
Hello! Im an artic!
“Aku harus pergi!” Song Yin menegaskan lagi, dia ingin segera kembali.
Hello! Im an artic!
“Tidak!” Nadanya tenang dan cuek, tapi mengandung kekuatan yang tak bisa dilawan. “Mengapa?” Song Yin terkejut, kemarahan mengalir dari dadanya.
“Tidak ada mengapa, saya bilang tidak ya tidak!” Jianyi berdiri dan menatapnya, tiba-tiba dia seperti teringat akan sesuatu, dan langsung berbalik meninggalkan ruangan detik itu juga.
Song Yin mengatupkan bibirnya, matanya melirik-lirik seakan sedang memikirkan sesuatu.Ketika dia mendengar suara pintu ditutup, dia segera berlari dan menarik kenop pintu, tetapi pintunya ternyata terkunci dari luar!
Melarikan diri dari sini adalah hal yang dia pikirkan saat ini. Jianyi ini bukan orang baik-baik, dan siapakah orang yang menculiknya? Kedua pria itu juga keliatan bukan orang baik juga, mesum!
Hello! Im an artic!
Jianyi, pria yang sulit ditanggani, sudah menghancurkan hidup saudara perempuannya, sekarang dia tidak ingin hidupnya juga dihancurkannya olehnya. Song Yin mencari tasnya tapi tidak menemukannya, tasnya tidak ada!
Song Yin memukul pintu dengan keras. “Jianyi, keluarkan aku! Cepat keluarkan aku!”
Tidak ada suara sama sekali terdengar dari luar, lalu dia pergi melihat ke luar jendela, sepertinya apartement ini ada puluhan lantai keatas.
“Ini adalah lantai dua belas apartemen.” Suara menjengkelkan tiba-tiba terdengar dari belakang Song Yin: “Melihat ke bawah dari sini, menakjubkan bukan? Ingin melompat dari gedung? Wanita cantik?”
Song Yin menoleh balik: “Biarkan aku pergi!”
Jianyi, memegang cangkir di tangannya, dan dengan senyuman jahatnya: “Ayo makan sesuatu, cantik, minum susu.”
“Tidak!” Song Yin menatapnya dan menuju ke pintu.
Jianyi menutup pintunya, “Uh! Kalau begitu! Ya tidak usah diminum, Kalau tidak minum ya tidak jadi pergi!”
Dia keluar dari ruangan dan duduk di sofa. Song Yin pergi membuka pintu ruang tamu. Tapi tidak bisa dibuka karena ada kodenya!
“Ini sudah malam. Jika Anda tidak makan apa-apa, Anda bisa sakit. Jadi dimakan saja!” Jianyi juga tidak membukakan pintunya, duduk di sofa, dengan menyilangkan kakinya.
Song Yin yang tidak bisa membuka pintu menjadi marah dan berteriak: “Jianyi, apa yang sebenarnya kamu inginkan?”
Jianyi berdiri dan berjalan ke arah Song Yin. Song Yin melangkah mundur. Dia melangkah maju lagi, meraih Song Yin dan menariknya mendekat, dia mencium bibirnya dengan kuat dan bernafsu, lidahnya mencoba menyentuh bibirnya yang sedikit terbuka, “Aku menginginkanmu!”
“Pergi!” Song Yinyin dengan marah menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorongnya: “Gila kamu!”
Jianyi tidak peduli, dia menjilati sudut bibirnya setelah habis menciumnya. Matanya yang gelap berbinar kegirangan: “Gimana, apakah kamu suka ciuman saya? Cantik?”
“Kamu menjijikkan!” Song Yin mengusap bibirnya kuat-kuat dengan kedua tangannya, sangat menjijikkan. “kotor sekali!”
__ADS_1
“Benarkah?” Jianyi dengan muka yang mengoda: “Sayangku, semakin kamu mengusapnya, semakin aku bersemangat. Jadi apa yang harus kulakukan?”
Song Yin terkejut, dengan muka pucatnya bertanya: “Apa yang kamu inginkan?”
Jianyisedikit tersenyum dan matanya memancarkan maksud: “Setelah makan, aku akan mengantarmu pulang, Jadi dimakan saja!”
“Benarkah?” Song Yin tertegun, dengan mata berbinar menatapnya .
Jianyi tersenyum, “Terserah mau percaya atau tidak!”
Song Yin berjalan mendekat ke meja mengambil segelas susu, tanpa berpikir panjang langsung meminumnya, dan menyeka bibir bawahnya, “Sudah selesai?
“Sayang! Ada obat bius lho di dalamnya!” Jianyi tersenyum puas, “Kamu benar-benar terlalu polos, tidak adakah yang memberitahumu, kalau tidak boleh sembarangan menerima makanan dari seorang pria? Terutama aku? Seorang pria yang memiliki hasrat terpendam terhadap dirimu!”
