengan rendah.


“Ha! Ternyata begitu, brengsek, pria jepang itu bukan? Jadi kamu membawa Song Yin kembali dari kota R?” Xing Jiabai mengerutkan alisnya, seperti mengerti sesuatu. “Kamu khawatir Mu Xue bunuh diri?”


“Hm!” Menganggukkan kepala, Yu Jinglan meraba alisnya, kemudian melihat grafik saham perusahaan, “Kenaikkan beberapa hari ini sangat cepat, sedikit tidak normal, seperti ada tangan hitam yang mengendalikan sesuatu secara rahasia.”


“Maksud kamu ada orang yang sedang membeli saham kita?” Xing Jiabai juga berjalan datang melihat grafiknya.


Seketika keduanya tidak membahas Song Yin, menaruh perhatian pada grafik itu, keduanya mengerutkan erat alis mereka, wajah Yu Jinglan tampak dingin, intonasinya sedingin es : “Sepertinya ada seseorang yang membeli saham kita!”


Kemudian, sekretaris Li mengetuk pintu dan berjalan masuk.


“Presiden, ini adalah laporan operasi keseluruhan perusahaan bulan ini, silahkan lihat.” Sekretaris Li memberikan dokumennya, raut wajahnya sedikit gugup.


Yu Jinglan menerima laporan itu, melihat ekspresi sekretaris Li, sudah tertebak mungkin terjadi masalah dalam laporan, Yu Jinglan membuka dokumennya, setelah meninjau dengan cermat satu per satu, Xing Jiabai kembali duduk ke kursi, Yu Jinglan bertanya dengan suara rendah : “Siapa yang bertanggung jawab atas ini?”


“Manajer Chen dari departemen keuangan.” Jawab sekretaris Li dengan berhati-hati.


“Panggil Chen Kai datang, aku mau memahami keseluruhannya!” Intonasi Yu Jinglan meninggi, menyiratkan marah.


Meskipun laporan ini ditangani dengan sangat cerdik dan sepertinya tidak ada masalah, tetapi dengan perhatian yang cermat, masih mungkin untuk menemukan bahwa ada gangguan besar yang tersembunyi di dalamnya. Chen Kai di bagian keuangan selalu rajin dan berhati-hati dalam bisnisnya, Bagaimana dia bisa membuat kesalahan tingkat rendah seperti itu? Apakah kelalaian Chen Kai, atau ada alasan lain?


“Lan, aku pergi menelusuri persoalan saham!” Xing Jiabai bangkit dan berjalan keluar, ketika tiba di pintu, ia berkata lagi : “Semalam Song Yin berada di jalanan seorang diri, tidak ada uang, dan juga kunci, apa kamu tau?”


Tatapan Yu Jinglan menegang, menatap Xing Jiabai.

__ADS_1


Dia berkata lagi : “Aku membawanya ke rumahku, kemudian mengantarnya pulang pagi ini!”


Yu Jinglan masih diam, sebuah kabut melintas di tatapannya, diam sesaat, berkata : “Terima kasih!”


“Dia adalah wanita yang sangat membuat orang tidak tega!” Xing Jiabai berkata lagi. “Jangan sakiti dia, jangan jadikan dia sama seperti Mu Xue yang dulu!”


Menggenggam penanya dengan erat, terdengar suara patah, hati Yu Jinglan berkedut, terdiam.


Xing Jiabai berjalan keluar.


Song Yin tidur hingga sore hari, mendapat panggilan dari Wen Xiaoxing, mengajaknya untuk berbelanja.


Berpikir sudah lama tidak bertemu Wen Xiaoxing, Song Yin menyetujuinya. Ketika keluar waktu sudah pukul lima sore.


Setelah keduanya bertemu, Wen Xiaoxing berteriak dan berlari memeluk Song Yin. “Aaa…cyin, sudah berapa hari tidak bertemu, kangen sekali! Kamu ada kangen denganku tidak?”


Song Yin tersenyum pelan, mengangguk. “Kangen!”


