AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 120 Matilah Jauh-Jauh


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia tenang dan melihatnya dengan tidak bergerak dan terus berkata: “Aku tahu kamu sedih, aku juga sedih, Qin Yinuo, kenapa kamu bisa begitu tidak percaya padaku dan mempermalukan aku? Kenapa kamu tidak berpikir apakah aku orang yang begitu? Apa Mu Xue yang kamu kenal itu begitu?”


Polisi yang melihat ini menggeleng tak berdaya dan kelihatannya orang ini sungguh putus cinta dan sungguh kuno sekali seperti dalam novel percintaan saja!


Hello! Im an artic!


Pemeran wanitanya sedang mengakui perasaannya?


“Kita akan mengurus administrasinya setelah dia buka pintu!” Polisi itu tidak ingin terus berada disini.


“Baik! Anda pergi sibuklah dulu!” Zeng Li mengangguk.”


Dia juga merasa sedih saat melihat Mu Xue sedih begini, hanya berharap penyakit Mo Yilan dapat membaik agar hati Nuo tidak berhutang banyak, dia berharap ada akhir yang bahagia.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo masih tidak merespon, Mu xue melihat dia didalam mobil dan berkata lagi: “Qin Yinuo, kamu terlalu jahat! Kamu berniat tidak ingin aku hidup dengan baik dan tenang ya? Aku sudah begitu menyedihkan, kamu masih mau bagaimana?”


Dia sedih begitu teringat. “Aku bukan manusia super, kenapa kamu bisa membuatku menanggung begitu banyak? Aku sudah melepaskan, kenapa kamu masih datang mengangguku? Qin Yinuo, dari aku kenal padamu sampai sekarang, kamu terus menindasku, 5 tahun lalu kamu awalnya memakai topeng agar aku tidak ingat padamu. Saat kita bertemu 5 tahun kemudian, kamu jelas-jelas tahu aku mencari putraku selama ini, tapi kamu malah berpura-pura dan mempermainkanku! Qin Yinuo, kamu tahu seberapa jahatnya dirimu?”


“Qin Yinuo, kamu tahu seberapa sulitnya pengorbanan yang aku lakukan? Kenapa kamu mau menantangku, apa tidak boleh membiarkan aku menjaga anak-anakku seumur hidupku dengan tenang? Kenapa kamu mau menantangku?” Dia berhenti menarik nafas.


Dia berkata lagi: “Qin Yinuo, kamu tidak perduli pada Mo Yilan lagi? Untuk apa kamu ada disini dan berpura-pura mati? Matilah jauh-jauh kalau kamu memang mau! Untuk apa membiarkan aku melihatnya? Kamu ini brengsek, buka pintunya, kamu dengar atau tidak!”


Ini pertama kalinya dia memarahi orang, dia ini wanita baik-baik dan tidak pernah berkata kasar, dia mau menjadi ibu yang baik, tapi kali ini dia tidak tahan lagi.


“Qin Yinuo, buka pintunya! Aku mau bicara denganmu! Buka pintunya! Apa kamu tidak ingin mendengar kata hatiku? Kamu ingin aku mengatakannya disini untuk didengar semua orang? Qin Yinuo, kamu ingin aku terlihat buruk ya?”


Dia berhenti lagi.


Kepalanya bersandar di kaca jendela mobil Bugatti itu, air mata memenuhi matanya, dia terdiam sejenak, lalu dia kembali menaikkan kepalanya: “Qin Yinuo, kenapa kamu kejam begini? Kamu ini sedang menyakiti hatiku, membuat hatiku menderita setiap hari? Kamu ingin aku mati?”


“Ada berapa banyak kenangan antara kamu dan Mo Yilan? Kamu tahu kita ini seberapa tidak berdayanya? Buka pintunya! Kamu dengar? Aku sungguh akan pergi kalau kamu tidak buka pintu!”


“Xiao Xue, jangan gegabah, aku rasa dia hanya terpaku sebentar, kita tunggu dulu saja, duduk dulu di mobilku!” Zeng Li takut dia akan pingsan kalau terus bicara, karena sekarang dia sudah kurus sekali.


Zeng Li melihat wajah Mu Xue yang kurus sampai dagunya runcing, matanya berlekuk dan piinya tajam, dia merasa bertanggung jawab, kalau dia langsung menghubungi keluarga Mo tentang masalah Mo Yilan dan bukan Qin Yinuo, mungkin Xiao Xue tidak akan sedih! Dia juga sedih saat melihat Mu Xue begitu sedih!


“Kak Zeng!” Mu Xue menggeleng, “Maksudku, aku ingin menyadarkannya, aku akan menghancurkan kaca mobilnya kalau masih tidak bisa!”


