
Hello! Im an artic!
Akhirnya ia berjalan ke hadapannya, ia malah hanya mengulurkan tangan untuk mengelus rambutnya, lalu dibawa ke hidungnya untuk diendus, wangi badannya selalu begitu segar, tidak ada wangi-wangian yang menusuk hidung, wanita ini berbeda dan amat langka.
Qin Yinuo mencium rambutnya, lalu memeluknya. Telapak tangannya ditempelkan ke punggung wanita itu, merasakan kelembutan dan keindahan tubuhnya. Hati Qin Yinuo tak lagi bisa menahan diri, maka ia menarik nafas dalam-dalam.
Hello! Im an artic!
Mu Xue juga menahan nafasya, mendengar detak jantungnya sendiri.
Wajah mereka berdua dekat seekali.
Jubah mandi di badannya terjatuh, membuat tubuh mereka menempel bersama.
“Kenapa kamu tidak mau menurutiku? Hmm?” Qin Yinuo sambil memegang tubuh yang lemah itu, lalu memasukkannya ke dalam pelukannya.
Hello! Im an artic!
Ia menatapi wajahnya yang indah itu, lalu tak bisa menahan diri lagi untuk menunduk dan menciumnya, ia menginginkan bibir kecilnya yang lembut dan memerah, tapi kemudian ia mengecap rasa darah di bibirnya, langsung merasa sakit hati untuknya.
Ia menindihnya dengan lembut, ujung lidahnya membuka bibir wanita itu, membuatnya mendesah.
Tubuhnya wangi sekali, bibirnya juga sebegitu lembut, membuatnya ingin memilikinya. Ia menciuminya dengan menggila. Sepasang tangan Qin Yinuo berkeliaran di atas tubuhnya, tapi bibirnya tidak melepaskan ciuman liar itu.
Ciuman ini bertahan lama, namun ketika Qin Yinuo melepaskan Mu Xue, wajahnya sudah memerah, ia sudah tak bisa berdiri tegap, hampir kehilangan nafas.
Qin Yinuo juga sedikit terengah-engah, ia menatapi Mu Xue, memegangi punggungnya dengan tangan, lalu berkata pelan: “Mu Xue, aku mau kamu selamanya jadi milikku!”
Mu Xue membuka matanya, tidak menatapi Qin Yinuo.
Bagian kejantanannya mengucurkan pesona maskulin, Mu Xue merasakan diri pria itu yang menegang, lalu mereka saling menempel.
Tatapannya semakin kosong. “Kamu hanya membuatku semakin membencimu!”
“Bencilah! Jangan jatuh cinta padaku!” Selesai berkata, ia menunduk untuk menciuMi Leihernya, lalu bergerak turun. Tangannya merasaka kelembutan dadanya, lalu ia mengigit pelan kelembutan kulitnya, meninggalkan satu demi satu cap kecupan bunga.
Mu Xue merasa tubuhnya perlahan gemetar di bawah belaiannya.
Permaluan dan rasanya direndahkan telah mematikan hatinya, kemudian ia mulai terisak, air matanya jatuh ke lantai tanpa suara.
Ia merasakan tangisannya, maka gerakannya tiba-tiba berhenti. Ia menengadah, melihat wajahnya yang sudah penuh dengan air mata, ia hanya merasa hatinya juga ikut terasa kesal dan sakit.
Tapi ia tetap memilikinya dengan kejam, “Memang kamu bisa membenciku? Perasaan seperti ini ajaib sekali, kamu kira bisa membenciku?”
Ia menyerangnya dengan kuat, karena air mata wanita itu membuat hatinya kesal. “Keluarlah dari pekerjaan itu, kembali ke sisiku!”
“Tidak!” Ia hanya bisa menahan tenaga orang ini, lalu mengerang sesaat, ia berkata dengan susah payah, “Kamu jangan harap…”
“Katak-kataku adalah perintah, kembalilah ke sisiku!” Ia mengatakannya di samping telinganya, membuat wanita itu bergetar.
“Aku benci padamu…”
“Benci lah!” Ia tidak akan membiarkan wanita ini menghadapi pria yang tak terhitung jumlahnya di hall restoran, ia ingin wanita ini hanya jadi miliknya seorang!
__ADS_1
***
“Daddy, kenapa hari ini harus izin? Kakek kan bisa marah?”
Pagi-pagi, Qin Yinuo menyuruh sopir untuk menjemput anaknya Tian Yu ke vila nomor 15, Mu Xue telah disiksanya semalaman, sekarang masih tertidur pulas, ia melihat jam, sekarang sudah pukul sembilan dan wanita itu masih belum bangun pula, kelihatannya ia benar-benar kelelahan.
Suasana hati Qin Yinuo sedang senang, ia mengelus hidung anak itu. “Ya! Tian Yu mau mami tidak?”
“Mami?!” Tian Yu langsung berteriak, wajahnya yang imut tidak bisa menahan kekagetannya, sedari awal ia sudah menginginkan mami, tapi bukannya daddy selalu marah? “Daddy tidak marah lagi kah?”
