
Hello! Im an artic!
“Siapa sakit?” Wu Jingxuan duduk sambil mengenakan masker wajah. Begitu mendengar suara teriakan Pei Lingfeng, ia langsung berlari keluar dari kamar, “Siapa yang ada di rumah sakit?”
Pei Lingfeng menoleh menatapnya, ia agak kacau, tapi kemudian menenangkan dirinya lagi, “Putriku!”
Hello! Im an artic!
“Putrimu?” Wu Jingxuan tertegun selama sesaat, “Kau memiliki putri?”
Pei Lingfeng membalikkan badan dan masuk ke dalam ruang membaca, mengeluarkan sebuah dokumen dan diberikan pada Wu Jingxuan. “Jingxuan, kau sudah bebas. Mulai hari ini, kau boleh meninggalkanku! Meski kau bersamaku selama bertahun-tahun demi kontrak ini, tapi aku tetap berterima kasih karena kau sudah menemaniku selama ini, sekarang kukembalikan lagi kebebasanmu!”
Wu Jingxuan menerima dokumen di tangannya dengan tak percaya. Sejujurnya, itu adalah sebuah kontrak.
Bagaimanapun ia tak menyangka Pei Lingfeng akan membebaskannya, tapi..dirinya yang sekarang sudah hamil akan anak Pei Lingfeng!
Hello! Im an artic!
Ia pernah berpikir bagaimanpun ia akan meninggalkannya, tapi begitu ia benar-benar melepaskannya, hati Wu Jingxuan tetap kaget.
“Kenapa? Kau tidak rela meninggalkanku?” Pei Lingfeng tersenyum, senyumnya sungguh licik, “Bukannya kau selalu merindukan orang di hatimu itu? Aku sudah melepaskanmu, pergilah mencarinya!”
Wu Jingxuan tertegun, mengulurkan tangan menerima dokumen tersebut. Itu adalah kontrak yang pernah ditandatanganinya untuk ibunya. Ia benar-benar telah menerimanya, tapi tidak merasa senang, malah sedih, “Kenapa kau ingin melepaskanku?”
“Demi putriku!” Pei Lingfeng tersenyum, “Aku tak ingin putriku tahu aku memiliki wanita simpanan! Aku hanya ingin menjadi ayah yang baik, karena aku telah berhutang terlalu banyak pada putriku!”
“Hanya karena ini kah?” Wu Jingxuan bertanya.
“Aku hendak ke rumah sakit, putriku keguguran. Aku hendak menjemputnya ke rumah keluarga Pei. Rumah ini kuberikan untukmu, aku akan menyuruh Du Jing untuk memberikanmu cek!”
“Aku tak butuh!” Wu Jingxuan menarik nafas dalam-dalam, “Aku akan pergi! Terima kasih kau telah memberiku kebebasan!”
“Selamat tinggal!” Pei Lingfeng membalikkan badannya, berteriak, “Du Jing, cepat ke rumah sakit!”
Ketika vila ini hanya tersisa Wu Jingxuan seorang, ia mengelus perutnya. Di dalamnya ada anaknya dengan Pei Lingfeng. Ia pernah ke rumah sakit untuk menggugurkan bayi ini, tapi kata dokter usianya sekarang terlalu tua, bahaya sekali. Kalau gagal, mungkin seumur hidup ini ia takkan bisa memiliki anak lagi!
Di mansion Ming Chang.
Qin Yinuo mengetuk pintu, dan Mo Yilan membuka pintunya. Ia hanya meliriknya sekilas, tapi Qin Yinuo langsung masuk ke dalam rumah bagai angin topan, di belakangnya masih ada sopirnya Xiao Li.
__ADS_1
Mo Yihui tertegun, sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Qin Yinuo berdiri dengan galak di tengah ruang tamu. Ia melototi wanita yang tengah menggigit kukunya di atas sofa. Jas Qin Yinuo berkerut, sama sekali tidak beraura.
Mo Yihui berpikir, jangan-jangan bayi dalam perut Mu Xue tidak terselamatkan?
“Qin Yinuo, kau mau apa?” Ia bertanya dengan sabar.
Mata Qin Yinuo penuh dengan saraf darah, tapi tatapannya berapi-api, bagai lampu yang bersinar di tengah malam. Ia melototi Mo Yihui sekilas, sekaligus juga melototi Mo Yilan di atas sofa.
Saat ini barulah Mo Yilan menyadari akan kedatangan orang. Tubuhnya langsung bergetar. Ia sudah kaget akan gaya Qin Yinuo yang membuka pintu, maka ia langsung memeluk dirinya sendiri dan bersandar di samping. Ia bagai burung kecil yang ketakutan dan mencari perlindungan. Ia hanya menampakkan ujung matanya, mengintip Qin Yinuo.
