
Hello! Im an artic!
Dia tidak berhak datang melihat papa!
Mu Xue membersihkan sekitar kuburannya, dan meletakkan bunga segarnya, dia kemudian tersenyum ke arah batu nisan itu, mata Mu Xue terasa pegal, “Papa, aku datang melihatmu! Apa kabarmu?”
Hello! Im an artic!
“Keluarga kita hanya sisa aku seorang, papa…..”
Tiba-tiba hpnya berbunyi, Mu Xue menarik nafas dan menjawabnya. “Sekretaris Mu, CEO menyuruhmu jam 4 sore mesti sampai kantor!”
“Sekretaris Gao, aku…..”
“Xiao Xue, sore mau meeting, CEO mau proyek yang kamu kerjakan itu, Xiao Xue kalau kamu melakukannya dengan baik, masa depan kamu sangat baik, mungkin bisa dari seorang sekretaris menjadi assisten CEO, nanti gaji dan tunjangan akan naik tinggi, semangat ya. Aku mendukung kamu! Ingat sore jam 4 sore, harus tepat waktu!”
Hello! Im an artic!
“Uuh!” Mu Xue tidak berdaya.
Kerja kerja!
Sejak umur 15, dia sudah kerja sampai sekarang, dan akhirnya bisa masuk ke Qin Grup, dan bisa menjadi karyawan kantoran, tapi sekarang malah diganggu terus oleh boss, dan malah seorang pria yang sangat ganteng, dia tidak mengerti, dia mau wanita seperti apa pasti ada? Kenapa harus terus mengganggunya!
Sudahlah!
Mu Xue melihat gaun panjangnya, pakaian ini bisa menutup bekas ciumannya, dia bisa langsung pergi ke kantor.
Ketika sampai di kantor pas jam makan siang, semuanya lagi makan di kantin, dia memberi satu mie seduh, dan sedang menyeduh mienya.
Tiba-tiba dari belakang terdengar suara yang rendah. “Lain kali jangan makan mie seduh lagi!”
Mu Xue terkejut, “C, CEO!”
Semua kejadian semalam, membuat pertemuan mereka menjadi lebih canggung. Astaga, orang ini kenapa sering muncul di manapun?
Tidak!
Yang benar, Mu Xue yang merasa canggung, dan Qin Yinuo seperti tidak merasakan apapun, dan menganggap semuanya seperti biasa. Seperti sekarang, dia sedang menatapnya dengan begitu santai.
Wajah Mu Xue langsung memerah.
“Jangan bilang kamu ijin karena kejadian semalam.” Melihat wajah Mu Xue yang memerah, Qin Yinuo berkata dengan dingin, dia kemudian medekat ke arahnya, jas berwarna silver itu sama sekali tidak terlihat ada kerutannya, hanya saja ekspresinya selalu begitu dingin.
Wajah Mu Xue semakin memerah.
Melihat tatapan dia yang menghindar, dan juga gaun yang cocok dengan umurnya ini, dia merasa lebih senang.
Tiba-tiba di benaknya terlintas sesuatu, Qin Yinuo mengecilkan matanya, dan berkata dengan tidak pasti, “Beneran karena kejadian semalam?”
“Iya.” Mu Xue mengakuinya. “CEO, kamu jangan mempermainkan aku lagi bisa nggak? Aku masih mau hidup, aku tidak mau tenggelam dan mati di Qin Grup ini!”
“Kenapa?” Tubuh yang tinggi itu tiba-tiba mendekat, Qin Yinuo berjalan ke depannya, dan tatapan yang begitu tajam seperti bisa menembus wajah Mu Xue yang memerah itu.
“CEO, kamu mau wanita seperti apa pasti ada, kenapa harus mempermainkan sekretaris kecil seperti aku? Aku tidak cantik, tidak jago, tidak punya apa-apa, kamu jangan mempermaikan aku lagi! Sudah, aku mau makan!” Mu Xue tidak akan melakukan hal yang melanggar moralnya
Setelah berkata, dia kemudian duduk dan mulai makan mienya.
Qin Yinuo tiba-tiba merasa ingin tertawa, dia seperti sudah mengerti cara berpikir wanita ini. Tapi apa hubungannya dengan Qin Yinuo yang ingin memilikinya?
Dia dengan cepat mamalingkan wajahnya, tapi senyumannya itu akhirnya muncul di wajah dinginnya, Qin Yinuo mencoba batuk 2 kali untuk menutupi ekspresi dirinya, kemudian dia langsung berjalan ke arah ruangannya.
Apa maksudnya?
Dia setuju tidak mengganggunya lagi? Sepertinya tidak?
__ADS_1
Mu Xue berpikir keras, harinya beneran sangat sulit dilewati, astaga, dia tidak bisa bekerja dengan tenang.
