AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 81 Sisi Asli


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Di kulkas dalam dapur ada bahan!” Ia berkata, lalu berdiri, berjalan ke arah jendela, melihat pemandangan malam di luar jendela, akhir musim gugur di pegunungan sudah dingin sekali.


Mu Xue menatapinya dengan curiga, tiba-tiba kenapa ia merasa orang ini tidak asing sekali, tiba-tiba mirip sekali Qin Yinuo, tapi suaranya tidak mirip, ia agak melongo, lalu menggelengkan kepalanya, belakangan ini isi kepalanya penuh dengan Qin Yinuo, benar-benar sial, saat ini ia masih bisa teringat akan ia pula.


Hello! Im an artic!


Mu Xue meletakkan tasnya di atas sofa, berkata pelan: “Kamu ingin makan apa?”


“Apapun boleh!” Suara itu tidak pilih-pilih, hanya saja terdengar kelelahan.


Ia berjalan ke dapur di lantai satu, menoleh melihat pria itu, ia agak tidak yakin, tapi akhirnya bertanya: “Tuan, aku ingin tahu kamu bilang akan membiarkan anakku menemaniku, boleh beritahu dia kalau aku adalah maminya?”


Ia berdiri di samping jendela lalu menoleh, “Ya!”


Hello! Im an artic!


Hatinya senang sekali, tapi ini mana mungkin? Ia bilang membiarkan anaknya mengenalnya? Ia langsung merasa bahagia, sulit untuk ditahannya, wajahnya yang tenang jadi penuh dengan senyuman. “Aku segera memasak!”


Qin Yinuo melihat punggungnya yang berjalan masuk ke dapur, lalu merokok, ia tidak tahu harus bagaimana melepas topengnya, setelah ia lepas topeng ini, wanita ini akan bagaimana?


Ia tidak pernah sekhawatir ini, tapi saat ini, anehnya hatinya jadi teramat khawatir.


“Tuan, Anda minum dululah kopi!” Mu Xue melihat di dapur ada biji kopi yang baru dibeli, maka ia membuatnya secangkir, lalu diletakkan di atas meja. “Aku pergi memasak dulu!”


Karena ada harapan dalam hatinya, suasana hati Mu Xue jadi membaik. Tak seberapa lama, ia sudah memasak empat jenis sayuran dan satu mangkok sup. Ia meletakkannya di atas meja makan. “Tuan, sudah boleh makan!”


Meski nada suaranya terdengar samar, tapi jelas sekali ia tidak bersikap bermusuhan seperti dulu lagi, tapi hati Qin Yinuo tetap tidak bisa tenang.


Menatap wajah kecilnya, alisnya terangkat, tapi Mu Xue tidak bisa melihatnya. “Baik! Duduk lah!”


Ia berjalan kemari dengan langkah besar-besar, mematikan rokoknya di asbak, pergi mencuci tangan, dua kali, ia tidak lupa. Mu Xue menatapinya yang pergi mencuci tangan, rasanya tidak asing.


“Kau…?” Ia bertanya: “Aku…kenal denganmu kah?”


Tubuhnya langsung mematung.


“Kamu bisa beristirahat malam ini di dalam kamar tamu lantai atas!” Selesai berkata ia berdiri, naik ke lantai atas.


Mu Xue kira malam ini ia takkan melepaskannya, karena mereka kalau bertemu langsung akan melewatkannya di atas ranjang, tapi hari ini sepertinya orang itu tidak bermaksud demikian.


Ia menatapi punggung orang itu, lalu terjebak dalam pikirannya sendiri.


Ia bilang ia memberi dirinya wakut, nada pria itu lembut sekali, seolah sangat perhatian.


Mu Xue membereskan perlatan makan, setelah dicuci, ia meletakkan mangkok itu ke dalam rak, barulah ia sambil mengambil tasnya naik ke lantai dua, masuk ke dalam kamar tamu.


Vila ini langsung hening.


Mu Xue tidak bisa pulas, ia benar-benar akan menjadi wanita milik tuan rubah itu kah?


Seumur hidupnya, ia akan menjadi wanita simpanan orang begitu saja? Seumur hidupnya akan kelam tak bercahaya, tak peduli apakah berperasaan atau tidak, ia harus melewatkan seumur hidupnya, ini termasuk jodohkah? Jodoh seperti ini termasuk jodoh yang buruk sekali kah? Mu Xue tertawa pahit untuk menertawakan dirinya sendiri.


Ia memutar handphone di tangannya, lalu tanpa sadar ia menekan nomor telepon Qin Yinuo, saat ini tiba-tiba di dalam vila ini terdengar dering telepon yang mengagetkan, pikiran Mu Xue langsung berdengung, kenapa pas sekali?


Ia segera mematikan telepon itu, suara itu terhenti.

__ADS_1


Di samping kamar, Qin Yinuo mengambil handphonenya, ia melihat nomor Mu Xue, maka ia kaget sekali, saat ini ia sudah melepaskan topengnya.