“Mami sedang tidur di lantai dua!” Qin Yinuo berkata dengan suara rendah: “Kita jangan berisik, oke?”
“Benar-benar ada mami kah?” Tian Yu tidak berani percaya.
“Benar!”
“Tapi, tapi itu mami Tian Yu sendiri kah?” Tian Yu bertanya dengan curiga.
“Ya! Dia adalah mami kandungmu, mami yang melahirkanmu!”
“Tapi kenapa dia tidak menginginkan Tian Yu?” Sambil berkata, ia menunduk. “Anak-anak lain semuanya punya daddy dan mami. Tian Yu hanya punya daddy, Cheng Cheng hanya punya mami, daddy, kenapa daddynya Cheng Cheng tidak meinginkan Cheng Cheng? Kenapa maminya Tian Yu juga tidak menginginkan Tian Yu?”
“Sayang, maminya Cheng Cheng adalah mamimu!” Qin Yinuo menggendongnya, memeluknya, titik lemah hatinya tersentuh. “Mami bukannya tidak menginginkanmu, ia hanya tidak bisa menemukanmu!”
“Tante itu mami?” Tian Yu menatapi Qin Yinuo dengan tidak percaya, tiba-tiba senyuman yang cerah muncul di wajahnya. “Benar kah? Benar kah?”
“Tentu saja benar!” Ia tertawa melihat anaknya.
“Kalau begitu Cheng Cheng itu saudara Tian Yu dong? Cheng Cheng itu juga anak daddy kah?” Seolah Tian Yu tidak mengerti, tapi Qin Yinuo mengangguk. “Benar! Ia juga anak daddy! Sama sepertimu!”
Ia berteriak senang di ruang tamu lantai satu, sementara Mu Xue yang masih tidur di lantai atas jadi terbangun, suara tawa dan teriakan anak kecil masuk ke telinganya, hati Mu Xue langsung berdenyut. Ia langsung bangun terduduk, baru sadar kalau ia tidak berpakaian dan kesakitan! Seluruh tubuhnya sakit, engselnya bagai lepas semua! Meski sedari awal ia sudah menjadi seorang ibut, tapi setiap kali melakukan hal ini dengannya ia masih kesakitan di sekujur tubuh.
Ia hanya merasakan sakit di sekujur tubuh, apalagi diantara kedua kakinya itu. Rasa sakit seperti ini, membuat dirinya merasa semakin tidak memiliki kehormatan diri, namun demi anaknya, ia bisa menahannya. Semua ini hanya demi anaknya, maka ia bisa mengorbankan semuanya!
Tunggu!
Suara anak kecil!
Akhirnya ia benar-benar terbangun!
Ia belum pernah segugup ini. Hati Mu Xue langsung berdetak cepat, ia hendak bertemu dengan anaknya, meski sebelumnya mereka telah bertemu berkali-kali, tapi ia tidak pernah tahu kalau ia adalah anaknya.
Memikirkan hal ini, kebenciannya pada Qin Yinuo semakin dalam! Perasaan ketika bertemu namun tidak saling mengenal membuatnya seolah hampir kehilangan nafas, kenapa ia bisa menipunya begitu? Padahal ia tahu dirinya sangat ingin bertemu dengan anaknya, tapi ia malah menipunya!
Ia menyisir rambutnya, di lehernya masih ada bekas ciuman semalam, membuat wajah Mu Xue memerah. Bagaimana kalau terlihat oleh anak itu? Ia bukan wanita baik-baik, tapi ia tidak ingin menjadi mami yang buruk, ia tidak ingin anaknya merendahkan dirinya, maka ia sibuk mencari pakaian di lemari, dan menemukan sehelai syal. Ia asal mengambil satu syal dan digulungkan ke lehernya untuk menutupi bekas ciuman tersebut.
Hati Mu Xue tengah melompat-lompat bahagia, ia lupa dirinya perlu pergi kerja, ini karena ia mendengar suara anak kecil, mendengar suara anak yang terus dirindukannya.
Ia menarik nafas dalam-dalam dan membukan pintu, lalu berjalan keluar. Dari jauh, ia mendengar suara percakapan Qin Yinuo dengan Tian Yu. Kemudian matanya mulai buram.
“Daddy, kenapa mami belum bangun? Kita pergi panggil dia, oke?” Tian Yu berkata pelan.
“Sst! Pelankan suaramu, mamimu kecapekan, ia sedang istirahat, kalau sudah selesai istirahatnya ia akan turun juga! kamu yang sabar tunggunya!” Suara Qin Yinuo penuh dengan kelembutan.
__ADS_1
Wajah Mu Xue memerah, ia tak menyangka Qin Yinuo bisa seperhatian itu, tapi Mu Xue sama sekali tidak ingin tersentuh. Karena orang yang mencelakainya sampai hidup selelah ini adalah Qin Yinuo, dan orang itu masih ingin pura-pura menjadi orang baik pula, ia sama sekali tak bisa memaafkannya.