“Xiao Xue, pagi-pagi tidak melihat kamu, ke mana saja kamu?” Ceng Li tiba-tiba datang. “Uuh, makan mie seduh? Nggak terlalu sederhana?”
“Manajer Ceng!” Mu Xue menyapanya dengan sopan, dan berusaha menutupi bibirnya yang bengkak.
“Pantesan kamu begitu kurus, makan mie mana ada gizinya? Mulai sekarang jangan makan itu lagi!”
Mu Xue merasa tidak enak, dan wajahnya memerah, “Karena hari ini datang telat, jadi……”
“Terlambat?” Ceng Li berjalan ke sampingnya, dan menepuk bahunya yang lemas itu, kemudian merangkulnya dengan berani, dan berkata, “Aku bawa kamu keluar makan mau?”
“Kalau santai banget pergi ke Jepang, pesan tiket sore ini!” Tiba-tiba terdengar suara yang serak memutus ide Ceng Li.
Mu Xue dan Ceng li sama-sama memandang ke arah suara sana, melihat Qin Yinuo sedang berdiri di depan ruangannya, ketika melihat Ceng Li yang merangkul Mu Xue, seketika tatapannya menjadi dingin.
“CEO! Aku boleh minta ditemanin oleh sekretaris Mu nggak?” Ceng Li tidak marah karena Qin Yinuo, dia malah bilang dirinya ingin pergi. “Sekretaris Mu, aku bawa kamu pergi dinas saja mau?”
Ketika selesai berkata, Mu Xue langsung merasakan tatapan dingin Qin Yinuo terjatuh ke wajahnya.
Pria ini beneran sangat tajam tatapannya.
“Manajer Ceng, anda sepertinya sangat sibuk, aku tidak mengganggumu lagi.” Kalau mau dinas, bukannya harus bersiap dulu?
Selesai berkata, dia kembali duduk dan makan mienya.
Mu Xue yang terus ingin menghindarinya, membuat Ceng Li tersenyum, kemudian dia melakukan hal yang juga membuat diri sendiri kaget, “CEO, kalau tidak ada asisten sebaik sekretaris Mu yang menemani aku pergi, aku tidak bisa mengerjakannya dengan baik.”
Uuh!
Apa maksudnya?
Sekarang Mu Xue menjadi barang rebutan?
Mu Xue membesarkan matanya melihat ke arah manajer Ceng, pria secantik manajer Ceng saja sudah mulai menyukai dan mendekatinya, apakah dirinya sedang beruntung?
“Manajer Ceng, beneran maaf sekali, sore ini aku harus bersiap meeting lagi!” Mu Xue mengangkat sisa mienya, dan membuangnya ke tong sampah. “Aku turun dulu, aku mau cari dokumen ke bagaian GA.”
Setelah mendengarnya, Qin Yinuo menyilahkan tangannya sambil tersenyum. Bagus sekali, dia masih tahu menolak, kalau tidak, dia tidak akan melepaskannya segampang itu.
Berani dinas dengan pria lain, kecuali dia mati!
Mu Xue masih merasakan tatapan Qin Yinuo setajam mata elang yang sedang memandanginya. Walaupun dari belakang dan lumayan jauh, dia masih bisa merasakannya.
“Nuo! Apakah ini namanya kabur karena takut!” Melihat Mu Xue yang kabur dengan cepat, Ceng Li lalu berkata kepada Qin Yinuo.
Emang dia monster? Xiao Xue juga beneran……
“Kamu sudah seharusnya pergi dinas!” Qin Yinuo tersenyum
“Tidak mau!” Ceng Li berjalan kembali ke ruangannya.
Qin Yinuo menggoyangkan wine di tangannya, sampai mencium aroma yang tipis ini, dia bersandar ke kursinya, dan berusaha menenangkan dirinya.
Bagus sekali, selama hidupnya, dia pertama kali bertemu wanita seperti Mu Xue yang tidak mau mempedulikannya.
Mu Xue mengabaikan kegantengannya dan juga kekuatan ekonominya, demi menjaga kehormatannya sebagai pria, dia harus merebutnya kembali, wanita sialan, hari ini penampilannya tidak buruk, bisa menolak Ceng Li si genit itu!
Mu Xue!
Kamu sebaiknya mengakuinya, aku Qin Yinuo, tidak ada hal yang tidak bisa aku selesaikan, kamu tidak akan bisa kabur dari ku.
Sepertinya, nasib Mu Xue ke depannya sudah ditentukan.
Dia ingin memilikinya!
__ADS_1
Mu Xue berjalan ke departemen GA, semua tatapan terus mengarah ke dia, membuat Mu Xue sangat canggung.
Selanjutnya, apa yang harus dia lakukan?
