AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 248 Ciuman Mendadak


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Mengapa badanmu bisa terluka?” Dia berdiri di sana dan mengulurkan tangan seolah-olah mau menghapus air matanya tapi dia menariknya lagi dan melihatnya menangis di depannya.


“Terjadi kecelakaan mobil dan tertabrak mobil, aku sedang diinfus sewaktu kamu meneleponku dan kamu sama sekali tidak memberikan kesempatan untukku menjelaskannya, apakah berguna jika aku memberitahumu? Kamu bukan Kakak besar Yu yang dulu lagi, kamu ingin aku mati…. woo….. kamu ingin aku malu….. woowoo…..” Tangisan Song Yin tidak bisa berhenti dan dia menghapus air mata yang terus mengalir.


Hello! Im an artic!


“Tidak boleh menangis!” Suaranya semakin berat dan dia langsung menariknya ke lantai atas.


Song Yin ditarik masuk ke dalam kamar, dia melihatnya membuka lemari dan mengambil sebuah kaus untuknya dan memakaikan untuknya. Dia tertegun dan kaget sehingga air matanya membeku dan samar-samar dia melihat kekhawatiran di matanya tapi hanya sekilas dan mungkin dia salah melihatnya.


Lalu dia berhenti dan tiba-tiba berkata, “Mengapa kamu menangis jika merasa tidak kasihan?”


“Aku…..”


Hello! Im an artic!


“Istri Ye Jintang seharusnya orang yang serba bisa, apakah kamu hanya tahu menangis saja ketika ada masalah?!”


Song Yin seperti tersambar petir…..


Dia melihatnya dengan kaget, dia melihatnya menatapnya dan dia tidak tahu maksud kata-katanya serta semua perlakuannya, lalu dia perlahan-lahan berkata. “Kakak besar Yu…..”


Yu Jinglan sudah berbalik untuk turun ke bawah dan dia melihat sosok tingginya keluar dari pintu kamar.


Song Yin mengendus dan mencuci muka di kamar mandi lalu ikut turun, dia memakaikan baju untuknya dan tidak berkata dingin lagi maka dia tidak akan perhitungan dengannya.


Dia berjalan ke arah meja makan dan duduk, dia telah mulai makan dan mienya sudah bengkak, dia berkata, “Mienya sudah tidak enak!”


“Masih bisa dimakan!” Dia berkata dengan suara berat dan dia tidak mempedulikan bentuk mie yang tidak enak dilihat lagi. Dia menghabiskannya lalu memberikan mangkuk kosong kepada Song Yin.


Di atas meja ada dua sayur dan satu mangkuk mie, Song Yin berhati-hati mengambilkan mie ke dalam mangkuk kecil karena mienya ada minyak wijen dan daun bawang maka rasanya sangat enak.


“Lukanya jangan terkena air jika tidak akan infeksi!” Yu Jinglan mengambil mangkuk kecil yang diberikan Song Yin sambil berkata dengan suara berat.


Badan Song Yin membeku karena kaget dia tiba-tiba peduli dengannya.


Dia melihatnya sambil mengerutkan keningnya. “Dengar tidak?”


“Oh! Tahu.” Dia segera mengangguk.


“Apakah kamu terbiasa dengan kerja di kantor urusan luar negeri?” Dia bertanya lagi.


Dia tiba-tiba menanyakan masalah pekerjaannya sehingga Song Yin hanya bisa mengangguk dan berkata dengan jujur. “Ya, sangat santai!”


“Apakah kamu mau seperti ini seumur hidup?” Sepertinya dia berencana menjadi pegawai negeri yang selama hidupnya mendapatkan gaji yang tidak banyak atau pegawai negeri memang lebih cocok untuk wanita karena lebih santai selama tidak ada niat untuk masuk dunia politik.


“Hah!” Dia tidak tahu apa maksudnya dan terasa sangat aneh karena dia marah besar tadi tapi sekarang mengobrol santai, hubungan mereka berdua terasa aneh.


“Apakah kamu mau mengerjakan pekerjaan ini selamanya?” Dia bertanya sambil makan.


Ini adalah kali pertama mereka mengobrol dengan normal sehingga Song Yin merasa kaget. “Sepertinya lumayan bagus dan setelah ujian skipsi maka harus mengurus formalitasnya karena ayah ingin aku menjadi pegawai negeri dan aku merasa sepertinya bagus juga!”

