AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 394 Menolak Minum Obat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tapi…apakah itu itu kebahagiaan? Apakah hanya dua orang yang bisa bahagia dengan meninggalkan seluruh keluarganya? Apakah dia bisa begitu egois?


Begitu teringat nasib kakak perempuan dan ayahnya yang masih terbaring di rumah sakit, hatinya menjadi sakit. Tanpa sadar dia menarik tangan kecilnya.


Hello! Im an artic!


Melihat tangan kecilnya sudah ditarik kembali, Yu Jinglan merasa sedikit kesal. Wajah tampan dengan senyum penuh kasih sayangnya sekali lagi ditutupi awan mendung.


Tapi Yu Jinglan tidak membiarkannya menolak. Tanpa berkata apapun, dengan wajah dingin dia mengulurkan lengannya yang panjang dan dengan erat menggenggam lengan Song Yin, sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk menolak.


Apakah dia perlu memegangnya dengan begitu erat? Song Yin tanpa sadar melirik Yu Jinglan yang sepertinya sudah akan meledak dan dirinya merasa sedikit tidak berdaya.


“Bagaimana kamu bisa begitu acuh tak acuh?” Yu Jinglan merasa terluka dan kesal sampai meraung. Sekali lagi dia menyadari kalau wanita di depannya ini memiliki potensi membuat orang menjadi gila.


Hello! Im an artic!


Tiba-tiba, kata-katanya seperti tersangkut di tenggorokannya. Hati Song Yin tercekik melihat wajah tampan Yu Jinglan yang marah. Dia hanya merasakan rasa sakit yang melintas di matanya. Entah sejak kapan, presiden Grup Yu yang begitu luar biasa dan juga sombong itu bisa menunjukkan ekspresi seperti itu karena dirinya.


Dirinya sudah tidak ingin terlibat secara emosional karena tidak tahu bagaimana menghadapinya. Tetapi dia sedang sakit, Song Yin menyadari kalau dirinya tidak bisa hanya duduk berpangku tangan saja. Manusia adalah makhluk yang kompleks. Terkadang kecerdasannya tidak dapat mengatasi alam bawah sadar atau perasaan yang tidak diinginkan.


“Uhuk…uhuk…uhuk–” Yu Jinglan terbatuk lagi.


Song Yin mengerutkan kening saat mendengar suara batuknya yang terus-menerus dan membuat dirinya cemas.”Mengapa batukmu begitu parah? Aku akan pergi mencari dokter.”


“Uhuk…uhuk–tidak perlu–” Yu Jinglan menggelengkan kepala.


Aku sudah diinfus, hanya saja obatnya belum diberikan. Jadi wajar saja jika belum terlihat efeknya.


Melihatnya dengan begitu perhatian, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyalahkannya, “Kamu sebenarnya kenapa? Sudah sakit parah seperti ini tapi tidak tahu pergi ke dokter!”


Mendengar dia menyalahkan dirinya, mendengar dia membicarakan dirinya membuat matanya tidak berkedip. Dia jelas mencintainya dan di matanya terlihat perasaan cinta terhadap dirinya, tetapi bersikeras untuk bercerai.


Ditatap olehnya seperti ini, secara tak sengaja membuat pipinya tiba-tiba memerah. Mata hitamnya berkedip-kedip dengan sedikit malu. Dan dia menyadari kalau dia tidak bisa menahan perasaan frustasinya.


Sangat jarang bagi Yu Jinglan dapat menikmati ketenangan ini dan menatapnya dengan begitu tenang. Makhluk yang begitu cantik, sejak kapan dia mulai menyukai gadis ini?


Apakah ketika dia sedang memasak di dapur?


Atau saat dia dengan keras kepala bersih-bersih hingga larut malam?


Atau ketika dia tahu dirinya yang membawa komputernya dan akan turun gunung?


Atau ketika dia dengan manis memanggilnya ‘Kakak Yu’…


Gadis cantik ini mungkin tidak pernah tahu betapa hebatnya perasaan yang sudah diberikan padanya, membuat hatinya yang kesepian selama bertahun-tahun akhirnya memiliki tempat berlabuh. Namun karena masalah yang terjadi di antara kedua keluarga, merebaknya kejadian Song Sitong membuat mereka kembali terjerumus ke dalam situasi yang putus asa dan Yu Jinglan semakin mengernyitkan alisnya.


