
Hello! Im an artic!
Ini adalah tempat tidur besar pengantin baru yang telah dicemari wanita lain, hati Song Yin menegang dan dia tidak bisa bergerak karena terlalu sakit sehingga dia meringkuk, hatinya juga ikut merasa sakit. Sakit sehingga membuat selimutnya bergumpal dan seluruh badannya menggigil.
“Sebenarnya ada apa denganmu? Mengapa kesakitan seperti itu? Aku bawa kamu ke rumah sakit!” Yu Jinglan kaget melihatnya sambil membuka selimut dan bersiap membawanya ke rumah sakit.
Hello! Im an artic!
“Tidak mau ke rumah sakit, memalukan sekali!” Song Yin menggelengkan kepalanya. “Sebentar lagi akan mereda!”
Yu Jinglan mengerutkan keningnya dan dia tidak tahu harus berbuat apa.
Mengapa wanita akan sakit seperti ini ketika datang bulan, apakah pengetahuannya yang kurang atau kondisinya yang tidak normal? Sepertinya orang melahirkan saja tidak sesakit ini? dahinya banyak keringat dan kata cibiran tidak jadi dia keluarkan.
Dia membuka selimut lalu duduk di samping tempat tidur. “Aku akan bantu kamu gosok sebentar!”
Hello! Im an artic!
“Jangan sentuh aku, sangat sakit!” Song Yin meringkuk sambil menutup matanya dan rambutnya berantakan karena kepalanya dibenamkan di bantal sambil menarik napas dan tidak bicara untuk waaktu yang lama. Dia menyusut sambil menutup matanya, mengapa setiap kali akan sesakit ini?
Tapi akhirnya Yu Jinglan tetap memasukkan tangannya ke dalam selimut untuk mencari tangannya, dia memegang tangannya yang dingin, dia benar-benar sakit bahkan darahnya juga tidak beredar, pantas saja tangannya sedingin ini.
Dia merasa sangat sakit dan tidak ingin tangannya dipegang tapi tangannya sangat hangat sehingga dia mendambakan kehangatannya.
Kemudian, tangan Yu Jinglan yang lain menyentuh perutnya lalu menggosoknya dengan lembut sehingga gerakan yang hangat membuat Song Yin mengerutkan keningnya tapi dia merasa lebih baik.
“Apakah masih sakit?” Yu Jinglan bertanya dengan sabar ketika melihat badannya perlahan-lahan tidak menegang lagi, sepertinya hari ini dia sangat sabar dan kata-katanya juga terdengar lembut bukan cibiran kasar dan kejam.
“Masih sakit….. tapi masih bisa ditahan!” Song Yin menutup matanya dan dia merasa lebih baik dari tadi tapi masih sakit. “Mungkin akan mereda sebentar lagi!”
Telapak tangan besar yang hangat masih menekan perutnya, ternyata perut yang sakit akan menjadi lebih baik jika ada panas di atasnya. “Apakah setiap kali akan sakit seperti ini?”
“Hah!” Dia bengong dan terlihat caanggung tapi dia tetap menjawabnya dengan jujur, “Ya!”
“Mengapa bisa seperti ini?”
Ya ampun! Apakah bisa tidak menanyakan pertanyaan ini? Ini adalah bawaan? Bagaimana dia bisa menjawabnya?
“Bicaralah, aku sedang bertanya padamu!” Yu Jinglan melihat Song Yin yang berada di bawah bantal yang hanya terlihat dagunya saja maka dia menekankan suaranya. “Apakah kamu tidak pernah ke dokter? Apakah ibumu tidak membawamu ke dokter?”
Dia tidak pernah mengatakannya kepada orang lain.
Bagaimana mengatakan masalah ini kepada orang lain?
“Apakah ibumu seorang ibu? Apakah dia seorang wanita?” Nada bicara Yu Jinglan sangat dingin sehingga membuat Song Yin kaget lalu dia membuka bantalnya dan dia melihat Yu Jinglan sedang menatapnya sambil mengerutkan keningnya.
“Memangnya apa hubungannya dengan ibu?”
“Dia bahkan tidak tahu putrinya sakit ketika datang bulan, ibu seperti apa itu?”
__ADS_1
“Ini…..” Song Yin tersendak. “Dia tidak tahu karena aku tidak pernah memberitahunya!”
Sebenarnya ibu tahu tapi setiap kali dia akan mengatakan jika akan baik setelah itu dan memang kenyataannya seperti itu, akan mereda setelah beberapa saat dan sakit lagi setelah beberapa saat, banyak wanita seperti itu.
“Apakah dia membiarkanmu sakit selama ini?” Nada suaranya menyindir sehingga menempatkan semua kesalahan kepada ibu.