Zeng Li terkejut, Xiao Xue juga terlalu berani!


“Qin Yinuo, apa kamu dengar? Aku akan menghancurkan kaca mobilnya kalau kamu tidak buka pintu! Kamu dengar itu?” Dia menarik nafas dan masih menatap Qin Yinuo yang didalam.


Zeng Li terdiam dan berdiri bengong disana.

__ADS_1


“Qin Yinuo, aku tidak perduli padamu lagi! Aku pergi!” Akhirnya Mu Xue tidak tahan lagi, dia memutarkan badan mau pergi.


“Xiao Xue, aku minta orang untuk membuka pintu mobilnya!” Zeng Li segera menahannya.


“Kak Zeng, kamu beritahu padanya agar mati jauh-jauh, selamanya jangan bertemu denganku, aku juga tidak mau melihatnya walaupun dia mati!” Dia kesal sampai mengumpat sekejam ini, namun hatinya masih sakit seperti disayat pisau.


Qin Yinuo, aku sungguh tidak mau bertemu denganmu lagi kalau kamu masih tidak keluar!


Qin Yinuo didalam mobil perlahan tersadar begitu mendengar ucapannya, dia bilang tidak mau bertemu dengannya lagi walaupun dirinya mati, tangannya langsung gemetar dan tidak pernah merasa setakut ini, perasaan yang berat itu tertahan didadanya, membuatnya tidak bisa bernafas.


Hanya merasa darah di seluruh badannya membeku dan menjadi kebas, semua kesadarannya sedang mengulang kata yang sama, jangan……


Pintu tiba-tiba dibuka, terlihat kaki yang jenjang itu keluar.


Mu Xue terus berjalan kedepan, Zeng Li terus memperhatikan punggung Mu Xue, dia baru sadar kalau Qin Yinuo sudah pulih saat ada orang yang lewat disampingnya menuju kearah punggung Mu Xue!


Sial! Terlalu menakutkan, berpura-pura mati juga tidak sampai menakutkan begini! Jiwanya ditakuti sampai melayang.


“Berhenti!” Terdengar suara yang dalam dan serak dari belakangnya, Mu Xue mendengar suara Qin Yinuo yang memerintah dari belakangnya, begitu kuat.


Akhirnya dia keluar!


Wajahnya yang menangis itu tersenyum tapi tidak berhenti dan terus berjalan kedepan, sudah mau keluar dari pintu kantor polisi lalu lintas.


Qin Yinuo tiba-tiba mengejar kesana dan menahan lengannya sambil memeluk Mu Xue saat wanita itu menjerit terkejut, dia menciumnya dan menahan jeritannya——


Ciumannya buru-buru sekali, mencium bibirnya, lidahnya menelusuri giginya, membuatnya gemetar pelan……


Dia memandangi Mu Xue dengan pandangan membara seperti tidak ingin melepaskan setiap inci badannya. Wanita itu tidak memejamkan mata, pandangan Qin Yinuo memabukkannya, lupa kalau mereka sedang ada di lapangan kantor polisi lalu lintas dan banyak orang yang lalu lalang, lupa kalau ada Zeng Li yang terkejut di belakang……


Dia menarik nafas berat karena tenggorokannya kering, lidah mereka saling bergumul, gerakan kecil yang seksi ini malah membuat Qin Yinuo menarik nafas.


“Xiao Xue……” Nafas yang panas terasa di pipinya, suaranya kasar dan serak. Qin Yinuo melihat kesamping dan baru sadar ini diluar, dia tidak ingin orang lain melihat pipi wanitanya yang merona dan memabukkan itu. “Kita pulang……”


Qin Yinuo menggendongnya dan dia tiba-tiba menjerit, wajahnya dibenamkan dalam dadanya, astaga, apa yang dia lakukan? Kenapa berciuman dengannya disini?


Qin Yinuo menoleh melihat Zeng Li dan terkejut. “Kenapa kamu disini?”


“Kamu ini menghentikan mobil di jalan raya dan membuat kemacetan, polisi lalu lintas menderek mobil kesini dan menelepon ke kantor, paman memintaku kesini! Nuo!”


Qin Yinuo memasukkan Mu Xue dalam mobil lalu menolah tanpa perduli pada Zeng Li, hanya berkata singkat, “Selesaikan urusan ini, sampai jumpa!”


“Nuo……” Mobil Bugatti biru itu langsung pergi sebelum dia selesai bicara.


Qin Yinuo membawa Mu Xue ke villa nomor 15.


Dia masih memakai pakaian semalam, kumisnya masih belum dicukur, Mu Xue melihatnya dan sedikit tak berdaya.