“Ayok, kakak traktir kamu makan, makan apa kita? Kita ajak Ye Jingtang saja, suruh dia yang bayar, kita makan makanan enak, kemudian baru berbelanja, agar bisa tercerna dengan baik, bagaimana?”


Song Yin berpikir Ye Jintang dan Wen Xiaoxing adalah musuh, berpikir si Wen Xiaoxing pasti menyukai Ye Jintang diam-diam, mengangguk. “Boleh!”


Song Yin berharap bisa membuat kesempatan untuk mereka!


Jadi, Wen Xiaoxing menelepon Ye Jintang, mengajaknya untuk bertemu di Hai Huang. Awalnya Ye Jintang tidak mau datang, akhirnya mendengar Song Yin juga ada, Ye Jintang baru datang.


“Sepertinya masih wajah Song Yin yang lebih besar, jika tidak kamu pasti tidak mau datang kan?” Begitu bertemu Wen Xiaoxing langsung menyindir Ye Jintang.


Ye Jingtang tidak meladeninya, tersenyum pada Song Yin dan berkata : “Song Yin, lama tak berjumpa, tidak terpikir kamu bisa menjadi nyonya Yu!”


Mengungkit Yu Jinglan , tatapan Song Yin terpaku, tersenyum.


Melihat dia tidak berbicara, Wen Xiaoxing bertanya : “Kenapa? Kamu dan Yu Jinglan ?”


“Tidak apa! Kami sangat baik!” Di luar, dia berharap bisa mempertahankan citra yang baik, demi dirinya sendiri, demi keluarga Song, demi Yu Jinglan .


Kemarin makan disini bertemu dengan Yu Jinglan dan Mu Xue, kali ini ternyata juga bertemu lagi, mereka baru duduk tidak lama, sudah melihat ada dua sosok bayangan yang berjalan masuk, Mu Xue yang mengenakan baju putih, dan Yu Jinglan yang mengenakan jas hitam.


Tampaknya bertemu seperti sebuah adegan drama lagi, Song Yin menghela nafas, tidak ingin bertemu, malah bertemu, benar-benar mengerikan.


“Aaa! Astaga, kenapa bertemu priamu lagi?” Wen Xiaoxing mengerutkan alis bertanya pada Song Yin, ketika melihat Mu Xue, ia bertanya lagi : “Ohya, siapa wanita itu? Kenapa sering melihatnya bersama dengan Yu Jinglan ?”


Song Yin mengecap bibirnya, tersenyum tak berbicara, menyapu pandangannya dari dua orang didepan pintu, mengangkat teh di meja, meminumnya, malah karena terlalu panas, tiba-tiba ia berbatuk.


“Ya! Panas ya?” Wen Xiaoxing berteriak bertanya.


“Tidak, tidak apa!” Song Yin menggelengkan kepala.


Tadinya Yu Jinglan dan Mu Xue tidak melihat Song Yin, namun Wen Xiaoxing berteriak, membuat keduanya melihatnya, ketika melihat Song Yin, Mu Xue sedikit terkejut, berdiri menyamping. “Lan, Song Yin juga ada! Kita pergi duduk bersama.”


Yu Jinglan melihat Song Yin dan Ye Jintang dan juga Wen Xiaoxing sedang duduk bersama, tidak ada ekspresi ditatapannya, mengangguk, berjalan kearah sana bersama Mu Xue, berdiri di depan meja makan ketiga orang itu, Mu Xue tersenyum dan berkata : “Kebetulan sekali, duduk bersama ya?!”


Song Yin belum sempat bereaksi.


Wen Xiaoxing terkejut, berdiri, tatapannya menatap Mu Xue dengan penuh tantangan. “Hallo kakak ini, siapa kamu? Ohya! Bukan! Kamu siapanya presiden Yu?”


Ditanya seperti itu oleh Wen Xiaoxing, Mu Xue sedikit tertegun, sedikit bingung, namun ia langsung tersenyum, tersenyum dengan sangat elegan, melihat kearah Song Yin, mengangkat alisnya dan bertanya : “Tidak menerima ?”

__ADS_1


__ADS_2