
Hello! Im an artic!
“Xiao Xue, bos mencarimu!” Xiang Jing memanggilnya.
“Baik!” Mu Xue menganggukkan kepala, “Di mana dia?”
Hello! Im an artic!
“Mobil!”
Mu Xue beranjak pergi untuk menemui Qin Yinuo. Dia masuk ke dalam mobil tersebut. Ketika Mu Xue masuk, Qin Yinuo memerintahkan supir untuk menyetir mobil tersebut.
“Pak, pekerjaanku masih belum selesai!” ujar Mu Xie dengan tenang melihat Qin Yinuo yang ingin membawanya pergi.
Qin Yinuo menatapnya, “Pak, aku masih harus bekerja,” Mu Xue kembali mengulang kalimatnya.
Hello! Im an artic!
Dia tidak menghiraukan Mu Xue dan menganggapnya sebagai angin lalu.
“Berhenti!” teriak Mu Xue.
“Proyek ini sudah selesai, apakah aku boleh mengundurkan diri sekarang?” tanya Mu Xue dengan dingin dan tatapan kosong.
“Tidak!” Jawab Qin Yinuo.
__ADS_1
“Kenapa?” Atas dasar apa dia tidak boleh mengundurkan diri?
“Hari sudah malam, kita bicarakan lagi hari senin. Aku akan mengantarmu pulang!”
Mobil berhenti di depan gang, Mu Xue bertanya kembali, “Sampai kapan? Sampai kapan kamu baru bisa melepaskanku?” “Berikan aku batas waktu!” pinta Mu Xue. Pada saat ini Mu Xue merasa sedikit ketakutan melihat Qin Yinuo.
“3 bulan!” ujar Qin Yinuo.
Wajah Mu Xue berubah. 3 bulan? Kata ini mengingatkannya kepada tuan rubah.”Baiklah, aku harap kamu menepati kata-katamu! Terima kasih telah mengatarku pulang.” Setelah berkata demikian, Mu Xue beranjak keluar dari mobil dan kembali ke rumah.
Baru saja tiba, seorang supir datang menjemputnya, “Nona, tuan memintaku untuk menjemputmu!”
“Aku sangat lelah!” ujar Mu Xue. Acara tadi benar-benar mengurus banyak tenaga Mu Xue. Dia benar-benar ingin beristirahat saat ini.
“Baiklah!” Dengan terpaksa Mu Xue mengikuti kemauannya.
***
“Lama tidak berjumpa,” tuan rumah menyapanya.
“Aku hanya ingin bertemu dengan anakku! Ku lakukan ini demi dia,” ujar Mu Xue menahan kekesalannya.
“Ayo kemari!” Tuan rubah memerintahkan Mu Xue.
Mu Xue mendekat, tuan rubah memeluknya ke dalam dekapannya. Mu Xue merasa penasaran dengan perawakan tuan rubah.
__ADS_1
Dia ingin membuka topeng tersebut untuk melihat wujud tuan rubah. Dengan perlahan tangannya berjalan menuju telinga, dia mencari letak tali topeng tersebut.
Ketika Mu Xue menemukannya, tangannya ditahan, “Jika kamu membukanya, aku apstikan kamu tidak akan pernah bertemu anakmu!” Tuan rubah melepaskan pelukannya, dia menuangkan alkohol ke dalam sebuah gelas dan memberikan kepada Mu Xue.
“Aku tidak bisa minum,” jawab Mu Xue.
“Oh ya? Coba lah sedikit!” ujar tuan rubah. Dia memegang tangan Mu Xue kemudian mengarahkan gelas tersebut ke mulut Mu Xue.
“Uhuk, uhuk …,” Mu Xue tersedak.
Mu Xue tidak menyukai rasa pahit dan pedas dari alkohol tersebut. Namun setelah alkohol tersebut turun keperut, Mu Xue merasa sangat hangat dan nyaman.
Mu Xue menuang sendiri alkohol tersebut dan meminumnya tanpa memperdulikan tuan rubah.
Dia meminum alkohol itu sampai habis kemudian berkata, “Kenapa habis?”
Ternyata alkohol bisa membuat manusia melupakan kepenatannya untuk sementara.
“Ambilkan aku alkohol!” ujar Mu Xue yang sedikit mabuk.
Mu Xue mengambil sebuah botol alkohol kemudian meminum langsung dari botol tersebut.
Tuan rubah merasa hatinya perih melihat Mu Xue seperti itu. Dengan cepat dia merebut botol tersebut. Apakah dia kira itu adalah air mineral?
“Berikan kepadaku!” ujar Mu Xue dengan mabuk dan tidak sadar.
__ADS_1