“Minum obat dulu!” Song Yin melirik obat yang baru saja dibawa ke meja dan diresepkan bersamaan dengan infus.


Yu Jinglan menekan bibir tipisnya dengan erat dan melepaskan tangannya. Lalu Song Yin pergi menuangkan air dan merasakan suhu air dari tepi luar cangkir dengan tangannya. Setelah merasa suhunya hangat, kemudian dia membawa gelas tersebut dan memberikan padanya. “Cepat minum obatnya!”


Yu Jinglan mengerutkan kening melihat pil di telapak tangan putihnya, dan segera mengerutkan kening dengan jijik, seolah-olah dia memegang bom di tangannya. Dan perasaannya tergambar dengan jelas di wajahnya.”Tidak mau!”


“Kenapa?” Song Yin terkejut.


Yu Jinglan tampak agak aneh. Dia menatap pil di tangannya lagi dan tetap terdiam.

__ADS_1


“Cepat minum obatnya, setelah minum kan sudah selesai!” Song Yin benar-benar tidak tahu kenapa dia menjadi keras kepala. Ketika bersikap keras kepala seperti ini, dia benar-benar seperti anak kecil.


“Pahit!” Dia mengerutkan kening dan hanya mengucapkan satu kata.


Song Yin tercengang dan terpana. Apa yang dia katakan? Pahit? Apakah dia salah dengar? Pria besar seperti dia takut dengan obat pahit? Song Yin tidak bisa tertawa atau menangis. Tetapi ketika melihat penampilannya yang imut, sudut bibirnya tanpa sadar bergerak-gerak sendiri.


“Kamu tidak boleh tertawa!” Alisnya yang tajam terangkat.


Song Yin tiba-tiba menyadari dia marah lagi karena wajah tampannya sedikit suram, wajahnya menegang dan kedua alisnya bertaut rapat.


Pasien adalah orang yang paling benar!


“Obat pahit baru bagus, apakah kamu takut minum obat?” Dia benar-benar merasa terkadang Yu Jinglan bisa sangat kekanak-kanakan.


Yu Jinglan berkata dengan cemberut, “Aku tidak suka minum obat!”


“Tidak ada yang suka minum obat, tapi jika sakit harus minum!” Song Yin terkejut sesaat.


Dia mendengus dan membuang muka, “Pokoknya aku tidak mau minum!”


“Yu Jinglan !” Song Yin merasa dia benar-benar sok, konyol dan kekanak-kanakan. “Tidak boleh tidak minum, cepat! Pria besar seperti kamu kenapa bisa takut minum obat? Kamu ini presiden Grup Yu, jika sampai terdengar oleh orang lain, mereka bisa tertawa sampai mati!”


“Aku sudah bilang kamu tidak boleh tertawa!” Yu Jinglan berkata dengan suara cemberut. Tetapi Song Yin yang sedang sibuk memasukkan obat ke mulutnya, tidak menyadari kalau alisnya yang berkerut sedikit terangkat.


“Tidak mau!” Yu Jinglan memalingkan wajahnya.


“Tidak bisa, coba saja jika kamu berani tidak meminumnya!”


“Apa yang bisa kamu lakukan padaku?”


Mereka berdua tidak menyadari kalau mereka seperti sedang bermain rumah-rumahan, sama sekali seperti anak-anak. Yang satu bersikeras dia harus meminumnya, yang satu bersikeras tidak mau minum. Song Yin lalu mengambil obat itu dan langsung menyumpal mulutnya tapi dia memalingkan mukanya. Song Yin tidak punya pilihan lain selain meletakkan gelasnya dan menggunakan sebelah tangannya untuk memegang wajah tampannya dan tangan satunya lagi memegang obat.


Dia tidak membuka mulut, juga tidak mengatakan apapun. Dia takut begitu dia membuka mulut, obat itu akan dimasukkan ke dalam mulutnya.