“Tapi aku lapar sekali! Aku belum sarapan, ketika daddy panggil Paman Chen untuk menjemputku, aku belum makan loh!” Suara lembut Tian Yu terdengar kecewa. “Tapi kalau bisa bertemu mami aku sih senang sekali, tidak makan juga tak apa!”
“Ya! Kita pergi ke dapur untuk lihat apa ada yang bisa dimakan, oke?” Qin Yinuo menggandeng anaknya, lalu berjalan bersamanya ke dapur.
Mu Xue mendengar anaknya yang lapar, maka ia mempercepat langkahnya untuk turun ke lantai bawah.
“Tian Yu, Nak!” Ia meneriakkan nama Tian Yu, air matanya langsung berjatuhan, dia ini anaknya! Kenapa ia sebodoh ini? Anak yang dicarinya kemana-mana ternyata adalah Tian Yu!
Ayah dan anak itu menengadahkan kepala mereka, di lantai atas, Mu Xue tengah berlari turun. Dalam sekejap ia langsung muncul di depan Tian Yu, air matanya mengalir turun, lalu memeluk tubuh kecil itu. “Tian Yu, Tian Yu-ku…”
Tian Yu sebenarnya senang sekali, tapi dalam seketika ia tak bisa berkata-kata. Ia membiarkan Mu Xue memeluknya, lalu menengadah menatapi Qin Yinuo dengan agak malu.
“Tian Yu, panggil mami!” Qin Yinuo menunduk, hatinya jadi lebih tenang, akhirnya anaknya memiliki mami!
“Tian Yu, aku ini mami, maaf, maaf, mami tidak seharusnya membuangmu!” Mu Xue sudah menangis tersedu-sedu.
“Mami…” Ia memanggilnya dengan agak malu, Tian Yu mengulurkan tangan untuk mengusap air mata Mu Xue. “Mami jangan nangis…jangan nangis…”
“Maaf nak…” Sepasang tangan Mu Xue mengelus wajah Tian Yu, air matanya terus mengalir.
“Mami!” Tian Yu memanggilnya sekali demi sekali, “Mami!”
“Ah! Tian Yu, akhirnya mami menemukanmu!” Mu Xue menatapi wajah kecil Tian Yu yang lembut dengan malu, air matanya berjatuhan karena sakit hati.
Bahkan bermimpi pun ia tak menyangka dirinya masih bisa menemukan anaknya. Saat ini, ia puas dengan segalanya!
“Kedepannya mami takkan meninggalkan Tian Yu lagi kan?” Tian Yu bertanya dengan malu-malu.
Mu Xue langsung mengangguk-angguk. “Takkan pergi lagi, takkan pergi lagi!”
Tapi, dirinya harus selalu melayani orang ini seumur hidup, menjadi budak ranjang yang tak bermartabat, apakah dirinya benar-benar sanggup menahan semua ini? Bagaimana dengan pria itu?
Mu Xue menengadah, melihat pria itu yang tengah menatapinya dalam-dalam, membuat hatinya langsung mendingin.
“Ini adalah terakhir kalinya dirimu mengalirkan air mata, ke depannya tidak boleh lagi!” Qin Yinuo berkata, meski ia sakit hati melihat wanita ini mengalirkan air mata, tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat tidak enak didengar.
Air mata wanita ini membuat hatinya jadi kacau, ikut merasa sakit. Ia tidak ingin melihatnya menangis sedikit pun.
Mungkin karena nada suaranya telah mengagetkan Tian Yu, anak itu langsung memeluk leher Mu Xue, “Mami, aku lapar sekali, aku sangat lapar!”
“Anak baik! Mami segera masak untukmu, anak baik!” Ia menggendong Tian Yu, memilikinya kembali setelah kehilangan membuatnya merasa berharga sekali. “Kamu ingin makan apa?”
Qin Yinuo melihat sosok feminim yang meyibukkan diri di dapur, lalu melihat sosok kecil yang mengikutinya di samping itu, pemandangan seperti ini membuat hatinya tenang sekali.
Ia mengeluarkan handphone, menunduk melihat orang di layar, tatapannya menggelap dan ia membalikkan tubuhnya, “Lan, kamu telah kelewatan banyak…”
Ia bersender di pintu, tatapannya yang dalam terus melihat ke arah dapur. Ia menyalakan sebatang rokok dan kemudian memuntahkan segempal asap, saat ini pikirannya entah melayang kemana!
Tiba-tiba telepon berdering, Qin Yinuo mengangkatnya, belum sempat berbicara, terdengar suara teriakan dari seberang yang membuatnya rasanya ingin memutuskan telepon ini.
“Kamu kemanakan Tian Yu?”
__ADS_1
“Pa, mulai hari ini, Tian Yu akan tinggal bersamaku!” Setelah tertegun sesaat, ia menjawab.
Saat ini Mu Xue sudah selesai menggoreng telur. Ia mendengar kalimat Qin Yinuo di telepon, pas sekali yang dibicarakannya adalah masalah tentang Tian Yu, maka gerakan Mu Xue terhenti.