Mu Xue meneleponnya lagi, telepon itu berdering kembali.


Hatinya langsung melonjak, rasanya seperti hampir melompat keluar. Ia memegang handphone di tangannya, lalu langsung bangkit, berlari ke arah suara itu, tapi begitu sampai di depan pintu kamarnya, suara itu langsung terhenti. Ia menunduk, ternyata teleponnya sudah ditolak!


Ia tidak bisa berpikir terlalu banyak, ia tidak sempat mengetuk pintu, ia menarik nafas dalam-dalma, lalu mendorong pintu itu sekuat tenaga.


Waktu membeku saat ini, suasanya hening sekali, hatinya hendak melompat keluar, tatapannya jatuh pada sosok yang berdiri di samping jendela, orang itu tengah memegang handphonenya, wajahnya tidak mengenakan topeng.


Pria itu mendengar suara, maka ia membalikkan badan, saat ini, ia sudah mendengar suaranya semenjak telepon itu berbunyi.


Tatapan Mu Xue jatuh pada wajahnya, sementara kepalanya berputar, “Kau…”


Bagaimana mungkin si Qin Yinuo?


Mu Xue tidak berani memercayainya, ia kaget, ia melongo, rasanya dibohongi menghantuinya…


Sementara sang pria jujur, juga menghela nafas. “Benar! Ini aku!”


Ini bagaimana mungkin?


Keduanya saling bertatapan, Mu Xue rasa hatinya merosot ke bawah.


Sebegitu hening, di sekitar hanya terdengar suara nafas mereka berdua, Mu Xue menatapinya penuh benci. “Mempermainkanku seseru ini kah?”


Mu Xue malu sekaligus kesal, wajahnya memerah, keduan tangannya diletakkan di depan dada, hendak menutupi bagian depan tubuhnya yang putih lembut.


Wajah Qin Yinuo tergoda, menyipitkan matanya yang panjang, tatapannya menggelap.


Ia langsung menahan tangannya, menariknya dengan kuat, lalu menarik Mu Xue ke dalam pelukannya, dan langsung mengubah posisinya, menekan wanita itu di atas ranjang.


Sepasang mata hitam yang menatapinya itu saking kagetnya langsung tertutup, Mu Xue langsung terengah-engah. “Bukannya aku belum pernah memelukmu juga?”


Tatapan mereka saling bertemu, wajahnya seketika memerah, ia menatapinya dengan penuh amarah, dirinya masih hendak melawan, tapi ia tidak bertenaga, hanya bisa berbaring ditimpa Qin Yinuo, ia tak bisa bergerak.


Qin Yinuo menatapinya, suara rendahnya serak, “Aku bukannya sengaja, ini karena pakaian yang terlalu montok, sebenarnya aku bermaksud melepaskanmu malam ini, tapi kalau jadi pahlawan itu benar-benar lelah sekali, dan aku–”


“Qin Yinuo!” Mu Xue berteriak marah. “Kalau kamu masih ingin memanfaatkan keadaan ini untuk menggangguku, aku takkan memaafkanmu selamanya!”


Ia menaikkan alisnya, menatapi matanya dengan dalam. “Sebelumnya bukannya kamu bereaksi juga? kamu bukannya tidak bereaksi padaku, apa bedanya sekali dan banyak kali?”


“Qin Yinuo…” Wajahnya terus memerah.


“Aku ingat beberapa kali sebelumnya, kamu di bawah tubuhku itu sangat bereaksi!” Ia tertawa jahat, kata-katanya sangat vulgar. “Iya kan?”


Wajah Mu Xue semakin memerah, mungkin hampir semerah darah, ia mengulurkan tangannya untuk menutup mulut Qin Yinuo, berkata sambil bergetar: “Kau, kau– jangan asal bicara!”


“Kenapa aku tidak boleh bilang?” Qin Yinuo berkata dengan suara rendah, senyumnya jahil, “Aku mau ngomong, tetap mau ngomong…”


Rasanya hati Mu Xue tiba-tiba sakit, maka ia langsung menunduk, terus mendorongnya, sementara gerakan pria itu cepat sekali, menindihnya erat-erat, ia bahkan bisa merasakan api panas pria itu.


Pria itu menatapinya, menghujaninya dengan ciuman, tergesa-gesa untuk turun, ia menguncinya erat-erat dalam pelukan, menahan segala pergerakan wanita itu untuk melawan.


Sementara Mu Xue melawan, awalnya ia bertenaga sekali, namun perlahan-lahan dirinya jadi kehilangan tenaga, akhirnya ia hanya bisa berbaring, membiarkan ciumannya menyerang setiap saraf tubuhnya.


Kenapa bisa orang ini Qin Yinuo?

__ADS_1


Meski hatinya penuh dengan kehangatan, tapi rasa sakit karena dibohongi langsung naik, air matanya mulai mengalir.