Song Yin benar-benar tidak bisa berkata apapun. Mengapa pria ini begitu susah minum obat? “Obat ini sama sekali tidak pahit, kamu lihat ada lapisan gulanya!”


Song Yin teringat ketika dia masih kecil, ibunya akan menipu dirinya seperti ini. Dulu ketika dia sakit dan tidak mau minum obat, ibu akan membujuk dirinya seperti ini. Tidak disangka sekarang dia akan membujuk Yu Jinglan .


“Hmph!” Yu Jinglan mendengus, sama sekali tidak ingin bekerja sama.


Yu Jinglan mengangkat kepala menatapnya, sementara Song Yin mencondongkan tubuh mendekati wajah tampannya, membuatnya secara reflek mundur ke belakang karena takut penyakit batuknya ini akan menulari Song Yin.


Tapi Song Yin mendekat lagi, “Kamu sebenarnya mau minum atau tidak?”


Dia menggelengkan kepalanya.


Song Yin mengerutkan kening. Kemudian dia sepertinya sudah memutuskan sesuatu dan menundukkan kepalanya, memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya dan kemudian tiba-tiba menutup bibirnya. Yu Jinglan tercengang dan bertanya-tanya apa yang akan dilakukan olehnya?


Song Yin menekan ujung lidahnya dengan ringan sampai bibirnya terbuka, kemudian dia mendorong pil itu ke dalam mulutnya dan dengan cepat mengambil air, meminumnya lalu diberikan padanya.


Secara refleks Yu Jinglan menelannya dan membelalakkan matanya. Dia sama sekali melupakan pahitnya obat itu.


Song Yin duduk dan wajahnya tersipu. Dia terpaksa melakukannya karena tidak ada pilihan lain lagi.


Yu Jinglan bahkan lebih bingung. Bibirnya yang manis membuatnya melupakan rasa pahit obat itu dan dia benar-benar sudah menelannya. Dia tersenyum lama sekali seolah telah makan madu.


Tapi kemudian dia tiba-tiba meraung. “Siapa yang mengizinkanmu menciumku!”

__ADS_1


Wajah Song Yin menegang, wajah kecilnya menunduk dan terdiam. Tiba-tiba teringat, yang ingin bercerai adalah dirinya dan yang tidak memiliki hak untuk menciumnya juga dirinya. Dirinya selalu melakukan hal-hal yang berlawanan seperti ini. Dia hanya bisa berkata dengan suara kecil, “Maafkan aku!”


“Apa yang harus kulakukan jika kamu tertular flu?” Dia terus meraung.


Song Yin sedikit terkejut, ternyata dia takut akan menularkan flu padanya. Song Yin menundukkan wajah kecilnya dan merasa malu dalam sekejap.


Song Yin memberikan gelas padanya, “Minumlah lebih banyak air. Kalau tidak akan ada rasa pahit di mulutmu!”


Dia segera menggelengkan kepalanya. “Tidak mau! Tidak pahit, sama sekali tidak pahit. Bagaimana bisa pahit jika ada rasa dirimu.”


Wajah Song Yin kembali memerah.


“Aku tidak tahu ternyata kamu sangat peduli padaku!” Yu Jinglan tersenyum puas dan juga sangat aneh, seperti kucing yang mencurigakan, begitu puas.


Song Yin tiba-tiba merasa kesal. Memikirkan tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini membuat hatinya semakin sedih. Kakakku masih belum diketahui keberadaannya. Takutnya dia tidak akan pernah muncul lagi di kota Fengcheng. Video erotis seperti itu yang begitu jelas hingga dapat dibandingkan dengan adegan di film porno, ai!


Song Yin hanya bisa menghela napas!


Ruang perawatan itu sangat sepi, obat infus juga sudah diganti dua kali.


Saat akan mengganti untuk ketiga kalinya, Yu Jinglan tiba-tiba berkata.”Aku ingin ke toilet.”


Song Yin melamun. Dia ingin pergi ke toilet dengan infus masih terpasang. Seseorang harus membantunya memegang kantong infus, tapi Song Yin tidak ingin menemaninya ke toilet.”Aku akan mencari perawat.”