__ADS_1


Setidaknya dia tidak perlu seperti teman-teman lainnya yang sibuk mencari pekerjaan.


“Apakah kata-katanya sebuah dekrit?” Yu Jinglan menunduk sambil makan beberapa suap karena dia merasa makanan ini lebih enak daripada makanan yang ada di luar.


“Aku bantu kamu tambah mienya!” Dia membantunya menambahkan mie sewaktu melihatnya mienya sudah habis.


“Tidak perlu, langsung makan dari mangkuk besarnya saja!” Dia berkata sambil menarik mangkuk besar itu.


Song Yin melihat dia makan dengan lahap dan sayurannya sudah habis, “Apakah kamu sudah lama tidak makan?”


“Ini adalah makanan pertama untuk hari ini!” Dia mengambil tisu untuk menyeka mulutnya.


“Hah!” Dia bergumam, “Kenapa kamu tidak makan? Kamu meneleponku untuk masak untukmu?”


“Ya!” Dia mengangguk lalu melanjutkan makan meskipun makannya cepat tapi sangat elegan sehingga tidak banyak mengeluarkan suara.


Apakah dia tidak makan sewaktu menemani wanita cantik membeli pakaian? Song Yin mengerutkan keningnya, mengapa dia tidak menemani wanita cantik itu makan? Siapa wanita itu? Tapi ketika dia memikirkan dia meneleponnya pulang untuk masak maka dia berkata, “Maaf…..”


“Maaf untuk apa?” Dia bertanya sambil mengerutkan keningnya.


“Tidak makan akan melukai lambung! Jika kamu mau pulang makan makan beritahu aku untuk masak!”


“Bukankah kamu senang jika melihat lambungku terluka? Lebih bagus lagi jika terkena kanker lambung dan akhirnya mati sehingga kamu bisa menikah lagi dan mewarisi semua hartaku, bukankah begitu lebih bagus?” Dia berkata dengan datar.


Song Yin merasa sedih sambil melihatYu Jinglan , “Kamu, apakah kamu berpikir semua orang sama seperti dirimu?”


“Memangnya aku seperti apa?” Dia mengerutkan alisnya.


“Kamu, pikiranmu sangat licik!” Dia akhirnya tidak bisa menahannya lagi.


“Licik?” Yu Jinglan mendengus dingin. “Aku tidak pernah mengatakan diriku sendiri orang mulia! Hidup orang licik juga sangat menarik!”


Song Yin tidak menyangka jika dia bisa mengatakan dirinya sendiri seperti itu sehingga dia tidak tahu harus berkata apa karena dia sendiri mengaku jika dirinya sendiri adalah orang licik, dia masih bisa berkata apa lagi?


Apakah orang malu atau tidak bahkan dewa juga tidak bisa mengurusnya!


Dia menyeka mulutnya setelah selesai makan dan wajahnya terlihat tersenyum tapi juga tidak dan matanya sedikit menyipit, “Jadi, cara membuatku mati sangat mudah karena kamu bisa memasukkan racun ke dalam masakanmu dan itu merupakan sebuah ide yang bagus!”


“Kamu…..” Dia tiba-tiba merasa badannya lemas dan juga tidak berdaya.


Dia mengambil sebuah cerutu dan menyalakannya dan menghembuskan sebuah asap, “Aku sedang mengajarimu cara menghadapiku, bukankah kamu membenciku?”


“Aku tidak!” Song Yin menyangkalnya.


Wajah dinginYu Jinglan terlihat seperti biasa tapi tatapan matanya yang tajam membuat Song Yin panik karena dia tidak tahu harus menjawab pertanyaannya dan hatinya tidak begitu membencinya.


Song Yin perlahan-lahan mengangkat kepalanya dan matanya terlihat rumit. Dia menghela napas dan Song Yin menatapnya, hatinya merasa sedih.


“Bohong!”


“Percaya atau tidak terserah padamu karena aku berharap dapat hidup damai denganmu!” Song Yin tidak ingin bertengkar dengannya meskipun dia menyebalkan tapi dia tidak ingin terjadi sesuatu padanya. “Kamu makan dengan cepat dan banyak tadi sehingga tidak baik untuk pencernaan, kamu berdiri untuk beraktivitas dulu dan aku akan pergi mencuci mangkuknya!”