Qin Yinuo menatapinya, untuk sesaat menatapinya dengan tidak senang. Kemudian ia melototi Mo Yihui, hatinya panas berapi-api, bagai gunung api yang tengah meletus. “Sialan, dia ini menyakiti dirinya sendiri baru tinggal di rumah sakit jiwa. Berani-beraninya kau bilang ia karena sadisme. Mo Yihui, apa maksudmu membohongiku dan Zeng Li? Pernahkah Han Lie menyiksanya?”
Mo Yihui tertegun, hatinya langsung kacau, tapi masih mengatakan, “Aku tak tahu apa yang kau bicarakan!”
“Kau teruslah berpura-pura, aktingmu lumayan!” Qin Yinuo menyindir, tertawa dingin, “Teruskan!”
Mo Yihui tahu Qin Yinuo datang untuk mencari perhitungan dengannya. Ia maju ke arah depan sofa, berkata serius, “Sudah kukatakan padamu. Tubuh kakaku tidak sehat, kau jangan menyakitinya lagi. Kita berbicara di depan! Jangan kagetkan kakakku!”
“Heh!” Qin Yinuo mendorong Mo Yihui, langsung berjalan ke hadapan Mo Yilan, “Aku punya kata-kata untuk dikatakan padanya, tak peduli tubuhnya sehat atau tidak! Mo Yilan, kau segeralah sadar. Kau punya kemampuan untuk menyakiti dirimu sendiri, tapi malah tidak punya kemampuan untuk menghadapi kenyataan kah?”
“Ah! Jangan bakar aku!” Mo Yilan kagetnya sampai bergetar, terus mengatakan kalimat itu.
Ia melototi Mo Yilan, tangan besarnya memegang dagunya, “Mo Yilan, buka matamu! Kau lihat mataku, kau wanita sialan ini, kau membakar dirimu sendiri, memukul dirimu sendiri, malah berani pura-pura gila, jangan berpura-pura di depanku! Penyiksaan seksual? Lucu sekali, kau menyakiti dirmu sendiri sampai luka-luka masih ingin memfitnah orang lain! Wanita seperti kau ini hanya bisa berakting kah? Biar kulihat gilamu ini asli atau palsu!”
Begitu diteriaki, Mo Yilan kagetnya sampai tak bisa berteriak. Mata besarnya menampakkan ketakutan. Ia hanya melototi Qin Yinuo, seolah benar-benar tidak tahu apa yang tengah terjadi.
Mo Yihui yang didorong Qin Yinuo sampai jatuh langsung tersadar, “Qin Yinuo, kau jangan kagetkan kakakku. Dia benar-benar tidak waras! Ini bukan akting, kalau tidak benar-benar gila, kenapa ia bisa tinggal di rumah sakit jiwa, memang orang normal bisa membakar tangannya sendiri? Bisa melukai dirinya sendiri? Qin Yinuo, kalau kau marah maka marah padaku, jangan lukai kakakku!”
“Aku melukainya?” Qin Yinuo mendengus dingin, “Aku sudah melukainya kah? Dia tak melukaiku saja sudah bagus sekali! Mo Yihui, kau bilang dia gila. Kalau begitu, bagaimana denganmu? Kau juga gila kah? Kenapa kau hendak berbohong?”
“Aku kenapa?” Mo Yihui berteriak rendah, “Qin Yinuo, aku tidak mau bertengkar denganmu. Kakakku sudah ketakutan setengah mati, lepaskan dia!”
Saat ini, Will dan para suster juga segera keluar setelah mendengar suara ribut-ribut. Mereka tertegun, keadaannya parah sekali. Will melirik sekilas pada Mo Yilan yang ketakutan, ia agak terkejut.
Will melihat pada tatapan Mo Yilan yang kaget. Ia memeriksa tatapannya, menyadari diantara keributan ini, Mo Yilan malah jadi tenang. Meski tatapannya penuh dengan ketakutan, tapi ia tidak bergetar lagi. Kelihatannya masih ada harapan untuknya sembuh. Tentu Will jadi senang.
“Mo Yilan, kau dengar tidak apa yang kukatakan? Kenapa kau mau melukai dirimu sendiri? Beritahu aku, kenapa?”
“Qin Yinuo, kau jangan emosi. Kau telah mengagetkan kakakku. Kau keluar, kita berbicara diluar!” Mo Yihui menarik Qin Yinuo.
__ADS_1
Qin Yinuo menepis tangannya, sementara satu tangan lainnya memegang dagu Mo Yilan dengan erat. Ia berteriak emosi padanya, “Kau menikahi Han Lie, kenapa kau malah cerai dengannya? Kenapa kau selalu tidak menghargai kebahagiaan di sekitarmu? Kenapa?”