“Apa katamu? Song Yin terdiam. Pikirannya menjadi kosong!
Jianyi bersandar malas di sofa, sambil mengulurkan tangannya meraih remote control di meja dan menyalakan TV. “Setelah meminumnya, kamu akan menyerahkan dirimu sendiri!”
Song Yin terdiam, ada rasa panas terasa di perut bagian bawahnya, tidak! Ini tidak boleh terjadi, dia lebih baik mati daripada dipermalukan! Kalau tidak nanti dia akan malu dengan dirinya sendiri!
Song Yin melihat sekeliling. Ruang tamunya sangat sederhana. Hampir tidak ada apa-apa kecuali vas porselen di atas meja. Ketika dia melihat benda itu, dia berlari menuju kesana, Jianyi tiba-tiba menuju ke arahnya dan langsung mengendongnya!
“Apa yang akan kamu lakukan ?!” Song Yin terkejut dan buru-buru mendorongnya.
Begitu pria itu mendekat, rasa panas di tubuhnya tiba-tiba bereaksi.
“Ah.” Song Yin berkata dengan keras, “Lepaskan aku!”
Song Yin berontak. Jianyi akhirnya melepaskannya. “Cantik, kamu tidak bisa melarikan diri! Aku sudah bertekad untuk mendapatkanmu!”
Song Yin mengabaikannya, dia meraih vas porselen itu, dan membantingkannya ke dinding. Porselen itu pecah berderai-derai. Dia mengambil serpihan porselen. Serpihan tajam porselen tergengam ditangannya dan rasa panas di dalam tubuhnya semakin menjadi. Dia merasa kesadarannya menjadi semakin kabur. Benar-benar ada obat biusnya. Brengsek Jianyi!
Song Yin bahkan tidak sadar kalau porselen itu telah melukai lengannya, darah mengalir keluar!
“Sialan, apa yang kamu lakukan?” Jianyi kesal, kejadian itu begitu tiba-tiba sehingga dia tidak siap dengan apa yang barusan terjadi.
“Lepaskan aku! Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuhku. Jika kamu berani menyentuhku, aku lebih baik mati!” Kata Song Yin. Dia mengatupkan giginya, menahan rasa sakit di lengannya dan rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya. Benar-benar sengsara. Dia tidak bisa menahan bergemetar, dan rasa panas menyengat itu seperti menembus organ dalamnya.
Keringat mulai menetes dari dahinya, dia memaksakan diri untuk tetap bertahan, dan tidak mau memperlihatkan kesakitannya. Dia tidak akan pernah berkompromi. Dia bukan wanita seperti itu, dan dia tidak akan membiarkan Jianyi memandang rendah dirinya, apalagi membiarkannya berhasil. , Aku tidak akan mempermalukan ibuku, apalagi mengkhianati Kak Yu!
“Apa kamu tidak merasa sakit?” Jianyi tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan , menatap Song Yin dengan kaget. Wanita ini benar-benar berbeda dari Song Sitong. Dia lebih memilih melukai dirinya daripada menjalin hubungan dengan dirinya. Hal ini membuat Jianyi sedikit mulai simpati padanya!
“Biarkan aku pergi!” Song Yin memelototinya dengan marah, suaranya samar-samar terdengar karena giginya yang gemetar.
“Kalau sakit bilang sakit.” Alisnya terangkat sedikit, dan dia meliriknya. Tak disangka, wanita lemah ini begitu kuat bahkan tidak mengerang sekalipun.
Gejolak panas didalam tubuhnya tiba-tiba naik lagi, dan potongan porselen di tangan Song Yin tergelincir turun dan darah mengalir keluar, dan dia melototinya. Jianyi menyipitkan matanya melirik sebentar, matanya yang jernih, bibir merah muda yang pucat pacit karena kesakitan, dan raut wajah kerasnya nan cantik tampak sangat memikat saat ini.
__ADS_1
“Aku ingin melihat berapa lama kamu bisa bertahan.” Dia menyipitkan matanya, dia merasa cara dia menahan rasa sakit dan bertahan sangat memikat. Tiba-tiba, dia melangkah ke depan, mengulurkan tangannya untuk meraihnya, memeluk pinggangnya, dan menempelkan tubuhnya ke dadanya.
“Apa yang kamu lakukan lagi ?!” Song Yin tiba-tiba panik ketika dia menyentuh dadanya.
Jianyi tidak mengucapkan sepatah kata pun, mata dinginnya hanya tertuju pada wajahnya yang lembut dan basah.
Song Yin tidak ada di mana pun, dan Yu Jinglan mulai panik.Setelah melakukan panggilan telepon yang tak terhitung jumlahnya, dia tidak dapat menemukannya. Langit semakin gelap dan semakin gelap, seolah-olah malam akan datang, itu semakin membuatnya semakin tidak tenang dan tidak nyaman.
