AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 87 Takkan Berubah Selamanya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ia menoleh, melihat sosok besar Qin Yinuo yang berdiri di depan jendela. Sinar matahari menerobos masuk melalui kaca jendela, jatuh di tubuhnya. Wajahnya yang ganteng itu terlihat makin jelas, ia menaikkan sudut bibirnya untuk tersenyum, amat memikat.


Mu Xue berdiri di tempat sambil melongo, melihatnya yang berdiri di samping jendela, mulutnya tersenyum, mata Mu Xue malah jadi basah, air mata memenuhi matanya, ternyata kalau mengkhawatirkan seseorang seperti ini rasanya.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo berjalan mendekat dengan langkah besar-besar sambil menatapinya, ia menutupi kesedihan di matanya. Ia takkan membiarkan siapapun melihat sisi lemahnya!


Ia agak kaget karena Mu Xue berinisiatif kemari, ia menatapinya, sebuah perasaan senang membuncah di hatinya.


Ia menggerakkan bibirnya untuk berbicara, tapi pada akhirnya tidak jadi. Ia hanya menatapinya, hatinya tenang sekali.


Tatapan mereka bertemu, Mu Xue merasa hatinyaberdegup kencang. Ketika ia berjalan perlahan kemari, ia melihat air mata di ujung matanya, maka ia terdiam,


Hello! Im an artic!


“Kenapa?”


Tatapan Mu Xue terasa kabur, tiba-tiba ia kaget dan membuang mukanya.


Ia tahu dirinya agak berlebihan, sepertinya dirinya sudah khawatir berlebihan. Hubungan mereka belum cukup hingga dirinya bisa mengkhawatirkannya! Maka untuk sesaat ia merasa kaku, tidak tahu harus berbuat apa, agak tertegun.


Ia mengulurkan jari tangannya yang panjang, menengadahkan dagunya. Suaranya serak, lalu bertanya lagi: “Hmm? Kenapa?”


Mu Xue menengadah menatapnya, air matanya berjatuhan, ia membuka mulutnya, namun tak bisa berkata-kata.


Qin Yinuo tersenyum, tatapannya hangat. Mata Mu Xue yang berkilau karena air mata membuatnya sakit. Apakah ia sedang menangis untuknya? Maka ia juga mengalirkan air mata karena tersentuh, benar-benar sial, ia pasti sudah dihasut wanita ini.


“Kamu baik-baik saja?” Akhirnya ia berkata, suaranya bergetar.


Ia langsung menariknya ke dalam pelukan, membenamkan kepalanya di pundak wanita itu.


Gerakannya yang tiba-tiba membuat hati Mu Xue berdetak kencang bagai drum yang tengah dipukul.


Qin Yinuo tahu ia pasti telah mendengar kabar itu, hanay saja ia tak mengira wanita ini akan datang mencarinya!


“Qin Yinuo, sebenarnya ada apa?” Ia bertanya sambil bergetar. “Beritahu aku, sebenarnya kenapa?”


“Khawatir kalau aku tak bisa menafkahi kalian?” Ia bertanya.


Hati Mu Xue langsung melompat menggila, tenggorokannya tercekat, tak tahu harus berkata apa. Saat ini pria ini masih bisa bercanda pula, benar-benar mengesalkan. “Qin Yinuo! Kau…”


Qin Yinuo menekan pundaknya dan menatapinya. “Aku baik-baik saja, tak disangka kamu akan sekhawatir ini padaku. Aku ini benar-benar kaget loh!”


“Kamu jahat!” Kenapa tiba-tiba ia merasa kalau pria ini setelah tidak jadi Presiden perusahaan lagi malah senang?


“Xiao Xue!” Panggilan ini lembut sekali, saking lembutnya rasanya membuat hatinya hancur. “Kalau tidak jadi Presiden lagi ya sudah, jarang-jarang kan aku bisa santai!”


Ia mengatakannya sesederhana itu, tapi malah membuat mata Mu Xue panas begitu mendengarnya. Air matanya memenuhi mata dan akhirnya mengalir keluar lagi dari mata. “Kenapa?”


“Memangnya kamu ingin aku menikahi Gong Tianer? Lalu mencari ibu tiri untuk Tian Yu?” Ia bertanya.


“Aku…” Ia melongo.


Tubuhnya diputar balikkan, menampakkan matanya yang penuh air mata. Rasanya wajah Qin Yinuo bagai tenggelam dalam kolam musim gugur, jauh dan tidak jelas.

__ADS_1


Sementara ia kaget dengan air matanya, lalu menghela nafas. “Kamu ini khawatir kalau aku tidak jadi Presiden lagi aku takkan mampu menafkahi kalian ya?”


“Aku malah tak peduli kalau kamu itu Presiden atau bukan!” Ia berkata cepat-cepat, tiba-tiba merasa dirinya salah jika berkata seperti ini, maka ia segera mendorongnya, “Kamu sendiri tidak khawatir kah?”