Dirinya memang bisa langsung menaikkan gairah Qin Yinuo, tangannya yang cepat langsung melepaskan bra wanita ini, lalu mengelus kulitnya yang lembut. Ciumannya jadi menggila, ia terus mengisap, menggigit, lehernya yang putih jadi penuh dengan cap bunga kemerahan.


Tiba-tiba dadanya mendingin, ketika ia menyadari, sedari awal pria itu sudah menciumi daerah sensitifnya.


“Ah…tidak–” Mu Xue berteriak, lalu mendorongnya dengan tangannya, sementara Qin Yinuo menangkap tangannya yang seolah tengah menari-nari, ia meletakkan tangannya di belakang tubuhnya, sementara puncak dada wanita itu tengah berhubungan intim dengannya.


Air mata panas memanasi bibir Qin Yinuo, tiba-tiba ia menengadah menatapnya, menyadari saat ini wanita ini tengah menangis.


Mu Xue membuang mukanya, ia tidak melihat wajah Qin Yinuo, tapi air matanya terus jatuh, ia benci mengapa dirinya tidak bisa menahan serangan Qin Yinuo, pada akhirnya ia akan menyerah sepenuhnya, lalu jatuh pada dirinya.


Mu Xue benci pada dirinya sendiri! Mu Xue menggigit bibirnya, lalu terisak. “Aku bukan pelacur, jangan begitu padaku…”


Qin Yinuo melihatnya yang menangis langsung beranjak naik, tangannya memegang tangan Mu Xue, ia tidak berkata-kata, hanya mengecupi tangannya dengan lembut. Mu Xue kaget, langsung menarik kembali tangannya, Qin Yinuo berkata dengan suara rendah: “Baik, aku takkan menyentuhmu, maaf!”


Mu Xue menarik selimut dengan bergetar dan malu, ia ingin menutupi tubuhnya.


Qin Yinuo membantunya menarik selimut tersebut, menutupinya, memeluknya seperti ini, lalu menatapi wajahnya, ia bisa melihat bayangan dirinya dari matanya yang penuh air mata itu.


Qin Yinuo tidak berkata-kata lagi, ia menunduk, mengecup tangannya yang seputih salju. Setelah beberapa saat, ia menengadah bertanya: “Jadi wanita milikku tidak baik kah?”


Ia tertegun, tidak tahu kalau pria ini belum menikah, dia adalah pria yang diimpikan seluruh wanita di kota ini, tapi, dengar-dengar pria ini hanya menginginkan wanita berperawan, dan dirinya dingin serta tidak berhati.


Ia hanya bilang agar dirinya menjadi kekasihnya, Mu Xue tahu dirinya berharap, tapi begitu melihat wajahnya sebenarnya di balik topeng itu, tiba-tiba ia teringat akan kehormatan dirinya. “Tidak! Aku tidak setuju!”


Keduanya saling bertatapan, setelah sesaat, Qin Yinuo mendekatkan kepalanya, berkata di samping telinganya: “Bahkan jika tidak bertemu Tian Yu, kamu tetap tidak akan setuju?”


Nafas panasnya terasa di telinga Mu Xue, membuatnya bergetar.


“Kau…kau bilang akan membiarkanku bertemu dengannya!” Memikirkan anaknya, hatinya berdenyut sakit.


“Tapi kamu bilang kamu akan jadi wanita milikku! Memang tidak bisa tinggal di sisiku kah? Aku tak bermasalah jika kamu membawa Cheng Cheng, hanya saja aku tidak bisa memberimu status!” Ia berkata dengan nada rendah.


Mu Xue menengadah, “Seumur hidupku tidak memiliki status, lalu aku akan melihatmu menikahi wanita lain? Sementara aku hanya akan jadi wanita di ranjangmu?”


Qin Yinuo tertegun, menatapinya. “Status itu penting kah?”


Setidaknya dirinya mengira benda itu tidak penting!


Pertanyaannya membuat hati Mu Xue bagai ditusuk-tusuk, sakitnya sampai ia tak bisa bernafas.


Mu Xue memejamkan matanya, air mata sudah memenuhi wajahnya.


“Xiao Xue!” Qin Yinuo merasa hatinya sakit, menunduk menatapinya.


Kekasih?!


Sebenarnya ini adalah kalimat yang penting.


“Qin Yinuo, kenapa kamu mengharuskanku jadi wanita milkmu? kamu cinta padaku kah?” Ia rasa tanpa adanya cinta, dirinya takkan rela berkorban.


Qin Yinuo tertegun.


Mu Xue menertawakan dirinya sendiri, sebelumnya ia tak pernah berharap akan cinta, tapi ia juga tak ingin harga dirinya diinjak-injak.


Qin Yinuo terdiam alma, ia tak suka mengatakan cinta dengan wanita, sepasang matanya yang dalam terus bergerak-gerak menatapi wajah Mu Xue, tapi malah tidak ada kehangatan dalam tatapan itu. Tatapannya jadi semakin dingin, semakin dalam. Tapi sudut bibirnya perlahan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2