Kemudian ia melihat tubuh Mo Yilan yang bergoyang, tapi tidak meneriakkan apapun, seolah tatapannya jadi fokus. Ia menoleh perlahan pada Qin Yinuo dan mengerut, tapi kemudian menundukkan kepalanya.
Qin Yinuo berteriak lagi, “Kenapa tidak bicara? Kenapa tidak berteriak lagi? Teriak lah!”
“Qin Yinuo, kau jangan begitu, kakakku hanya terlalu mencintaimu!” Mo Yihui berkata dengan sedih, “Ia benar-benar mencintaimu!”
“Mencintaiku? Lucu, aku tak berharap cintanya!” Qin Yinuo berteriak marah, melepaskan Mo Yilan, dan tubuh wanita itu terjatuh di atas sofa, mengeluarkan suara dan ia langsung bergetar.
“Mo Yihui, apa maksudmu menipuku? Kau tahu ia menyakiti dirinya sendiri tapi kenapa hendak membohongiku dan bilang Han Lie telah menyiksanya? Kenapa?” Qin Yinuo berteriak sambil berjalan ke arahnya. Ia marahnya sampai bergetar, matanya memerah. “Karena kebohonganmu, kau membuatku merasa bersalah. Sekarang, aku harus membayarnya. Mo Yihui, kau sudah menghanguskan semua hutangku pada Mo Yilan. Mulai saat ini, aku tak lagi berhutang pada keluarga Mo, hidup dan matinya tidak lagi ada hubungannya denganku!”
“Kakakku dibuatmu sampai seperti ini! Ia cerai dengan Han Lie karena kau!”
“Langsung bilang saja perang Irak juga disebabkan olehku! Mo Yihui, simpan baik-baik rencana licikmu itu, jangan kira kau tak tahu niat burukmu!” Qin Yinuo menatapinya dengan dingin, “Sebetulnya aku tak memukul wanita. Tapi hari ini, aku harus memukulmu!”
“Qin Yinuo!” Mo Yihui tertegun, jangan-jangan dia…
Qin Yinuo melempar tangannya dengan tenaga penuh, lalu terdengar suara pukulan. Wajah Mo Yihui langsung memiliki cetak tamparan tangan.
“Qin Yinuo, atas dasar apa kau memukulku?” Mo Yihui masih kesakitan. Ia memang telah sengaja melepaskan kakaknya, tapi tak disangka ia akan bertemu dengan para preman, itu adalah sebuah kecelakaan!
“Kau sengaja membiarkan Mo Yilan keluar, sengaja membuatnya hilang agar aku datang menjaganya kan? Aku sudah dibohongimu sekali dua kali, tak akan ada ketiga kalinya. Ini salah diriku yang memercayaimu! Atas dasar apa aku memukulmu? Kuberitahu kau, aku masih ingin kau mengganti darah dengan darah!”
Begitu Qin Yinuo menamparnya, Will dan para suster langsung bergetar, siapapun tak berani bersuara.
“Qin Yinuo!” Mo Yihui marah, marahnya sampai ia kehilangan kewarasannya. Selama ini ia tak pernah dipukul orang, maka ia marah sekali, “Kau bajingan, kalau aku sengaja melepas kakakku keluar memang kenapa? Kau bajingan, Mu Xue bajingan, siapa suruh kalian bersalah pada kakakku, dia sudah seharusnya keguguran!”
“Plak” sekali lagi, dan wajah Mo Yihui langsung membengkak. Ini adalah akibat darinya bersikeras, Qin Yinuo yang tidak memukul wanita pun tak tahan lagi! Tapi ia tak menyesal!
Tapi Mo Yihui masih berkata, “Bajingan, dia bajingan, kalian semua bajingan!”
“Orang gila satu ini! Kalian ini dua orang gila!” Qin Yinuo jadi tenang, tersenyum dingin.
Kemudian ia melihat album di atas lantai. Qin Yinuo tersenyum dingin, ia pergi memungutnya, kemudian menyalakan api dan membakarnya. Album ini yang telah menyakiti hati Xiao Xue, ia hendak menghancurkannya sekarang juga!
Tak ada yang berani berbicara. Sampai album itu dibakar habis, Qin Yinuo melihat asap yang mengepul dalam rumah. Kemudian ia berkata dengan galak pada Mo Yihui, “Kau seharusnya bersyukur preman itu bukan orang-orang suruhanmu. Kalau tidak, hari ini kau takkan bisa keluar hidup-hidup dari sini!”
Suaranya yang sedingin es tidak berperasaan sama sekali, tatapan dingin Qin Yinuo melirik sekilas pada Mo Yilan, berkata, “Mo Yilan, hutangku padamu sebelumnya sudah dibayar lunas. Tak peduli kau sadar atau tidak, aku Qin Yinuo tidak berhutang lagi padamu!”
__ADS_1