“Kenapa aku harus khawatir? Kalau keluar untuk bekerja aku mah dengan senang hati!” Qin Yinuo berjalan ke sofa di samping dan duduk di atasnya. ia menyalakan sebatang rokok, lalu mulai diisapnya.


Mu Xue melihat setumpukan puntung rokok yang sepertinya baru dibakar itu. Ia sudah merokok banyak sekali, masih bilang tidak khawatir.


“Bohong!” Ia berjalan mendekat dengan emosi meluap, lalu merebut rokoknya dan dimatikan di dalam asbak. “Kalau tak khawatir memangnya kamu masih bisa merokok sebanyak ini?”


Ia tertegun, gayanya sekarang seolah seperti istrinya saja. Hehe, ia suka dengan kata ini!


“Kamu ini khawatir kalau aku tidak menjadi Presiden lagi, atau khawatir seumur hidup ini kamu tak bisa menikah denganku?” Ia menaikkan alisnya, menengadah melihatnya. Saking gantengnya orang ini membuat mata Mu Xue bergetar.


Di saat dirinya tertegun itulah, Qin Yinuo langsung menariknya masuk ke dalam pelukannya dengan cepat, menciumi bibir merahnya, membuat wajah Mu Xue langsung jadi memerah.


“Kamu…”


“Ini adalah hukumanmu…” Ia terkekeh. “Kalau kamu khawatir juga tak ada gunanya, seumur hidup ini, kamu hanya bisa bersamaku. Sehingga meski aku bukan lagi Presiden perusahaan Qin, kamu tetap hanya bisa jadi wanita milikku!”


“Aku tidak ingin menikah denganmu!” Selesai berkata, hatinya langsung berdetak kencang, wajahnya juga serasa terbakar, lalu ia melawan untuk berdiri, “Lepaskan aku!”


“Siapa suruh kamu mematikan rokokku?” Ia berpura-pura marah, “Ini adalah hukumanmu, kamu dihukum dicium sepuluh menit, tak boleh lepas!”


Mu Xue kesal, sejak kapan ia masih punya suasana hati untuk bercanda. Melihatnya yang bergaya seperti seorang bajingan, ia menggertakkan giginya, namun tak bisa berkata.


“Kenapa, sekarang marah?” Suaranya yang seksi terdengar, sementara Mu Xue melototinya dengan marah.


Di bawah tatapannya, wajahnya memerah marah, sekarang ia sudah masuk ke dalam pelukannya, dan hal ini membuat hatinya berdetak cepat. “Lepaskan aku!”


“Tidak mau!” Ia malah memegang pinggangnya dengan semakin erat. “Cium aku, kalau kamu cium aku sesaat maka kulepaskan!”


“Ya! Berandal ya? Baik, kalau begitu aku akan jadi berandal!” Sambil berkata ia menarik lehernya, berhadapan dengannya dekat sekali, ujung hidung mereka bersentuhan, nafas hangatnya membuat wajahnya memerah.


Ketika Qin Yinuo menyipitkan matanya rasanya matanya seperti memancarkan sinar, tatapannya jatuh di wajah Mu Xue, dan mulutnya membentuk senyum yang menertawakan dirinya sendiri.


Ia menatapi pria itu, “Terima kasih!”


Tiba-tiba ia tidak membencinya lagi sama sekali! Ia tidak membencinya karena telah merebut anaknya, karena sedari awal itu hanyalah kesepakatan. Dirinya punya hak apa untuk menyalahkannya?


Qin Yinuo tertegun, lalu menaikkan alisnya, “Terima kasih untuk apa?”


“Qin Yinuo, ternyata kamu tak sejahat itu! Kukira..” Ia menunduk, tidak berani mengatakan kalimat akhirnya. Ia kira pria ini jahat sekali!


“Orang jahat!” Qin Yinuo mengakap tangannya, tangan yang lembut itu hanya tak berdaya berbaring di tangan besarnya. Ia sempat melawan sesaat, namun sekarang ia menyerah, membiarkannya memegangnya sesukanya, lalu membiarkannya menatapinya. Mu Xue menatapinya dalam diam sambil membawa semacam kesedihan dan kelembutan yang pasif.


“Xiao Xue,” ia berkata dengan nada rendah, “Jadi milikku, oke?”


Ia tertegun, matanya membelalak besar, bola matamnya yang hitam terus menatapinya.


“Tidak!” Suaranya ringan.


“Xiao Xue!” Nada suaranya jadi serius. “Aku ini serius!”


Matanya membelalak semakin membesar, menatapinya semakin dalam, alisnya berkerut.


“Jadilah milikku!” Ia berkata lagi, “Memangnya menyetujuiku sesulit ini?”

__ADS_1


Ia menatapi wajah Qin Yinuo yang seperti bersemangat. Namun juga terdapat kemuraman, keseriusan dan kesedihan di matanya. “Kamu ini sudah sedang kuhukum, masih berpura-pura sedingin ini, memangnya kamu ingin membuatku kesal sampai mati?”


“Aku…” Hatinya melompat-lompat. Suaranya bergetar, “Kamu serius?”


Qin Yinuo menaikkan alisnya, “Hei wanita, tatap mataku?”


