
Hello! Im an artic!
“Kalau seorang wanita sedang ada di bawah tubuhmu dan malah meneriakkan nama pria lain, ini apa artinya?” Tiba-tiba Han Lie berkata seperti ini.
Mendengarnya wajah Mu Xue jadi memerah, rasanya pembahasan ini agak berlebihan? Kenapa tiba-tiba Han Lie mengungkap persoalan seintim itu. Ketika mereka melakukan hubungan intim dan malah meneriakkan nama orang lain, jelas-jelas orang itu menganggapnya sebagai orang lain!
Hello! Im an artic!
Tiba-tiba dirinya bersimpati pada pria di depannya ini, “Atau mungkin ia sama sekali tak mencintaimu, untuk apa kau terus merindukannya? Sebenarnya, cinta itu kalau datangnya makin lambat akan makin indah. Tuan Han, kau tak perlu sesedih ini lagi! Mungkin kedepannya kau akan bertemu dengan gadis yang lebih baik!”
“Apa kau akan meninggalkan Qin Yinuo? Apa kau akan merasa orang yang kau temui berikutnya lebih baik dari Qin Yinuo?”
Satu kalimatnya ini membuat Mu Xue jatuh dalam kebimbangan.
Betul!
Hello! Im an artic!
Terlalu banyak prinsip, dan semua orang mengerti tentang prinsip itu. Tapi ketika hendak benar-benar melakukannya, siapa yang bisa melupakan? Dirinya tak bisa melupakan Qin Yinuo.
“Kalau aku putus dengan Qin Yinuo, kupikir diriku takkan mencintai siapapun lagi! Cinta hanya datang sekali. Untukku, cintaku pada Qin Yinuo mempersulitku untuk bersama orang lain, dengan begitu takkan adil untuk orang lain!”
“Rela kesepian seumur hidupmu?” Iamenaikkan alisnya, nada suaranya merendahkan.
“Tidak kok. Aku punya anakku, aku takkan kesepian!”
“Tapi aku tak punya apapun!” Nadanya merendah, membawa rasa kesepian yang menusuk tulang.
Mu Xue tertegun, merentangkan tangannya dan berkata, “Maaf, aku tak tahu harus berkata apa lagi!”
Bibir Han Lie membentuk senyum licik. Lalu ia memajukan tubuhnya dan mendekat sekali padanya, “Kalau kau tak menginginkan Qin Yinuo lagi, kau bisa datang mencariku Atau mungkin aku bisa lebih lembut dibanding Qin Yinuo, mana tahu kan! Dan lagi aku setia!”
“Tuan Han!” Mu Xue agak marah, “Aku mendengarkan ceritamu dengan berbaik hati, tapi kenapa kau malah bercanda! Kalau kau begini lagi aku benar-benar akan marah!”
Wajah Mu Xue penuh dengan kemarahan, kelihatannya galak sekali. Dan lagi kelihatannya ia menyesal datang minum bersamanya, maka wajah Han Lie yang dingin langsung perlahan melembut, tatapannya yang dalam jadi terlihat menikmati.
“Cuma bercanda denganmu, kau tak perlu khawatir. Wanita imut sepertimu, aku takkan tega untuk turun tangan!”
“Apa?” Mu Xue curgia. “Jadi kau akan turun tangan pada wanita yang tidak imut?”
“Heh!” Han Lie tertegun, “Kau tengah bercanda denganku kah?”
“Hehe, Tuan Han, dirimu yang kaget ini membuat hatiku merasa jauh lebih adil. Kau tahu tidak kau ini kelihatannya mengerikan sekali? Membuatku selalu gugup. Tapi kalau sekarang, sebenarnya kau juga tak terlalu mengerikan!” Melihat kegelapan dalam tatapan pria ini telah menghilang, maka Mu Xue mengatakannya sambil tersenyum.
Entah kenapa, saat ini tiba-tiba ia merasa orang ini tak terlalu mengerikan lagi.
Han Lie juga tersenyum, lalu meminum seteguk kopi. Namun senyumnya meyiratkan rasa kesepian, “Mungkin aku benar-benar semengerikan ini!”
“Mungkin. Tapi sekarang tak terlalu mengerikan lagi, dirimu yang sekarang, membuat orang-orang merasa kau adalah pria yang terperangkap dalam perasaan?”
__ADS_1
“Terperangkap dalam perasaan?” Han Li menaikkan alisnya, alisnya panjang dan tajam, “Aku mirip kah?”
“Memangnya bukan?” Mu Xue tersenyum.
“Aku ini orang kuat!”
“Orang kuat biasanya hatinya itu paling lemah, saking lemahnya tak mampu menerima satu pun pukulan. Tuan Han, harap kau bukan orang kuat seperti itu.”
Han Lie tertegun. Tatapannya ketika menatapi Mu Xue jadi semakin dalam, “Baik kalau begitu. Aku ingin tahu, sekarang kau mengetahui kalau orang yang kau cintai mencintai orang lain dan memiliki kemungkinan besar untuk kembali bersama orang yang dicintainya, apa kau masih akan mencintainya?”