Yu Jinglan sedang menelepon dari ruang kerjanya, dan dia menelepon kemana-mana tapi tidak ada yang tahu ke mana perginya Song Yin.
sialan!
Ponselnya juga dimatikan! Jari-jari ramping Yu Jinglan mengengam telepon dengan kuat dan erat sampai jari-jarinya seperti putih kebiruan, jantungnya seperti mau jatuh tenggelamn ke dalam lubang hitam tanpa dasar. Kemana dia pergi Bagaimana bisa tiba-tiba menghilang? Perasaan tidak enak melanda, Yu Jinglan merasa kelopak matanya berdebar-debar, ada rasa tidak nyaman. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya.
Yu Jinglan berusaha keras untuk menenangkan dirinya, mengambil telepon dan menelepon. “Bantu saya menemukan nomor ini, bayarannya atur saja!”
Tak lama kemudian, ada telepon masuk memberi berita. Yu Jinglan sambil berlari mendengarkan. Dia tidak selesai mendengarkannya. Wajahnya begitu kesal sehingga dia langsung menutup telepon, lalu dia memutar telepon Jianyi. Suaranya keras panas seperti dari neraka: “Jianyi, dengarkan. , Jika kamu berani menyentuhnya, aku akan membiarkanmu mati tanpa kuburan! ”
” Lan, kau menemukannya begitu cepat? Salut! “Kata Jian sambil tersenyum,” Sayang sekali, aku sudah menyentuhnya, dia Sama seperti Song Sitong, hanya sepatu robek. kamu ingin wanita seperti ini? ”
“Tidak mungkin!” Yu Jinglan meraung, jantungnya bergetar hebat, tangannya mengepal dan bergetar kuat. “Yinyin bukan Song Sitong, jadi sebaiknya kamu tidak menyentuhnya, kalau tidak aku tidak bisa menjamin apa yang akan ku lakukan!”
Yinyin, kamu baik-baik saja, bukan? kamu pasti akan baik-baik saja, kan?
Ketegangan menlanda Yu Jinglan . Dia merasa saraf-sarafnya hamper putus karena tegang. Mobilnya melaju kencang, melanggar lampu merah sepanjang jalan, sampai dia masuk ke sebuah kediaman kelas elite.
Dia cepat-cepat bergegas menuju ke lift, perasaannya bercampur aduk. Dia mengerutkan kening dan menekan tombol lift. Pada saat ini, dia menyadari bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Song Yin. Dia menyukainya. Dia bukan Song Sitong, dia bukan! ——
Di apartemen, Jianyi meletakkan teleponnya, meraih Song Yin lagi, dan membungkuk ke depan dengan wajah tampannya.
“Lepaskan aku!” Nafasnya menerpa pipinya, membuat tubuhnya yang sudah gemetaran menjadi semakin bergetar.
“Aku tidak ingin melepaskannya.” Suaranya lemah, menatap lurus ke arahnya, ada percikan kecil muncul di mata hitamnya yang suram.
Melihat ada binar berbahaya dimatanya, jantung Song Yin bergetar sesaat, dan secara naluriah berteriak: “Lepaskan aku! Jika kamu berani macam-macam, aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu!”
Iya kah? Aku menantikannya. “Sudut bibirnya melengkung, dan telapak tangannya merangkul belakang kepalanya. “Cantik, bunuhlah aku! Datang dan bunuhlah aku! pakai tubuh lembutmu ini untuk membunuhku!”
Song Yin membuka matanya lebar-lebar, dan sebelum dia sempat mengucapkan sepatah kata pun, dia telah menundukkan kepalanya dan mencium bibirnya!
Jianyi memeluk erat pegang pinggangnya dan menguncinya didalam pelukannya, bibirnya yang dingin terkunci dengan bibir merah mudanya, ciuman itu sangat kuat, seperti serigala liar yang menangkap mangsanya, dan tidak ada kesempatan untuk melakukan perlawanan.
Jantung Song Yin berdebar-debar, pikirannya kacau, gejolak panas datang kembali, potongan porselen di tangannya meluncur ke lengannya lagi, darah menetes keluar lagi, bau darah seakan tercium di sekitar ruangan !
Dia harus tetap tersadar dan tidak boleh terpengaruh olehnya, rasanya menyiksa! Benar-benar sangat menyiksa! Kak Yu, dimanakah kamu? Datang dan selamatkanlah aku!
Tetapi ciuman Jianyi semakin menjadi, lengannya merangkul lebih erat dan bergerilya kemana-kemana, bibirnya mencium kesana sini, lidahnya menjulur ke dalam mulutnya dengan paksa, seakan ingin merasa yang lebih banyak rasa manis.
__ADS_1