__ADS_1


Qin Yinuo juga melihatnya dan menuduh dengan sedih: “Kamu bilang ingin aku mati!”


Mu Xue tidak bicara, bagaimana mungkin ingin dia mati! Itu bukan kata hatinya.


“Apa kamu akan sedih kalau aku mati?” Dia bertanya dengan tenang.


Mu Xue merasa hatinya kosong sampai menderita sekali, “Aku tidak ingin kamu mati! Kamu yang membuatku kesal sampai berkata begitu, aku tidak check-in hotel dengan pria lain, kenapa kamu menuduhku begitu? Qin Yinuo, kamu ini brengsek! Kamu sudah membuatku banyak menangis, aku benci padamu! Benci padamu!”


Mu Xue meninju dadanya.


Tanpa diduga, tiba-tiba Qin Yinuo memeluknya dengan kuat, dia menunduk tapi wajahnya diarahkan kemari lalu menciumnya dengan erat dengan seluruh tenaganya, menciumnya erat, dia ingin meleburkan dirinya dengannya kalau bisa.


Air mata yang terasa asin itu mengalir ke bibirnya, semua rasa yang ada bergabung di lidah, Mu Xue sulit bernafas, semua nafas di dadanya ditekan keluar, tapi pria ini masih menekan seperti sungguh mau mati saja, rasa putus asa dan tidak sabar itu, rasa haus dan tak berdaya itu.


Air matanya semakin banyak.


Akhirnya Qin Yinuo melepaskannya tapi matanya masih dekat, hitam dan dalam merasuki mata Mu Xue, didalamnya ada air mata yang mengumpul.


“Jangan menangis! Aku hanya mendengar ucapan itu terlalu tidak diduga, aku mengira, aku tidak berpikir jernih, aku kira kamu sungguh bersama pria lain, maafkan kegilaanku, aku gila karena terlalu mencintaimu……”


Mu Xue tidak bicara dan semakin menangis.


Qin Yinuo berkata: “Maaf, Xiao Xue, aku sungguh terlalu egois, aku memang tidak mempertimbangkan perasaanmu, aku sungguh tidak bisa melepaskanmu, bisakah kamu jangan terus membuat diri sendiri sedih dan terus menungguku?”


Mu Xue melihatnya dan ada air mata seorang pria yang menetes, dia memalingkan kepala dengan menyedihkan agar dirinya tidak melihatnya, tapi dirinya malah menahan wajahnya dan memutarkan kembali dengan pelan, melihatnya dan merasa sulit bernafas.


Lalu, Mu Xue berjinijit perlahan dan mencium bibirnya dengan tenang.


Air mata yang basah bergabung di bibir keduanya, Qin Yinuo menunduk perlahan, bibirnya panas sekali, dia memeluk Mu Xue dengan erat, kedua orang saling memainkan lidah, ciuman itu mesra dan lama, dengan aroma rokok yang enak dicium, ciuman ini berlangsung lama sekali……


Akhirnya Qin Yinuo melepaskannya, dia melihatnya dengan wajah memerah, melihat ada gairah yang tersembunyi didalam mata pria itu, ini asing dan juga familiar baginya, juga membuatnya takut dan mengalihkan pandangan, mencoba menghindari pandangan yang membara dari kedua mata itu.


“Jangan meninggalkanku! Jangan tidak menginginkanku!” Jari yang kasar itu meluncur dari wajah Mu Xue yang indah ke dagunya saat melihatnya mundur, sedikit memaksanya bertatapan dengannya.


“Aku……Aku bukan mau meninggalkanmu……” Mu Xue menggigit bibir, bulu matanya yang lentik bergerak sebentar, menyembunyikan pandangannya yang rapuh dan bingung.


“Xiao Xue!”


Hati Mu Xue hampir melompat keluar saat melihat matanya yang sekarang itu adalah mata pria yang haus gairah. “Mandilah, kamu bau sekali!”


Mu Xue semakin malu saat mengatakan ini!


“Baiklah, biarkan aku cium sampai puas baru mandi!”


Ucapan Mu Xue seperti ajakan baginya, membuatnya tertawa, sudah lama tidak mendengarnya tertawa.


Qin Yinuo tersenyum lebar, pandangannya dalam, satu tangannya diletakkan di pinggang Mu Xue, tangan lainnya menahan lehernya agar dia tidak bisa bergerak sedikitpun, dia segera memiringkan kepala dan mencium bibirnya yang indah.

__ADS_1


Nafas pria yang kuat itu tercium oleh Mu Xue dan membuatnya terkejut, pikirannya kosong, pria ini menciumnya dengan liar dan membuat seluruh badannya gemetar.


__ADS_2