“Sudah tidak sempat! Aku sudah tidak tahan lagi!” Yu Jinglan mengangkat selimut dan turun dari tempat tidur lalu melepas kantong infus dari gantungan dan menyerahkan padanya sambil meliriknya. Song Yin tahu apa arti ekspresinya itu, pembohong kecil itu merasa malu.”Kamu bantu memegangi kantong infus atau membantu melepas celanaku!”


“Aku memegangi kantong infus saja!” Dia segera berkata.


Yu Jinglan tersenyum, “Kalau begitu ayo pergi!”


Song Yin mengangkat tinggi kantong infus tersebut untuk mencegah darahnya mengalir kembali.


Ada kamar mandi di ruangan kelas VIP. Mereka berdua masuk ke dalam tapi Song Yin mundur selangkah. Satu tangan Yu Jinglan terpasang jarum infus dan dia tidak berani terlalu menggunakan tenaga, tapi ikat pinggangnya sepertinya tidak dapat dibuka dengan mudah menggunakan satu tangan. Uh, tidak, dia tidak ingin menggunakan satu tangan. Dia menghadap kloset lalu memutar bola matanya kemudian menoleh melihat Song Yin. Pembohong kecil itu ternyata membelakanginya. Dia mengerutkan kening dan berkata dengan serius, “Aku tidak bisa membukanya, kamu bantu aku buka!”


Otak Song Yin berdengung dan wajahnya memerah. Dia dapat merasakan telinganya seperti terbakar. “Buka saja sendiri!”


Yu Jinglan tidak bergerak, tetapi menatap Song Yin dalam-dalam dengan perasan menderita yang rumit, “Yinyin, tanganku ada jarum infus, aku sama sekali tidak bisa melepaskan ikat pinggang ini. Aku memegang kantong infusnya dan kamu membantuku melepaskan ikat pinggangku!”


“Tidak mau! Buka saja sendiri!” Song Yin benar-benar akan mati, dia tidak ingin melakukannya.


“Yinyin, apa kamu ingin aku kencing di celana?” Dengan sedih melihat wajah cantiknya yang memerah, mata Yu Jinglan bersinar tajam. Membuatnya terlihat tampan dan jahat, bibirnya cemberut dan berteriak dengan sangat menderita, “Cepatlah, aku benar-benar akan kencing di celana!”


“Kali ini kamu sangat keterlaluan.” Tanpa ragu-ragu Song Yin langsung berkata, “Kalau begitu kencing saja di celanamu, bagaimanapun itu adalah celanamu sendiri!”


“Kamu keterlaluan! Aku ini orang sakit!” Yu Jinglan tersenyum licik, seperti rubah licik yang berhasil mencuri ikan. Dengan pandangan mengolok-olok, dia melihat Song Yin yang membelakanginya. Gadis kecil ini!


“Kamu juga bukannya tidak bisa melakukannya sendiri!” Song Yin berkata dengan suara dingin.


Yu Jinglan tersenyum tipis dan berhenti menggodanya, lalu bergumam, “Sepertinya bisa dilakukan sendiri. Aku mau pipis sekarang, kamu jangan mengintip!”


“Aku juga tidak mau melihatnya!”


“Tapi jika kamu ingin melihatnya juga tidak masalah, aku pasti akan memperlihatkannya padamu.”


“Aku tidak akan melihatnya!”


Sedikit minat muncul di bibir Yu Jinglan , “Aku benar-benar tidak keberatan jika kamu melihatnya secara terang-terangan. Jika kamu benar-benar merasa malu, tidak masalah jika kamu mengintip.”

__ADS_1


“Yu Jinglan !” Song Yin marah.


Begitu terdengar suara air yang mengalir deras, Song Yin segera menutup mulutnya dan membelakanginya sambil memegang kantong infus di tangannya. Dia tersipu malu, ini pertama kalinya dia menemani seorang pria buang air kecil. Benar-benar membuatnya malu setengah mati! Bahkan jika dia tidak melihat apapun, tapi dia terganggu mendengar suaranya dan alisnya menjadi saling bertautan.


__ADS_2