Ketika mau mengambil dokumennya, tatapan Mu Xue terhenti di seorang wanita yang sedang membereskan dokumen, dia berjalan ke sampingnya, dan menepuk bahunya, “Boleh bantu aku cari……”
“Ah? Baik!”
Wanita itu kemudian memalingkan badannya dan melihat Mu Xue, seketika senyumannya langsung menghilang, dan wajahnya menjadi dingin.
“Aku lagi sibuk, nggak ada waktu!” Ucapannya langsung berubah 360 derajat.
Mu Xue tertegun, “Dokumennya mau dipakai sore nanti sama CEO!”
“Kamu menggunakan CEO untuk menekan aku?” Wanita itu mendengus, lalu memberikan dokumennya, “Heng!”
Mu Xue baru mau menerimanya, tiba-tiba wanita itu menariknya kembali, dan membuat semua dokumen terjatuh ke lantai, “Kamu beneran tidak hati-hati sekali!”
Mu Xue mengerutkan keningnya, dan jongkok untuk membereskan dokumennya, dia kemudian meminta maaf, “Maaf! Maaf! Aku yang tidak hati-hati, terima kasih!”
Dia mengambil dokumennya dengan panik, wajahnya terlihat canggung dan sedikit memerah.
Dia memarahi Qin Yinuo dalam hati, semua karena dia, membuat dia hampir tidak bisa menetap di kantor ini lagi.
Wanita itu melototnya sebentar, lalu mulai menyindirnya, “Sekretaris Mu! Kamu sekarang artis di kantor kita, jangan sungkan!”
Mu Xue bisa merasakan aura kebencian wanita itu, dia hanya menundukkan kepalanya, “Aku naik dulu!”
Mu Xue kemudian berjalan pergi, tiba-tiba dia bertabrakan dengan sebuah dada yang keras, hidungnya langsung merasa sakit, dan semua dokumennya terjatuh ke lantai.
“Maaf, maaf.”
Mao Zhiyan memakai jas berwarna biru gelap dan kemeja putih yang bersih. Karena begitu dekat, Mu Xue bisa mencium wangi parfumnya.
Baru sampai kantor, belum ngelapor ke CEO, sudah ketemu wanita cantik yang menabraknya, Mao Zhiyan tersenyum melihat wanita kecil ini, “Tidak apa-apa, aku bantu kamu!”
“Tidak usah! Maaf, aku sendiri saja!” Mu Xue kemudian jongkok.
“Manajer Mao, anda sudah pulang.” Wanita itu melihat Mao Zhiyan, tiba-tiba ekspresi langsung berubah, “Anda baru sampai kantor?”
Mu Xue yang sedang mengambil dokumennya, tiba-tiba tidak sengaja mengangkat kepalanya, “Tidak usah, aku sendiri…..”
Mata Mu Xue langsung membesar, kedua bola matanya hampir keluar dari matanya. Orang ini, orang ini adalah…..
“Kamu?” Ekspresinya langsung menjadi kaku.
Mao Zhiyan tertegun, dia juga mengenali Mu Xue, ibu hamil penganti 5 tahun lalu, sebuah sinar terbesit di kedua bola matanya, dia kemudian batuk dan mengedipkan matanya, “Nona, aku kenal anda?”
“Kamu, kamu, kamu lupa?” Mu Xue hampir saja berteriak, dia menggenggam tangan Mao Zhiyan dan berkata dengan keras: “Kasih tahu aku dia di mana? Dimana dia?”
“Nona, aku tidak mengenali anda, tidak mengerti apa yang kamu omongin!” Mao Zhiyan tersenyum canggung, dia berusaha menutupi cahaya di matanya, dia tidak menduga akan bertemu Mu Xue di sini.
“Sekretaris Mu, beginikah cara kamu menggoda pria?” wanita tadi mulai menyindirnya, “Norak kali?”
Mu Xue sama sekali tidak mendengar sindirannya.
Ketika bertemu Mao Zhiyan lagi, Mu Xue sudah sangat kacau, bola api di dalam hatinya seperti meledak, tapi orang ini bilang tidak mengenalinya, orang ini adalah orang yang mengenali pria bertopeng itu!
Anaknya, informarsi anaknya, hanya pria di depannya ini yang bisa memberitahunya.
“Nona, sepertinya kamu salah orang!” Mao Zhiyan berdiri dan memberikan dokumennya, “Aku masih ada urusan, mau pergi dulu!”
Selesai berkata, Mao melepaskan tangan Mu Xue dan berjalan pagi.
Salah orang?
__ADS_1
Mu Xue tertegun, “Tidak, tidak! Tuan, tunggu sebentar!”
Dia mana mungkin melepaskan pria satu-satunya yang tahu tentang anaknya? “Tuan, tunggu sebentar, aku minta tolong tunggu sebentar!”