“Ya! Memang cinta itu bisa bilang cinta langsung cinta dan bilang tidak cinta langsung bisa tidak cinta? Tak peduli ia cinta padaku atau tidak, tapi cintaku takkan berubah. Atau mungkin aku yang memutuskan untuk tak berubah! Kalau ia benar-benar mencintai orang lain, aku akan memilih untuk lepas tangan dan hanya berharap mereka bahagia, begitu saja cukup. Kalau ia mencintaiku dan berharap bisa bersamaku, tentu aku takkan lepas tangan!” Mengatakan ini Mu Xue agak sedih, ia merasa dirinya benar-benar bodoh.
“Kalau begitu jangan lepas tangan! Tangkap kebahagiaanmu, beritahu pria itu kau mencintainya, kau harap dirinya bisa setia padamu, jangan setengah hati! Apalagi mencintai seseorang adalah hal yang sulit didapatkan di dunia ini!” Han Lie menengadahkan kepalanya, menatapi Mu Xue. Kemudian sudut bibirnya tersenyum perlahan, “Nona Mu, Qin Yinuo benar-benar beruntung!”
“Heh!” Mendengar kalimatnya Mu Xue menggeleng.
Kegugupan dan rasa was-wasnya perlahan berkurang.
“Tuan Han, aku tidak tahu harus bagaimana membujukmu. Tapi benar deh, kalau kau cinta sekali pada kekasihmu, maka hargailah dia. Kalau kelihangannya akan membuatmu tidak bisa hidup lagi, maka jangan dipikirkan lagi! Kalau kehilangannya dan kau masih bisa hidup dengan baik, maka cintamu padanya masih belum cukup dalam.”
“Sepertinya kau paham sekali tentang cinta?” Han Lie menaikkan alisnya, agak terkejut. “Memangnya kau pernah pacaran banyak kali?”
“Heh! Pernah pacaran berkali-kali belum tentu benar-benar cinta!” Mu Xue tersenyum, lalu melihat pada jam. “Tuan Han, waktu kerjaku sudah sampai, maaf! Aku harus kembali untuk kerja!”
Han Lie mengeratkan bibirnya, mengangguk. “Nona Mu, kedepannya aku masih bisa mencarimu kah?”
Mu Xue tertegun sesaat, lalu menggeleng. “Tuan Han, aku tidak suka berteman dengan lawan jenis!”
Mu Xue tersenyum lagi, lalu keluar dari Hai Huang.
Ia telah menutup telepon dari Qin Yinuo sebanyak dua kali, pria itu pasti khawatir sekali!
Ia menyalakan handphone, menyadari kalau ternyata ada informasi pesan masuk serta pesan singkat. “Xiao Xue, apa yang terjadi? Kenapa kau matikan handphone, jangan bikin aku khawatir!”
Ia menunduk untuk melirik tasnya sekali lagi, di dalamnya masih ada foto mesranya dengan wanita yang pernah dicintainya. Mu Xue menekan paksa perasaan sakit dalam hati, lalu berjalan ke arah Ling Feng.
Ketika dirinya sampai di pintu depan Ling Feng, tiba-tiba sebuah mobil melesat. Bugatti biru berhenti di samping dirinya, mengeluarkan suara decitan rem.
Hatinya langsung kacau. Ia tidak pernah segugup ini, kenapa pria ini datang?
Ia menarik nafas dalam-dalam. Melihat pintu bugatti itu dibuka, dan sebuah sosok tinggi keluar dari mobil. Ia tidak tahu dirinya akan menghadapi apa, tapi pria itu berjalan ke arahnya, dan tatapannya dalam.
“Xiao Xue!” Ia berteriak.
Dirinya tertegun, masih berdiri di tempat. Kenapa rasanya yang berbuat salah adalah dirinya sendiri? Mu Xue hendak mengatakan sesuatu, tapi tidak tahu apa yang harus dikatakannya.
Tatapan dalam Qin Yinuo bertemu dengannya, ia sudah sampai di sampingnya.
“Kenapa kau datang?” Akhirnya ia berkata.
__ADS_1
Tanpa berkata-kata, pria itu mengambil handphone serta tasnya.
“Kau ngapain?” Ia kaget.
“Dimana handphonemu?”
Mu Xue kaget sekali, cepat-cepat memberikan handphonenya, lalu merebut tasnya kembali.
Pria itu menyalakan handphonenya, menyadari baterai handphonenya masih penuh, bukannya kosong. Tatapannya penuh dengan kecurigaan, lalu menengadah dan mengerutkan wajahnya, bertanya, “Kenapa handphonemu dimatikan?”
Menatapi wajah ganteng yang lembut itu, jelas-jelas ia kelihatannya tidak senang. Tapi entah kenapa hati Mu Xue tidak tahu harus berkata apa, rasanya agak sakit dan kaku.