Song Yin tidak suka orang lain menyalahkan ibunya karena ibu telah bersusah payah membesarkannya.
“Ini tidak ada hubungannya dengan ibu, Kakak besar Yu itu karena kondisi tubuhku tidak bagus dan sangat banyak wanita seperti ini! Mungkin aku lebih serius saja.” Dia menarik tangannya, “Kamu tidak perlu menggosoknya lagi dan aku akan sembuh sebentar lagi! Aku sudah biasa karena setiap kali akan sakit.”
Tapi perutnya sakit lagi setelah tangan hangatnya ditarik yang membuatnya segera mengerutkan keningnya yang membuatnya mendesah, sangat sakit, perutnya menegang lagi setelah kehilangan sumber panas dan dahinya berkeringat.
Mata Yu Jinglan terlihat dingin dan mengerutkan keningnya setelah melihatnya dan dia tiba-tiba berdiri sambil mendengus dingin, “Biarkan sakit saja!”
Song Yin tertegun lalu dia melihat sosoknya keluar dari kamar seperti marah dan dingin lalu menghilang, Song Yin merasa hatinya sesak dan perutnya lebih sakit lagi.
“Uh…..” Sepertinya sakitnya lebih lama kali ini, ya Tuhan, sakit sekali! Song Yin memikirkannya dalam hati.
Badannya menyusut lagi dan dia ingin menangis tapi dia menahannya supaya tidak menangis.
Tidak masalah karena semuanya akan berlalu, sakit ini bukan masalah dan dia bisa menahannya hanya saja ada sedikit rasa sakit di dadanya.
Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki di pintu dan Yu Jinglan datang lagi.
Song Yin kaget, dia datang lagi? Dia mengangkat kepala untuk melihatnya dan mendapati jika dia datang sambil memegang gelas dan tangannya juga memegang sebuah botol, itu adalah botol air mineral yang terlihat sepertinya panas, dia tercengang lalu mendengar suara Yu Jinglan , “Bangun dan minum airnya, di rumah tidak ada gula merah maka mium air dulu dan gulanya akan sampai sebentar lagi! Tidak ada kantong penghangat maka gunakan botol ini dulu!”
Setelah itu dia membungkus botol air mineral itu lalu membuka selimutnya dan meletakkan di atas perutnya sehingga dia merasa nyaman lagi karena ada sesuatu yang hangat di perutnya. Song Yin sekali lagi merasa kaget dan hatinya juga segera merasa hangat meskipun perutnya sangat sakit tapi dia tersenyum dan air mata jatuh dari matanya.
Song Yin benar-benar sangat tersentuh, mengapa dia tiba-tiba menjadi selembut dan sehangat ini, dia benar-benar tersentuh!
Yu Jinglan melihat air matanya lalu dia memberikan gelas kepadanya sambil berbicara dengan marah, “Bangun minum airnya, jangan pura-pura kasihan karena sakit!”
Meskipun suaranya kasar tapi dia sama sekali tidak merasa kejam, dia malah mengangguk sambil tersenyum lalu dia duduk untuk minum air hangatnya dan air ini terasa manis sekali, ini adalah air putih paling manis yang pernah dia minum.
“Pergi ke rumah sakit setelah itu dan aku akan menghubungi spesialis kandungan dan lihat apakah perlu minum obat herbal atau obat biasa!” Dia berkata sewaktu dia minum.
“Uhuk, uhuk…..” Song Yin tersendak, ya Tuhan! Bisa tidak jangan sebaik ini? Meskipun kelembutannya membuat orang merindukannya. Mengapa dia berbuat seperti itu? Apakah dia mengkhawatirkannya?
“Kamu!” Yu Jinglan menggigit giginya, “Kamu bahkan tidak bisa minum dengan baik, bodoh sekali!”
Hatinya merasa lebih hangat setelah mendengar nada suaranya yang galak. “Tidak perlu ke dokter, aku baik-baik saja!”
“Mengapa berteriak kesakitan jika baik-baik saja?” Yu Jinglan memukul kepala Song Yin tapi gerakan ini membuatnya merasa hangat dan perasaan dimanja hanya saja dia tidak tahu.
“Benaran tidak perlu!” Song Yin menggigit bibir bawahnya lalu memberikan air kepadanya, Yu Jinglan mengambilnya, Song Yin tidak tahan menatap mata Yu Jinglan .
“Apakah kamu sengaja membuatku marah?”
“Bukan!”
__ADS_1
“Jika begitu pergi ke rumah sakit dengan patuh!”
“Bukankah kamu akan senang melihatku sakit?” Dia tidak bisa menahan diri dan berkata. “Bukankah kamu tidak suka kepadaku?”