Ia kebingungan, ia menatapi matanya dengan menurut, menyadari tatapannya dalam sekali.


“Mu Xue, kamu dengar baik-baik, aku ini serius! Serius! Kenapa kamu tak percaya padaku?” Ia menatapnya sambil memincingkan mata, wajah wanita ini memerah, alisnya berkedut. Ia gugup sekali, malu sekali, bibirnya merekah bagai buah peach yang rasanya hendak dipetiknya. “Mau gali hatiku untuk dilihat?”


Mu Xue tertegun, matanya seolah bercahaya, sementara hati Mu Xue karena mendengar kata-kata ini jadi berdetak tidak karuan, “Aku bukannya tak percaya padamu! Aku hanya tak ingin menjadi wanita simpanan, aku juga tidak ingin hidup tanpa harga diri, tapi kalau demi anak-anak, aku bersedia mengorbankan kehormatanku, hanya demi Tian Yu dan Cheng Cheng! Tapi kalau kamu ingin aku jujur, aku tak mau jadi wanita simpanan!”


“Bagaimana kalau istri?” Ia bertanya.


Kata-katanya dengan mudahnya menggetarkan hatinya. Mu Xue tertegun, tidak tahu kenapa, dirinya gugup. Matanya memerah, ia mengerjapkan matanya, namun ia tak bisa menahan diri lagi, akhirnya air matanya jatuh. “Bukannya kamu bilang…wanita tidak bisa memiliki cinta? Bukannya kamu bilang tak akan ada status dan cinta?”


Qin Yinuo menatapi air mata yang berkilau itu, hatinya berkedut.


Mu Xue kaget karena dirinya menangis di atas kakinya, ia langsung membalikkan badannya, segera mengusap air matanya. Kemudian ia hendak naik, dengan begitu ia tidak akan terlalu kaku.


Tapi tiba-tiba lengan Qin Yinuo yang kuat menempelkan wajah kecilnya ke dadanya. Ia merasakan air mata wanita ini, panas sekali.


Bau tembakau yang tipis mengelilingi Mu Xue, dekat sekali, Mu Xue sampai tertegun. Ia mendengar suara serak pria itu berkata di telinganya, “Anak bodoh, benar-benar anak bodoh yang terlalu menganggap serius.”


“Apa maksudmu?” Ia bergumam di pelukannya, suaranya terisak. “Aku mana bodoh?”


“Masih bilang tidak bodoh! Aku sudah mengatakannya dengan jelas! Dan kamu masih tak mengerti!” Ia menghela nafas, menggeleng-geleng. Tatapannya jadi tersenyum, tapi tak jelas apakah itu senyum jahil atau senyum bahagia. “Kalau kamu tak ingin menjadi kekasihku, maka jadilah istriku!”


Plong–


Mu Xue terbengong.


Qin Yinuo bergumam di telinganya. “Menjadi istri tetapku selamanya, bagaimana?”


Rasa hangat mengelilingi Mu Xue, ia rasa bahkan telinganya juga memerah, tidak, seluruh tubuhnya memerah. Dari kepala sampai ujung kaki! Wajahnya dibenamkan di dadanya, apa maksudnya?


Apakah ini pernyataan cinta?


Selamanya takkan berubah, bukankah ini percakapan diantara para pasangan?


Bukannya pria ini tak menginginkan cinta?


Pertanyaan demi pertanyaan bermunclan, hati Mu Xue kacau, ia akan menjadikannya sebagai pasangannya?


“Qin Yinuo, aku tak mengerti, aku terlalu bodoh!” Suaranya terdengar, kalau bukan tidak memberitahunya secara langsung, ia benar-benar takkan mengerti. Ia butuh percakapan langsung, bukan cara seperti ini.


“Angkat kepalamu dan tatap aku!” Suaranya serak, tersirat keinginan untuk menggodanya.


Ia menengadah, seluruh wajahnya memerah, sepasang matanya berkilau, pipinya memerah bagai langit matahari terbenam, matanya yang hitam terdapat bintang yang berkilau di dalamnya, ia menahan malu, tapi masih menatapinya, berkata pelan: “Tatap ya tatap!”


Memangnya ia akan memakannya?


Suaranya selembut angin bertiup.


“Aku tak bercanda! Takkan berubah selamanya!” Ia pikir, ini adalah pernyataan cintanya. Sesuatu seperti cinta sedari awal sudah tak bisa dikatakannya. Karena ia pernah merasa sakit, dan sakit yang terlalu dalam. Tapi ia butuh wanita seperti Xiao Xue, dan Tian Yu butuh ibu kandungnya. Kalau mereka bersama, mereka bisa memupuk cinta!


Yang penting sudah lama sekali, ia juga hanya memilikinya sebagai wanita satu-satunya! Dan lagi wanita ini senang sekali, juga bodoh, bisa tergila-gila dengan mudahnya!

__ADS_1


Mu Xue melototinya, ia masih belum mengatakannya secara langsung! Tapi tatapannya serius, begitu serius.


__ADS_2