“Aku, aku sedang makan bersama temanku.”
“Teman apa?” Ia bertanya dengan bossy.
“Xiao Xue, kenapa kau belum masuk?” Tiba-tiba terdengar suara Han Lie dari belakang. Nada suaranya penuh dengan kasih sayang yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Mu Xue langsung menoleh dan menemukan Han Lie, sementara di tangannya tengah memegang sebuah makanan bungkus. Pria itu tengah tersenyum melihatnya dan Qin Yinuo, lalu tatapannya jatuh pada Mu Xue, berkata dengan lembut, “Xiao Xue, tiba-tiba teringat tadi kau tidak makan. Ini adalah makanan yang kubungkus dari restoran. Ingat dimakan ya!”
Lalu Han Lie berjalan mendekat dan memberikan makanan itu padanya.
Mu Xue langsung tertegun, karena ia melihat Han Lie yang tertawa dengan cerita sekali. Senyuman itu membuat Mu Xue benar-benar melongo, ia tidak pernah melihat Han Lie tersenyum secerah ini, dan lagi senyumannya menyiratkan kelicikan bagai seekor rubah.
Tapi baru dirinya mengulurkan tangan untuk menerima, Mu Xue langsung ditarik oleh Qin Yinuo yang muram ke samping, “Kau sedang berbuat apa?”
Begitu ditarik Qin Yinuo ke samping, Mu Xue baru tersadar, “Tuan Han, terima kasih, aku sudah makan! Terima kasih niat baik Anda!”
“Jangan berbohong lagi, aku tahu kau! Kau belum makan!” Han Lie tidak memedulikan Qin Yinuo, malah terus mengulurkan makanan itu ke depan Mu Xue.
“Tak perlu! Aku akan membawa istriku untuk pergi makan!” Qin Yinuo menahannya dengan bossy, lalu menarik Mu Xue pergi. Sekarang ia merasakan ancaman.
Sementara Han Lie sama tengah menilai Qin Yinuo di depannya. Pria itu memiliki wajah yang ganteng, postur yang tinggi, dan berpakaian jas abu-abu. Aura aristokarat tersebar darinya. Mewah, anggun dan santai, aura sebesar ini langsung menarik lingkungan di sekitarnya untuk masuk ke dalam dunianya.
Ia memiliki sepasang mata sedalam lautan, dan lagi tatapannya lembut, bagai malam berbintang. Berkelap-kelip indah, saking indahnya sampai mampu membuat orang-orang lupa bernafas.
Bahkan dirinya sebagai seorang pria pun kaget akan wajah itu. Kenapa bisa ada wajah seperti ini yang mampu membuat orang-orang jatuh tumbang? Pantas saja wanita itu tak bisa melupakan Qin Yinuo, ternyata ia memiliki wajah yang mampu memabukkan orang-orang. Pantas saja wanita itu tak bisa melupakan Qin Yinuo, hanya saja wanita itu telah menipunya…
Qin Yinuo sama menatapi Han Lie tanpa memindahkan tatapannya. Pria yang ganteng dan berdarah campuran. Ia memiliki mata yang cantiknya tak terbanding.
Keduanya ketika saling bertatapan seolah mampu memancarkan aliran listrik, saling memahami pemikiran satu sama lain, tapi kemudian sama-sama menyembunyikan pikiran satu sama lain dalam-dalam.
Karena Qin Yinuo berpengalaman, maka ia langsung tersenyum dan berkata, “Terima kasih banyak atas perhatian Anda.”
“Xiao Xue sudah hampir terlambat kerja!” Senyum Han Xue tetap menyilaukan mata, “Kalau pergi makan lagi ia malah akan makin capek!”
“Aku harus pergi kerja. Qin Yinuo, kau pulanglah, kalau kau tak perlu kerja, maka rawatlah Nona Mo, tak perlu terus datang mencariku!” Ia menepis tangan besarnya. Kalau pria itu terus memegangnya seerat ini di depan gedung kantor, pasti orang-orang akan mulai memerhatikan dirinya, dan ia akan menjadi pusat perhatian.
Ia langsung menarik Mu Xue, lalu menurunkan suaranya dan menahan tatapan orang itu dengan punggungnya, “Sialan! Memang kau harus mempermalukanku begitu kah? Pria ini ada maksud tertentu padamu, aku tidak mau, istriku!”
__ADS_1
“Qin Yinuo, bagian mana aku telah membuatmu malu? Aku mau masuk kerja, kau juga kembali lah!” Mendengar kata-kata pria itu ia malah jadi tidak senang, “Lepaskan aku!”
Mu Xue hendak pergi, tapi Qin Yinuo menahan pinggangnya, menariknya ke dalam pelukan, menempelkan tubuh mereka dengan intim. Wajah Mu Xue langsung memerah, pria ini ingin apa? Di depan tatapan orang-orang, ia ingin mempermalukannya kah?