“Masih berani membantah!” Dia segera memeluknya dengan kedua tangannya, dia menunduk dan menempel di bibirnya, “Jika kamu berani melawan lagi maka aku akan menelanjangimu sekarang dan menyiksamu sampai mati! Aku juga tidak akan sungkan meskipun kamu sedang datang bulan!”
“Ah…..” Wajahnya memerah, kata-katanya sangat menggoda, jahat dan memalukan! Tapi dia bisa merasakan jika dia tidak bermaksud jahat, setidaknya kata-katanya tidak bermaksud jahat hari ini.
Dia melepaskannya dengan puas dan matanya terlihat lebih dalam. “Kamu tahu jika aku tidak cuka orang cerewet terutama wanita yang cerewet, kamu lakukan apa yang aku suruh!”
Song Yin melihatnya dengan patuh, “Oh, baiklah aku mengerti!”
“Bagus jika kamu mengerti!”
Song Yin menunduk setelah mendengarnya dan tidak berani bicara lagi dan dia merasa hatinya sangat hangat, mengapa orang yang mengkhawatirkannya adalah Yu Jinglan yang menyiksanya? Dia lebih perhatian dibanding ibu dan lebih lembut dari ibu!
Penjaga pintu menelepon jika sayurannya sudah tiba dan Yu Jinglan turun sehingga Song Yin berbaring sendirian di tempat tidur.
Setengah jam kemudian dalam kehangatan botol itu, dia merasa sudah jauh membaik dan tenaganya sudah pulih sehingga tangan dan kakinya sudah tidak dingin lagi dan dia baru ingat jika dirinya masih belum memakai pembalut sehingga dia buru-buru bangun.
Sewaktu dia bangun dia menemukan jika selimutnya penuh darah, ya ampun banyak sekali, selimut dan sprei penuh darah juga celananya, terlihat seperti medan perang, jika orang yang tidak tahu mungkin akan berpikir seseorang telah mati?
Dia menutup bekas darah dengan selimutnya dan dia akan mencucinya setelah dia selesai mandi dan berganti pakaian tapi setelah itu dia menemukan jika selimut dan spreinya sudah tidak ada.
Song Yin menjadi tegang meskipun dia telah melihat tampangnya yang menyedihkan tapi ketika memikirkan dia membawa selimut dan sprei yang penuh darah maka dia menjadi sangat malu dan dia segera berlari ke bawah, “Kakak besar Yu?”
Dapur di lantai bawah sepertinya sedang memasak sesuatu serta tercium aroma wangi yang membuat Song Yin menelan ludah. Aroma apa ini? Apakah Kakak ipar Zhang sudah kembali?
Terdengar suara berisik di ruang cuci dan Song Yin berlari ke sana dan dia melihat Yu Jinglan berdiri di samping mesin cuci sedangkan mesin cucinya sedang berputar dan dia mengerutkan keningnya sambil merokok.
Ya ampun! Dia benar-benar telah mengambil selimut dan spreinya!
Memalukan!
“Kakak besar Yu, aku bisa mencucinya sendiri!” Dia menghampirinya dengan wajah memerah.
“Perutmu sudah tidak sakit?” Yu Jinglan berbalik melihatnya sambil mengerutkan kening dan mengisap rokoknya lalu melemparkan puntung rokok di asbak yang ada di samping.
“Tidak, tidak sakit lagi!” Jika di lantai ada celah maka dia ingin masuk ke dalamnya dan dia tidak ingin keluar lagi.
“Sup ayam akan matang sebentar lagi dan juga telah ditambahkan kurma merah!” Dia berkata.
“Kamu yang masak?” Song Yin tertegun karena dia berpikir jikaKakak ipar Zhang sudah pulang!
“Jika bukan aku apakah itu hantu?” Dia memelototinya. “Ayo pergi, tinggalkan saja dan aku akan menjemurnya nanti.”
Song Yin ditarik Yu Jinglan ke ruang tamu sebelum dia bangun dari kejutan yang diberikan oleh Yu Jinglan , dia membuka TV lalu memberikan remote kepadanya, “Kamu menonton TV saja dan aku akan melepaskanmu hari, kamu tidak perlu kerja dan kamu bisa menjadi pasien dengan tenang!”
Dia menatap Yu Jinglan yang berjalan ke dapur dengan bengong, dia menyalakan sebatang rokok lagi lalu mengaduk sup ayam yang ada di dalam panci dan dia tiba-tiba merasa sangat damai, gambaran seperti ini sangat indah, sosoknya yang tinggi juga sangat tampan meskipun sedang berdiri di dapur sambil memegang sendok sup di tangannya.
__ADS_1
Yu Jinglan benar-benar seorang pria yang membuat orang kaget!