Song Yin tidak bisa menebak pria seperti itu maka Song Yin berdiri untuk merapikan mangkuknya untuk mencucinya di dapur.

__ADS_1


Tapi reaksiYu Jinglan berikutnya membuat Song Yin kaget.


Dia mendekatinya dengan senyum yang sulit ditebak lalu dia memegang dagunya dan mencium bibirnya yang manis tanpa ragu.


Tangan lainnya menahan kepalanya yang sedang meronta dan dalam kekagetannya lidah yang terampil masuk dalam sela giginya dan menguasai bibirnya.


Efek ciuman ini sedikit di luar perkiraannya, meskipun perasaannya semanis yang dia pikirkan tapi membuatnya tidak ingin menghentikannya.


Semua ini terjadi dengan cepat sehingga Song Yin berpikir jika ini hanya mimpi. Yu Jinglan menariknya dalam pelukannya sehingga dia sulit melepaskan diri karena tenaganya yang kuat.


Dia mendekati telinganya sambil berbisik, “Kamu pergi istirahat sekarang dan besok baru cuci.”


Song Yin melihatnya dengan aneh, “Kakak besar Yu…..”


Yu Jinglan tersenyum sambil memegang pinggangnya, “Cara melakukan aktivitas setelah makan sangat banyak! Dan aku paling tidak suka jalan kaki!”


Dia memeluknya naik ke atas dengan setengah paksa setengah mesra dan Song Yin hampir terjatuh ketika berjalan di tangga karena gugup.


“Ah! Sakit!” Kakinya yang terkilir terasa sangat sakit. Dia membungkuk dan tangannya memegang tulang betisnya yang terkilir.


“Kakinya sakit?” Dia berjongkok dan tanganya yang besar memijit kakinya dengan lembut.


Suaranya masuk dalam telinganya dan bahkan tangannya seperti mengandung sengatan listrik dan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat matanya bersinar lalu bertemu tatapan matanya.


“Ya…..” Song Yin merasakan jantungnya berdetak kencang, dia merasa gelisah, malu dan juga takut.


Dia langsung menggendongnya naik ke atas dan lukanya sakit karena dipegang olehnya dan dia menatapnya dengan kaget.


Wajahnya yang berjarak dekat dengannya terlihat khawatir tapi Song Yin berpikir jika dia salah melihatnya.


Yu Jinglan menatapnya dalam-dalam dan tidak bicara dia membawanya masuk dalam kamar tamu yang dia tinggali dan meletakkan di atas tempat tidur sambil memijit betisnya.


“Kakak besar Yu, aku baik-baik saja, tidak perlu dipijit.” Song Yin menelan ludahnya karena dia tidak menyangka jika dia akan membantu memijit kakinya. “Sudah tidak sakit lagi.”


Dia duduk di atas tempat tidur dengan panik dan tidak berani bergerak.


“Apakah tidak sakit lagi?” Dia masih belum melepaskan tangannya dan masih memijit betisnya.


“Sudah tidak apa-apa!” Dia segera mengangguk dan berusaha menekan perasaannya.


Yu Jinglan melepaskannya lalu tangannya memegang dagunya sambil menyipitkan matanya dan matanya terlihat bersinar. “Karena sudah tidak apa-apa maka lakukan hal lain, bukankah kamu mengatakan harus olahraga setelah makan?”


“Hah…. jangan! Seluruh badanku sakit!” Dia segera berteriak.


Dia menatapnya, “Apakah aku mengatakan melakukan apa? Mengapa kamu ketakutan seperti itu?”


Mereka berdua bertatapan lagi, matanya dalam dan sulit ditebak, dia merasa canggung dan juga panik, apakah dia salah paham?


Dia berdiri lalu memeluknya dengan lembut, mencium bibirnya yang merah dan bertanya dengan pelan, “Yinyin, apakah kamu ingin merasa nyaman? Apakah kamu ingin melupakan sakit di kepala dan kakimu?”


Song Yin kaget dan merasa goyah, apa maksudnya?


Yu Jinglan seperti tidak suka melihatnya diam, dia memegang wajahnya dan ekspresinya sulit ditebak dan dia tersenyum, “Kenapa? Apakah kamu sangat menginginkannya tapi malu mengatakannya?”

__ADS_1


Song Yin langsung kaget dan menggelengkan kepala setelah mendengarnya dan seluruh badannya lemas, “Tidak…..”


__ADS_2